Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 5


__ADS_3

"Papa...anun..." Ucap Rafa menepuk-nepuk punggung Varo yang sedang tertidur pulas.


"Papa....anun...ih.. napa ndak anun-anun sih" kesal Rafa dengan melipat tangan nya di dada.Sedangkan Varo masih diam tak berkutik,hingga akhir nya Rafa menaiki punggung Varo dan mulai menjalankan aksi nya,yaitu melompat-lompat di atas tubuh Varo.


"Papa anun....anun...Papa..." Rafa terus melompat-lompat sambil membangunkan Varo hingga akhir nya Varo terbangun.


"Aduh Rafa,nanti jatuh nak,ayuk turun dulu Boy" ucap Varo dengan suara khas bangun tidur nya, dengan posisi yang tidak berubah karena masih ada Rafa yang berada di atas punggung nya.Setelah Rafa turun,Varo pun mulai merubah posisi nya.Dia bangun dari tidurnya dan duduk bersandar dengan Rafa yang di duduk kan di panguan nya.


"Ada apa sayang....? kenapa Rafa sudah bangun,hemm..." tanya Varo sambi menatap anak nya yang acak-acakan.


"Afa lapel..." Ucap Rafa sambil mengelus perutnya.


"Rafa lapar...?" tanya Varo dan Rafa mengangguk kan kepalanya berkali-kali.


"Tapi mandi dulu ya sayang...bau acem nih" ucap Varo sambil pura-pura mencium badan Rafa.


"Oteh...ain ail ya Pah cipik-cipik" Rafa langsung bersemangat saat Varo mengajak nya mandi.Mereka berdua akhir nya turun dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi.Namun sebelum itu Varo sudah menyiap kan pakaian ganti untuk nya dan Rafa.


Sedangkan di bawah,semua keluarga sudah berkumpul,termasuk orang tua Farza dan juga Arjuna.Karena jadwal kumpul hari ini berada di rumah Arjuna.


"Mami abang kemana sih....?" tanya Renesme karena belum melihat Varo sedari tadi.


"Paling masih di kamar sayang" jawab Farza.


"Rens kan pingin bertemu adik ganteng Mih" ucap Renesme lagi.


"Tunggu saja,sebentar lagi juga bangun kok,Rens main dulu gih sana" jawab Mira sambil mengelus rambut anak nya.


"Baiklah..."


Sedari dulu Varo memang tidak suka jika ada yang menganggu tidur nya saat libur kerja.Maka dari itu orang tua dan keluarga nya yang lain tidak ada yang berani membangunkan nya sampai dia bangun dengan sendirinya.


Di kamar,Varo dan Rafa pun selesai dengan ritual mandi nya.Varo membalut tubuh mungil Rafa dengan handuk yang tebal agar tidak kedinginan.Sedangkan Rafa hanya diam dan menurut dengan apa yang di perbuat Papa nya.



"Seger nya anak Papa habis mandi" ucap Varo dengan tersenyum.


"Papa,Mama mana...?" tanya Rafa "Ganti aju cama Mama,ndak au cama Papa" tambah nya lagi.


"Mau ganti sama Mama" tanya Varo dan Rafa mengangguk.


"Ya sudah sebentar ya" Varo mengambil hape nya yang terletak di meja dan segera memencet nomor Moza.


Sedangkan di bawah Moza yang asik dengan yang lain tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Eh...Mas Varo ini ngapain telfon aku ya" ucap Moza bingung.


"Angkat saja kak jangan lupa loadspeker" kata Calista.Akhirnya Moza pun menjawab panggilan dari Varo.


📱 Moza : Hallo...Mas...

__ADS_1


📱 Varo : Mama....


Suara anak kecil membuat semua yang ada di situ langsung terfokus pada Moza.


📱 Moza : Rafa...ada apa sayang....?


📱 Varo : Au anti aju cama Mama,ndak au cama Papa.


📱 Moza : Hah....!!


Mendengar suara Rafa yang sangat lucu membuat mereka menjadi semakin penasaran dengan bocah kecil tersebut.Tadi memang Farza dan Arjuna sudah menjelaskan tentang kejadian yang menimpa Rafa,dan mereka semua juga setuju jika Rafa menjadi bagian dari keluarga mereka semua.


📱 **Varo : Cepat yank,ini Rafa juga sudah lapar**.


**📱** "Alah bilang aja kalau Bang Varo yang mau di gantiin sama kak Moza" goda Zio pada abang nya dengan terkekeh.


📱 Varo : Eh tuyul,awas kamu ya,uang jajan kamu abang potong.Yank cepetan ini kasihan Rafa nya kedinginan.


📱 Moza : Iya seb-----.


Tut .....ponsel mati


"Sudah di matiin aja" ucap Moza.


"Sudah Zaa,sana, keburu Rafa kedinginan,kasihan" ucap David memerintah putri nya agar segera pergi ke kamar Varo.


"Ya sudah Moza tinggal sebentar ya,Rens, ikut kakak yuk" ajak Moza pada Renesme.


Setelah sampai di kamar,Moza langsung mengetuk pintu kamar Varo.Dan tak berapa lama kemudian Varo sudah membuka pintu kamar nya.Renesme yang sudah sangat penasaran dengan baby Rafa,langsung membuka lebar pintu Varo dan masuk ke dalam kamar nya begitu saja.Membuat Varo dan Moza hanya menggelengkan kepalanya.


"Hai adik manis" sapa Renesme dengan naik ke atas kasur.


"Pah ni capa...?" tanya Rafa.


"Dia tante kamu sayang,nama nya tante Rens" jawab Varo sambi terkekeh.


"Abang....!! kenapa tante sih" kesal Renesme karena diri nya yang masih berumur lima tahun sudah di katai tante oleh Varo.


"Lah emang benar kan,kamu tante nya Rafa" jawab Varo kembali terkekeh.


"Kakak.....abang nakal..." adu nya pada Moza.


"Papa...ndak oyeh gitu,akak Len nanis jabina" ucap Rafa memarahi Varo dengan gaya imutnya.Membuat Varo langsung tertawa melihat ekspresi marah Rafa yang sama sekali tidak menunjuk kan kemarahan.Yang ada malah menunjuk kan keimutan.


"Ya sudah,Papa ke bawah dulu ya,kamu sama Mama dan Kak Rens"


"Oteh..." jawab Rafa dengan mengacungkan dua jempol nya.


Varo akhir nya turun ke bawah dan bergabung bersama keluarga besar nya yang sudah berkumpul di halaman belakang rumah nya.


"Pagi semua nya...." Varo menyapa semua keluarga nya yang tengah asik berbincang-bincang.

__ADS_1


"Siang...."Jawab para saudara sepupu Varo.Varo hanya cengengesan saat mereka mengucap kan kata "siang", pasal nya dia memang baru bangun tidur dan tidak sadar kalau sekarang sudah siang.


"Rafa mana bang....?" tanya Calista.


"Masih ganti baju" jawab nya sambil menyuap nasi yang sudah di siap kan oleh Mami nya.


"Gimana penyelidikan tentang Rafa,Bang...? Apa ada informasi...?" tanya Arjuna pada anak nya.


"Kata Reno sih sudah ada Pih,sebentar lagi juga dia kesini" jawab Varo.


"Padi cemuna...." Suara anak kecil mampu membuyarkan kegiatan mereka dan langsung menoleh pada sumber suara.


"Hmmm....bibit nya Bang Varo banget ni,siang masih di bilang pagi aja" ucap Zio sambil menggelengkan kepala nya.


"Kok pagi sayang,kan ini sudah siang" ucap Moza membenar kan ucapan Rafa.


"Padi Ma..tan Afa balu anun tidul,jabi ya macih padi don" Jawab Rafa tak mau kalah.Dan Arjuna langsung menyonyor kepala anak sulung nya.


"Gara-gara kamu ni,Rafa bangun nya kesiangan"kata Arjuna,dan Varo hanya bisa nyengir saja.


"Banak olang ya" Ucap Rafa yang baru melihat sekeliling nya.


"Rafa,sini deh" panggil Varo,dan Rafa pun menurut.Dia berjalan dengan hati-hati menuju tempat Varo berada.Setelah sampai,dia langsung duduk di pangkuan Papa nya.


"Rafa,ini kenalin, Opa sama Oma uyut Rafa" ucap Varo menunjuk Oma Rose dan Opa Deny " Dan ini kakek dan nenek uyut Rafa" tambah nya lagi menunjuk nenek Maya dan Kakek Firman.


Rafa menatap mereka saling bergantian.Setelah itu dia menatap Varo.


"Afa inun Pah.." ucap Rafa sambil nyengir.


"Gak papa,nanti juga Rafa hafal" Jawab Varo dengan mengelus kepala Rafa.


"Om Zo,ndon Afa" kata Rafa menatap Zio sambil merentangkan ke dua tangan nya.


"Rafa mau sama Om...?" tanya Zio menatap balik Rafa dan dia pun mengangguk.


"Oke,ayuk sini,kita main ya sama Om dan tante yang lain,Om Zo kenalin satu-satu ya" jawab Zio dan sekali lagi Rafa hanya mengangguk kan kepala nya.


"Tumben Zio mau sama anak kecil" ucap Oma Rose yang tau kalau Zio memang kurang menyukai anak kecil.Setiap kali bertemu Renesme pun Zio akan selalu menjahili Rens yang akhirnya berakibat Renesme yang akan selalu menangis karena ulah Zio.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2