Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 23


__ADS_3

Sore harinya Calista sudah bersiap untuk pergi menjenguk Dian bersama Endy dan Aril.


"Kak Thalita mana,kak...?" tanya Calista saat melihat Aril hanya bersama Endy.


"Dia masih di butik,katanya nanti sekalian sama kak Rania dan juga kak Daniel." jawab Aril.


"Oh...ya sudah berangkat yuk." ajak Calista.


"Zio,gak ikut yank...?" tanya Endy.


"Enggak.Paling masih istirahat." jawab Calista.


"Istirahat...." ucap Aril dengan sedikit bingung.


"Tadi kak Zio pingsan karena habis donorin darahnya ke Dian."


"Donor darah...? apa separah itu jatuhnya Dian...?"


"Iya.Ini ituh semua gara-gara kak Zio tau gak.Coba aja kak Zio gak cuek sama Dian,pasti kan gak gini jadinya." ucap Calista dengan kesal


"Jangan nyalahin Zio gitu.Kalau aku di posisi Zio pasti juga bakal sakit hari yank." ucap Endy.


"Ya tapi kan itu sudah masa lalu yank,kenapa juga masih di ingat."


"Zio gak akan mudah melupakan masa lalu yank.Tapi satu yang kamu tau,dia juga tidak akan melepas Dian sampai kapan pun.Karena dia sayang sama Dian.Mungkin dulu Zio kurang tegas sama Dian,dia membebaskannya untuk berteman dengan siapa saja.Tapi sekarang,kamu lihat sendiri kan.Apa ada cowok yang deketin Dian setelah insiden dulu." ucap Endy.


"Gak ada sih..."


"Nah itu tau.Karena sekarang Zio benar-benar menjaga orang yang dia sayangi,tapi dengan caranya sendiri.Dan kalaupun Zio sudah gak suka sama Dian,gak mungkin Zio bertahan meski sudah di selingkuhi.Banyak kali cewek yang ngantri buat jadi pacarnya Claudzio."


"Bener banget tuh.Meski banyak,tapi cuma Dian yang bisa tahan sama sikap dingin nya Zio.Dah ah ngapa jadi ngomongin Zio sih,kapan berangkatnya nih." ucap Aril yang kemudian berdiri dari duduknya.


"Ya sudah yuk,pamit mami dulu." ucap Endy yang lalu mengajak Calista dan Aril berpamitan dulu dengan Farza.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Di rumah sakit,Dian pun juga sudah sadar.Saat ini dia masih di periksa oleh Dino.Karena David harus melakukan operasi.


"Apa ada keluhan sayang....?" tanya Dino sambil memeriksan Dian.


"Cuma pusing sedikit om.Apa Dian boleh bangun om...? Dian capek tiduran terus." ucap Dian sambil menatap Dino yang malah tersenyum.


"Ayo,sini om bantu buat bangun." jawab Dino yang langsung membantu Dian untuk duduk bersandar.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka.Naina dan Audy masuk ke dalam untuk melihat keadaan Dian.

__ADS_1


"Tara...." sapa Naina pada bunda Dian.


"Nai...." ucap bunda tara mendekati Naina dan juga Audy.


"Gimana keadaan Dian...?" tanya nya kemudian mendekati brankar Dian.


"Pa.Gimana keadaan Dian...?" tanya Audy pada suaminya.


"Sudah sedikit membaik kok.Syukur tadi Zio masih ada di sini, jadi dia bisa mendonorkan darahnya untuk Dian." jawab Dino yang langsung membuat Dian sedikit terkejut.


"Donor darah....?" ucap Dian.


"Iya.Tadi kamu kehilangan banyak darah dan darah kalian kan sama,jadi tadi Zio donorin darahnya buat kamu,karena stok darah di rumah sakit lagi kosong." kata Dino menjelaskan.


// Satu yang membuatku sulit untuk melepasmu Zi.Karena kamu yang bagitu menyayangiku meski aku sudah pernah melukaimu.//


"Makasih ya.Sekali lagi keluarga kalian membantu keluargaku lagi." ucap Tara sambil memegang tangan Audy.Dia bersyukur karena bisa mengenal mereka semua.Tara adalah desainer baju langganan Audy,Naina dan Farza.Dan dia juga yang mengajari Rania dan Thalita sehingga mereka berdua juga bisa menjadi desainar.


"Kamu ini ngomong apa sih Ra.Kita itu saudara,jadi sudah sepantasnya kita saling tolong menolong.Dan lagi, kan sebentar lagi kamu juga bakal jadi bagian dari keluarga kita." jawab Audy sambil menaikkan alisnya.Membuat Tara menjadi salah tingkah.


"Apaan sih Dy." jawab Tara malu.


Saat para orang tua sedang mengobrol,tiba-tiba pintu ruangan terbuka.


"Assalamualaikum...." ucap Calista sambil membuka pintu ruangan.


"Calista...." ucap Dian.


"Yan.Elo gak papa kan...? apanya yang sakit...? elo udah makan belum .Elo kok udah duduk aja sih,harusnya elo tiduran dong Yan." rentetan pertanyaan di ajukan oleh Calista.Membuat semua yang ada di ruangan hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.


"Satu-satu dong nanya'nya." ucap Naina sambil tersenyum.


"Eh...ada mama hehe..." jawab Calista nyengir.


"Thalita mana...? kok gak ikut...?" tanya Audy.


"Kakak masih di butik ma,katanya nanti sekalian sama kak Rani." jawab Calista.


"Ya sudah,kami tinggal dulu ya." ucap Dino.


"Sekali lagi makasih ya Din,sudah merawat Dian."


"Iya sama-sama.Ya sudah kami pamit dulu ya masih banyak pasien yang harus di tangani." ucap Dino yang kemudian berjalan keluar ruangan.Di ikuti Naina dan juga Audy.


"Calista,Aril,Endy.Bunda titip Dian dulu ya.Mau pulang sebentar,buat ambil baju Dian,sekalian sama ambil makanan.Kalian gak papa kan kalau bunda tinggal." ucap Tara


"Iya gak papa,bund.Dian aman sama kita." jawab Calista sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah.Bunda tinggal sebentar ya.Sayang,bunda pulang sebentar ya."


"Iya.Bunda hati-hati ya." jawab Dian.


"Iya.Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Tara pun keluar meninggalkan ruangan.Dan saat berjalan di koridor rumah sakit tak sengaja dia berpapasan dengan Dave yang kebetulan sedang berada di rumah sakit.


"Tara...." sapa Dave saat melihat Tara sedang berjalan sendirian.


"Dave..." jawab Tara.


"Mau ke mana....?" tanya Dave.


"Mau pulang.Ambil baju buat Dian." jawab Tara.


"Aku anterin ya." pinta Dave.


"Gak perlu Dave.Aku bisa naik taxi kok." jawab Tara tak enak hati.


"Gak papa,lagian aku lagi gak ada kerjaan."


"Ga usah Dave." tolak Tara lagi.


"Kenapa sih....? kenapa kamu selalu saja menghindariku." Ucap Dave kini dengan menatap serius Tara.


"Bukan begitu Dave.Aku hanya takut ada yang melihat kita,nanti mereka jadi salah faham."


"Salah faham...?! emang kenapa...? toh kita sama-sama sendiri,Ra. Jadi gak masalah kan." kata Dave


"Maaf Dave.Tapi aku gak mau karena masalah ini,kamu jadi bertengkar lagi sama anak kamu." ucap Tara sambil menundukkan kepalanya.Sedangkan Dave hanya bisa menghela nafas kasarnya setiap kali mambahas hubungan mereka berdua.Sebenarnya Dave dan Tara mampunyai hubungan khusus,tapi karena tentangan dari Livia yang tidak setuju jika Dave menikah lagi,membuat mereka berdua harus merahasiakan hubungan mereka.


"Sudah jangan di bahas lagi.Sekarang ayuk aku antar kamu pulang.Atau kamu pilih aku cium di sini." ucap Dave sambil mengedikan sebelah matanya,membuat Tara langsung mendelik.


"Apaan sih." jawabnya sambil menepuk lengan Dave.


"Makanya ayuk sayang kita pulang ya." ucap Dave lagi dengan lembut.Mau gak mau akhirnya Tara pun menyetujui ajakan Dave,dari pada dia harus berdebat dengan pemilik rumah sakit yang tidak mau kalah.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2