
"Prank....?maksud elo apa sih Van,gue gak ngerti deh." tanya Davina bingung.
"Elo kagak ingat,dua hari lagi kan ulang tahun nya Calista yang ke 17." jawab Revan.
"Astagfirullah..." Davina menepuk keningnya. "Kenapa gue bisa lupa ya."
"Sibuk nyetak anak sih elo,makanya lupa." cibir Revan.
"Enak aja kalau ngomong tu mulut ya." jawab Davina memukul lengan Revan.
"La emang iya..? koo gue lupa sama ultah adik gue sendiri." ucap Zio sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Pacaran mulu sih elo." kali ini dia mencibir Zio.
"Terus elo sama Endy...?" tanya Aril menunjuk Revan dan Endy secara bergantian.
"Emang nya gue sama Endy kenapa...?" tanya Revan pura-pura gak tau.
"Udah deh Van,elo kagak usah bertele-tele." ucap Aril.
"Iya...jelasin kenapa sih." ucap Davina.
"Gue sama Endy tuh sudah berdamai.Dan karena gue ingat dua hari lagi Calista ultah dan pas banget kue ke sini jadilah kita berkerja sama buat ngeprank dia." jelas Revan.
"Kapan kalian berdamai...?" tanya Zio.
"Ya,waktu mereka berdua marahan.Setelah loe ngasih tau ke gue Ril.Malam nya gue langsung nelfon nih curut atu." jawab nya sambil menunjuk Endy dengan dagu nya.
"Owh...pantesan Endy diem-diem bae aja pas elo deketin.Tau nya kalian udah pada damai." ucap Davina mengangguk-angguk kan kepalanya.
"Terus ini sekarang kelanjutan nya gimana..?" tanya Aril.
"Ya biarin gini aja,urusan Endy itu mah.Kita jadi penonton aja.Tapi pas hari H kita harus bikin surprise ke Calista." jawab Revan.
"Okelah." jawab Aril.
Dua hari kemudian,
Hari ini adalah hari mana Calista di lahirkan.Ucapan selamat dari keluarganya sudah di berikan.Hanya tinggal ucapan selamat dari Endy yang belum dia terima.Semalam Calista bertengkar lagi dengan Endy,hanya karena Revan yang menginap di rumah Calista yang menjadikan Endy semakin marah dan cemburu.(padahal mah cuma pura-pura🙈)
"Calista,kenapa makanan nya cuma di aduk-aduk sayang." tanya Farza yang melihat anak nya hanya mengaduk-aduk sarapan nya.
"Calista males mi." jawab Calista.
__ADS_1
"Lista berangkat dulu ya." ucap nya yang kemudian berdiri dan berpamitan kepada Farza dan Arjuna begitu juga dengan Willy dan istrinya.
"Revan susulin Cal dulu ya." ucap Revan yang ikut menyusul Calista.
"Zi,apa gak berlebihan ini.Mami kasihan lihat adek kamu,matanya udah bengkak banget." kata Farza yang khawatir melihat Calista.
"Sudah,mami jangan khawatir,kan ada Zio.Lagian siang nanti juga udahan kan prank nya." jawab Zio.
"Tapi mamih tuh gak tega kalau lihat anak mami kayak gitu." jawab Farza.
"Sudah mam,biarkan saja,lagian Varo juga sudah setuju kan." ucao Arjuna menenangkan istrinya.
"Iya mi,besok juga dia gak bakal nangis lagi.Sekali-kali bikin Calista nangis." jawab Zio.
Di luar,Revan berusaha mengejar Calista yang hendak berangkat ke sekolah.
"Cal, tunggu!." ucap Revan meraih tangan Calista.
"Lepas Revan.!" ucapnya tegas.Dia menepis tangan Revan.
"Loe kenapa sih Cal..? gue salah apa dama loe...?" tanya Revan.
" Loe gak salah apa-apa Van,tapi gue mohon ,loe bisa jaga jarak dari gue.Gue gak mau kak Endy salah faham lagi." ucap Calista dengan sedih.
"Gue tau Van,tapi loe juga tau sendiri kan,kak Endy sangat cemburu sama elo." karena posisi Calista menghadap ke arah Revan yang sedang berdiri di depan pintu,jadi dia tidak menyadari kedatangan Endy.Dia berdiri dengan tangan bersendekap dan bersandar di pintu pagar bagian dalam.
"Kenapa harus dia sih Cal yang elo cinta,kenapa bukan gue.Dan....gue udah ngalah ya,gue rela nglepasin elo asal kita bisa berteman.Tapi kalau nyatanya dia masih cemburu sama gue.Jangan salahin gue kalau gue menuntut untuk merebut elo dari dia Cal.Gue gak akan rela kalau elo di sakitin terus sama dia." ucap Revan akhirnya memulai akting nya.Dia menarik tangan Calista dan memeluk nya.
"Sungguh Cal,gue gak tega banget lihat elo kayak gini." batin Revan menatap mata Calista yang mulai berembun.
"Revan lepasin.!" ucap Calista mencoba melepaskan pelukan nya dari Revan.
"Gak akan..!! gue gak akan pernah nglepasin elo,gue sayang sama elo." jawab nya lagi.
"Jadi ini yang kalian lakuin. di belakang gue..." ucapan seseorang membuat keduanya reflek langsung melepas pelukan nya.Dengan cepat Calista langsung membalik kan badan nya dan melihat seseorang yang berdiri sambil bersendekap dada.
"Kak Endy." ucap nya terkejut.
"Baiklah,lanjut kan." ucapnya lalu pergi meninggalkan Calista dan Revan yang masih berdiri di depan pintu.
"Kak Endy tunggu,aku bisa jelasin." ucap Calista dengan cepat meraih tangan Endy yang hendak membuka pintu mobil nya.
"Kak,aku bisa jelasin.Aku gak ada apa-apa sama Revan.Sungguh,aku mohon percaya sama aku."
__ADS_1
"Kamu berpelukan dengan Revan begitu mesra dan kamu masih tidak mengakui nya." ucap Endy tersenyum miring.
"Tapi itu buka kemauan ku kak,Revan yang memeluk ku."
"Tapi kamu tidak menolak nya kan."
"Kak,ku mohon percayalah." ucap Calista.Kali ini dia sudah tidak bisa membendung air mata nya.Sekali lagi dia menangis.Hati nya sangat sakit saat di tuduh berselingkuh oleh orang yang selama ini dia cintai.
"Sudahlah Cal.Aku capek sama hubungan kita,lebih baik kita sudahi saja." ucap Endy yang langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Calista yang masih berdiri di tempat.
"Hiks...hiks...hiks..." tubuh Calista merosot,saat mendengar ucapa Endy barusan.Sungguh hati nya sangat hancur.Hubungan yang terjalain selama 5 tahun,harus berakhir karena kesalah fahaman. (menurut nyaðŸ¤)
"Calista...!!" ucap Zio saat melihat adik nya menangis sambil terduduk.
"Dek,kamu kenapa..?" tanya Zio panik.Meski hanya pura-pura.Namun dia juga tidak akan tega melihat Calista yang sekarang.
"Kak Endy kak hiks...dia mutusin Calista hiks....hiks..." jawab nya dengan menangis.
"Hah...kok bisa." tanya Zio.
"Hiks...dia...hiks...sa-lah paha." jawab Calista dengan sesenggukan.
"Sungguh besar cintamu sama Endy dek,beruntung banget dia dapetin kamu." batin Zio sambil mengelus rambut Calista
"Ya sudah,kamu yang sabar ya,pasti ada jalan keluarnya.Dek,mungkin Endy gak sengaja ngomong gitu tadi.Mungkin dia juga ada masalah lain,sehingga tidak sadar mengucapkan kata-kata itu." ucap Zio mencoba menenangkan adik kesayangan nya.
"Apa mungkin kak Endy mengucapkan nya karena emosi dan tidak sungguhan." tanya nya kini mendongak menatap Zio.
"Mungkin saja.Lagian hubungan kalian kan sudah terjalin sangat lama,sudah lah jangan di fikirkan ya,mending sekarang kita berangkat yuk,keburu telat." ucap Zio.
"Iya." jawab Calista sambil menghapus air matanya.Mereka pun akhirnya berangkat ke aekolah bersama-sama.
.
.
.
.
.
Bersambung ..
__ADS_1