
"mas bangun."
bau subuh baru saja terasa di hidungku,Belva menyibak selimut yang menutupku rapat,aku malas sekali karna ini hari sabtu,hari libur datang kekantor,tapi entah apa yg harus ia lakukan sampai2 harus menyuruhku bangun sepagi ini di hari libur.
"tidur lagi saja sayang,kita akan sarapan jam 9 nanti."
aku merajuk,sudah ingin meraih tubuhnya masuk kedekapanku,tapi dia mengelak,ia malah semakin menyibak selimutku yg hangat.
"aku harus kekantor,ada meeting dadakan sesama audit,cover buku salah satu penulis akan rilis cetak,dan kami haru mengeceknya langsung ke percetakan agar tidak ada yg salah, ini akan memakan waktu seharian."
"kenapa?". aku berkernyit,sambil bergerak bangun walau hanya terduduk di kasur empukku.
"system kerjanya memang begitu mas, dulu aku malah sampai menginap di kantor nunggin turun cetak dan mengecek biodata penulis agar tidak ada informasi yg salah waktu penulisan."
ck,entah aku harus bangga punya istri yg giat dan konsisten bekerja atau kecewa karna di hari liburpun ia harus bekerja dengan semangatnya.
ya...aku tau ,Belva sangat menyukai pekerjaannya,itu terlihat jelas dimatanya yg berbinar2 saat bicara tentang profesinya, seolah itu sesuatu yg sangat membanggakannya,bukan...itu hal yg bisa ia sombongkan dalam sejarah hidupnya, mandiri, bertahan hidup sampai saat ini untuk wanita sepertinya akupun turut senang melihatnya.
tapi,ancamanku bukan karna jadwal kerjanya yg memang berantakan karna ia melakukannya di rumah,aku bisa memaklumi itu,melainkan ada seseorang yg tidak bisa aku toleri berada disana,ya...si mantan pacarnya yg pastinya bossy itu,ah..aku jadi kesal jika mengingat posisinya,masalahnya karna aku tidak akan bisa melihat apa yg akan dia lakukan pada istriku di belakang mata kepalaku,kalau Belva aku akan percaya, tapi kalau "dia" ish..aku tidak ingin menyebut namanya,aku bersumpah.
"aku akan mengantarmu."
"harus,nanti aku akan kabari kalau aku bisa keluar makan siang,kita bisa makan siang bareng dan....
"selama itu? aku fikir cuma beberapa jam saja."
__ADS_1
"kan aku sudah jelaskan mas."
"sshh...tunggulah,aku mandi dulu."
Belvana mengecup pipiku dengan tiba2,seketika aku menatapnya dengan mata menyipit,aku tau dia mencuri hatiku agar aku tidak cemberut lagi dan tersenyum padanya, benar,dia berhasil,karna aku langsung meraup wajahnya dan menciuminya bertubi2 di bibirnya,bagian yg sangat aku sukai.
#
Pov author
Belvana duduk di meja meeting dengan antusias seperti biasanya, hanya 30 menit, ini tidak akan memakan banyak waktu,setelah ini ia dan satu teman timnya akan pergi ke percetakan,memantau semua buku yg akan turun cetak,jika semua berjalan sesuai keinginan maka ia akan cepat menyelesaikan pekerjaannya sebelum sore.
ia sangat bersemangat,jika apa yg ia fikirkan terjadi maka ia akan kembali pulang dengan cepat dan bertemu mas Alinya dengan sangat bahagia,ya tuhan...Belva sampai tersenyum kecil mengingat betapa sekarang ia sangat merindukan suaminya itu.
"guys,kita punya kabar bagus dan sangat menggembirakan,salah satu penulis andalan kita,salah satu novelnya akan di buat web series,dan authornya bilang ia mengajukan tim editing kita pada produser yg akan menggarab web seriesnya,hasilnya...kita akan terlibat dalam syuting selama 14 hari itu, saya sudah mencantumkan nama2 yg terpilih, selamat untuk kalian dan saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik dengan memberikan kesan yg positif."
"lokasi syutingnya di kota Y pak? itu berarti apa tim juga harus ikut kesana?."
Belva bertanya tanpa mengangkat tangan menandakan intrupsinya,mata Rian dan matanya bertemu,sedetik ada kilatan sendu di mata tajam itu,tapi Belva tidak akan menyadarinya,ia hanya fokus pada pertanyaannya dan menunggu jawabannya.
"benar,kita akan keluar kota selama itu, jadi persiapkan diri kalian dengan baik ya,oh iya satu lagi informasi penting,ada pemeran figuran penting di webseries ini,model cantik berbakat yg mungkin sebagian dari kalian kenal atau fensnya,tolong bersikap baik dengannya karna saya lumayan kenal dengan beliau, perannya memang figuran tapi dia lumayan berpengaruh di alur ceritanya."
Rian menjelaskan dengan sangat teliti dan jelas,membuat semua staf mengangguk faham dan antusias ingin segera terlibat dalam projek mengesankan ini.
"baiklah,jika sudah tidak ada yg ingin ditanyakan,kita bisa tutup meeting hari ini sampai disini,dan...
__ADS_1
"em pak? maaf...apa saya bisa mengajukan keberatan untuk ikut dalam tim terpilih?."
lagi2 Belva yg bersuara,semua mata menatapnya karna hanya dia yg berani memotong kalimat atasannya yg super baik hati itu bagi karyawan lain,kembali mata mereka bertemu,Rian nampak menghela nafas, ia tau Belva akan keberatan dengan letak lokasi syuting yg akan berada di luar kota.
"kita bicarakan di ruangan saya."
"saya harus ke pabrik percetakan setelah ini pak."
"dengan siapa kamu pergi?."
"dengan Surya pak."
"kalau begitu kamu pergi dengan saya, biar surya membantu disini."
"tapi pak...
"kita akan lama berdebat Belva, saya tidak ingin yg lain ikut menunggu kita menyelesaikan ini, mereka juga punya pekerjaan masing2."
Rian nampak sedikit kesal,yg lain hanya lirik2 memantau situasi yg akan memanas jika dilanjutkan disni, Belva tersadar,ia menjadi pusat perhatian rekannya, siapa yg tidak tau hubungan mereka dulu, bahkan sebagian staf tidak ingin berdekatan dengan Belva saat wanita itu baru pertama kali bergabung dengan perusahan mereka.
"baik pak."
pelan dan lemah,akhirnya Belva mengalah, meeting itu akhirnya berakhir dengan fikiran masing2,ada yg berfikir soal hubungan yg akan terjadi selanjutnya dari dua orang itu,dan ada juga yg masih antusias dengan projek baru yg akan membuat mereka sangat bersemangat karna sekalian bisa jalan2 gratis,mereka juga akan bertemu dengan artis.
tapi tidak dengan Belva, baginya,projek ini akan menjadi perdebatan dengan suaminya, ia yakin mas Ali tidak akan mengizinkannya meskipun sebenarnya ia sangat ingin terlibat dengan pekerjaannya yg satu ini, ia akan mendapat ilmu baru dan hal baru yg bisa ia pelajari dengan terlibat langsung pada projek ini, tapi demi keharmonisan hubungannya dengan sang suami ia bahkan tidak berfikir panjang untuk melepas kesempatannya ini, Belva hanya berfikir ia tidak ingin mas Ali berfikiran aneh tentang pekerjaannya dan Rian, karna Belva tau mas Al nya sangat tidak suka membahas Rian dalam hal apapun,apalagi harus meminta izinnya untuk bekerja di luar kota selama 14 hari bersama mantan pacar,sudah pasti jawabannya adalah TIDAK.
__ADS_1
***😅