
Sampai rumah sakit, Varo langsung berlari mendekati keluarga nya yang sudah berada di depan ruangan IGD.
"Pih...gimana keadaan Zio...?" tanya Varo dengan nafas yang menggebu.
"Masih di tangani Daddy" jawab Arjuna.
"Kenapa bisa terjadi sih Pih,seharian kan Zio ada di rumah" ucap Varo yang memang tadi tidak mengetahui kepergian Zio.
"Tadi Zio memang sempat keluar sebentar,tapi setelah itu,ini yang terjadi kemudian,kata warga yang menolong nya, dia menghindari pemotor yang mau nyebrang jalan" jawab Arjuna menjelaskan kronologi kecelakaan Zio.
"Hape Zio mana Pih...?" tanya Varo.
"Ini...." Jawab Arjuna lalu menyerahkan Hape milik Zio.Varo mulai membuka log panggilan terakhir di hape Zio,namun nihil,ternyata Zio sudah menghapus semua log panggilan maupun pesan di hape nya.
"Mami gimana Bang...?" kini giliran Arjuna yang bertanya.
"Masih belum sadar Pih,Moza,Thalita sama Nadin yang jagain Mami.
Tak berapa lama Dino dan David keluar.Arjuna dan yang lain pun mulai mendekat.
"Dadd,gimana keadaan Zio...?" tanya Varo.
"Syukurlah,keadaan nya tidak terlalu parah,hanya luka di bagian kepala dan tangan saja dan juga kaki nya agak terkilir"jawab David,membuat semua bernafas lega.
"Syukurlah...." ucap Arjuna.
"Sebentar lagi dia akan di pindah di ruang rawat,kalian tunggu saja dulu" ucap nya lagi yang diangguki oleh Arjuna dan juga Varo.
"Aku tinggal dulu ya" Ucap David lalu pergi meninggalkan Arjuna dan yang lain nya.
Di rumah,Farza akhir nya sadar dari pingsan nya. Dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit karena sudah tidak tenang.Dia ingin mengetahui sendiri keadaan Zio.
"Mami mau Thalita temeni gak...?" tanya Thalita.
"Gak usah,Mami berangkat sendiri saja,kamu di sini temenin Rafa dan juga Rens saja dan yang lain juga' jawab Farza yang sudah tenang.
"Mami hati-hati ya kabari kalau ada sesuatu yang terjadi" Ucap Moza sambil mencium tangan Farza.
"Iya...ya sudah,Mami berangkat ya,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Di rumah sakit,Zio sudah di pindah ke ruang VIP.Ruang rawat yang cukup besar,sehingga bisa menampung seluruh keluarga Arjuna.
"Kenapa bisa begini sih kak...?" tanya Arjuna menatap Zio yang sedang makan.
"Ya namanya juga kecelakaan Pih,mau gimana lagi,Zio nya juga kurang hati-hati" jawab Zio santai.
"Kamu ada masalah Zi...?" tanya Varo yang melihat raut muka Zio yang tak biasa.
"Gak ada...!" jawab Zio santai.
__ADS_1
"Dik besok ijinin we ya" ucap Zio menatap Dika yang sedang duduk di sofa bersama Zahra.
"Iya,elo tenang aja,Dian udah elo kasih tau belum Zi...?" tanya Dika.
"Gak perlu....!!!" jawab Zio tegas,membuat Varo langsung memicingkan matanya menatap Zio.
"Gue cuma gak mau dia khawatir aja" tambah nya lagi setelah Zio mendapat tatapan dari Varo.
"Sebaik nya kalian semua pulang,besok kan kalian harus sekolah dan juga kuliah,Daniel kamu antar para gadis pulang ya" ucap Dave memerintahkan Daniel.
"Iya Pa....ayuk para gadis kita pulang,kalian harus istirahat" ucap Daniel mengajak para gadis.
"Eh tunggu....." ucap Aril " Calista sama Endy kemana...?" tanya Aril yang tidak melihat Calista dan Endy.
"Mereka pasti ada urusan,sudah,lebih baik kalian pulang saja dulu" ucap Varo sekali lagi.
"Ya sudah,Daniel antar mereka pulang dulu ya Dadd,kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi kami" ucap Daniel berpamitan begitu juga yang lain nya.
Saat Daniel dan yang lain akan keluar ruangan,mereka berpapasan dengan Farza dan Naina yang akan masuk ke dalam ruangan.
"Mami,Mama...." Ucap Dika.
"Kalian..? mau ke mana..?" tanya Naina pada semua nya.
"Kami mau pulang dulu Ma,ngaterin para gadis,kasihan kalau di rumah sakit,lagian Zio juga sudah sadar" jawab Daniel.
"Ya sudah hati-hati ya" jawab Farza dengan tersenyum.
"Kami tinggal dulu ya Mi,Assalamualaikum "
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Di tempat lain Endy dan Calista sedang pergi menuju rumah Dian,mareka akan memberitahukan langsung keadaan Zio pada Dian.
Tok ..tok ..tok ..
Calista mengetuk pintu rumah Dian.
Ceklek...
Pintu pun terbuka.
"Calista ......" sapa Bunda Dian menyambut kedatangan Calista.
"Sore Bunda....Dian nya ada Bunda....?" tanya Calista.
"Ada kok,baru saja Dian pulang,ayuk masuk dulu,Bunda panggilkan Dian ya" ucap Bunda Dian mempersilahkan Calista dan Endy masuk.
"Kalian duduk dulu ya,Bunda panggilkan Dian sebentar" ucap Bunda Dian dengan tersenyum lalu pergi menuju kamar Dian yang berada di atas.
"Calista,Kak Endy...." sapa Dian sambil menuruni tangga.
Calista menoleh pada Dian,dia melihat mata Dian yang bengkak,seperti habis menangis.
__ADS_1
"Tumben kalian ke sini...? biasanya kalau hari libur kalian gak bakalan keluar rumah" ucap Dian mencoba untuk tersenyum.
"Yan,elo habis nangis...?" tanya Calista.
"Iya,gue habis nonton drakor,ceritanya sedih,makanya gue nangis" jawab Dian berbohong.
"Tumben .....biasanya elo gak pernah nangis" jawab Calista tak percaya.
"Saking menghayatinya kali Cal,ngomong-ngomong ada perlu apa kalian ke sini...?" tanya Calista.
"Kaka Zio kecelakaan Yan,dan kita mau ngajakin elo ke rumah sakit" ucap Calista yang sukses membuat Dian terkejut.
Deg...deg...deg...
Jantung Dian berpacu lebih kencang,bagaimana bisa Zio kecelakaan,padahal tadi dia habis bertemu dengan Zio dan mereka terlibat cek cok.
"Ke...ke...celaka...an" ucap Dian terbata dengan mata yang sudah memanas.
"Iya Yan,tadi sore Kak Zio tiba-tiba pergi gak tau kemana eh tau-tau ada kabar kalau dia kecelakaan" ucap Calista memberi tahu kronologi kecelakaan yang menimpa Zio.
#Zi....apa karena pertengkaran kita tadi,kamu jadi kecelakaan#
"Yan....hallo....Dian" tepuk Calista pada pundak Dian yang sedang melamun,membuat Dian langsung tersentak.
"I...iya Cal..." Ucap Dian.
"Elo mau iku gue ke rumah sakit kan...?" tanya Calista.
"Iya,gue ikut,gue ambil tas dulu ya" ucap Dian yang langsung berdiri dan pergi mengambil tas nya.
Tak berapa lama Dian turun dan mereka pun meninggalkan rumah Dian dan pergi menuju rumah sakit.Di jalan Dian sempat membeli makanan dan juga buah untuk Zio.Setelah sampai di rumah sakit,Calista,Dian dan Endy pun langsung pergi ke ruangan di mana Zio di rawat.
"Assalamualaikum..." ucap Calista dan Endy sambil membuka pintu ruangan.
"Waalaikumsalam..." jawab Farza dan yang lain nya.
"Dek....dari mana saja...?" tanya Arjuna melihat anak bontot nya yang baru datang.
"Lista dari rumah Dian,Pih" jawab Calista yang langsung membuat Zio mendongak,menatap Calista.Dan benar saja,dari luar Dian masuk ke dalam ruangan sambil membawa keranjang buah di tangan nya.
"Malam semuanya..." ucap Dian tersenyum ramah.
"Dian...." Sapa Farza pada kekasih Zio.Dian langsung mendekati Farza yang tengah duduk bersama dengan Arjuna.Dia juga menyalami kedua orang tua Zio itu dan juga para orang tua yang ada di sana.Doni dan juga Dave.Dan untuk Mira,dia pulang terlebih dahulu karena Renesme yang sedari tadi mencarinya.Sedangkan Audy dan Naina masih bertugas di rumah sakit begitu juga dengan David dan Dino yang harus menjalankan operasi.
"Maaf ya Mih,Dian baru kesini,karena tadi baru di kasih tau sama Calista" ucap Dian tak enak hati.
"Gak papa sayang,yang penting kan sekarang kamu sudah di sini,pasti Zio juga senang" jawab Farza sambil tersenyum.Sedangkan Dian,dia bingung apa yang harus dia perbuat,saat ini pun dia tidak berani menatap orang yang tadi bertemu dengan nya sebelum kecelakaan terjadi.
.
.
.
__ADS_1
.
.Bersambung....