Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
next visual tokoh


__ADS_3


Nadin Candra Kusuma.Anak pertama dari pasangan Aldi dan Naina.Menjadi dokter anak sama seperti mamanya.Nadin berumur 24 tahun dan dia juga masih kuliah S2 di salah satu kampus milik keluarganya.Dari semua saudaranya,hanya Nadin lah yang masih belum memiliki pasangan.Semenjak papanya meninggal Nadin hanya fokus untuk pekerjaanya.Terutama untuk membahagiakan mama dan adik nya.Nadin selalu memprioritaskan keluarganya di banding dirinya sendiri.Dia juga tak pernah iri pada saudaranya yang lain yang sudah memiliki pasangan toh pasangan mereka juga masih keluarga besarnya juga dan bukan orang luar.Mungkin hanya Dian,pacar Zio yang bukan dari kalangan keluarga besarnya namun juga tam membuat Nadin iri.Karena baginya siapa saja yang sudah dekay dengan keluarganya berarti dia juga sudah menjadi keluarganya juga.



Reno Mahardika,asisten pribadi Varo.Reno juga teman sekampus Varo.Hanya saja Reno kuliah sampai S1 karena dia ingin fokus pada pekerjaan nya yaitu membantu Varo di perusahaan nya.Reno adalah seorang yatim piatu.Dia bertemu Varo dulu saat orang tua Varo berkunjung ke panti asuhan tempat Reno tinggal,dan dari situlah persahabatan mereka di mulai.Varo sudah menganggap Reno seperti adik nya karena memang umur Reno yang masih di bawah Varo,hanya terpaut 2 tahun.Reno sangat menghormati keluarga Varo,karena mereka berdualah Reno bisa menyelesaikan pendidikan nya hingga S1.Maka dari itu Reno akan selalu setia kepada Varo dan juga saudaranya yang lain.



Renesme Safira Putri,anak kedua dari pasangan Doni dan Mira,adik dari Daniel.Gadis cilik yang selalu receh saat berkumpul bersama keluarganya ataupun keluarga besarnya.Sangat menyayagi semua saudaranya.Periang dan manja saat bersama Dika.Karena dari sekian banyak nya para pria hanya Dika lah yang menjadi pilihan Renesme.


(oke cukup sampai di sini pengenalan visual tokoh nya,jangan lupa vote,like dan favoritnya ya.Terima kasih.....)


...🌷🌷🌷🌷🌷...


PROLOG...


Tak... tak... tak...


Dengan gagah dan tegasnya aku berjalan memasuki gedung kantor ku bersama dengan asisten ku, Reno Mahardika. Teman sekampus ku dulu. Setiap kali aku memasuki kantor, semua mata akan langsung tertuju pada ku.Siapa yang tidak akan terpesona saat melihat ketampanan bos mereka. Wajah tampan dengan di penuhi sedikit bulu, rahang ku yang tegas dan tubuh ku yang atletis.


"Selamat pagi pak" sapa seluruh karyawan ku kantor jika mereka berpapasan dengan ku.Dan aku hanya menjawab dengan mengangguk kan kepala ku saja,karena aku sangat malas jika harus mengeluarkan suaraku di pagi hari,kecuali saat bersama keluargaku.Aku memasuki lift khusus yang langsung terhubung dengan lantai atas, di mana ruangan ku berada.


"Meting jam berapa Ren..?" tanya ku saat sedang berada di dalam lift dengan Reno.


"Jam 10 bos, dan semua berkasnya sudah siap, tapi kali ini bos meting nya di temani Moza" Mendengar jaeaban dari Reno membuatku sedikit tersentak dan langsung menatapnya dengan tajam.Pasalnya aku memang tidak pernah sekalipun keluar bersama Moza apalagi saat jam kantor.Aku tidak mau melihat para pria di luaran sama menatap tubuk kekasihku,lantaran Moza yang hampir setiap hari memakai rok pendek meski hanya selutut.


"Hehehe.... saya harus ke Surabaya bos, meninjau langsung proyek yang sedang kita tangani" jawab nya lagi. Dan lagi ku yang harus pasrah dan menerima karena Moza lah yang akan menggantikan Rrno jika dia sedang ke luar kota.

__ADS_1


Ting...


Pintu lift terbuka. Aku dan Reno langsung keluar dari lift dan berjalan ke ruangan masing-masing.


"Selamat pagi pak... " sapa Moza dengan menunduk kan kepalanya sedikit.


"Pagi... " jawab ku singkat tanpa menatap nya. Setelah itu aku masuk ke dalam ruangan ku.


Sampai ruangan aku langsung melepaskan jas dan meletakkan nya di punggung kursi kerja.Aku memang tidak suka memakai jas. Dia lebih suka memakai kemeja ataupun kaos oblong.


Tok... tok... tok...


"Masuk... " Jawab ku dari dalam.


Pintu ruangan terbuka. Moza masuk ke dalam ruangan sambil membawa beberapa berkas yang akan ku pelajari.


"Ini berkas yang harus bapak pelajari" ucap nya memberikan sebuah map berwarna kuning.Aku sedikit melirik Moza sebelum akhirnya aku membaca berkas itu kembali.


"Hmmm.... " Jawab ku hanya dengan mengangguk kan kepalanya.


Moza keluar dari ruangan ku dan kembali ke ruangan nya. Melanjutkan pekerjaan nya yang lain nya.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


"Moz titip pak Bos ya, gue berangkat dulu" ucap Reno berpamitan.


"Maz, Moz, Maz, Moz, bisa sih kamu itu manggil namaku dengan lengkap, Moza M-O-Z-A" Jawab Moza dengan ketus. Sedangkan Reno malah terkekeh. Reno memang suka menjahili Moza. Padahal dia tahu nanti akhirnya dia akan mendapatkan tatapan mematikan dari Varo. Tapi dia tidak pernah takut, karena memang dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh pada Moza. Hanya sebatas menjahilinya saja.


"Dah ya bay Moza cantik" ucap Reno yang langsung melangkah pergi meninggalkan Moza.

__ADS_1


"Dasar Reno... " Gerutu Moza sambil menggelengkan kepalanya.


Tepat jam setengah sepuluh Moza pergi ke ruangan Varo untuk memberitahukan waktu meting nya.


Tok... tok... tok...


Moza mengetuk ruangan Varo terlebih dahulu sebelum akhirnya dia membukanya dan masuk ke dalam.


"Permisi pak, sudah waktunya untuk pergi meting" ucap Moza yang berdiri di depan meja Varo. Varo pun menghentikan pekerjaan nya dan langsung berdiri, meraih jas dan memakainya kembali.Varo berjalan melewati Moza, tapi sebelum itu dia melakukan sesuatu yang membuat Moza langsung tersenyum.


Cup...


Dengan cepat Varo mencium kening Moza dan kemudian dia berjalan keluar ruangan. Moza yang mendapat tindakan tiba-tiba dari Varo membuatnya sedikit terkejut sebelum akhirnya dia tersenyum. Moza mengambil berkas di meja dan berjalan keluar menyusul Varo yang sudah menunggunya.


Mereka berdua berjalan beriringan tanpa bersuara. Memasuki lift khusus yang langsung terhubung ke lobi kantor. Di dalam lift Moza hanya bisa diam, takut untuk menatap seseorang yang sudah mengisi hatinya. Varo dan Moza resmi berpacaran setelah Varo mengungkapkan perasaan nya pada Moza sebulan yang lalu. Moza pun dengan bahagia menerima Varo menjadi pacarnya. Namun sayang setelah pacaran sikap Varo berubah menjadi dingin dan juga cuek pada Moza. Varo jarang sekali mengajaknya pergi. Namun karena Moza mencintai Varo dengan tulus dia pun menerimanya dengan senang hati dan dengan penuh ke ikhlasan. Dia yakin suatu saat pasti Varo akan berubah.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Selamat datang para readers yang baik dan budiman...

__ADS_1


Selamat membaca cerita baruku ya semoga kalian menyukainya...😘😘


Jangan lupa Vote,like dan favoritnya...


__ADS_2