Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 28


__ADS_3

" Yank berhenti yank" ucap Zahra menyuruh Dika untuk berhenti.Dika pun akhirnya menepikan mobilnya.


"Ada apa sih...?" tanya Dika.


"Itu,ada rujak manis.Aku mau beli ya." jawab Zahra sambil matanya yang terus mengarah pada pedagang rujak manis.


"Ya sudah,kamu tunggu di sini aja ya,biar aku yang beliin."


"Aku ikut." Zahra merengek,sehingga membuat Dika gemas sendiri.Dika mendekatkan tubuhnya pada Zahra dan langsung mencium perut Zahra yang masih rata.


"Anak daddy mau rujak ya." ucapnya sambil mengelus perut Zahra.


"Iya daddy..." jawab Zahra menirukan suara anak kecil.


Cup...


"Ya sudah ayo turun." jawab Dika setelah mencium kilas bibir istrinya.Mereka berdua pun akhirnya turun dan mendekati penjual rujak.


"Pak,beli rujaknya 10 bungkus ya." ucap Zahra pada penjual rujak.


"Banyak amat yank." tanya Dika.


"Sekalian buat di rumah juga." jawab Zahra.


"Owh." ucap Dika manggut-manggut.Sambil menunggu rujaknya selesai,mereka memilih untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh penjual rujak.


"Dika...." sapa seseorang saat melihat Dika sedang duduk bersama Zahra.Merasa namanya di panggil,Dika pun menoleh kan kepalanya saja lalu kembali beralih menatap Zahra.


"Siapa...?" tanya Zahra.


"Temen sekolah." jawab Dika cuek.


"Kamu lagi ngapain di sini Dik....?" tanya teman Dika yang ternyata itu adalah Nara.


"Elo gak lihat gue lagi ngantri rujak." jawab Dika sewot.Nara yang juga sedang mengantri rujak pun langsung duduk di sebelah Dika.


"Dik jalan yuk,mumpung hari sabtu." ajak Nara pada Dika.


"Sory gue sibuk." jawab Dika.


"Kenapa sih Dik,elo selalu aja ngehindar dari gue.Gue tuh sayang sama elo,tapi elo sedikit aja gak pernah nengok muka gue." ucap Nara sedih.Sedangkan Dika hanya cuek saja tanpa perduli ucapan Nara.Dia lebih fokus pada layar ponselnya.


"Permisi,mbak ini rujaknya sudah selelsai." ucap penjual rujak dengan memberikan kantong kresek yang sudah berisi beberapa rujak pesanan Zahra.


"Oh iya pak.Ini uangnya,kembalian nya buat bapak saja." jawab Zahra sambil memberikan 3 lembar uang seratus ribuan untuk si penjual rujak.


"Eh tapi ini kebanyakan neng."


"Gak papa.Rejeki bapak." jawab Zahra tersenyum.


"Terima kasih ya neng." ucap penjual rujak.


"Iya.Yank ayuk." Nara terkejut saat mendengar Zahra memanggil Dika dengan sebutan yank.


"Yank.." ucap Nara membeo.


"Ayuk....." jawab Dika yang kemudian berdiri dan langsung pergi meninggalkan Nara tanpa berpamitan.


"Apa cewek tadi pacarnya Dika..?tapi kok tua banget sih." ucap Nara berbicara pada dirinya sendiri.


"Cewek tadi suka sama kamu ya yank...?" tanya Zahra pada suaminya yang sedang fokus menyetir.


"Gak tau.." jawab Dika sambil mengedikan bahunya.


"Kok gak tau sih,kan tadi dia bilang dia sayang sama kamu."


"Ya karena aku emang gak pernah peduli dia mau ngomong apa.Sudah gak usah di bahas,gak penting juga.Daripada mikirin orang lain,mending mikirin kamu sama calon baby kita." jawab Dika sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apaan sih kamu." ucap Zahra malu.

__ADS_1


"Gak di makan rujaknya..?" tanya Dika.


"Aku mau makan sama boy." jawab Zahra yang langsung membuat kening Dika berkerut.


"Bang Varo...?" tanyanya lagi dan Zahra menganggukkan kepalanya.


"Kenapa bang Varo.?Bukan aku."


"Gak tau.Rasanya pingin aja makan sama Varo."


"Lagi ngidam ya." ucap Dika tersenyum sambil mengusap perut Zahra yang masih rata dengan sebelah tangan nya.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka berdua sampai di rumah Rania.Mereka berdua langsung turun dan langsung masuk kedalam rumah dan menuju taman belakang.


"Assalamualaikum." ucap mereka berdua.


"Waalaikumsalam." jawab mereka semua sambil menoleh pada Zahra dan Dika.


"Gimana sayang,apa kata tante Audy...?" tanya Farza yang sudah penasaran.Begitu juga dengan yang lain nya.Melihat semuanya yang sedang dalam mode penasaran,membuat Dika dan Zahra saling pandang sebelum akhirnya mereka berdua tersenyum bersama.


"Positif aunty." jawab Zahra dengan tersenyum.Mendengar jawaban Zahra, membuat semuanya tersenyum senang dan mengucap syukur,karena akhirnya Zahra positif hamil.


"Alhamdulillah,selamat ya sayang." ucap Farza memeluk keponakan tercintanya.


"Makasih aunty." jawab Zahra membalas pelukan Farza.Satu persatu dari mereka memberi selamat kepada Zahra dan juga Dika.


"Kakak bawa apaan..?" tanya Dimas yang melihat Zahra masih menenteng kantong kresek.


"Tadi di jalan ada penjual rujak manis,jadi kakak beli deh.Boy,temenin makan ya." ucap Zahra menatap Varo.


"Aku..." jawab Varo menunjuk dirinya.


"Iya,satu piring berdua." kata Zahra.


"Kok bukan Dika.."


"Gak tau.Aku pingin nya kamu."


"Ya sudah ayuk aku temenin makan." jawab Varo yang langsung mengajak Zahra.


"Om Zo,Afa mau." ucap Rafa sambil menunjuk salah satu irisan buah.


"Yang mana..?" tanya Zio.


"Itu .." tunjuk Rafa pada irisan buah pepaya.Zio pun langsung menyisihkan beberapa potongan buah pepaya untuk Rafa sebelum dia mencampur dengan bumbu rujak.


"Anis Om tayak Afa hehe..." ucap Rafa sambil tertawa.


"Ye..ni bocah,PD nya ngalahin bapak nya." jawab Zio sambil menepuk kening nya.


Drrt...drrrt...drrt....


Ponsel Calista berbunyi.Sebuah panggilan masuk tertera di layar ponselnya.Calista tersenyum saat melihat nama si penelfon.Diapun langsung menjawab panggilan nya.


📞 Revan is calling....


"Epaaaan...." teriak Calista yang langsung membuat semuanya menoleh padanya termasuk Endy.


^^^"Bused dah...itu mulut gak bisa apa ya gak teriak." jawab Revan dari seberang telfon.^^^


"Gue kangen pan....!"


^^^"Kangen ya ke sini Markonah."^^^


"Ntar,bulan depan gue kesono ye."


^^^"Seriusan...?" tanya Revan.^^^


"Iya serius.Kan bulan depan jadwalnya bang Varo ke sana." jawab Calista.

__ADS_1


^^^"Heh Markonah,bulan depan juga udah masuk akhir semester, emangnya elu gak ada ujian apa." jawaban Revan seketika membuat Calista mendelik tak percaya.Pasalnya memang bulan depan adalah waktu dimana akan diadakan ujian semester untuk sekolahnya.^^^


"Kampret..!! jadi gue gak bisa ke sono dong Epan.." ucap Calista dengan nada kesalnya.


^^^"Ya gak bisalah hahaha" jawab Revan sambil terkekeh.^^^


"Huft....suek bener nasib gue.Pingin ketemu sodara jauh aja susah amat." kata Calista sengan pasrah.


^^^"Ya udah sih,kan liburan elo bisa kesini Cal.Kenapa gak nunggu liburan aja sih.Kesininya rame-rame."^^^


"Iya juga ya.Boleh tuh saran dari elu." jawab Calista sambil tersenyum.


^^^"Ya udah gue tutup ya,gue mau keluar dulu sama anak-anak.Baek-baek lu di sana ya jangan petakilan."^^^


"Iya babang Epan yang ganteng unyu-unyu muach-muach."


^^^"Dih..!!najis.ya dah Samlekom." ucap Revan berpamitan.^^^


"Waalaikumsalam." jawab Calista setelah itu dia menutup panggilan nya..


"Bang,Calista gak bisa ikut ke Amerika." ucap Calista sambil cemberut.


"Lho! kenapa emangnya dek...?" tanya Varo.


"Bulan depan kan udah mulai masuk akhir semester bang." jawab Calista yang langsung membuat Varo faham.


"Ya udah sih dek,tunggu liburan aja sekalian kamu bisa ke sana sama anak-anak,enak kan rame-rame sambil liburan." jawab Varo memeberi prngertian pada adiknya.


"Iya bang." ucap Calista akhirnya pasrah.


"Udah dek jangan manyun begitu.Mending elo mikir gimana caranya ngrayu pacar elo yang sudah cemburu dari tadi noh." ucap Zio yang langsung membuat Calista menoleh ke sebelahnya.


"Loh..kak Endy mana...?" tanyanya yang menyadari bahwa Endy tidak berada di sebelahnya.


"Gak tau lah." jawab Zio acuh.


"Mi,kak Endy kemana...?" kini Calista bertanya pada Farza.


"Lagi tidur di kamar gue" Aril memberi jawaban.


"Hah...tidur."


"Iyalah,orang lu kacangin mulu dari tadi." jawab Aril.Calista berdiri dan langsung meninggalkan keluarganya yang masih berada di halaman belakang rumah Rania.Dia pergi menyusul Endy yang berada di kamar Aril.


"Dasar comel.Udah tau pacarnya cemburuan eh dia malah enak-enakan telfonan sama rivalnya Endy.Di sebelahnya lagi." ucap Aril sambil menggelengkan kepalanya.


"Emangnya Endy masih cemburuan aja Ril sama Revan..?" tanya Rania.


"Masihlah kak.Gak inget apa dulu sampe di belain berantem sama Revan hanya demi cintanya ke Calista.Makanya jelas cemburunya lah Endy kalau sama Revan." jelas Aril.


"Ya semoga aja mereka marahan nya gak lama.Gak sampai nyakitin diri sendiri." tambahnya lagi sambil melirik Zio.


"Elo nyindir gue Ril...?" tanya Zio menoleh pada Aril.


"Elo merasa tersindir Zi..?" tanya nya balik sambil terkekeh.


"Kampret lu." kesal Zio menonjok pelan lengan Aril.


"Hahaha....makanya jangan suka marah-marah lu.Tinggalin Dian baru tau rasa lu entar." jawabnya yang malah meledek Zio.Sedangkan Zio hanya memutar bola matanya malas.Dan sedangkan yang lain hanya mwnggelengkan kepalanya saja setiap melihat perdebatan antar keluarganya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2