Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 16


__ADS_3

Tengah malam pintu ruangan terbuka.Mama Maya dan Papa Firman tiba-tiba datang.


"Papa,Mama..." ucap Arjuna berdiri menghampiri mertuanya.


"Om,Tante kenapa ke sini tengah malam...?" tanya Andra.Saat ini memang hanya tinggal Andra dan Arjuna yang masih terjaga.Doni sedang keluar menyusul Dave yang baru pulang dari Amerika.Sedangkan David dan Dino masih ada beberapa pasien yang harus di tangani.


"Farza masih di sini...?" ucap Mama Maya menatap anak nya.


"Iya Ma,semalaman dia nungguin Bang Mirza" jawab Arjuna.


"Om dan Tante kenapa kesini tengah malam...?" tanya Andra.


"Mama kamu pingin nungguin anak nya,dari tadi kekeh pingin ke sini sampai nangis,Papa gak tega" jawab Papa Firman.


"Mirza masih tidur Tante" ucap Andra dengan melihat Mirza yang sedang tertidur dengan pulas


"Dari kapan...?" tanya Mama Maya.


"Dari jam 7" jawab Arjuna.Dan kini jam sudah menunjuk kan pukul 11 malam.


Mama Maya berjalan menuju brankar Mirza.Melihat anak yang sedang tidur dengan tenang sambil tersenyum.Namun Mama Maya juga melihat raut wajah Mirza yang begitu pucat.Dia mencoba memegang tangan Mirza dan betapa terkejutnya saat merasakan tangan Mirza yang begitu dingin.


"Mirza...Mirza....Mirza....." Mama Maya mencoba memanggil-mangil nama Mirza sambil menggoyang tubuhnya agar dia bangun.Namun nihil sampai di panggilan ke tiga pun Mirza tak kunjung bangun,tubuhnya juga tidak bergerak sekalipun.


"Hiks....anak Mama...hiks..." tangisan Mama Maya membuat semuanya menoleh,bagitu juga dengan Farza yang langsung terbangun dari tidurnya.


"Mama..." ucap Farza yang langsung menghampiri Mama nya.


"Ada apa Mah...?" tanya Farza,namun Mama Maya tak menjawab,dia masih terus menangis sambil menggenggam tangan Mirza yang sudah dingin.


"Mah,kenapa Mama menangis...? Nanti Mirza bisa bangun Mah" Ucap Papa Firman berusaha menenagkan istrinya


"Hiks...anak Mama sudah pergi Pah....hiks..." ucap Mama Maya yang langsung membuat semuanya terkejut tak percaya.Arjuna langsung menghubungi David dan Dino agar ke ruangan sekarang.Tak berapa lama mereka berdua pun datang dengan membawa alat pemicu jantung.Dan saat akan memeriksa,tiba-tiba Farza menghentikan mereka.


"Zaa....." ucap David menatap Farza.


"Sudah,jangan di periksa lagi kak,Kak Mirza sudah pergi dengan tenang dan senyuman yang bahagia.Dia sudah bertemu dengan Ratu di surga.Apa kalian gak sadar,dia juga sudah berpamitan dengan kita semua kan tadi" Kata Farza dengan menatap Kakak kandungnya tanpa mengeluarkan air mata sedikit pun.


"Pergilah dengan tenang Kakak ku tersayang, InsyaAllah kami semua ikhlas melepasmu pergi,jangan lupa ucapkan salamku pada Ratu,Maya dan juga Bella ya kak,katakan aku sangat merindukan mereka" Kata Farza dengan tersenyum lalu menciun kening Mirza.Arjuna yang berada di samping Farza juga ikut merasakan kesedihan yang sangat mendalam,begitu juga dengan yang lain nya.


"Semoga kamu tenang di sama ya nak,jaga mantu Mama dengan baik,semoga kita segera di pertemukan di surga nya Allah" ucap Mama Maya sambil mengelus kepala anak pertamanya.


"Selamat jalan ya nak,Papa akan menjaga mereka untuk mu" kata Papa Firman yang juga ikut mengelus kepala Mirza.


Semua yang ada di situ menjadi saksi kepergian Mirza yang sama sekali tidak mereka ketahui.Ucapan Mirza beberapa saat lalu,tak ada yang menyangka bahwa ucapan nya adalah tanda bahwa dia akan pergi untuk selamanya.


Sedangkan di rumah,di kediaman Farza khusus nya Varo yang tengah tidur nyenyak bersama sang istri dan setelah mereka melakukan pergulatan sesaat malam pengantin mereka,tiba-tiba ponsel nya berbunyi.Dengan mata terpejam dia pun menjawabnya.

__ADS_1


📱Varo : Hallo Assalamualaikum...


📱Arjuna : Waalaikumsalam,Bang...


📱Varo : Iya Pih, ada apa Papi telfon malam-malam begini.


📱Arjuna : Kamu suruh semuanya ke rumah sakit ya sekarang.


📱Varo : Daddy kenapa Pi,ada apa dengan Daddy...?


📱Arjuna : Sudah,kamu ajak semua kesini ya.


📱Varo : Ya sudah,Varo bangunin mereka dulu ya.


Varo langsung menutup panggilan nya dan beralim membangunkan Moza.


"Sayang bangun..." Ucap Varo dengan menggoyangkan tubuh Istrinya.


"Kenapa Mas...?" tanya Moza dengan mata yang belum terbuka dengan sempurna.


"Papi nyuruh kita ke rumah sakit sekarang yank" jawab Varo.


"Hah....semalam ini Mas...?" tanya Moza yang langsung membuka matanya lebar-lebar.


"Iya...kamu ganti pakaian ya sayang,setelah itu bantuin aku bangunin yang lain" jawab Varo sambil memakai kaosnya kembali.


"Ahssssss" rintih Moza membuat Varo langsung menoleh padanya.


"Kenapa Yank..? masih sakit...?" tanya Varo dan mendapat anggukan dari Moza.


"Maafin aku ya sayang,ya sudah ayo aku bantu kamu ke kamar mandi" jawab Varo yang kemudian langsung membopong tubuh Moza.


"Apa gak ikut saja ke rumah sakit..?" tanya Varo setelah menduduk kan istrinya di closet.


"Aku gak papa Mas,bentar lagi juga sembuh kok,nanti aku kasih salep pereda nyeri,sudah sana, Mas bangunin yang lain,aku ganti baju dulu"


"Ya sudah,Mas tunggu di luar ya sayang,jangan lupa nanti lihat Rafa bentar ya"


"Iya .."


Akhirnya Varo keluar kamarnya dan mulai membangunkan keluarganya satu persatu karena saat ini semuanya sedang menginap di rumah nya.


Tok ..tok...tok...


Varo mwngetuk pintu kamar dimana Dika dan Zahra tidur.Tak berapa lama pintu pun terbuka


"Bang Varo....ada apa..?" tanya Dika.

__ADS_1


"Papi nyuruh kita semua ke rumah sakit,kamu bangunin kacil ya,semua sudah nungguin di bawah" jawab Varo.


"Hah...semalam ini Bang...?" ucap Dika dengan sesikit terkejut.


"Iya,makanya cepetan ya,aku takut terjadi apa-apa sama Daddy"


"Ya sudah,aku bangunin Zahra dulu ya" ucap Dika.


"Iya,aku tunggu di bawah ya"


Setelah Varo pergi,Dika mulai membangunkan Zahra.


"Zahra....bangun..." Dika menggoyangkan tubuh Zahra agar bangun.


"Yank....bangun..." ucap nya sekali lagi kali ini sambil menepuk pipi Zahra.


"Hmmm...ada apa...?" tanya Zahra dengan pelan.


"Bangun yuk,Papi nyuruh kita ke rumah sakit"


"Rumah sakit" ucap Zahra langsung membuka matanya lebar-lebar.


"Iya...semuanya sudah nungguin kita di bawah" jawab Dika sambil membantu Zahra bangun dan langsung memakaikan jaket pada Zahra,Jangan lupakan rambut yang harus selalu di kuncir.


"Apa Daddy baik-baik saja" tanya Zahra dengan menatap Dika yang tengah mengancing jaket Zahra


"Daddy pasti baik-baik saja" jawab Diks dengan tersenyum.


"Kalau Daddy pergi ninggalin aku gimana...?" tanya Zahra dengan maya yang sudah menggenang.


"Ikhlaskan sayang,biar Daddy juga tenang di sana,sudah jangan menangis,berdoa saja agar Daddy tidak kenapa-napa ya" jawab Dika yang lalu merangkul Zahra dan mengajaknya turun ke bawah karena semuanya sudah menungggu mereka.Setelah semuanya kumpul,mereka pun akhirnya pergi ke rumah sakit dengan menggunakan satu mobil besar milik keluarga mereka.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Masih setia baca gak sih,sedih lagi deng authornya


Kenapa sih harus di matiin thor Mirza sama Ratu nya...?

__ADS_1


Ya karena author mau mengurangi tokohnya dan supaya ada ceritanya juga.


__ADS_2