Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 3


__ADS_3

Setelah sampai di rumah,Varo langsung menggendong bayi kecil yang masih tertidur pulas sambil mengedot empengnya.Saat memasuki gerbang,Varo sudah di sambut para keluarganya dengan perasaan kahawatir.


"Abang...itu..." Ucap Farza yang sangat terkejut dengan kedatangan Varo yang menggendong seorang bayi.Moza yang saat itu berada lebih dekat dengan Varo langsung mengambil alih gendongan bayi tersebut.


"Mmmppttt...." Bayi tersebut mengeliat di gendongan Moza sambil terus mengenyot empengnya.


"Mas...ini anak siapa...?" Tanya Moza yang pandangan nya tak luput dari bayi tersbut.


"Abang punya anak dari cewek lain ya" Tuduh Zio yang langsung mendapat toyoran dari sang Papi.


"Ngawur aja kalau ngomong"


"Ish...papi" ucap Zio mendengus kesal.


"Ayo masuk dulu nanti Varo jelasin" ajaknya yang langsung masuk ke dalam rumahnya.


Setelah sampai di dalam,Varo langsung merebahkan tubuhnya di sofa dengan menyandarkan kepalanya dan sambil memejamkan matanya.


"Bang sekarang jelasin siapa anak ini..?" tanya Arjuna yang sudah duduk di single sofa.


"Abang gak tau Pih,tiba-tiba itu bayi tadi sudah tertidur pulas di depan kantor."


"Hah....!!kok bisa sih,orang tuanya kemana emangnya bang...?" kali ini Farza yang bertanya.


"Kata satpam dia sengaja di buang sama mamanya tadi di depan kantor Mih." jawab Varo masih dengan memejamkan matanya.


"Kambing emang tuh orang tuanya" ucap Zio tiba-tiba. "Bisa-bisanya dia buang anaknya sendiri" Tambahnya lagi.


"Terus apa yang bakalan kamu lakuin bang...?"


"Gak tau Pih,tapi pertama kali Varo lihat dia,Varo sudah tertarik sama dia."


"Gimana kalau dia Mas angkat jadi anak nya Mas." ucap Moza menatap Varo.Membuat Zio langsung tertawa.


"Hai adik manis,bangun dong...auty pingin lihat kamu nih." ucap Calista menoel pipi bayi kecil yang sedang tertidur pulas.


"Cal..nanti dia bangun." cegah Varo yang tidak mau jika bayi tersebut bangun.


"Namanya siapa bang...?" tanya Calista.


"Gak tau dek." jawab Varo singkat.


"RAFA KALANDRA SANJAYA." jawab Calista yang langsung ditatap seluruh keluarganya.


"Gimana bagus kan namanya" jawab nya tersenyum.


"Baby Rafa...bangun dong." Calista terus saja menggoda baby Rafa hingga akhirnya dia terbangun.

__ADS_1



Akhirnya baby Rafa mulai membuka matanya dengan empengnya yang masih menempel pada mulutnya.


"Hallo sayang...." sapa Moza pada bayi tersebut.Dan anehnya bayi tersebut tidak menangis saat dia menatap Moza.


"Capa ni...?" ucap nya melepas empengnya dan langsung terduduk di pangkuan Moza.Moza tersenyum kala dia menanyakan siapa dirinya.


"Nama auty,Moza....kamu siapa namanya sayang...?" tanya Moza balik.


"Ndak au,dedek ndak unya ama..." jawabnya dengan mengedikkan bahunya.Membuat semuanya terkejut termasuk Varo yang langsung membuka matanya.


"Eh....kok gak tau,memang mama biasanya manggil kamu siapa sayang...?" tanya Moza lagi.


"Ocah ial..." jawabnya lagi membuat Moza mengerutkan keningnya.


"Apa itu nak...?" tanya nya bingung.


"Ocah ial anty,ih anty acak ndak nelti cih,anti ndak colah ya" Jawabnya yang langsung membuat Zio tertawa.


"Buahahahaha....lucu banget sih nih bocah." kata Zio sambil tertawa.


"Nah tu om benel,ocah."


"Ow...bocah....lalu ial apa sayang..?" kali ini Calista bertanya padanya.


"Anti napa angis...? ndak oyeh nanis anti jeyek." ucapnya sambil menghapus air mata Moza.


Varo yang sedari tadi memperhatikan interaksi Moza dan batita tersebut langsung berjalan mendekati mereka berdua.


"Hallo ganteng...." Sapa Varo menatap batita yang sedang duduk di pangkuan Moza.



Dia menatap penuh manik mata seseorang yang berada di depan nya sambil duduk berjongkok.


"Om capa...?" Tanya nya menatap Varo.


"Om ini Papa kamu,mau gak jadi anaknya om" Jawab Varo yang langsung membuat semuanya terkejut dan kemudian tersenyum pernuh arti.


"Benelan,Om Papanya atu..? tata mama atu ndak unya Papa bimana sih Mama tu." jawabnya langsung melipat kedua tangannya dengan cemberut.


"Njjiir....ni bocah pinter banget kalau ngemeng ya." Kata Zio menatap kagum pada batita yang sudah fasih dalam berbicara


"Om...ndak oyeh nomong gitu dosa...!!" Ucapnya sambil jari telunjuk yang di gerak kan ke kanan dan kiri.Membuat semuanya langsung menahan tawanya.


"Gila...gue di marahin sama dia."

__ADS_1


"Papa, Om natal itu capa...?" tanya nya sambil menunjuk pada Zio yang duduk di tengah antara Farza dan Arjuna.


"Itu Om Zio,om nya kamu,ini aunty Calista,terus itu Oma sama Opanya kamu,dan sekarang nama kamu Rafa Kalandara Sanjaya bukan ocah ial lagi,ngerti." Ucap Varo mengenalkan keluarganya dan mengenalkan nama baru untuknya.Seakan mengerti ucapan Varo,Rafa langsung menggangguk kan kepalanya.


"Teyus ini capa Pa...?" tanya Rafa mendongak menatap Moza.


"Ini..... " Ucap Varo menggantung.


"Ini mamanya Rafa,mama Moza" Ucap Calista menjawab pertanyaan Rafa.Membuat Varo langsung mendelik tak percaya dengan ucapan adiknya.Sedangkan Moza malah menunduk kan kepalanya saat dirinya di kenalkan sebagai mamanya Rafa.


"Ar apa gak sebaiknya kamu menikah,jadi Rafa biar punya orang tua,kasihan Rafa,dia sudah tidak di inginkan orang tuanya" ucap Arjuna menasehati anak sulungnya.


"Bener banget tuh aku setuju,udah abang urus surat-suratnya Rafa biar sepenuhnya dia jadi anak abang,dan emaknya gak bisa nyariin deh tuh." ucap Zio yang juga ikut meyakinkan abangnya yang memang sulit bila di suruh menikah.


Varo menatap manik mata Rafa sejenak,setelah itu dia menatap Moza yang tengah menunduk kan kepalanya.


"Gimama sayang.....?mau gak nikah sama aku..?" tanya Varo yang membuat Moza langsung mendongak dan melebarkan matanya karena kaget.


"Ck.....gak romantis banget sih abang ngelamar kak Moza." ucap Calista meledek cara melamar Varo yang biasa saja.


"Berisik banget sih dek." jawab Varo yang mulai kesal.Sebenarnya Varo sudah sangat lelah,tapi karena kejadian malam tadi membuatnya harus terjaga.


"Apa Mas Varo yakin...? kita kan baru sebulan pacaran mas,Moza gak papa kok kalau harus menunggu sampai Mas Varo siap." Tanya Moza sambil menatap serius pria di depan nya.


"Mas yakin kok...." jawab Varo mantap.Sedangkan semuanya hanya memperhatikan Varo dan Moza dengan senyuman yang bahagia.


"Kalau mas yakin Insya Allah Moza menerima Mas Varo." jawab Moza mantap.Senyum Varo langsung merekah kala mendengar jawaban Moza,dia langsung mencium tangan Moza berkali-kali.


" Maksih sayang...makasih...Mih...Mami siapin pernikahan Varo ya,dan Varo gak mau yang mewah yang sederhana saja,Varo mau menikah di halaman belakang rumah,gak papa kan sayang kalau kita menikahnya sedehana saja." Tanya Varo pada Moza yang kini sudah menjadi calon istrinya.


"Iya gak papa kok Mas,lagian Moza juga gak suka pernikahan yang mewah." ucapnya lagi.


"Siapa yang mau menikah....?"......


.


.


.


.


.


.......


Bersambung ....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2