
Varo naik ke atas dengan membawa susu di tangan nya.Setelah masuk, dia sudah melihat Rafa yang sudah berganti pakaian yang bersih,wangi dan juga segar.
"Loh Rafa sudah mandi...?" Ucap Varo yang sudah melihat Rafa segar karena habis mandi.
"Iya Mas,sekalian aja aku madiin Rafa,sudah mau sore juga,jadi kalau dia tidur biar tenang juga" jawab Moza dengan menaruh baju kotor milik Rafa di ranjang pakaian kotor.
"Papa ana cucuna" tanya Rafa.
"Ini...." jawab Varo sambil memberikan botol yang sudah berisi susu,kemudian dia duduk di samping Rafa yang sedang mengedot botol susu nya.
"Mas,aku bawa ini ke bawah dulu ya" ucap Moza sambil menunjukkan keranjang yang berisi baju kotor milik Varo dan Rafa.
"Iya...." jawab Varo sambil mengangguk kan kepalanya.Melihat Rafa yang mulai menutup mata nya,Varo pun memutuskan untuk tidur di samping Rafa.Tak berapa lama kemudian Moza kembali ke kamar Varo.Dan hal yang di lihat nya adalah orang yang sangat dia sayangi sedang tertidur dengan pulas.Moza tersenyum saat melihat Varo memeluk Rafa dari samping dan Rafa tidur dengan memeluk bantal yang berada di samping nya.
"Semoga suatu saat kalian tidak akan terpisahkan" ucap nya kembali menutup pintu kamar dan kembali ke halaman belakang.
"Loh Zaa,Abang mana...?" tanya Farza yang tidak melihat Varo kembali.
"Mas Varo tidur Mih sama Rafa" jawab Moza.
"Mih,Opa,Oma,Nenek sama Kakek mana...?" tanya Moza yang tidak melihat Opa Deny beserta yang lain nya
"Sudah pulang sayang,sudah sore juga soal nya,tadi Mami suruh nginap pada gak mau semua nya" jawab Farza sambil membereskan sisa makanan yang masih berada di meja.
"Sini Mih,Moza bantuin" ucap Moza dengan langsung membantu Farza membersih kan sisa makanan.
"Makasih ya sayang..." ucap Farza dengan tersenyum.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
Hingga malam tiba,semua nya masih saja berkumpul di rumah Farza dan Arjuna,namun kali ini mereka memilih berkumpul di ruang tengah.Para anak muda memilih berkumpul di ruang bermain,menemani Renesme yang tengah asik bermain dengan boneka nya.Meski sudah remaja,mereka tak pernah malu jika harus menemani Renesme bermain apalagi sekarang di tambah dengan ada nya Rafa yang akan membuat mereka selalu tertawa dengan kelucuan nya.
"Kakak...." panggil Renesme pada Daniel yang lagi asik bersama Rania.
"Besok anterin Rens sekolah ya" ucap Renesme dengan manja.
"Tumben minta anterin kakak" tanya Daniel,karena biasanya Renesme akan berangkat bersama Mama nya.
__ADS_1
"Rens kangen di antar kakak..." Jawab Renesme,membuat Daniel langsung tersenyum sambil mengelus rambut panjang adik nya.
"Iya...besok kakak anterin"
"Kak Rania boleh iku gak...?" tanya Rania yang sedari tadi mendengar percakapan kakak beradik itu.
"Boleh dong,Kak Rani kan Kakak Rens juga" ucap Renesme yang langsung duduk di pangkuan Livia.
"Sayang deh saya adik cantik kakak ini" ucap Rania sambil mencium pucuk kepala Renesme.
Saat sedang asik bercanda gurau,tiba-tiba Zio berdiri lalu pergi meninggalkan mereka semua tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Kenapa tu anak...?" tanya Dimas yang melihat Zio langsung pergi begitu saja dengan raut muka datar.
"Paling juga ada urusan dia" jawab Aril.
"Cal...tumben Dian gak ke sini...?" tanya Thalita.
"Kata nya sih Dian lagi nganterin Bunda nya ke Bandung,ada urusan" jawab Calista yang tadi memang sempat menelfon Dian.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Di tempat lain Zio yang tadi pergi begitu saja telah sampai di sebuah taman.Zio berjalan memasuki taman untuk mencari seseorang yang tadi sempat mengirim chat pada nya.Setelah berkeliling akhir nya Zio menemukan orang tersebut.
"Kakak...." jawab orang tersebut tersenyum.
"Gak usah basa basi Yan,ada apa,aku lagi sibuk" jawab Zio.Ya dialah Dian pacar Zio yang memang sedari tadi mengirim chat untuk diri nya.
"Aku cuma pingin ketemu kamu saja,aku kangen sama kamu" jawab Dian.
"Sudah itu saja...." jawab Zio dengan datar.
"Aku juga mau kejelasan dari hubungan kita Zi,dari kemarin kamu marah sama aku dan gak mau ngomong sama aku,aku capek Zi kamu gini'in" Ucap Dian lirih.
"Ya kalau kamu capek sama aku lepasin saja ngapain masih bertahan" jawab Zio dengan sinis.
Deg....
Jantung Dian berdegub lebih kencang ketika Zio mengucapkan kalimat itu,kalimat yang sebelum nya tidak pernah dia ucap kan.
__ADS_1
"Baiklah Zi,kalau itu maumu,aku akan melepaskan mu" jawab Dian,membuat Zio tersenyum miring.
"Kamu yang mau melepas ku,bukan aku" jawab Zio sinis.
"Maksud mu...?" tanya Dian.Zio mendekatkan kan wajah nya tepat di depan Dian.
"Kamu kan yang mau ngelepasin aku,kamu kan yang sudah capek sama sifat ku,berarti kamu kan yang nyerah,bukan aku,karena sampai kapan pun aku gak akan melepasmu" ucap Zio dengan tegas,membuat Dian sedikit takut.
"Tapi kenapa Zi,kenapa...?" tanya Dian dengan air mata yang sudah mengalir.Zio hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Dian.
#Tolong kamu katakan kamu cinta aku Zi,kamu sayang aku Zi,dengan begitu aku akan tetap bertahan untukmu#
Tanpa menjawab Zio berlalu meninggalkan Dian yang masih menangis sendiri di taman.
"Kenap kamu tega Zi sama aku hiks...apa selama lima tahun ini aku sudah gak berarti buat kamu hiks" Dian terus menangis, mengingat perilaku Zio yang kini sudah berubah.
Sedangkan Zio dengan emosi,dia mengemudikan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata,dan tanpa di sadari ada sepeda motor yang hendak menyabrang,karena terkejut,Zio pun membanting setir nya ke arah kiri, sehingga membuat nya menabrak pohon yang kebetulan ada di situ.
"Aaaakh...." Zio terbentur setir dan lalu tak sadarkan diri.Karena jalanan yang cukup ramai,banyak pengemudi yang berdatangan untuk menolong nya dan membawa nya ke rumah sakit.
Di rumah,Farza yang mendapat kabar bahwa Zio kecelakaan pun langsung pingsan,membuat semuanya khawatir.Varo yang saat itu baru bangun tidur juga ikutan panik ketika mendengan kejadian yang menimpa Zio.
"Yank,kamu di rumah saja ya,tolong jagain Mami sama Rafa,aku ke rumah sakit dulu" ucap Varo khawatir.
"Iya..Mas tenang saja,sekarang mas kerumah sakit saja yang lain pasti sudah menunggu" ucap Moza.
"Ya sudah aku pergi dulu Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Jawab Moza,Nadin dan Thalita yang memang tidak ikut ke rumah sakit.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung .....