Love Is KAMU

Love Is KAMU
#17


__ADS_3

Sudah hampir setengah jam Ali duduk menunggu ditempat tadi ia meninggalkan Belva,saat dua jus di tangannya telah siap dan ia kembali tidak melihat Belva disana,hanya ada tas,dan 2 poselnya yg masih tergeletak di atas kursi itu,jadi Ali berfikir mungkin istrinya tidak tahan ingin ketoilet didekat sini,sampai akhirnya ia gelisah sendiri karna menunggu terlalu lama.


satu jam berlalu dan kesabaran Ali telah habis, ia curiga ada yg tidak beres,kekhawatiran melanda dirinya,ia mulai gelisah,karna tidak mungkin menghubungi Belva saat ini karna ponselnya di tinggal bersama tasnya.


ia beranjak,menyusuri jalan yg tadi ia lewati bersama istrinya,tidak ada jejak hingga terik mulai berganti redup,ia kembali ketempat dimana mereka berpisah,tidak ada juga tanda2 Belva kembali ke kursi yg tadi ia duduki,lalu panik menyerang,Ali menekan ponselnya untuk menghubungi pihak hotelnya,tapi kabar tak enak juga yg di dengarnya,Belva belum kembali ke hotel.


dia kemana? batinnya,tidak mungkin ia tersesatkan? Belva gadis yg cerdas,ia bisa menggunakan beberapa bahasa termasuk yg umum,ia juga pasti hafal kembali ke hotel,tapi...Ali berfikir keras,semua berjalan seperti yg mereka mau,ia mulai menyusun ingatan2 kecil apapun yg ia lakukan sejak tadi pagi bersama Belva,kesalahannya hanya satu, benar,ia hanya mencuri beberapa kali kecupan di bibir istrinya, apa itu akar masalahnya? hingga membuat Belva marah dan pergi?


Tidak, Ali menepisnya, ia tau bagamana raut wajah malu2 istrinya dan bahagia yg tersembunyi di binar matanya,tidak mungkin Belva pergi karna itu, ada hal lain,benar,apa ia di culik? tapi...siapa? Ali merasa tidak ada musuh atau pertengkaran dengan seseorang yg membuat istrinya menjadi incaran kejahatan.


kini serangan panik yg luar biasa datang tiba2,saat sesuatu muncul di kepalanya begitu saja,apa terjadi kecelakaan yg ia tidak sadari,apa Belva sedang dirumah sakit sekarang? tapi kenapa tidak ada yg menghubunginya satupun?


Ali berlari,hampir lelah karna bolak balik menyusuri jalan seperti orang bodoh dan linglung,sambil membawa tas dan ponsel istrinya,ia terus bertanya kesana kemari tapi tidak ada yg bisa menenangkannya, 2 jam terlewat,ia merasa semua yg ia lakukan sia2, ia frustasi,pada akhirnya ia kembali ke hotel untuk mengecek sendiri keberadaan istrinya.


"Honey."


suara itu,Ali mengenal suara itu dengan baik, tepat di lobi hotel ia berpapasan dengan Citra dan rombongannyahadis itu mendekat,berpura2 dengan senyumnya yg nampak manis,tapi Ali tidak peduli,ia hanya focus dengan menemukan istrinya.


"hey,kamu ngapain disini? kapan datang? sama siapa?." lihatlah,aktingnya sangat bagus bukan.


"pergi,aku bilang jangan menyapaku walau bertemu dijalan sekalipun."


Ali menjaga jaraknya,ia tidak peduli pada orang2 di hadapannya,matanya tetap berkeliling mencari punggung atau wajah yg mungkin menunjukan tanda2 kalau itu istrinya.


"mana bisa begitu hon,semua orang tau hubungan kita di masa lalu,setidaknya kita harus saling sapa untuk menunjukan kalau kita berpisah baik2."


dengan pedenya Citra tersenyum lebar disana, padahal ia sedang menikmati raut wajah Ali yg nampak gusar dan frustasi.

__ADS_1


"tapi kita berpisah dengan sangat tidak baik, dan aku ingin semua orang tau itu,pergi sekarang atau aku permalukan kau disini dengan sangat tidak menghormatimu seperti layaknya wanita tidak tahu malu sekalipun."


cih,Citra mengepal tangan kesal,ia sedikit malu disentak dihadapan stafnya oleh Ali,lelaki yg semua kru tau dulu bagaimana bucinnya Ali padanya.


"sekarang kau sangat menyebalkan."


Citra sudah ingin beranjak meninggalkan Ali, ketika tiba2 Ali bersuara lagi.


"apa kau bertemu dengan istriku?."


ya...kecurigaan Ali memang hanya 0%,karna sepertinya ia melihat Citra dan rombongannya baru turun dari mobil menuju lobi hotel,tapi ia berharap mereka sebaiknya tidak bertemu, jika benar terjadi, ia tidak ingin berurusan kembali dengan wanita dihadapannya ini.


"istri? oh..kau sudah beristri ya? maaf hon, aku melupakan statusmu itu, bagiku kau tetap priaku yg lajang,ngomong2...kenapa kau bertanya? apa kalian sedang bertengkar?."


ada nafas lega di dada Ali, sudah ku duga,batinnya,mana mungkin mereka bertemu, itu konyol.fikirnya.


telak Ali,lalu melangkah menyusuri lobi dengan berlari kecil agar cepat sampai di dalam kamarnya,dari balik punggungnya, Citra tersenyum penuh kemenangan, ia melangkah dengan hati puas dan sumringah di wajahnya.


#


Kenzo tidak percaya,ia segila ini,saat wanita di hadapannya menelfonnya dan menyuruhnya datang menjemputnya di tempat yg seharusnya hanya dia dan temannya berada dalam acara bulan madu yg telah kelurga itu rencanakan,apa yg terjadi? Belvana kabur dengan wajahnya yg pias tak terbaca.


"dengar Bel,aku tidak ingin ikut campur dengan urusan rumah tanggamu dengan Ali,tapi... sepertinya kau keterlaluan jika harus meninggalkannya sendirian disana,kau harus memberitahuku apa masalahnya agar aku bisa jadi penengah kalian."


Kenzo mencoba meyakinkan,Belva nampak tidak ingin bicara,sesuatu mengguncangnya dan Kenzo terlalu bingung untuk memulai.


"sembunyikan aku,itu saja,aku akan memaafkan kesalahanmu dimasa lalu yg mempermalukanku di hadapan teman2 dan membuat fitri menyerangku waktu itu."

__ADS_1


"hey..kau pendendam sekali,lagian dulu itu menyatakan cinta di depan khalayak ramai adalah hal yg romantis buka memalukan, kau saja yg berbeda sudut pandang,soal fitri aku gak mau coment,aku sudah mengakhirinya dan dia yg bermasalah dengan perasaannya, bukan urusanku,satu lagi,aku pertegas ya,ancamanmu tidak berarti apa2 padaku,maafmu aku tidak peduli,kau taukan aku ini brengsek."


"nah..itu,tetaplah jadi brengsek Ken,sembunyikan aku dari suamiku saat ini."


"gila kamu ya,kamu gak kenal baik Dimitria Ali? dia bisa memenggal kepalaku dengan sekali potong tau."


"kau bilang kau brengsek,mengkhianati teman bukan hal beratkan,bertengkarlah dengannya sebagai balasan rasa maluku yg kau buat dimasa lalu."


wanita gila,sebenarnya apa yg terjadi sih diantara mereka?,Kenzo mulai frustasi menghadapi Belvana,mereka saling menatap sinis di meja makan yg sama sekali tidak disentuh Belva.


"kenapa tidak minta tolong kak Bia atau mamih Anita? merekakan masih keluarga,jadi mungkin...


"kau ingin rumah tanggaku jadi konsumsi keluarga? lalu bagaimana mas Ali bisa menaruh harga dirinya sebagai lelaki di mata keluarganya,kau tau dia pengganti papihnya di keluarga itu,dimana kehormatan dan kebijaksanaannya harus di pertanggung jawabkan,aku tidak ingin membuatnya malu,biar ini jadi urusan kami."


wah..lihat,padahal dia masih mengkhawatirkan prianya,tapi kenapa aku di seret seret seperti ini, fikiran Kenzo mulai jengkel dengan sikap Belva yg menurutnya plinplan.


"baiklah,terserah kau saja,aku harus pergi, ini kunci kamarmu,kau bisa menggunakan telfon kamar jika ingin menghubungiku."


Kenzo bangkit dari duduknya,ia hendak meninggalkan cafe tempat mereka minum teh di sebuah motel kecil yg lumayan jauh dari hotel Ali dan Belva menginap.


"jangan beri tahu mas Al sementara ini,aku bersumpah akan membunuhmu jika kau melanggarnya Ken."


ancaman yg entah harus di takuti atau tidak dari seorang wanita yg nampak lemah di mata Kenzo,ia hanya tersenyum tipis menghela nafas dan pergi,Belva menatap kunci di tangannya,sebenarnya ia takut sendirian,tapi hatinya sedang hancur sekarang,hancur dengan persepsinya sendiri.


Kenzo menatap Belva dari dalam mobil yg masih tak bergeming dari cafe itu,helaan nafas lelah dan berfikir keras menimbang sesuatu dalam benaknya membuatnya harus mengkhianati salah satu dari dua orang itu,sial, ia mengutuk dirinya yg kebingungan karna bodoh,ponsel di sakunya ia ambil dan mencari kontak Ali sahabatnya disana.


"hallo Al? apa elo masih di Bali?ya...gue di Bali sama boss besar,ternyata kita ke tempat yg sama ya,apa elo sedang kesulitan mencari istri loe? kemarilah,dia bersama gue sekarang,akan gue kirim alamatnya."

__ADS_1


***🤔


__ADS_2