Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 36


__ADS_3

"Assalamualaikum....." suara seseorang membuat seisi rumah langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Waalaikumsalam....."


"Om Willy...." ucap Varo saat melihat siapa yang datang.


"Mama,papa..." ucap Aril juga yang melihat Gisel dan Andra masuk ke dalam rumah.Ya,hari ini Gisel dan Andra menyempatkan untuk pulang ke Indonesia,begitu juga Willy dan kaluarganya yang berkesempatan datang mengunjungi Indonesia.


"Kalian sudah sampai..." ucap Arjuna berjalan mendekati semuanya.


"Papi tau kalau mereka bakal dateng...?" tanya Varo.


"Tau lah,kan papi yang minta." jawab Arjuna santai.


"Revan mana om..?" tanya Varo yang belum melihat Revan.


"Ada di mobil,lagi tidur." jawab Willy.


"Lah,kok malah di biarin om,gak di bangunin...?" tanya Aril.


"Dia kalau tidur gak bisa di bangunin Ril,susah" jawab Fani,istri dari Willy.


"Ya sudah,kalian duduk sini,makanan sudah siap,pasti kalian laper,kita makan siang bersama." jawab mama Maya menyuruh semua duduk.


"Wah...bakal ada perang lagi nih kayak nya." ucap Davina melirik pasangan Endy dan Calista.


"Kak Endy,ikut aku ke taman belakang yuk." ucap Calista mengajak Endy.


"Ngapain..?" tanya Endy.


"Sebentar aja,ayok." jawabnya yang langsung menarik tangan Endy.


"Mau ngapain mereka..?" tanya Davina.


"Kepo amat sih dek." ucap Thalita.


Di taman belakang Calista mengajak Endy duduk di ayunan.Dia akan berusaha membuat Endy agar melupakan persetruan nya dengan Revan.


"Kamu ngapain sih ngajak aku ke sini Cal..?" tanya Endy.


"Cal,mau bicara sama kakak." jawab Calista.


"Bicara apa..?"


"Apa kamu masih marah sama Revan..?" tanya Calista dengan hati-hati.Endy yang mendengar kata Revan di sebut langsung melengos.Terlalu malas untuk nya jika membahas Revan.


"Menurut mu." tanya Endy balik.


"Kak,masalah itu kan sudah berlalu,kenapa kamu masih saja marah sama dia.Apa kamu gak mau berdamai sama Revan."


"Gak mau dan gak akan.!!" jawab Endy tegas dan langsung pergi.Calista hanya bisa menghela nafas nya saat melihat Endy berjalan meninggalkan nya.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu kayak gini Ndy..." ucap nya dengan lesu dan berjalan kembali bergabubg bersama keluarganya yang lain.


Endy dan Calista kembali bergabung dengan keluarga nya.Mereka sedang menikmati makan siang bersama.Endy memilih duduk bergabubg dengan Nadin dan Reno,ketimbang duduk bersama Calista.


"Gimana...? berhasil..?" tanya Dian dan Calista menggelengkan kepalanya.


"Sabar ya." jawab Dian mengelus lengan Calista.Dan saat semuanya sedang menikmati makanan mereka masing-masing,terdengar suara seseorang sekali lagi dari arah pintu.


"Assalamualaikum eperibadeh....Revan ganteng datang." ucap nya sambil tersenyum bahagia.


"Waalaikumsalam..." jawab mereka semua.


"Sudah bangun...?" tanya Fani.


"Mom....kenapa gak bangunin Revan sih." ucap nya dengan cemberut.


"Kamu kayak kebo kalau tidur.Sudah,salam dulu sama yang tua." jawab Fani menyuruh Revan mencium punggung tangan keluarganya yang lebih tua.Setelah selesai,Revan celingukan,kepalanya mengaraj ke kanan dan ke kiri,seperti mencari seseorang.


"Elo nyari siapa Van..?" tanya Zio.


"Calista ada disini Van." jawab Aril memberi tahu keberadaan Calista.Namun sepertinya bukan Calista yang di cari.Dia terus mencari keberadaan seseorang.


"Nak itu...ketemu." jawab Revan yang kemudian berjalan ke arah orang yang di carinya.Dia langsung duduk di sebelah orang tersebut yang ternyata adalah Endy.Zio,Aril dan yang lain di buat melongo saat melihat Revan memilih duduk di samping Endy.


"Van,elo gak slah kan duduk di situ...?" tanya Aril tak percaya.


"Ya enggak lah,emang salah kalau gue duduk di samping saudara gue,hem.." jawab Revan santai.


"Emang kenapa sama dia..?" jawab Revan merangkul pundak Endy.Sedang kan Endy yang menjadi tema utama hanya diam tanpa mau menjawab omongan yang lain.Dengan santai dia melahap makanan nya.


"Sudah-sudah,bicaranya nanti saja ya,sekarang kalian makan gih,keburu dingin." ucap Ayah Deny yang akhirnya menghentikan sementara pembicaraan keluarganya.


Setelah selesai dengan acara makan siang.Kini semuanya masih berkumpul di ruang tamu.Para orang tua sibuk dengan obrolan masing-masing.Begitu juga dengan yang muda.


"Van,elo berapa lama di sini...?" tanya Zio.


"Emm...gue bakal tinggal disini." jawab Revan sontak membuat semuanya kaget.


"What...!! seriusan elo..?" tanya Davina.


"Serius...gue di sini paling sekitar 2 tahunan."


"Ngapain elo di sini Van..?" tanya Aril


"Nguli Ril," jawab nya ngasal.


"Ya gue sekolah lah,terus kuliah sebentar disini."


"Njiir,berarti elo bakal sekolah di sini dong Van,nanggung banget Van,udah mau ujian juga." ucap Davina.


"Heh markonah,gue dah lulus ye,dan sekarang gue tinggal nunggu ijasah gue keluar."

__ADS_1


"Cepet amat,kita aja belum ujian,masak elo dah lulus aja."


"Sekolah lo lambat." jawab Revan terkekeh.


"Suek loe,"


"Cal,kenapa diem sih,biasanya cerewet deh." tanya Revan yang memang melihat Calista hanya diam dan menyimak obrolan.


"Gak papa Van.Lagi males ngomong aja." jawab Calista.


"Elo gak kangen sama gue,kemrn pas telfon bilangnya kangen." ucap nya sambil melirik Endy yang sibuk dengan ponsel nya.


"Van,elo jangan mulai deh,baru baikan lho mereka." kata Davina.


"Lah emang mereka habis kenapa..?" tanya nya pura-pura gak tau.


"Biasalah.."


"Rafa...." panggil Endy kepada Rafa yang tengah bermain bersama Tia.


"Ya om.." jawab Rafa menoleh.Endy pun berjalan mendekati Rafa.


"Om ikut maen dong." ucap Endy duduk di depan Rafa.


'Boyeh..." jawab Rafa senang.


"Ya sudah,Tia tinggal ya.Rafa sama om Endy ya." ucap Tia hendak pergi.


"Di sini aja Tia,temenin Rafa." ucap Endy yang langsung membuat Calista mendelik.Karena Calista tau, Endy tidak begitu akrab dengan Tia.Apalagi sampai meminta di temani bermain dengan Rafa.


"Wah....ngundang malapetaka nih Endy" ucap Aril sambil menggelengkan kepalanya.Sedangkan Calista,tanpa banyak bicara,dia pun langsung pergi begitu saja.


"Tuh kan....Ndy,elo ini waras gak sih." ucap Davina memarahi Endy.


"Kalian ini pada kenapa deh,udah sih biasa aja.Namanya juga prank." tanya Revan dengan santai.


"What .. ..!!"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2