
"Mommy......hiks..hiks..hiks.." Zahra terus menangis di pusara orang yang selama ini telah melahirkan dan merawat nya.
"Kacil sudah ya,jangan menangis lagi,kasihan Mommy" ucap Varo sambil terus berada di sisi Zahra.Pagi tadi Ratu memang sudah di makamkan,namun tanpa kehadiran sang suami,karena sampai saat ini Mirza masih belum juga sadar dari kritis nya.Dan saat ini hanya tinggal Varo,Farza,Dika,Dimas dan Davina yang masih berada di makam karena semuanya telah kembali lagi ke rumah sakit.Moza dan Nadin memlih di rumah untuk menjaga Rafa.
"Hiks...hiks...hiks...Mommy..." Zahra terus menangis tanpa henti nya sambil memeluk nisan yang bertuliskan nama Ratu.
"Zahra...?" panggil Farza kali ini mulai mendekati nya.Dia terus mengelus punggung keponakan nya yang saat ini benar-benar sedih.
"Sayang, ikhlas kan kepergian Mommy,kalau kamu menangis terus kasihan Mommy,dia juga akan merasa sedih di sana" ucap Farza sambil terus mengelus punggung Zahra yang juga masih terus menangis.
"Hiks...aku gak hiks...punya Mommy....anty...hiks.." ucap Zahra terbata.
"Kamu punya Mommy sayang,kamu punya kita semua,kamu masih punya Daddy yang masih membutuhkan kamu sayang,kalau kamu nangis terus bagaimana kamu akan menghadapi Daddy sayang,saat ini Daddy pasti sudah menunggu kita " ucapan Farza langsung menghentikan tangisan Zahra.Dia menoleh ke belakang,menatap Farza yang sedang tersenyum.
"Kita pulang ya" ajak nya sekali lagi dan akhirnya Zahra pun mengangguk.
"Pamit dulu sama Mommy" pintanya sekali lagi.
"Mom-my, Zah-ra pu-lang du-lu ya nan-ti ke-sini la-gi" ucap Zahra terbata karena masih sesenggukan.
Pada akhirnya mereka semua kembali lagi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Mirza,karena barusan Varo mendapat telfon dari Arjuna bahwa Mirza sudah melewati masa kritis nya.
Setelah sampai di rumah sakit, semuanya langsung menuju ruangan di mana Mirza di pindahkan.Tanpa mengucapkan salam Zahra langsung membuka pintu ruangan dan di lihat nya Daddy nya yang sudah membuka matanya.
"Daddy...." ucap Dimas dan Zahra bersamaan.Mereka berdua langsung mendekati Mirza yang masih terbaring lemas di brankar.
"Anak Daddy...." ucap Mirza pelan,namun masih bisa di dengar mereka berdua.Zahra memeluk pelan tubuh Daddy nya agar tidak merasakan sakit.
"Daddy cepet sembuh ya" ucap Zahra sedangkan Mirza hanya tersenyum.Mirza menoleh dan menatap Arjuna lalau mengangguk kan kepalanya.
"Zahra,Dimas,Abang,ada yang mau Papi sampaikan" ucap Arjuna kali ini dengan nada serius.Mendengar panggilan Arjuna Zahra langsung mendongak kan kepalanya.Zahra memilih duduk di sebelah Daddy nya sambil memegang tangan nya.
"Tadi Daddy menyampaikan sesuatu pada Papi,Dia ingin kalian menikah segera di sini" ucapan Arjuna langsung membuat Zahra dan Dimas saling bertatap begitu juga dengan Dika dan Davina.
"Menikah...?" tanya Zahra.Zahra beralih menatap Daddy nya yang sedang tersenyum dengan mengedipkan matanya tanda setuju.
"Daddy ingin kalian berdua bahagia" ucap Mirza sekali lagi dengan pelan dan hanya bisa di dengar Zahra yang memang jaraknya dekat dengan Mirza.Zahra bingung harus menjawab apa karena dia juga tidak bisa memutuskan karena posisi Dika yang masih sekolah.Sama halnya juga dengan Dimas yang juga diam tanpa jawaban.
"Bagaimana...? apa kalian setuju...?" tanya Arjuna menatap Zahra dan Dimas secara bergantian.
__ADS_1
"Zahra gak tau uncle harus jawab apa " Ucap Zahra menatap Arjuna sejenak lalu beralih menatap Dika.
"Dadd...." panggil Dika.David menatap anak laki-laki nya yang seakan meminta jawaban.Dengan tersenyum David mengangguk kan kepalanya.Membuat Dika langsung mendekatinya dan memeluk nya.
"Terima kasih Dadd....." ucap Dika.
"Ingat,kamu masih sekolah,masa depan mu masih panjang,jangan pernah sekalipun menyakiti mantu Daddy" Nasehat David pada anak bontotnya yang sebentar lagi akan melangsungkan akad nikah bersamaan dengan Varo dan juga Moza.
"Dika akan ingat semua nasehat Daddy,terima kasih karena sudah menyetujui nya" jawab Dika sambil tersenyum.Sedangkan Dimas masih diam di tempat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Dia bingung harus menjawab apa.
"Dimas.....?" kali ini Dino memanggil diri nya.
"Ya Dad....?" jawab Dimas mendongak menatap Dino.
"Apa kamu juga gak mau melamar anak Om..?" tanya Dino.Sebenarnya Dino juga berat untuk melepas anak nya yang masih sekolah.Namun mengingat keadaan Mirza yang masih belum stabil Dino harus mengalah.Sebelum nya Dino juga sudah membicarakannya dengan keluarganya.
Dimas menatap Dino tak percaya,dia berfikir Dino tidak akan setuju jika Davina menikah dengan nya, karena status Davina yang masih sekolah.Namun fikiran nya ternyata salah.Justru Dino menanyakan kejelasan nya.
"Apa boleh Dimas menikah dengan Davina,Om...?" tanya Dimas menatap Dino.
"Om menyetujui pernikahan ini,tapi Om hanya ingin mengingatkan kamu,kalau Davina masih sekolah,dan masih dua tahun lagi untuk dia menyelesaikan pendidikan nya.Om hanya meminta agar kamu bisa menjaga nya terlebih dulu sampai dia lulus sekolah.Kamu tau kan maksud Om" ucap Dino yang langsung di mengerti oleh Dimas.
"Ada apa Bang...apa ada yang sakit....?" tanya David dan hanya di jawab senyuman oleh Mirza.
"Terima kasih telah merestui mereka,aku menitipkan anak ku pada kalian,tolong jaga mereka" ucap nya dengan tersenyum bahagia.
"Abang harus sembuh,besok kita adakan pernikahan mereka di sini ya" ucap Dino menatap sedih orang yang akan menjadi besan nya.Mirza mengedikan matanya sambil terseyum tanda dia menyetujui.
"Arjuna..." panggil Mirza kali ini kepada Arjuna.David menoleh pada Arjuna dan mengaggukan kepalanya.Arjuna,Andra ,Farza dan Gisel pun mulain mendekati Mirza.
"Kakak...." panggil Farza mendekati kakak nya.
"Jangan bersedih,aku tidak menyukai itu" ucap Mirza.Farza pun langsung menghapus air matanya dan tersenyum.
"Tolong jaga mereka berdua untuk ku,jaga Mama dan Papa juga"
"Kita akan menjaga mereka bersama-sama Mir,kamu harus sembuh,kamu harus menikah kan anak-anak kamu" ucap Andra sambil memegang tangan Mirza.
"Ndra...tolong kamu nikahkan anak-anak ku,karena aku tidak bisa menikahkan mereka" ucap Mirza.
__ADS_1
"Tidak,aku tidak mau,kamu sendiri yang harus menikahkan mereka" mendapat penolakan dari Andra membuat Mirza sedih.Dia langsung meneteskan air mata nya.Membuat semuanya menjadi sedih.
"Mereka berbicara apa ya" tanya Zahra yang kini sedang duduk menjauh dari mereka.
"Mereka hanya memberi kekuatan buat Daddy agar besok bisa menikahkan anak cantik nya" ucap Dika mencoba menghibur Zahra agar tidak sedih.
"Apaan sih..." ucap Zahra dengan tersenyum malu.Dika tersenyum lega, akhirnya Zahra bisa melupakan kesedihan nya sejenak.
back to Mirza
Mirza menggerak kan kedua tangan nya.Dengan perlahan dia mencoba menangkupkan ke dua tangan nya seperti memohon.Andra yang tak tega melihat sahabatnya memohon dalam keadaan seperti itu langsung ikut meneteskan air matanya.
"Sudah jangan memohon lagi,aku akan menikahkan Zahra" jawab Andra akhirnya membuat Mirza tersenyum.Gisel yang berada di samping suaminya hanya bisa menangis di belakang punggung Andra.
"Terima kasih.." ucap Mirza "Tolong panggilkan semuanya" ucap Mirza sekali lagi.Setelah di panggil, semuanya pun akhirnya berkumpul mengelilingi Mirza.Mirza menatap satu persatu keluarga nya dengan tersenyum bahagia.
"Moza di mana...?" tanya Mirza menatap Varo.
"Moza di rumah Dad sama Rafa dan juga Nadin" jawab Varo.Dan sekali lagi Mirza hanya menjawab dengan senyuman.
"Aku ingin bertemu dengan cucu ku" ucap Mirza pelan.
"Iya...besok Varo akan membawa Rafa ke sini ya" jawab Varo.
"Terima kasih"
"Sudah,sekarang abang harus istirahat ya, besok kan Abang harus menyaksikan Zahra dan Dimas menikah" ucap David akhirnya menyuruh Mirza beristirahat.Dan Mirza pun menurut,dia pun akhirnya menutup matanya untuk beristirahat.Sedangkan semuanya kini memilih untuk pulang ke rumah untuk membersihkan dirinya masing-masing.Arjuna dan Andra juga mulai mempersiapkan pernikahan yang harus mereka pindahkan ke rumah sakit sesuai permintaan Mirza.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1