Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 32 (Endy Calista)


__ADS_3

Saat di luar sedang ramai,di kamar Farza sedang mencoba berbicara dengan Calista.


"Sayang...kenapa di sini,bukan nya makan di luar." ucap Farza yang duduk di samping anak nya yang sedang asik dengan ponselnya.Calista duduk di sofar yang berada di kamar.


"Lista lagi malas mi." jawab nya tanpa melihat Farza.


"Masalahnya belum selesai memangnya...?"


"Gak tau mih,yang penting Calista sudah minta maaf sama kak Endy."


"Ya sudah,yang sabar ya.Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya,jadi jangan menyerah ya." jawab Farza memberi sedikit nasehat untuk anak nya.


"Mami dulu sama papi pernah marahan gak...?" tanya Calista kali ini menoleh pada Farza.


"Ya pernah dong sayang." jawab Farza.


"Terus siapa mih yang minta maaf duluan..?" tanya Calista.


"Banyakan papi sih,karena kan papi yang banyak salahnya hehe..." jawab Farza sambil terkekeh.


"Terus mami maafin..?"


"Ya iya dong sayang,kan mami dayang sama papi."


"Mami pernah gak bikin salah sama papi...?"


"Pernah.Kesalahan yang selalu mamai ingat sampai sekarang." jawab Farza sambil mengingat kesalahan nya dahulu saat dia sempat tidak menerima pernikahan dan juga tidak menerima kehamilan nya dulu.


"Apa mih...?" tanya Calista penasaran.


"Kamu tanya aja sama papi." jawab Farza mengalihkan permbicaraan nya,karena dia tidak mungkin menceritakan kesalahan terbesarnya dulu.Yang membuat anak pertamanya harus berpisah dengan Arjuna.


"Ya...mami.Jawab napa mih,kalau nanya papi pasti di alihin juga." ucap Calista yang memang setiap kali menanyakan kisah masa lalu kedua orang tuanya pasti selalu teralihkan dengan kisah yang lain.


"Ya kalau begitu jangan tanya." jawab Farza sambil tersenyum.


"Ish...mami gak asik ah." jawab nya kali ini dengan memnyunkan bibir nya.Dan bersamaan dengan itu Endy masuk dengan membawa makan dan juga minum.

__ADS_1


"Sudah jangan cemberut gitu,nanti cantik nya hilang lagi.Mami keluar dulu ya kamu bicara dulu sama Endy." jawab Farza yang kemudian berdiri dan meninggalkan kamar.


"Mami tinggal dulu ya End..." ucap Farza.


"Iya mih..." jawab Endy.Setelah Farza keluar kini berganti Endy yang mendekari Calista dan duduk di sampingnya.


"Makan dulu..." ucap Endy.


"Aku gak laper.Kakak makan aja dulu." jawab Calista tanpa melihat Endy.


"Mau di suapin gak...?" tanya Endy..


"Enggak udah.Kan aku sudah bilang aku gak laper.Kenapa ngotot benget sih." jawab Calista dengan sedikit kesal.Seakan tuli,Endy menyendok makanan dan mulai mengarahkan nya ke mulut Calista.


"Kan aku sudah bil...."


"Mau di suapin pakai sendok apa pakai mulut." ucap Endy santai namun bisa membuat Calista bertambah kesal namun tetap menurut.


"Ish...curang banget." jawab nya yang kemudian menerima suapan Endy sampai makanan nya habis.


"Katanya gak laper,tapi nih habis gak sisa." ucap Endy sedikir mencibir Calista dengan bercanda.


"Terpaksa itu biasanya 2-4 suap saja.Lah ini samapi habis." jawab nya sambil tersenyum menatap Calsita yang sedang kesal.


"Tau ah,bodo amat.Lagi ngapain kaka ke sini." tanya Calista.


"Ya mau ketemu pacar kakak lah." jawab Endy santai.


"Ck.!!! kalau mau ketemu cuma untuk marah-marah mending gak usah ke sini,pulang aja sono." jawab nya dengan kesal.Endy yang gemas dengan ekspresi kesal Calista menarik pelan Calista sehingga dia jatuh di pelukan Endy.


"Maafin kakak ya karena sudah marah-marah sama kamu.Tadi kakak terbawa suasana." ucap nya sambil memciumi pucuk rambut Calista.


"Hiks...kakak jahat hiks." jawab Calista yang ternyata sudah menangis.


"Loh kok malah nangis...?" tanya Endy setelah melepas pelukan nya dan menghapus air mata Calista.


"Tadi kakak bentak aku hiks..." jawab nya sambil menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Iya...iya...maafin kakak ya.sudah dong jangan nangis,nanti jelek." jawab nya dengan terus menghapus air mata kekasih nya yang terus mengalir turun ke pipi.


"Janji kakak gak boleh marah lagi." ucap Calista sambil menunjuk jari kelingkingnya.


"Iya..." balas Endy yang juga menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Calista.Setelah itu Endy kembali memeluk Calista dan mencium bibir Calista.Hanya kecupan biasa namun sedikit lama.


"Ekhem...." ucap seseorang di ambang pintu sambil bersendekap dada.


"Sudah baikan ni ye..." jawab Davina yang datang dari belakang Zio dan langsung masuk ke kamar.


"Loe apain adek gue End,sampai nangis kejer gini." tanya Zio yang melihat mata Calista sedikit merah.


"Gue gigir bibirnya." jawab Endy sehingga membuat Calista mendelik.


"Mana ada,gak tuh." jawab Calista jujur.


"Owh mau di gigit...sini..sini kita lanjutin." jawab Endy pura-pura mendekat ke arah Calista namun sudah di hadang oleh tangan Zio yang di lipat ke dalam membentuk bogeman.


"Jangan macam-macam loe ya sama adik gue.Sudah berapa kali tuh bibir nempel..?"


"Banyak lah Zi,emang kenapa sih,orang elo aja sama Dian juga udah sering nempel menempel tuh bibir." jawab Endy membalas ucapan Zio.


"Hadeh...ini pada ngomongin apa sih gak jelas banget." ucap Davina sambil memutar bola matanya malas,karena melihat perdebatan para saudaranya.


"Pulang yuk,ngantuk gue.Mana entar sore mau jemput Thalita di bandara." ucap Aril.


"Ya sudah hayuk lah,gue juga ngantuk." jawab Davina.Akhirnya setelah selesai drama antara Calista dan Endy,mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Dika sudah pulang terlebih dahulu karena Zahra yang ingin di jemput.Akhirnya kali ini Davina di antar oleh Aril.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2