
"Nah,sekarang Rafa duduk sini ya..." ucap Zio dengan menduduk kan Rafa di tengah-tengah antara saudaranya yang lain.
"Anyak ate-ate ya Om Zo" ucap Rafa sambil menatap satu persatu yang ada di hadapan nya.
"Nah sekarang coba Rafa tunjuk,tante yang paling cantik siapa...?" ucap Zio menyuruh Rafa.
"Atena cantik cemuna Om Zo,Afa inun" ucap Rafa sambil menggaruk kepala dengan tangan mungil nya,membuat semua nya tertawa gemas.
"Ya Rafa pilih satu saja yang menurut Rafa paling cantik"
"Emm....capa ya.." Rafa berfikir sejenak.
"Ah ate itu yan cantik" jawab Rafa menunjuk Nadin.
"Aaaa....terima kasih sayang,Rafa memang top deh" jawab Nadin lalu mencium pipi gembul Rafa.
"Ya...kenapa Tante Nadin sih Rafa,harusnya Tante Zahra dong" ucap Zara pura-pura cemberut.
"Ate Ala tu cewet,bukan cantik" ucap Rafa yang langsung membuat gelak tawa dari semuanya.
"Dasar ya kamu ya bilang tante cerewet" jawab Zahra yang juga mencium gemas pipi Rafa sambil menggelitiki nya.
"Ahahaha....apun ate...geli ...ate..." ucap Rafa yang terus tertawa karena di gelitiki oleh Zahra.
"Bilang tante cantik dulu baru nanti tante lepasin"
"Iya...iya... ate Ala yan cantik api cewet" jawab Rafa sambil terus tertawa.
"Yank...." panggil Dika yang membuat Zahra langsung menghentikan kegiatan nya.
"Rafa,sekarang yang paling ganteng siapa...?" kali ini giliran Aril yang bertanya.
"Ya Afa don Om,Afa yan alin ganten" jawab Rafa sambil melipat tangan nya di dada dengan pede nya.
"Ampun deh ini anak,nansis abis,kayak bapak nya" ucap Calista sambil menepuk kening nya.
"Rafa main sama Kakak Rens yuk" ajak Renesme.
"Oteh..." jawab Rafa yang kemudian berdiri dan menghampiri Renesme dengan hati-hati.Meninggalkan para orang dewasa yang masih berada di situ.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
"Siang semuanya..." Ucap Reno yang baru datang.
"Reno.....sini duduk" ucap Farza yang langsung menyuruh nya duduk di samping nya.Farza memang sudah menganggap Reno seperti anak nya sendiri.
__ADS_1
"Sudah makan Ren..?" tanya Arjuna.
"Sudah kok Om,tadi mampir dulu di warung makan" jawab Reno.
"Gimana Ren,ada informasi apa...?" tanya Varo langsung pada inti nya.
"Jadi gini Al,tadi gue ke kantor buat ngecek cctv kejadian kemarin,dan gue juga sudah mendapatkan informasi tentang orang yang sudah tega membuang Rafa" ucap Reno terjeda.
"Dan ternyata yang membuang Rafa di depan kantor kita itu mama nya sendiri...Dinda...." imbuh nya yang sukses membuat semuanya terkejut termasuk Varo.Bagaimana bisa orang di masa lalu nya kembali lagi dengan membawa bocah kecil yang di buang di depan kantor nya.
"Dinda...." ucap Farza "Tapi bagaimana bisa,bukan nya Dinda ada di Paris" tambah nya lagi.
"Iya Tante,dan sebenarnya dia kembali karena dia akan menikah,tapi sayang nya calon suami nya tidak bisa menerima Rafa yang belum di ketahui sebenarnya dia anak siapa" jawab Reno.
"Jadi maksud kamu Rafa bukan anak calon suami nya gitu" tebak Varo.
"Ya kurang lebih seperti itu,dan tadi anak buah ku juga menyampaikan kalau pagi tadi Dinda sudah kembali lagi ke Paris untuk melangsungkan pernikahan dengan calon suami nya.
Penjelasan Reno sukses membuat Varo menjadi emosi.Varo benar-benar tidak habis fikir dengan jalan pikiran mantan kekasih nya yang dengan tega membuang darah daging nya sendiri.
"Berarti Rafa anak nya Dinda dong " Ucap Moza sambil menatap jauh Rafa yang tengah asik bermain dengan Renesme.
"Suatu saat Dinda akan kembali merebut nya" tambah nya lagi membuat Varo langsung menatap Moza.
"Sudah gue urus kok Al,mungkin besok semuanya sudah beres dan Rafa akan sepenuh nya jadi anak elo" jawab Reno.
"Gue gak akan biarin siapapun merebut nya dari gue,sekalipun itu orang yang sudah melahirkan nya" .
"Lalu rencana pernikahan kalian bagaimana...?" tanya Farza.
"Lebih baik pernikahan nya diadakan tertutup saja" ucap Reno yang membuat David tidak setuju.
"Kenap harus tertutup,Om gak setuju" ucap David.
"Bukan gitu Om,hanya akad nya saja yang tertutup, nanti resepsi nya kita bisa adakan besar-besaran.Kalau akad nya kita adain secara meriah orang akan tau kalau Rafa bukan anak dari Al,dan itu bisa jadi bentuk informasi buat Dinda, kalau suatu saat Dinda mencari Rafa" ucap Reno menjelaskan rencana nya.
"Kita akan adakan akad secara sederhana dan di hadiri keluarga kita saja,nanti aku akan membuat surat nikah palsu sesuai dengan umur Rafa sekarang dan itu akan membuat orang percaya kalau Rafa adalah anak dari Varo dan Moza" tambah nya lagi.
"Bener juga ide kamu Ren" ucap Doni yang memuji rencana Reno.
"Tapi kan tetap gak merubah kenyataan,kalau Dinda adalah mama nya Rafa" ucap Moza.
"Ya seenggak nya untuk saat ini cuma itu yang bisa kita lakuin yank, Rafa masih terlalu kecil yank kalau harus mengerti semuanya" jawab Varo mencoba memberi pengertian pada Moza.
"Bener tu Moz,kita juga gak bisa selama nya merahasiakan kebenaran ini,suatu saat Rafa juga harus mengetahui nya dan suatu saat kalian juga harus siap menerima apa keputusan Rafa" jawab Reno.
__ADS_1
"Baiklah, bagaimana kalau kita percepat pernikahan nya" ucap Dino dan semuanya pun menyetujuinya.
"Tapi minggu depan Varo harus ke Amerika Pih,Om Willy pasti sudah menyiapkan semua nya buat Varo"
"Ya kalau begitu kalian nikah nya minggu ini saja" jawab Dave enteng.
"Setuju,jadi kamu bisa ke Amerika sama Moza sekalian bulan madu" jawab Farza sambil tersenyum bahagia karena sebentar lagi anak sulung nya akan menikah.
"Kalian tenang saja Mama dan Mama Audy akan menyiapkan semua nya" jawab Mira dengan semangat.
"Gimana Moz,mau gak elo nikah sama Pak Bos" ucap Reno menggoda Moza dengan menaik turunkan alis nya,membuat Moza menjadi malu.
"Malu dia Ren" ucap Varo yang juga menggoda Moza.
"Mas Varo apaan sih" jawab Moza dengan memukul paha Varo,membuat Varo terkekeh.
"Papa...." panggil Rafa yang sedang berjalan mendekati nya dengan di tuntun oleh Renesme.
"Apa sayang.." jawab Varo menatap Rafa.
"Antuk..." Rafa mulai mengucek mata nya karena sudah mengantuk.
"Sini sama Mama sayang" ucap Moza yang langsung meraih tubuh batita berumur tiga tahun tersebut agar duduk di pangkuan nya.
"Rafa mau susu" tanya Moza dan Rafa mengangguk.
"Baiklan Mama buatin dulu ya,Rafa sama Papa dulu ya" ucap Moza yang hendak menyerahkan Rafa pada Varo namun di cegah oleh nya.
"Aku saja yang buatin susu buat Rafa,kamu bawa dia ke kamar saja,kasihan kalau dia tidur di sini" ucap Varo yang kemudian berdiri dan mengajak Moza pergi ke kamar nya.
"Semua,kami tinggal dulu ya" ucap Varo berpamitan dan diangguki oleh semua keluarga nya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1