
"Siapa yang mau menikah...?" Ucap seseorang dari dua orang yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Daddy .."Ucap Moza yang melihat dua orang dengan melipat tangan nya di dada,dan salah satunya adalah daddy nya sendiri.
"Kalian kenapa bisa di sini...?" tanya Arjuna yang melihat dua sahabat yang sudah dianggap sebagai keluarga nya itu berada di rumahnya.
"Ya tadi kita lihat pintu rumah kamu masih kebuka,makanya kita langsung masuk,eh taunya kalian masih pada ngumpul,padahal ini udah menjelang pagi lho" ucap David yang berjalan mendekati Arjuna dan yang lain nya di'ikuti Dino di belakang nya.Mereka berdua kemudian duduk di sofa yang masih kosong.
"Opa itu capa...?" tanya Rafa dengan menunjuk David dan Dino dengan jari telunjuk nya yang kecil.
"OPA..,.!!??" Ucap David dan Dino bersamaan.
"Ini juga Opa kamu sayang,yang itu Opa David dan yang itu Opa Dino" jawab Varo sambil menunjuk David dan Dino secara bergantian.
"Boy....bisa jelasin gak...? dan ini...dia siapa...?" tanya David yang sungguh terkejut saat melihat ada batita duduk di pangkuan anak nya dengan anteng.
"Jadi gini dad,tadi abang nemuin ini anak di depan kantor,lagi tidur,pules banget dengan alas tikar lagi" Jawab Varo menjelaskan.
"Hah....!!kok bisa Boy..?" kali ini Dino yang beralih bertanya.
"Dia di buang sama emaknya dad" Ucap Zio yang memeberi jawaban dan di balas anggukan oleh Varo.
"Di buang....?" ucap David yang masih tidak percaya " lalu apa yang bakalan kamu lakuin sama ini anak...?" tambahnya lagi kali ini dengan bertanya.
"Varo mau angkat dia jadi anak Varo Dad,dari pada di kasih ke panti,lagian dia emang sengaja di buang sama orang tuanya,karena tadi satpam kantor udah ngecek cctv yang ada di luar kantor,dan memang benar,setelah mamanya meletak kannya,mamanya langsung pergi naik mobil" jawab Varo sekali lagi menjelaskan kepada David dan juga keluarganya.
"Owh...." ucap David dengan mengangguk kan kepalanya.
"Makanya Papi minta abang buat nikahin kak Moza" ucap Zio yang membuat kedua mata David melotot.
"Menikah...?" tanya David dan semuanya mengangguk,kecuali Moza,Varo dan Dino.
"Terus gimana ..? kamu sudah lamar anak Daddy...?".
"Sudah Dad,Daddy gak lihat nih abang sudah jongkok di bawah nya Moza".Jawab Varo sambil terus bermain-main dengan tangan mungil Rafa.
"Terus kamu terima kak...?" tanya David kali ini dengan menatap anak nya.
"Di terima lah Dad" kali ini bukan Moza yang menjawab,melain kan Zio.
David menatap anak nya yang sedang asik bermain dengan Rafa di pangkuan nya dengan mata berkaca-kaca.Moza yang melihat daddy nya menatap nya dengan mata yang berkaca-kaca,langsung menggelengkan kepalanya dan tersenyum,tanda bahwa Daddy nya tidak boleh menangis dan harud tersenyum.
#Pasti Mommy kamu senang nak melihat anak nya akan menikah# batin David.
"Terus gimana...? kapan rencana pernikahan nya...?" tanya Dino kali ini membuka suara,setelah dia tadi diam saja.
__ADS_1
"Nunggu urusan Rafa selesai Dad,Abang masih suruh Reno buat menyelidiki nya terlebih dulu,kenapa Rafa bisa sampai di buang" jawab Varo.
"Ya sudah,kak pulang yuk" ajak David pada anak nya.Moza pun bersiap untuk memberikan Rafa pada Varo namun tiba-tiba Rafa bertanya.
"Mama au temana...?" tanya Rafa menatap Moza.
"Mama mau pulang sayang,Rafa sama Papa dulu ya" jawab Moza sambil mengelus kepala Rafa.
"Ndak tidul cini...?" tanya ya lagi dan Moza hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Napa....?".
"Sayang,besok Mama kesini lagi,sekarang Rafa tidur sama Papa ya" kali ini Varo yang mencoba memberi pengertian pada Rafa kecil.
"Oteh lah...pi janan lupa becok cini lagi"
"Iya ..sekarang Rafa sama papa ya" jawab nya sambil menurunkan Rafa dari pangkuan nya karena Rafa sudah bisa berjalan.
"Rafa salim dulu sama Opa Dav dan Opa Din ya nak" perintak Varo pada batita yang sebentar lagi menjadi anak nya.Dengan berjalan hati-hati,Rafa pun menyalami kedua orang paruh baya tersebut.
"Dada Opa...Afa tidul dulu ya".
"lucu banget sih kamu nak,ni pasti Renesme senang punya adik" ucap Dino mengacak rambut Rafa dengan gemas.
"Ih...Opa jadi lusak lambut Afa ni" jawab Rafa dengan kesal sambil membenarkan rambut nya yang berantakan.
"Anak Papa...." jawab nya sambil menunjuk Varo.Dan semua yang berada di situ langsung tertawa melihat Rafa yang menggemaskan.
"Napa tawa-tawa...?" tanya Rafa merasa bingung.
"Kamu lucu sayang..." ucap Calista sambil mencium pipi gembul Rafa.
"Ya sudah yuk nak kita tidur,Papa ngantuk" ucap Varo yang langsung berdiri sambil mengangkat Varo.
"Dada cemuana,Afa au bobok dulu ya" Rafa melambaikan tangan nya pada seluruh keluarga yang masih berada di ruang tengah.
"Ya sudah kita pulang dulu ya Ar" ucap David berpamitan.
Setelah perbincangan di tengah malam selesai,semuanya pun kembali meneruskan istirahatnya yang tertunda.
"Nah Rafa tidur sini sama Papa ya " ucap Varo langsung menurunkan Varo di atas kasurnya.
"Wah...kamal Papa becal ya" ucap Rafa dengan kagum,sambil melihat sekeliling kamar Varo.
__ADS_1
"Rafa suka...?" Tanya Varo dan Rafa dengan semangat langsung mengangguk kan kepalanya.
"Oke...Rafa sini dulu ya,Papa mau ganti baju dulu"
"Afa mau iat tub-tub Pa" pinta Rafa yang tidak di mengerti Varo.
"Apa sih nak...? Papa gak ngerti" Jawab Varo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aduh...." Rafa menepuk kening nya "Ituyo idio binatan di tub-tub" jawab Rafa dengan menunjuk ponsel milik Varo yang tergeletak di kasur dengan gaya imutnya,membuat Varo langsung tertawa.
"Rafa mau lihat video binatang...?" tanya Varo membenarkan kata-kata Rafa.
"Nah benel tu" Rafa bertepuk tangan karena akhir nya Papa nya mengerti ucapan nya.
"Ya sudah sebentar ya" Varo langsung menghidupkan TV nya yang sudah terhubung dengan aplikasi video yang terdapat pada hape nya.Setelah itu Varo pergi ke kamar mandi untuk berganti baju dan mencuci wajah nya.Varo keluar dari kamar mandi langsung melihat Rafa yang melompat-lompat di kasurnya sambil bernyanyi
"Otong bebek angca,angca di akuli,Papa minta danca empat kali,celong kanan,celong kili lalalalala" racau Rafa bernyanyi,membuat Varo yang tadinya sudah lelah kembali bersemangat lagi.
#Sungguh tega sekali mama kamu nak,membuang anak yang sangat menggemaskan sepertimu# batin Varo sambil menatap Rafa dengan tersenyum.
"Rafa nyanyi apa sayang...?" tanya Varo yang sudah merebahkan tubuh nya di samping Rafa yang sudah terduduk kembali di kasur karena lagu nya yang sudah habis.
"Anyi bebek otong angca" jawab Rafa dengan mengucapkan kata yang terbalik.
"Kebalik nak, yang benar potong bebek angsa".
"Owh...cama aja, ada bebek ama angcana uga"
"Ya sudah yuk tidur,ini sudah pagi lo sayang" ucap Rafa mengajak Rafa tidur.
"Oteh...tv na atiin duyu Pa" ucap Rafa yang kali ini memerintah Varo untuk mematikan Tv nya.
"Siap Bos.." jawab Varo dengan hormat,membuat Rafa langsung tertawa gemas.
Varo memtikan tv dan juga lampu kamarnya,dan kemudian mereka berdua langsung tidur dengan posisi Rafa yang di peluk oleh Varo.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....