
"Selamat siang Pak Varo,maaf saya sedikit terlambat" ucap seorang pria paruh baya yang datang bersama gadis yang mungkin umurnya sepantaran dengan Moza.Dia menjabat tangan Varo.
"Siang Pak,tak apa,kebetulan saya juga baru sampai" jawab Varo membalas jabatan tangan pria paruh baya tersebut.
"Panggil Varo saja,karena sepertinya anda seumuran dengan papa saya." imbuhnya lagi.
"Ah baiklah nak Varo,oh ya perkenalkan ini anak saya,namanya Gladis.Dia nanti yang akan mewakili saya." ucap pria itu mengenalkan gadis di sebelahnya yang ternyata anak nya.
"Hai Varo....perkenalkan,nama saya Gladis,senang bertemu dengan mu." ucap gadis tersebut sok dekat.Sedangkan Varo menjawabnya hanya dengan mengangguk kan kepalanya tanpa tersenyum sama sekali.
#Ih..sombong sekali dia,masak gue secantik ini tidak di lirik sama sekali# batin Gladis dengan kecewa.
"Baiklah mari kita mulai meetingnya." ucap Moza dengan mulai membuka rapat.Kedua belah pihak dengan serius membahas masalah proyek yang akan mereka kerjaan bersama-sama.Namun tidak dengan Gladis yang sedari tadi sibuk memperhatikan Varo.
#sepertinya gue mulai menyukainya pada pandangan pertama# batin nya dengan tersenyum devil.
Varo yang merasa di perhatikan hanya cuek dan tidak memperdulikan nya.Moza yang melihat Gladis yang sedari tadi memperhatikan Varo,membuatnya tak suka.Moza menghembuskan nafasnya dengan kasar kala melihat mata Gladis yang tak pernah putus saat melihat pacarnya.Varo tersenyum tipis saat melirik Moza sebentar dan melihat pacarnya nampak tak menyukai Gladis.Setelah satu jam rapat pun usai,Moza mulai membereskan berkas-berkasnya
"Terima kasih nak Varo karena sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami." ucap pria paruh baya tersebut dengan tersenyum ramah.
"Sama-sama,dan semoga proyek kita ini selesai sesuai dengan apa yang kita rencanakan" jawab Varo tanpa senyuman,hanya menampilan wajah datar dan dingin nya saja.
"Em...Nak Varo,apa saya boleh bertanya...?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Ya...silahkan..." jawab Varo sambil menyandarkan punggungnya.
"Apa nak Varo sudah memiliki pasangan..?kekasih mungkin,karena yang saya tau nak Varo belum menikah." ucapnya lagi.
Varo menyunggingkan senyumnya sambil menunduk kan kepalanya sebentar lalu mendongak menatap kembali klien nya tersebut dengan wajah dingin nya.
"Mau saya punya ataupun tidak itu bukan urusan anda,saya paling tidak suka bila urusan pribadi saya di campurkan dengan urusan pekerjaan." jawab Varo setegas mungkin.Seakan Varo tau akan kemana arah pembicaraan nya jika dia menjawabnya.
"Ah...begitu ya,kalau begitu saya minta maaf karena sudah sedikit lancang." kata pria tersebut dengan sedikit malu.
"Varo bagaimana kalau nanti kita dinner,agar kita bisa menjadi lebih dekat." ucap Gladis dengan sedikit menggoda.
"Maaf saya tidak bisa,karena saya banyak pekerjaan." jawab Varo singkat.
__ADS_1
"Kalau begitu lain ka--" Ucapan Gladis langsung terpotong dengan ucapan Varo.
"Maaf saya tidak punya waktu dengan orang asing,karena waktu saya hanya untuk keluarga saya,permisi" Ucap Varo yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan kafe.
Moza yang tak siap dengan tindakan Varo menjadi gelagapan.Dia langsung menyusul Varo,Namun sebelum itu dia berpamitan dengan klientya terlebih dulu.
"Maaf kami permisi duluan,selamat siang." ucap Moza dengan sedikit menunduk kan kepalanya dan kemudian di pergi menyusul Varo.
"Pah,aku suka sama dia,aku mau dia jadi milik ku." ucap Gladis menatap dari jauh kepergian Varo.
"Jangan macam-macam gladis,dia bukan orang sembarangan." Jawab sang papa.
"Gladis gak perduli,yang pasti Gladis harus mendapatkan nya bagaimana pun caranya." ucapnya lagi kali ini dengan tersenyum devil.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
"Laper gak...?" Tanya Varo menoleh pada Moza yang duduk di sebelahnya.Saat ini Varo dan Moza sengan berada di mobil.
"Banget...." Ucap manja Moza sambil memegang perutnya.Membuat Varo langsung tersenyum gemas sambil mengacak-acak rambut pacarnya.
"Dasar....!pak ke restoran MD ya." Ucap Varo memerintahkan supir kantornya.
Lima belas menit kemudian mobil terlah sampai di depan restoran.Moza dan Varo turun dan berjalan masuk ke dalam restoran milik Almh Maya,mamanya Moza.Restoran yang kini di kelola oleh Farza dan Mira secara bergantian,karena mereka berdua juga mengurus toko kue mereka yang sudah berkbang pesat.
"Siang mbak Moza...Mas Al..." Sapa Kiki salah satu karyawan terpercaya di restoran ini.
"Siang miss Kiki." jawab Moza ramah.
"Mbak Moza sama Mas Al pasti mau makan,ye kan...." tanya Kiki dengan gaya gemulainya.
"Iya...Miss ngomong-ngomong siapa yang ada di restoran hari ini" Tanya Varo sambil merangkul pundak Kiki sambil mengedipkan sebelah matanya,membuat Kiki langsung merosot ke bawah karena lemas setiap kali di sentuh para lelaki dari keluarga besarnya.Moza yang tau kebiasaan Kiki hanya bisa tersenyum sambil menahan tawanya.
"Miss kok malah jatuh sih..." ucap Varo membantu Kiki berdiri dan merangkul kembali pundak Kiki.
"Mas Al jangan rangkul-rangkul eyke dong,kalau eyke khilaf gimana nih." Kiki berbicara sambil merangkulkan satu tangan nya di leher Varo,dan satunya lagi merapa pipi Varo dengan jari lentiknya.Membuat Varo langsung bergidik ngeri.Varo yang berniat menggoda Kiki kini malah dia yang takut kepadanya.
Dengan cepat kilat Varo meninggalkan Kiki dan Moza yang tengah tertawa terpingkal-pingkal melihat Varo.Gimana tidak tertawa bila mana yang menggoda Varo adalah seorang laki-laki gemulai yang berwajah cantik karena make up dan berambut panjang berwarna pirang.
__ADS_1
"Mami..." panggil Varo mendekati maminya yang sibuk dengan laptopnya dengan ngos-ngosan.Farza memicingkan matanya kala melihat Varo yang tengah menarik napasnya.
"Kamu kenapa ngos-ngosan gitu sih" tanya Farza.
"Mami nemu Kiki di mana sih..?" Bukan nya menjawab pertanyaan Maminya,Varo malah balik bertanya.
"Kenapa emangnya...? kamu godain Kiki lagi"
"Bukan Miss Kiki nya Mi,tapi Mas Varonya tuh yang godain dia,eh di goda balik dia malah kabur" ucap Moza yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di sofa di sebelah Varo.Farza hanya tersenyum menanggapi ucapan kedua anak nya tersebut.
"Ya abisnya dia lucu yank,cowok tapi modelan nya kayak gitu,di goda dikit langsung meleleh" ucap Varo sambil meletak kan kepalanya di pangkuan Moza.
"Mas..malu,ada Mami" ucap Moza menundukkan kepalanya menatap Varo.
"Memang kenapa..? mami gak lihat" jawab Varo santai.
"Maaasss....." rengek Moza dengan cemberut,membuat Varo gemas dan langsung mencubit hidung mancung Moza.Varo bangkit bersamaan dengan datangnya makan siang mereka.
"Mi...makan dulu yuk" Panggil Moza menoleh pada Farza yang masih serius menatap layar ponselnya.
"Kalian makan saja,mami sudah makan tadi"
Varo dan Moza pun akhirnya menyantap makanan nya yang sudah tertata rapi di atas meja.
"Mami......" teriak seseorang.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Selamat membaca...🤗🤗🤗