
Pagi harinya semua sudah berkumpul di rumah sakit.Moza,Zahra dan Davina sudah siap dengan pakaian pengantinnya.Tidak ada yang istimewa,hanya kebaya putih dengan make up yang natural.Zahra,Moza dan Davina mendekati brankar Mirza.Mereka bertiga meminta restu agar pernikahan mereka berjalan dengan lancar.
"Anak-anak Daddy cantik semua" Ucap Mirza dengan senyuman yang bahagia di wajah nya.
"Daddy...." Varo mendekat sambil menggendong Rafa.Mirza menatap wajah lucu Rafa.
"Cucu Opa..." ucap Mirza.
"Rafa,ini Opa sayang,namanya Opa Mirza.Rafa cium Opa ya sayang" ucap Varo dan Rafa pun mengangguk.Dengan bantuan Varo,Rafa mencium pipi Mirza.
"Opa ..cepet tembuh ya,bial bita ain tama Afa" ucap Rafa.
"Kamu lucu sekali..." ucap Mirza sambil tersenyum.
"Afa eman lucu Opa,matana Opa tembuh ya,bial bita ndon Afa" jawabnya lagi.
Tak berapa lama penghulu pun datang, dan acara pernikahan pun di mulai.Untuk yang pertama David mulai menikahkan Moza dan Varo terlebih dulu, karena memang rencanya merekalah yang akan menikah. Setelahnya disusul Andra yang kali ini menikahkan Zahra karena permintaan dari Mirza.Dengan satu tangan memegang tangan Mirza dan satunya menjabat tangan Dika,pernikahan pun di mulai.Dengan lancar dan lantang Dika mengucapkan Ijab Qobul.
"Saya terima nikahnya Zahra Adhitama Firmansyah binti Mirzani Firmansyah dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Dika dengan lantang.
"Bagaimana para saksi,sah...?" tanya Pak penghulu kepada semua para saksi.
"Sah...." jawab semua para saksi yang menyaksikan pernikahan keduanya.
"Alhamdulillah..." ucap Pak penghulu di ikuti dengan yang lain nya
"Sekarang kalian berdua telah resmi menjadi suami istri" ucap pak penghulu.
Setelah Dika dan Zahra,kini giliran Dimas dan Davina.Sama hal nya dengan Andra,Dimas juga menjabat tangan Dino dan satunya memegang tangan Mirza.Dino mulai menikahkan anak perempuan nya,dan Dimas juga mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar.Kini ketiga pasangan tersebut telah sah menjadi suami istri.
Ketiganya mulai meminta restu kepada Opa,Oma,Nenek dan Kakek mereka dahulu.Setelahnya mereka meminta restu kepada para orang tua.Setelah selesai, Zahra,Dika,Dimas maupun Davina mulai mendekati brankar Mirza.
Zahra dan Dimas mencium pipi Mirza secara bergantian.
"Jadilah istri dan suami yang baik untuk pasangan kalian ya" ucap Mirza menasehati kedua anak nya.
"Dika...." Panggil Mirza pada remaja yang kini sudah menjadi suami dari anak perempuan nya.
"Iya Daddy....." jawab Dika.
"Tolong jaga putri Daddy ya,tegur dia jika melakukan kesalahan"
"Pasti,Dika akan menjaga Zahra semampu Dika"
__ADS_1
"Dimas...." kini giliran Mirza memanggil anak laki-lakinya.
"Iya Dadd,Dimas di sini" jawab Dimas menatap Mirza.
"Jadilah suami yang baik untuk istrimu ya,jangan sekali-kali menyakitinya" ucap Mirza menasehati Dimas.
"Iya,Dimas akan menjalankan semua nasehat dari Daddy" jawab Dimas sambil menggenggam tangan Mirza.
Sepanjang hari Mirza terus berbicara pada keluarganya secara bergantian.Dia menyampaikan rasa terima kasih nya kepada semua keluarganya.Dia juga menitipkan Zahra dan Dimas kepada David dan juga Dino.
"Sudah ya,Abang sekarang harus istirahat supaya cepat sembuh,dari tadi Abang terus saja berbicara tanpa henti." ucap David yang kali ini bergantian menasehati Mirza.
"Kalian ini cerewet sekali ya,Ar...suruh semuanya pulang ya,aku tidak perlu di temani,mereka harus istirahat juga"
"Zahra akan di sini menemani Daddy" ucap Zahra yang menolak untuk pulang.
"Dika....bawa istrimu pulang,Daddy gak mau melihat dia disini,anak Daddy harus istirahat" ucap Mirza menyuruh Dika.
"Sayang,kita pulang dulu ya,besok kita bisa balik lagi ke sini" ucap Dika mengajak Zahra untuk pulang.
"Tapi aku masih mau di sini" kekeh Zahra.
"Kacil,nurut ya sama Dika,biarkan Daddy istirahat dulu,kalau kita semua di sini yang ada akan mengganggu ketenangan Daddy" ucap Varo yang kali ini mencoba membujuk Kakak sepupu nya.
"Baiklah,tapi Daddy harus sembuh ya,besok Zahra akan ke sini lagi" ucap Zahra akhirnya menurut.
Setelah semuanya pulang, kini tinggalah Andra, Arjuna,Doni,Dino,David dan juga Farza yang masih setia menunggu di ruangan Mirza.Audy dan Naina masih bertugas karena hari ini jadwal mereka dinas malam.
"Yank,kamu gak ngantuk...?" tanya Arjuna menatap Farza yang terus berada di samping kakak nya.
"Enggak,aku mau nungguin Kak Mirza bangun" Jawab Farza.
"Buat apa nungguin aku...?" tiba-tiba Mirza membuka matanya.
"Kakak sudah bangun...?" tanya Farza menatap kakak nya.
"Iya...tiba-tiba kakak kangen sama adik kecil kakak ini" ucap Mirza balik menatap Farza.
"Makasih ya sudah menjadi adik yang baik buat kakak,adik yang nurut sama kakak" ucap Mirza dengan tersenyum.
"Kakak ini ngomong apa sih,aku akan selalu menjadi adik yang baik dan nurut buat kamu,selamanya"
"Kakak titip Zahra dan Dimas ya, tegur mereka berdua jika melakukan kesalahan,nitip Mama sama Papa juga.Jagain mereka" ucap Mirza.
__ADS_1
"Kita akan jaga mereka sama-sama kak,kakak harus sembuh" jawab Farza sambil menatap Mirza sambil berkaca-kaca,seakan dia sudah memiliki firasat yang tidak baik.
"Kakak hanya takut tidak bisa menjaga kalian lagi,makanya sebelum kakak pergi kakak ingin menitipkan anak kakak sama kamu"
"Abang gak akan pergi ke mana mana,Abang akan sembuh dan Abang juga akan merawat Mama dan Papa" Kata Arjuna mendekati brankar.
"Ya sudah, kakak mau tidur lagi ya sayang, kakak ngantuk,kakak mau menemui istri kakak dulu,terima kasih untuk semuanya,selamat malam dan Assalamualaikum" ucap Mirza sambil tersenyum dengan bahagia.
"Waalaikumsalam..." jawab semuanya.
"Selamat jalan kak,sampaikan salam ku untuk istrimu ya" jawab Farza yang sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.Dia menangis di pelukan Arjuna.Entah firasat atau bukan namun Farza seakan mengeri arti kalimat terakhir dari kakak nya.
"Bang...." panggil David dengan menggoyang pelan tubuh Mirza.
"Ada apa...?" jawab Mirza membuka matanya.Membuat mereka bernafas lega.
"Kalian kenapa...?" tanya Mirza menatap semua nya dengan raut wajah sendu.Dia juga menatap Farza yang sudah menangis di pelukan Arjuna.
"Zaa...kenapa kamu menangis...?" tanya Mirza.
"Aku gak papa Kaka,aku hanya takut kakak ninggalin aku" jawab Farza sambil menghapus air matanya.
"Aku tidak akan pernah pergi Zaa,aku akan selalu ada di hatimu,hati kalian semua,sampai kapan pun,jadi jangan pernah menangis lagi ya" jawab Mirza.
"Iya...ya sudah kakak kembali istirahat ya"
"Iya...jangan memanggilku lagi ya" ucap Mirza dan semuanya mengangguk.Setelah Mirza tidur Andra dan yang lain nya memilih duduk di atas karpet sambil menonton siara bola kesukaan mereka.Sedangkam Farza memilih tidur di sofa.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Terima kasih buat para readers yang maaih setia membaca novel author.
Menurut kalian episode kali ini sedih banget gak sih....? karena Author nulisnya sambil nangis loh sampai di ketawain sama suami author....
__ADS_1
Jangan lupa komen di bawah ya jika kalian juga ikut merasa sedih..ðŸ˜