Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 35


__ADS_3

"Papa banun papa...." ucap Rafa yang kini sudah duduk di punggung Varo yang masih tertidur dengan lelap.


"Mama,papa ndak mau banun."


"Bangunin terus dong sayang." jawab Moza sambil menyiapkan baju ganti untuk suaminya.


"Papa...papa...banun...papa banun..!!" pada akhirnya Rafa menjambak rambut Varo,sehingga si empunya pun terbangun.


"Rafa..kenapa duduk di situ sayang,nanti jatuh." ucap Varo dengan suara serak,khas bangun tidur.


"Abisna papa ndak banun-banun,katana mau lali-lali pagi-pagi,bimana sih." jawab Rafa sambil melipat tangan nya di dada dengan muka cemberut nya.


"Sekarang jam berapa...?" tanya Varo.


"Ndak au." jawab Rafa.


"Mah,sekarang jam berapa...?" tanya Varo pada Moza.


"Jam setengah tujuh." jawab Moza.


"Ya sudah papa cuci muka dulu,Rafa turun dulu."


"Oteh..." jawab Rafa yang kemudian turun dari punggung Varo.Setelah Rafa turun,Varo langsung bangun dan merenggangkan ototnya terlebih dulu.


"Weh..anak papa sudah ganteng aja." ucap Varo tersenyum saat melihat Rafa sudah rapi dengan outfit yang di pakaikan oleh Tia.


"Iya don,anak papa gituo."


"Ya sudah Rafa tunggu sebentar ya,papa cuci muka dulu." jawab Varo yang kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.


Tak berapa lama Varo pun keluar dari kamar mandi dengan setelan simplenya.Memakai celana cinos pendek dan juga kaos putih.


"Mama mana sayang..?" tanya Varo.


"Dah kelual." jawab Rafa.


"Ya sudah ayo kita turun,pasti mama sudah nungguin." jawab Varo yang akhirnya menggendong Rafa keliar dari kamarnya.


"Papa sih lama di kamal mandina."


"Kan papa mandi sayang."


"Katana cuci muta,kok mandi." tanya Rafa.

__ADS_1


"Biar ganteng dong,kayak anak papa ini,makanya mandi." jawab Varo sambil mencubit gemas hidung Rafa.


Sesampainya di bawah,seperti biasa keluarga Varo akan selalu berkumpul di ruang keluarga dulu dan tidak di meja makan,karena setiap wek end mereka akan makan besar bersama keluarga besar mereka.


"Cucu oma dah ganteng nih." ucap Farza mendekati Rafa yang berada di gendongan Varo.


"Mau kemana cil...?" tanya Zio.


"Mau lali-lali om." jawab Rafa.


"Lari-lari kok OTD nya gitu Rafa,pake celana jens lagi." jawab Zio.


"Ndak au lah,mbak Tia yan dantiin."


"Mau ke mana sih bang...?" tanya Zio.


"Mau ke CFD.Cal kemana...?" tanya Varo.


"Masih molor." jawab Zio.


"Terus kamu,tumben dah bangun." tanya Varo yang heran melihat Zio yang juga sudah rapi deng OTD nya.


"Sama lah,Zio juga mau ke CFD." jawab Zio.


"Di rumah nenek,sekalian acara Alm.daddy sama mommy."


"Ya sudah nanti abang langsung ke sana aja deh.Yank sekalian siapin baju ganti deh." ucap Varo kepada Istrinya.


"Ya sudah,aku sekalian ajak Tia ya mas,kasihan kan kalau sendirian." jawab Moza dan Varo pun mengangguk.


"Ya sudah, papi sama mami duluan ya sayang,nanti kalian jangan lupa nyusul.Zi,jangan lupa ajak Dian ya." ucap Farza menatap anak-anak nya.


"Iya mi." jawab Zio.


"Daadaa oma,opa..." ucap Rafa melambaikan tangan nya pada Arjuna dan Farza.Dan mereka berdua pun membalas lambaian tangan cucu angkat mereka.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


"Wah...lamena.." ucap Rafa berdecak kagum dan juga senang saat melihat suasana CFD yang begitu ramai.


"Rafa senang gak...?" tanya Varo yang sedang menggendong Rafa dengan sebelah tangan nya menggandeng Moza.Sedangkan Tia berada di samping Moza.Bagi Moza,Tia sudah seperti adik nya sendiri,karena umurnya yang masih belasan tahun.


"Wah...ramenya,Tia baru pertama kali lihat beginian." ucap Tia yang juga ikutan kagum dan senang bisa jalan-jalan bersama keluarga Varo.

__ADS_1


"Memang di kampung dulu gak ada begian Tia..?" tanya Varo.


"Gak ada pak bos," jawab Tia menggelang.


"Tia,kenapa kamu gak mau nerusin sekolah kamu...?" tanya Moza.


"Gak ah bu bos,Tia mau kerja aja biar dapat uang banyak,biar bisa bahagiain keluarga Tia di kampung.


"Tapi sekolah kamu juga penting Tia,kalau sekolah seharusnya kamu kelas berapa...?" tanya Moza sambil terus berjalan beriringan bersama Tia.Jangan tanyakan di mana Varo dan Rafa,karena mereka berdua sudah berjalan duluan meninggalkan para wanita yang jalan nya seperti keong.


"Kelas 3 bu bos." jawab Tia.


"Kamu sekolah aja ya Tia,biar saya sama mas Varo yang biayain sekolah kamu." ucap Moza serius sambil menatap pengasuh anak angkatnya tersebut.


"Kagak usah bu bos,Tia gak mau,tapi kalau bu bos ijinin,Tia mau ikut ujian kejar paket ajalah,biar nanti bisa dapat ijasah SMA,jadi kalau Tia pingin kuliah bias enak." jawab Tia sambil tersenyum.


"Ya sudah terserah kamu saja,nanti kasih tau saya ya kalau kamu mau ikutan ujian." jawab Moza.


"Siap bu bos.Tapi ngomong-ngmong pak bos sama tuan kecil kemana yak." tanya Tia yang baru menyadari kalau bos dan anak asuhnya sudah tidak ada.


"Paling juga lagi keliling,ya sudah kita keliling saja berdua,cari makan.Kamu mau beli apa..?" tanya Moza.


"Emm....ada penjual somay gak bu bos..?" tanya Tia.


"Ada...kamu mau somay..?" tanya Moza dan Tia mengangguk.


"Ya sudah ayo,kita habiskan uang mas Varo." jawab Moza dengan tersenyum.


"Wah,bu bos matre abis haha...." jawab Tia sambil tertawa.Saat di rumah Tia memang lebih sopan,karena dia tidak enak dengan keluarga yang lain,khususnya Farza dan Arjuna yang notaben nya adalah majikan utama baginya.Tapi kalau di luar atau saat bersama Varo dan Moza,dia akan berubah menjadi sosok seperti adik bagi Moza dan Varo.Sama hal nya dengan Kiki,Tia juga sama-sama bersyukur karena bisa bekerja di kluarga Sanjaya,karena mereka tidak pernah membedakan dari mana Tia berasal.Dan Dengan kebaikan mereka,Tia pun tak mau menyia-nyiakan nya.Dia akan bersaha sebaik mungkin agar mereka betah dengan keberadaan Tia.Karena dia yakin,gak semua majikan bisa sebaik majikan nya sekarang.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2