Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 18


__ADS_3

Satu minggu kemudian.Semua sudah kembali normal.Varo,Daniel,Zidan sudah kembali untuk bekerja,apalagi Dimas yang sudah harus belajar di perusahaan untuk membantu Zahra,karena suatu saat pasti Zahra akan menyerahkan tanggung jawab kantor kepada adik nya.


"Nenek....." sapa Zahra kepada mama Maya yang sedang memasak di dapur.Zahra dan Dika memang memutuskan untuk tinggal sementara di rumah mama Maya sebelum akhirnya Dika membopong Zahra untuk tinggal di rumahnya.


"Cucu nenek,kok sudah bangun sih." ucap mama Maya.


"Zahra mau bantu nenek." jawab Zahra.


"Hmmm.....tumben banget."


"Nenek.....Zahra kan juga pingin bisa masak,biar bisa melayani suami Zahra." jawab nya sambil bermanja pada nenek nya.Mama Maya hanya tersenyum saat menanggapi ucapan Zahra,berbeda dengan Davina yang memang sedari tadi sudah membantu mama Maya di dapur.


"Kak Zahra,sini bantuin Vina." ucap Davina yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Loh,Dav...kok kamu ada di sini...?." tanya Zahra bingung.


"Ye...aku emang sudah di sini dari tadi,habis dari belakang sama bibik,nih aku habis panen sayur" jawab nya sambil menunjuk kan sayur yang di bawanya.


"Hah....!! kamu habis dari kebun...?"


"Iya...sudah jangan cerewet,ayuk bantuin Davina masak,dan untuk nenek,mending nenek balik ke kamar,temenin kakek,nanti kalau masakan nya sudah siap kita panggil." ucap Davina sambil menaruh sayur yang sudah di panen nya.


"Beneran nih nenek gak boleh bantu...?." tanya mama Maya tersenyum menatap kedua cucunya.


"Iya....sudah sana,nenek temenin kakek saja" jawabnya lalu mengantar mama Maya berjalan ke luar dapur.Setelah mama Maya pergi Zahra dan Davina mulai memasak.Sedang kan bibik memilih untuk bersih-bersih rumah.Davina mulai mengajari Zahra terlebih dulu.


"Dav,kok perih...." ucap Zahra saat merasakan perih di area matanya karena mengupas bawang merah.


"Iya memang begitu kak,nanti juga ilang ko perih nya.Mendik kak Zahra cuci muka dulu deh" jawab Davina yang kemudian menyuruh Zahra untuk membasuh mukanya.Setelah selesai membcuci muka Zahra kembali membantu Davina untuk memasak.


"Sejak kapan kamu bisa masak Dav...?." tanya Zahra.


"Sejak kelas satu SMA."


"Wah lama juga ya,aku saja sampe sekarang cuma bisa bikin mie sama telor ceplok doang, sama masak air." ucap Zahra sambil terkekeh.


"Gak papa, yang penting kan kakak mau belajar,nanti lama-lama kakak juga bisa masak semua jenis makanan."


"Selama kakak masih tinggal di sini,kamu mau kan ajarin kakak masak Dav...?" tanya Zahra.


"Ya mau lah kak,ya sudah nanti tiap pagi kita masak ya." jawab Davina tersenyum.


Setelah setengah jam akhirnya mereka berdua selelsai dengan masakan mereka.Davina dan Zahra mulaik menata masakan nya di meja makan,sekaligus menata piring untuk keluarganya.


"Ya sudah kita panggil mereka yuk kak untuk sarapan,sekalian aku mau mandi nih"


"Oke, yuk." Davina dan Zahra berlalu meninggalakan dapur dan pergi ke kamar masing-masing.


Zahra membuka kamarnya dan di lihatnya Dika yang masih tertidur pulas tanpa memakai kaos.Sebelum membangunkan suaminya terlebih dulu dia menyiapapkan seragam sekolah Dika dan juga pakaian kerjanya.Zahra memutuskan untuk kembali bekerja.Setelah selesai, dia mulai membangunkan Dika.

__ADS_1


"Dika....bangun....." ucap nya sambil menggoyangkan tubuh Dika.


"Emmmpt..." Dika hanya menggeliat.


"Dika...bangun...nanti kamu terlambat ke sekolahnya." ucapnya lagi kini dengan menarik satu tangan Dika agar dia bangun.Tetapi bukan nya bangun Dika malah menarik balik tangan Zahra,sehingga dia jatuh di atas dada bidangnya.Dika langsung mengunci tubuh Zahra dengan kedua tangan nya.


"Cup....selamat pagi." sapa Dika mencium bibir Zahra.


"Ih...jorok tau." Zahra menepuk dada bidang suaminya.


"Kan ciuman selamat pagi yank..."


"Iya, tapi jorok,dah ah ayuk bangun,kamu kan harus sekolah,mandi sana air nya sudah aku siapin."


"Mandi bareng ya..." ucap Dika sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan tersenyum nakal.Membuat Zahra langsung mendekik.


"Ish...dasar omes." Zahra menjambak ujung rambut Dika sehingga membuatnya meringis.


"Aw....sakit yank..."


"Biarin...! udah ak ayuk bangun yank,kalau kamu gak mau bangun ya sudah,aku berangkat sendiri saja ke kantor,atau gak aku hubungi Dito aja kali ya." jawab nya menggoda Dika,karena dika sangat cemburu dengan rekan kerja Zahra yang bernama Dito.


"Jangan...jangan...!! ya sudah aku mandi ya." jawabnya langsung melepas pelukan nya dan langsung bangun dari tidur nya.Zahra hanya terkekeh saat melihat muka Dika yang takut karena ancaman nya.


Setelah Dika masuk ke kamar mandi,Zahra mulai membereskan kasurnya.Menata kembali bantal guling dan melipat selimutnya juga.Dika keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melipat di pinggangnya.


"Yank,seragamku mana..?." tanya Dika.


"Gantiin...." ucapnya manja.Tanpa menjawab,Zahra mulai memakaikan kemeja sekolah Dika,hanya kemeja sekolah.Dan untuk celana,Dika memakainya sendiri di ruang ganti.Sedangkan Zahra yang kini beranjak dari duduuknya dan pergi ke kamar mandi.


Tak berapa lama kini semuanya sudah berkumpul di ruang makan.Untuk menikmati makanan yang tadi sudah di masak oleh Zahra dan Davina.


"Hmm...baunya enak sekali,siapa yang masak ini....?." tanya Dimas yang memang sudah hafal kalau ini pasti bukan masakan nenek ny.


"Gue..." jawab Zahra dengan pedenya.


"Gak percaya..." jawab Dimas.


"Ya sudah,tanya aja sama istri elo."


"Bener yank...?." tanya Dimas menatap Davina.Dan Davina mengangguk.


"Serius kamu masak yank....?." kini giliran Dika yang bertanya pada Zahra.


"Iya Dika,ini semuan memang istri-istri kalian yang masak,nenek saja gak boleh bantuin." jawab mama Maya yang kini sudah mulai mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Tumben kamu mau masak yank..?" tanya Dika lagi.


"Ya, aku kan juga pingin melayani suami ku." jawab Zahra.Mendengar jawaban Zahra,membuat Dika tersenyum,ternyata seseorang yang sudah menjadi istrinya akhirnya mau memasak juga.Padahal dulu Zahra paling susah untuk di ajak masak,apalagi kalau lagi berkumpul dengan saudara-saudaranya.Dia lebih memilih membaca berkas pekerjaan dari pada harus ikut memasak.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan,akhirnya mereka semua pergi untuk melaksanakan kegiatan masing-masing.Dimas dan Zahra sama-sama mengantar pasangan mereka masing-masing ke sekolah terlebih dulu.Karena hari ini Dimas ada kuliah pagi,dia memilih siangnya untuk pergi ke kantor.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Di rumah Farza,saat ini semua keluarga juga sedang menikmati sarapan mereka.


"Selamat pagi semuanya....?." ucap Calista menyapa seluruh anggota keluarganya.


"Pagi..."


"Padi ate..."ucap Rafae jawab sapaan Calista.


"Pagi ponakan ate yang ganteng..." ucap Calista sambil mencium pipi Rafa.


"Om Zo temana ate...?" tanya Rafa.


"Belum turun,paling bentar lagi sayang."


"Rafa ayuk mamam dulu sayang." ucap Moza mulai menyuapi Rafa.


"Kamu gak makan yank..?." tanya Varo.


"Nanti saja mas,setelah Rafa."


"Mending Rafa biar di suapin Tia.Zaa,kamu makan dulu.Kan kamu juga harus bekerja." ucap Arjuna.


"Gak papa Pih,bentar lagi juga kelar kok sarapan nya Rafa."


"Pagi semuanya...." sapa Zio yang langsung duduk dan mengambil sehelai roti dan juga meminum susu nya sampai habis.


"Pagi,gak makan nasi kak...?" tanya Farza.


"Enggak Mih,Zio berangkat duluan ya Assalmualaikum...daa bocil." ucap Zio sambil mencium tangan Farza dan Arjuna,juga mencium pipi Rafa.


"Tata Om Zo.." jawab Rafa sambil melambaikan tangan nya.


"Tumben dek,kakak kamu berangkat pagi-pagi sekali...?" tanya Arjuna.


"Entahalah" jawab Calista sambil menaik kan kedua bahunya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2