Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 31


__ADS_3

Akhirnya setelah hampi 40 menit, pertandingan pun usai dan dimenangkan oleh tuan rumah yaitu sekolah Calista.


" Yee....akhirnya menang lagi." ucap Davina senang.


"Gimana gak menang,orang kapten nya aja main nya nyeremin banget.Kagak ada senyum-senyumnya." jawab Dian.


"Bener banget tuh.Kapten kita hari ini garang hihihi.." ucap Davina sambil terkekeh.


"Yowdah kita samperin yuk." ajak Davina.Ketiganya pun akhirnya turun dan berjalan mendekati Endy dan yang lain nya.


"Yee. selamat ya,akhirnya kalian menang." ucap Davina memberi selamat kepada saudaranya.


"B-aja." jawab Aril.


"Sombongnya.." cibir Davina.


"Mana ponsel gue." ucap Aril.


"Nih..." Davina memberikan ponsel Aril.


"Kak Endy ini ponselnya." ucap Calista memberikan ponsel Endy.


"Hmm..." Endy menerima ponselnya namun dengan wajah datarnya.


"Laper nih...makan yuk." ucap Aril sambil memegangi perutnya.


"Boleh-boleh.Kita ke restoran MD aja."


"Skuylah gass..."


Akhirnya mereka semua pergi ke restoran MD.Davina memilih satu mobil dengan Dika.Zio dengan Dian.Calista dengan Endy dan Aril yang mengendarai motonya sendiri.Saat di perjalanan,Calista mencoba merayu Endy lagi agar tidak marah lagi padanya.Karena Calista bukanlah Dian yang akan diam saat di cueki oleh pacarnya.


"Kak Endy..." panggil Calista menoleh pada Endy.


"Hmm ..." jawab Endy.


"Kakak masih marah sama Calista." tanya Calista.Namun tak ada jawaban dari Endy.


"Kakak....." rengek Calista sambil memegangi lengan Endy.


"Apasih Caal....kamu gak lihat kakak lagi nyetir.Kamu bisa diem gak sih." ucap Endy dengan sedikit membentak Calista.Calista yang baru pertama kali melihat Endy seperti ini langsung diam dan menunduk kan kepalanya.


"Maaf." jawabnya yang akhirnya langsung mengalihkan pandangannya menghadap ke luar jendela.Menahan air matanya agar tidak jatuh.


Setelah 15 menit akhirnya mereka semua sampai di restoran.

__ADS_1


"Selamat siang semuanya..." sapa Kiki.Pelayan terpercaya di MD restoran.


"Siang miss Kiki." jawab mereka semua.


"Aih...senengnya..eyke kedatangan para brondong ganteng dan juga gadis cantik."


"Ada yang gak brondong Miss di sini." ucap Aril.


"Siapa...?" tanya Kiki.


"Lah ini." tunjuk Aril pada Dika.


"Oh iya miss lupa.Kalau ini sih bukan brondong tapi calon daddy hot..." jawab Kiki dengan gaya gemoynya.


"Mami di sini gak mis..." tanya Calista.


"Ada tuh di ruangan nya." jawab Kiki.Calista pun langsung pergi meninggalkan para teman-teman nya menuju ruangan di mana maminya berada.


"Yowdah kalian duduk deh.Eyke siapin makanan dulu." jawab Kiki yang langsung melenggang pergi menuju dapur.


...🌹🌹🌹...


"Mami..." sapa Calista saat memasuki ruang kerja Farza.


"Loh...sayang.Kok ada di sini,bukan nya ini masih jam sekolah ya." ucap Farza sambil melihat jam yang berada di pergelangan tangannya.


"Terus kesini sama siapa..?"


"Sama yang lain.Tuh lagi di depan." jawab Calista.Dia melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana terdapat tempat tidur untuk beristirahat.


"Loh,kamu mau ngapain ke kamar sayang...?" tanya Farza.


"Calista mau istirahat mi..." jawab Calista.Farza menatap punggung anak perempuannya sambil tersenyum.


"Cepet banget dek kamu besarnya.Seperti baru kemarin mami gendongin kamu.Eh sekarang dah pinter menyelesaikan masalah kamu sendiri dengan pasangan kamu.Gak tega rasanya kalau mami harus melepaskan mu nanti." ucap Farza berbicara pada dirinya sendiri.Setelah itu di melangkah keluar dari ruangan nya dan berjalan mendekati para anak-anak nya.


"Wah ramenya..." ucap Farza saat melihat semuanya sedang berkumpul.


"Lista mana mi..?" tanya Zio.


"Di kamar.Mau istirahat katanya." jawab Farza.


"Halah...paling juga lagi galon dia mi." jawab Aril.


"Galon apa Ril..?" tanya Farza yang tidak mengerti gaya bahasa anak jaman now.

__ADS_1


"Galau Mami,ah mami gak gaul nih." jawab Aril sambil terkekeh.


"Oh galau.Bahasa kalian susah mami ngerti." jawab Farza sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah mami tinggal ke dalam ya,mami mau meneruskan pekerjaan mami dulu." ucap Farza yang kemudian kembali berjalan ke dalam ruangan nya.Sedangkan yang lain mulai menikmati sajian yang sudah di hidangkan oleh Kiki dan pelayan lain nya.Saat sedang menikmati makanan nya Endy tiba-tiba berdiri dan pergi meninggalkan meja makan sambil membawa piring yang berisi makanan dan juga segelas air minum.


"Mau ke mana dia.." tanya Aril saat melihat Endy berjalan pergi.


"Paling juga mau nyamperin Calista.Kayaknya sekarang gantian Calista deh yang marah sama dia." jawab Davina.


"Hadeh....ribet amat sih mereka itu kalau lagi marahan." ucap Aril.


"Kayak elo gak pernah marahan aja Ril sama kak Thalita." cibir Dika.


"Ya,gue emang pernah marahan tapi juga gak kayak kalian,ego mulu di tinggiin.Kalau lagi marahan tuh ego di kesampingin dulu biar masalah cepat selesai.Gak kayak gini.Satu marah satunya ikut marah.Kapan kelarnya." jawab Aril panjang lebar.


"Emang elo enggak Ril." tanya Davina. "Tapi emang elo pernah marahan sama kakak gue." tambahnya lagi.


"Ya pernah lah,cuma gak gue up aja." jawab Aril.


"Masak...kapan..?kok gue gak tau sih."


"Ya ngapa elo tau juga markonah.Kan masalah pribadi gue."


"Yee...masalah Calista sama Endy aja gue tau.Begitu juga dengan Zio dan Dian."


"Ya itu karena mereka kalau punya masalah terlalu terlihat.Kalau gue kan di tutupin Dav.Tau-tau udah baikan aja."


" Kenapa juga elo tutupin coba." tanya Davina.


"Gak semua masalah harus di perlihatkan Davina.Dah ah nanya mulu deh elo kayak emak-emak kompleks.Makan tuh keburu di habisin sama calon bapak."


"Suek lu,ngapa gue di bawa-bawa sih." ucap Dika kesal.


"Ya elu dari tadi makan mulu gak ada hentinya." jawab Aril yang memang sedari tadi melihat Dika makan dengan lahapnya tanpa menyimak obrolan.Begitu juga dengan Dian dan juga Zio yang malah asik suap menyuap makanan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2