
"Aku ke kamar mandi dulu ya" ucap Zahra pada Dika.
"Heem..." jawab Dika.Zahra langsung berlari ke dalam sambil menutup mulutnya.
"Dika.Zahra kenapa..?" tanya Mira.
"Gak tau tante,dari tadi pagi dia gitu.Mau Dika ajak ke dokter dianya gak mau,katanya masuk angin doang." jawab Dika.
"Daddy kamu kemana..? biar di periksa." tanya Arjuna.
"Daddy di rumah sakit pi,ada operasi katanya,sama papa Dino juga." jawab Dika.
"Mama kamu juga di rumah sakit Dav...?" tanya Arjuna pada Davina.
"Iya pi, ada operasi juga sama persalinan normal juga."
Tak lama kemudian Zahra kembali lagi ke halaman belakang.Tetapi dengan raut wajah yang sangat pucat.
"Yank.kamu pucat banget,ke rumah sakit ya...?" ajak Dika.
"Aku gak papa kok yank.Kan aku bilang cuma masuk angin aja." jawab Zahra sambil memijit pelipisnya.
"Gak papa dari mananya..! orang kamu pucat gini.Sudah ayuk aku gak mau tau,pokokya kita harus ke rumah sakit." ucap Dika kekeh.
"Zahra,nurut ya sayang sama suami.Biar di periksa sama dokter ya." ucap Farza dengan lembut.
"Tapi Zahra beneran gak papa tante."
"Ra...jangan keras kepala.Ayuk! apa mau aku gendong."
"Iya...iya..ya sudah Zahra tinggal dulu ya semuanya." ucap Zahra kemudian berdiri.
"Dik,bawa dia ke ruangan mama Audy ya.Bilang kalau Zahra mual dari pagi." ucap Mira sambil tersenyum.
"Iya tante." jawab Dika lalu menggandeng tangan Zahra.
"Kenapa senyam senyum gitu ma...?" tanya Doni yang melihat Mira tersenyum.
"Aku rasa Zahra sedang hamil." jawab Mira.
"Aku juga merasa begitu kak." jawab Farza yang justru memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong tanpa senyuman.
"Kenapa...?" tanya Arjuna.
__ADS_1
"Hmm...gak papa.Aku hanya berfikir,seandainya kak Mirza,Ratu dan Maya masih ada di sini,pasti mereka semua senang karena akan memiliki cucu." jawab Farza dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sudah ya,jangan sedih.Mereka pasti senang kok di sana.Yang penting sekarang tugas kita untuk menjaga mereka."
"Udah dong mi,jangan sedih,kita semua jadi ikutan sedih tau." ucap Calista merangkul lengan Farza.
"Iya.Mungkin mami hanya kangen saja sama mereka makanya mami jadi sedih." jawab Farza sambil tersenyum.
"Calamikum...." suara Rafa langsung membuyarkan kesedihan semuanya.
"Waalaikumsalam." jawab mereka semua.
"Papa,Afa beli ice tim banyak..." ucap Rafa berjalan sambil menenteng kantong kresek yang berisi ice cream.
"Di makan satu ya nak,di bagi sama yang lain juga ya." ucap Moza sambil mengelus rambut Rafa.
"ote mama." jawabnya sambil mengacungkan jempolnya.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Dika memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit.Setelah itu mereka berdua langsung turun dan langsung masuk dan berjalan menuju ruangan Audy karena sebelumnya Dika sudah menghubungi orang yang sudah dia anggap seperti mamanya juga.
Tok...tok ..tok...
"Tante...." sapa Dika.
"Kalian sudah datang." jawan Audy sambil tersenyum.
"Zahra.Sini sayang, kamu baringan di sini." ucap Audy yang menyuruh Zahra berbaring di brangkar.
"Emang Zahra hamil ya tan...?" tanya Zahra.
"Tante juga beluk tahu sayang,makanya kita periksa dulu ya.Tapi ngomong-ngomong emang kapan terakhir Zahra datang bulan..?"
"Emmm....kayaknya udah lama deh tan." jawab Zahra.Sedangkan Audy hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Kita periksa dulu ya." ucap Audy yang langsung memulai memeriksa Zahra.Setelah selesai Zahra,Audy dan juga Dika kembali duduk di kursi depan meja kerja milik Audy.
"Gimana tan...?" tanya Dika.
"Selamat ya,istri kamu hamil 8 minggu." jawab Audy tersenyum dan langsung membuat Dika terbengong.
"8 minggu tante...? dua bulan dong." ucap Zahra.
__ADS_1
"Iya sayang.Apa kamu punya keluhan...?" tanya Audy.
"Dua hari ini mual sih tan akunya." jawab Zahra yang masih belum menyadari bahwa suaminya masih terbengong.
"Ya sudah nanti tante resepkan obat anti mual juga ya.Ingat ya kandungan kamu masih rentan jadi jangan melakukan aktivitas ranjang yang berlebihan dulu ya.Dengar kan Dika apa yang tante omongin." ucap Audy dengan suara sedikit keras di kalimat terakhir,dan itu langsung membuat Dika tersadar.
"Hah....! apa tante...?" tanya Dika plonga plongo.
"Ingat kan yang tante bilang tadi...?"
"Emang tante bilang apa...?" tanya Dika membuat Zahra menepuk keningnya.
"Kamu nih kenapa sih yank...? nglamun aja dari tadi." ucap Zahra.
"Aku kaget yank.Masih gak nyangka kalau kamu hamil." jawab Dika.
"Kamu gak seneng kak....?"
"Bukan gak seneng tan.Cuma gak nyangka aja kalau sebentar lagi Dika bakal jadi hot daddy hehe..." jawab Dika cengengesan membuat Audy dan Zahra hanya menggelengkan kepalanya.
"Dasar kamu ya.Ya sudah ini resepnya,kamu tebus di apotek ya.Ingat ya mulai sekarang kamu harus extra sabar kalau menghadapi orang hamil.Jangan emosi." ucap Audy menasehati Dika.
"Siap tante." jawab Dika sambil hormat. " ya sudah kita pamit pulang ya tan,semuanya pasti udah nungguin kabar bahagia ini." tambahnya lagi.
"Iya..hati-hati di jalan ya kalian,Zahra ingat ya jangan banya pikiran."
'Iya tante.Ya sudah kita pamit ya tan Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....