
"Kalian udah lama...?" tanya Endy yang langsung duduk di depan Calista begitu juga dengan Zio yang duduk di bawah Dian.
"Dari tadi.Sampe denger si Desy triak-triak." jawabnya sambil nelirik Zio.
"Yank,minum ku mana...?" tanya Endy.
"Ini..." jawab Calista sambil menyodorkan roti dan juga minuman.
"Buat aku mana dek....?" kini ganti Zio yang bertanya.
"Ini...." dari atas Dian memberikan botol minuman buat Zio.
"Makasih." ucapnya menatap Dian sambil tersenyum.
Dari bawah ternyata Desy juga memperhatikan interaksi Zio dan teman-teman dengan perasaan kesal.Dia pun menyusul Zio ke atas dan ikut bergabung dengan Zio.
"Zio....!" panggil Desy yang langsung duduk di sebelah Zio.
"Minuman dari aku kok malah kamu kasih ke anak-anak sih,bukan nya kamu minum sendiri." ucap Desy dengan pura-pura sedih.Tetapi Zio tak menjawab,dia lebih memilih berkutat dengan ponselnya.
"Zi aku belikan roti ya..." ucap Desy lagi.
"Gak perlu,gue udah ada roti,ini..." jawabnya sambil menunjukan roti pemberian Dian.
"Yan.Elo nanti nginep rumah gue ya" ucap Calista pada Dian.Tanpa memperdulikan Desy yang ada di sana.
"Aku ijin bunda dulu ya Cal,takutnya bunda gak ada yang nemenin,kasihan." jawab Dian.
"Okelah.Btw besok kumpul di mana sih...?" tanya Calista lagi.
"Di rumah pengantin baru." jawab Aril sambil cengar cengir menatap Dika.Membuat semuanya langsung menatap tajam Aril.Pasalnya dia gak sadar kalau ada Desy.
"Siapa yang pengantin baru,Ril...?" tanya Desy penasaran.
"Rahasialah.Elo kan bukan bagian dari keluarga kami.Jadi, ya elo gak berhak tau." jawab Aril santai.
"Tapi Dian juga bukan dari keluarga kalian."
"Kata siapa.! sejak lima tahun lalu Dian udah resmi jadi bagian keluarga kita lagi." jawab Calista ketus.
"Lima tahun...? jadi kalian berdua udah pacaran selama lima tahun....?" tanya Desy menatap Dian dan dian menjawab dengan menganggukan kepalanya.
"Zi.Kok elo betah sama cewek kayak Dian." tanya Desy.
"Iyalah,Dian gak petakilan kayak elo,ya Zio betah lah." kini Davina yang memberi jawaban dari pertanyaan Desy.
"Gue gak tanya sama elo,kenapa elo ikutan jawab." ucap Desy kesal.
"Suka-suka guelah.Mulut-mulut gue." jawab Davina santai.Sedangkan Desy malah bertambah kesal.
__ADS_1
"Btw kaka Nadin udah elo kasih yau gak Ndy..?" tanya Dika menatap Endy.
"Sudah dong.Kan entar malem ngumpul nya sambil BBQ an" jawab Endy.
"Dan kalian tahu,gue bakal gelar karpet lagi kayak kemarin waktu di rumah Nenek.Biar kita bisa tidur bareng-bareng." tambahnya lagi dengan semangat.
"Itu sih maunya elo Ndy." jawab Dimas menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.
"Kalian ini ngomongin apa sih....?" tanya Desy penasaran.
"Kepo benget sih elo Des,mending elo pergi aja dari sini,ganggu pemandangan tahu gak." ucap Dika mengusir Desy.
"Iiih...Dika kok gitu sih,aku aduin Nara kamu ya."
"Aduin aja.Emang Nara siapa gue." jawab Dika cuek.
"Zio,kamu kok diem aja sih,belain aku kek." ucap Desy mengadu kepada Zio.Tetapi Zio malah cuek.Dia kemudian berdiri dan di ikuti Desy juga.
"Elo mau ngapain ikutan berdiri...?" tanya Zio.
"Kamu pasti mau marahin saudara kamu kan,buat belain aku." jawabnya penuh percaya diri.
"Orang pacar gue aja gak pernah gue belain,apalagi elo yang bukan siapa-siapa gue." jawabnya telak membuat Desy langsung kicep.Sedangkan Dika dan yang lain malah tertawa.Zio meninggalkan lapangan basket dengan di ikuti teman nya yang lain.
"Ish...awas kalian ya...!!" teriak Desy dengan keras.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
"Cie....cie....yang pengantin baru." ucap Aril menggda Dimas.
"Cie...cie...udah malam pertama belum bang...?." tanya Endy yang langsung mendapat tonjokan di lengan nya.
"Duh...apaan sih elo Dik,main tonjok-tonjok aja." jawabnya kesal.
"Mulut mu minta di lakban apa." jawab Dika.
"Ish...gue kan cuma nanya doang." ucap Endy.
"Diem gak elo Ndy...." ucap Dika sambil menatap tajam mata Endy,membuat Endy langsung diam.
"Sukurin....!!" ejek Dimas sambil terkekeh.
"Elo kok udah di sini bang....? gak jdi ke kantor...?" tanya Dika.
"Bentar lagi,sekalian jemput Davina.Elo nungguin Zahra juga ..?"
"Iyalah...."
"Ini para cewek-cewek kemana sih...? lama amat." ucap Aril.
__ADS_1
"Ril,kok elo masih di sini...?" gak jemput Lita...?" tanya Dimas."
"Bentar lagi,sekalian nunggu anak-anak dulu." jawab Aril.Sedangkan dari jauh Dian,Davina dan Calista masih berljalan beriringan bersama-sama.Namun kali ini di tambah lagi dengan Desy yang berada tak jauh dari mereka.
"Zi.Ada Desi noh.Kenapa sekarang tuh cewek selalu ngikutin elo...?" tanya Dika pada Zio yang justru fokus pada ponselnya.
"Gak tau.Dah biarin aja." jawab Zio singkat.
"Kalian sudah lama nungguin...?" tanya Calista.
"Udah dari kemarin." jawab Aril.
"Paan sih.ya udah kita pulang yuk." ucap Calista.
"Enak aja main pulang-pulang.Gue udah nungguin kalian keluar,sekarng giliran kalian lah nungguin Zahra buat gue." ucap Dika yang memang sedari tadi nungguin Zahra yang belum datang.
"Zahra siapa sih ..?." tanya Desy.
"Kepooh..." jawab Calista mengejek Desy.
"Cal.Kenapa elo bawaan nya emosi sama gue sih...? elo gak suka sama gue..?"
"Iya.Emang napa..? masalah elo."
"Emang apa salah gue...?" tanya Desy.
"Ya karena elo deketin kakak gue.Dan gue hak suka itu."
"Emang kenapa gue deketin kakak elo.Dia nya aja gak risih kok ke apa elo jadi yang risih." jawab Desy dengan sombong nya.
"Zi...aku pulang sama kamu ya.Mobilku di bengkel soalnya." ucap Desy bergelayut manja di lengan Zio bersamaan dengan Zahra yang juga sudah memasuki area parkir sekolah.Dia turun dari mobilnya dan menyaksikan adegan manja dari Desy.
"Des,mending elo pergi dari sini deh." ucap Aril menyuruh Desy pergi.
"Emang kenapa..? Zio aja gak nyuruh gue pergi,kenapa elo nyuruh gue pergi." jawabnya sewot.
"Biarin aja Ril.Dia kan juga pingin kenalan sama kak Zahra." jawab Davina.Dengan langkah tegas.Zahra berjalan mendekati Zio dan yang lain nya.Dan setelah sampai tanpa basa basi Zahra langsung menjambak rambut Desy.Membuatnya langsung merintih.
"Aw...." rintih Desy sambil memegangi rambutnya.
"Elo siapa,berani-beraninya nyentuh adik gue." ucap Zahra dengan garang.
"Aw...lepasin napa sih sakit tau." jawabnya sambil terus memegangi rambutnya.Sedangkan yang lain hanya menyaksikan adegan tersebut sambil terkekeh.
"Kalian..! masuk mobil semuanya." ucap Zahra menatap semua saudaranya dan mereka pun menurut termasuk Zio yang langsung meninggalkan Desy bersama Zahra.Hanya Endy,Calista dan Aril yang masih setia beetengger di motor sport milik mereka masing-masing sambil menyaksikan adegan live di depan mereka.
"Zi.Kok kamu ninggalin aku sih...?" teriak Desy sambil terus memegangi rambutnya yang semakin sakit karena jambakan dari Zahra.
"Yank.Udah...." ucap Dika dari dalam mobil. Dan Zahra langsung melepas tangannya dengan kasar.
__ADS_1
"Sekali lagi elo godain adik gue,habis elo sama gue." ucap nya lalu pergi mendekati mobilnya dengan Dika yang sudah menunggunya.Tanpa mengucapkan apapun semuanya pergi meninggalkan Desy dengan kekesalan nya.
"Sudah kenal kan sama yang namanya Zahra." kata Calista mengejek Desy dari atas motor nya bersama dengan Endy dan Aril.Setelah itu mereka ikut pergi meninggalakn parkiran sekolah.