Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 12


__ADS_3

Tiga hari kemudian akhirnya Zio di perbolehkan untuk pulang.Persiapan pernikahan Varo juga hampir selesai hanya tinggal menunggu hari saja,karena memang pernikahan yang diadakan tertutup dan hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja.


"Assalamualaikum...." Sapa Dian di depan pintu.


"Waalaikumsalam....." Jawab Farza menoleh ke arah sumber suara.


"Dian.....sini masuk sayang" ucap Farza menyuruh Dian masuk.


"Makasih tante.." Dian pun masuk dan menyalami tangan Farza yang kebetulan lagi sendirian.


"Duduk dulu ya,tante buatin minum" ucap Farza hendak berdiri,namin sudah di cegah oleh Dian.


"Gak usah tante, Dian cuma mau lihat keadaan Zio kok.Ngomong- ngomong yang lain kemana tante...?" tanya Dian.


"Ada di rumah nya Endy,kan hari ini jadwal nya di rumah Endy" jawab Farza sambil tersenyum.


"Owh...tante gak kesana...?" tanya Dian.


"Enggak,Tante mau jagain Zio dulu,kasihan kalau di tinggal sendirian,Ya sudah ayuk katanya kamu mau ketemu dama Zio,kita ke kamar nya" Ajak Farza pada Dian.Mereka berdua akhirnya pergi ke kamar Zio yang berada di lantai atas.


Setelah membuka kamar,mereka berdua masuk dan di lihatnya Zio yang sedang asik bermain ponsel nya.Merasa ada yang masuk Zio pun mendongak kan kepala nya,di lihat nya Mami nya yang berdiri dengan Dian yang berada di samping nya.


"Loh yank,kamu kapan datang nya...?" tanya Zio sambil menaruh ponselnya di meja.


"Baru datang" jawab Dian tersenyum.


"Ya sudah Mami tinggal ya,Mami mau ke rumah Mama Naina dulu,kalian di sini saja,jangan kemana-mana dan jangan macam-macam" ucap Farza sambil menatap tajam anak nya.


"Iya....nanti Zio nyusul deh Mih setelah makan" ucap Zio.


"Terserah kamu saja yang pasti hati-hati,ya sudah Mami tinggal dulu ya,Dian,Mami titip Zio ya"


"Iya Mih" jawab Dian tersenyum.Akhirnya Farza meninggalkan kamar Zio dan pergi le rumah Endy yang tidak jauh dari rumah nya.


"Kenapa gak bilang kalau mau ke sini....?" tanya Zio yang kini sudah menatap orang yang berada di depan nya.


"Sengaja hehehe..." jawab Dian terkekeh.


"Dasar...." Zio mengacak gemas rambut Dian.


"Habis ini ke rumah Endy ya,bosen aku di kamar terus" ucap Zio sambil mengerucutkan bibir nya.


"Lucu banget sih kalau lagi kesel" ucap Dian sambil terkekeh geli karena melihat ekspresi Zio yang lagi kesal.


"Sudah ini makan dulu,habis itu kita ke rumah Endy" Ucap Dian sambil menyuapi Zio.


Setelah selesai makan,Zio dan Dian pun berangkat menuju rumah Endy yang jaraknya tidak terlalu jauh.Dengan hati-hati Dian memapah Zio yang jalan nya masih pincang, di karenakan kakinya yang belum sepenuh nya sembuh.Setelah sampai mereka berdua langsung masuk dan berjalan menuju taman belakang di mana biasanya keluarganya berkumpul.


"Assalamualaikum" Sapa Zio dengan suara sedikit keras agar di dengar seluruh keluarga nya.Dan benar saja,semuanya menoleh pada nya yang masih di papah oleh Dian.Varo berjalan mendekati mereka berdua dan menggantikan Dian.


"Kanapa kesini sih,kan masih sakit" ucap Varo dengan membantu Zio berjalan dengan perlahan.


"Bosen Bang di rumah terus" jawab Zio.


"Om Zo...tini " Rafa melambaikan tangan nya dari jauh.


Varo membantu Zio untuk duduk tepat di sebelah Rafa yang sedang asik bersama yang lain.


"Dah ndak tatit agi Om Zo...?" tanya Rafa.


"Masih sakitlah makanya ini pijitin Om nya" Jawab Zio.


"Ote...ote...pi jan malah ya" jawab Rafa sambil mengangguk angguk kan kepalanya.


"Iya..iya.." ucap Zio sambil memutar kedua bola mata nya malas.


Akhirnya dengan tangan kecil nya Rafa mulai memjitat kaki Zio.Membuat semua orang yang berada di situ tersenyum saat melihat betapa sayang nya Rafa kepada Zio.


"Rafa sayang sama Om Zo...?" tanya Zahra.


"Tayan don"


"Sama Tante Zahra sayang juga gak...?" tanya Zahra lagi.

__ADS_1


"Tayan.....temuna Afa tayan tok" jawab nya lagi yang membuat tawa mereka langsung pecah.Mereka sangat barsyukur,Rafa berada di tengah-tengah mereka.Walau mereka tahu kalau Rafa adalah anak dari mantan pacar Varo yang telah meninggalkan nya demi karir,mereka tak mempermasalahkan nya, toh sifat anak tergantung dari yang mendidik nya,bukan dari yang melahirkan nya.


"Kalau sama Tante Dian sayang gak....?" kini giliran Zio yang bertanya.


"Tayan...tan Om Zo tayan tama ate Ian,jabi ya Afa halus tayan don tama te Ian" jawab Rafa.


"Aih...lutuna....tini-tini Te Ian tium dulu pipi gembul nya" ucap Dian yang langsung mencium pipi gembul Rafa dengan gemas.


"Aku gak di cium yank...?" ucap Zio,membuat Dian langsung membulatkan matanya dan...


Buk....


Satu timpukan bantal mendarat sempurna,mengenai wajah Zio.Dan pelaku nya adalah Zidan yang baru saja datang.


"Njiir....apaan sih Elo,baru datang main timpuk-timpuk aja" kesal Zio pada Zidan.


"Om tu tapa...?" tanya Rafa dengan menunjuk Zidan.


"Itu Om jelek nama nya" jawab Zio dengan kesal.


"Omna ateng tok ndak jeyek" ucap Rafa menggelengkan kepalanya.


"Pintar....nanti Om belikan Mainan ya" Jawab Zidan mengacak gemas rambut Rafa.


"Elo kapan nyampe nya....?" tanya Dimas.


"Baru juga turun dari bandara" jawab Zidan.


"Daddy sama Mommy ku mana Dan...?" tanya Zahra pada Zidan.


"Belum sampe ya...? padahal sudah duluan lo tadi,masak iya kena macet" jawab Zidan merasa heran lantaran jalanan tidak begitu macet.


"Memang nya tadi kamu kemana dulu...?" tanya Livia.


"Beli sesuatu buat kamu,ini..." jawab nya yang lalu memberikan sebuah kotak untuk Livia.


"Apa ini...?" tanya Livia dengan menautkan kedua alisnya.


"Cie....dapat kalung tuh" ucap Calista menggoda Livia.


"Buat aku mana Dan...?" kini giliran Rania yang bertanya sambil tangan nya mengedah.


"Gak ada..."


"Pelit amat sih sama kakak nya" kesal Rania.


"Bodo'...."


"Terus kalau Zidah sudah sampe,Daddy sama Mommy kok belum sampai ya" ucap Zahra dengan khawatir.


"Sudah tenang saja,bentar lagi juga nyampe pasti mereka" jawab Dika mencoba menenangkan kekasih nya.


"Tapi kok perasaan ku gak enak ya yank" ucap Zahra dengan raut wajah yang gelisah.


"Kakak tenang ya,siapa tahu Daddy sama mommy mampir dulu ke mall buat jalan-jalan" ucap Dimas tenang.


"Sudah jangan di pikirkan,mending mainan sama Rafa sama" jawab Dika tersenyum sambil menguncir Rambut Zahra.Dika memang lebih menyukai Rambut Zahra yang di kuncir kuda dari pada harus terurai.


"Romantis banget sih...yank aku gituin dong" ucap Calista pada Endy.


"Gak...!kan aku gak suka kalau rambut kamu di kuncir kayak gitu,kayak ekor kuda"


"Ih...kamu nyebelin banget sih" jawab Calista dengan cemberut.


"Hahahahah....kasian..." ejek Davina yang langsung mendapat timpukan bantal dari Calista.


"Aduh....! Calista...!kalau mau nimpuk bilang dulu dong,gue kan bisa siap-siap"


"Bodo amat" jawab Calista dengan kesal.


Sedangkan para orang tua hanya melihat kebahagiaan yang selalu di ciptakan anak-anak mereka.Mereka juga tidak menyangka. bahwa jodoh anak-anak mereka adalah orang terdekan mereka juga.Orang-orang yang selama ini menemani mereka,bermain bersama dan bercanda gurau bersama.


"Gimana persiapan pernikahan nya....? lancar kan.." tanya Andra pada Arjuna.

__ADS_1


"Lancar Bang tinggal nunggu hari saja,lagian kan cuma akad doang,gak ada yang lain" jawa Arjuna.


"Gak kerasa ya Ar,kita semua tanpa sadar sudah jadi Opa sama Oma angkat buat Rafa,dan senbentar lagi jadi Opa sama Oma buat cucu sendiri" ucap Andra tersenyum bahagia.


"Rani kapan kamu menikah....?" tanya Audy.


"Emmm.....nantilah Tan,tunggu lulus dulu" jawab Rania.


"Sebentar lagi dong ya" ucap Audy.


"Lalu untuk livia kapan nikah nya sayang" kali ini Farza yang bertanya.


"Ya setelah Kak Rania menikah Mi,baru livia nyusul,kan kita sudah sepakat,menikah setelah yang tua hehehe"jawab Livia sambil terkekeh.


"Gak nyangka juga ya,jodoh kalian itu muter sini aja yang tua sama muda"


"Kalau Papa Dave kapan nikah nya....?" goda Arjuna pada sahabat nya yang hampir 25 tahun menduda itu.


"Besok sabtu,ato gak minggu...puas elo" jawab Dave yang langsung membuat mereka semua tertawa.Di saat semuanya sedang asik bercanda tawa tiba-tiba posel Farza berdering.Dia pun langsung menjawab panggilan nya.


"Hallo Assalamualaikum...."


(.........)


"Iya saya sendiri,ini dengan siapa ya...?"


(.........)


"APA.....!! GAK..!! ini gak mungkin...!!


Dengan tiba-tiba Farza langsung jatuh pingsan,dan itu membuat semuanya kaget dan khawatir.


"ZAA......" teriak Arjuna saat melihat istrinya pingsan di sebelahnya.


"MAMI...." Varo langsung mendekat dan mengambil ponsel milik Farza yang masih terhubung.


"Hallo...ini siapa...?"


(............)


"APA....!!!


(............)


"Baik...!tolong bawa korban ke LV hospital,kami akan segera ke sana.


(...........)


"Baiklah terima kasih"


tut ..


Telfon terputus.


"Boy...ada apa...?"tanya Arjuna dengan serius.


"Pih....Daddy dan Mommy.....kec---"


Bruk......


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2