Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 29


__ADS_3

Calista membuka pintu kamar Aril.Dia melihat Endy yang sedang berbaring di kasur dengan tengkurap.


"Kak Endy." ucap Calista yang sudah duduk di bibir kasur sambil menggoyangkan punggung Endy.


"Hmmm...." jawab Endy tanpa bangun dari tidurnya.


"Bangun dong yank." ucap Calista.


"Aku ngantuk Cal." jawab Endy yang membuat Calista sedikit kaget karena Endy memanggil dengan namanya.Karena dia tahu, jika Endy sudah menyebut nama Calista berarti Endy sedang dalam mode marah.


"Maafin aku..!" ucap Calista dengan nada sedih.


"Hmmm..." Endy menjawab dengan deheman saja.Calista menghembuskan nafasnya.Kalau Endy sudah marah pasti akan sulit untuk berbicara dengannya.


Cup...


Calista menciun pipi Endy sebelum akhirnya dia meninggalkan kamar Aril dan kembali bergabung dengan yang lain nya.


"Endy nya mana dek....?" tanya Farza yang melihat Calista kembali sendirian.


"Kak Endy tidur mi." jawab Calista.


"Tidur apa ngambek mbul....?" ejek Daniel sambil terkekeh.


"Paan sih." jawab calista dengan cemberut.


"Mampus lo,Endy kalau ngambek lama loh" ucap Zio yang malah ikut mengompori.


"Zi....jangan di ledekin adeknya." ucap Arjuna.


"Cabal ya anty,nanti Afa bantu nomon cama om Endy ya." ucap Rafa sambil menepuk pelan lengan Calista.


"Aaaa....ponakan anty baik banget deh,gak kayak mereka noh." jawab Calista sambil memeluk Rafa dari samping.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


"Pagi semuanya....?" ucap Calista yang baru bergabung di meja makan.


"Pagi sayang." jawab Farza.


"Pagi princesnya papi." jawab Arjuna.


"Pagi anty Cal." jawab Rafa.


"Pagi...." jawaban sama daru Zio,Moza dan juga Varo.


"Tumben kakak belum berangkat...?" tanya Caliata pada Zio.


"Gue mau nikmatin masakan mami dulu habis itu baru berangkat." jawab Zio.


"Alah pret..." ece Calista.


Ting...



"Susah deh kalau lagi marah gini" ucap Calista dalam hati.Karena Endy sudah menunggunya di depan,akhirnya Calista tidak jadi makan dan hanya meminum susu coklatnya saja dan mengoles dua helai roti untuk di makan di jalan.


"Buru-buru banget sih dek,kayak di kejar maling aja." ucap Zio yang melihat Calista dengan cepat menghabiskan susu coklatnya.


"Iya.Kak Endy udah di depan." jawab Calista.

__ADS_1


"Tumben gak masuk..?" tanya Moza.


"Biasa kak,masih ngambek dia." jawab Zio.


"Calista duluan ya semuanya.Assalamualaikum." ucap Calista yang langsung meninggalkan ruang makan.


"Waalaikumsalam."


"Walacalam." ucap Rafa yang juga ikut menjawab salam Calista.


"Kok walacalam sih nak." ucap Moza.


"La telus apa Ma...?" tanya Rafa.


"Waalaikumsalam." ucap Moza dengan perlahan.


"Waalakumcalam..gitu ma...?" tanya Rafa.


"Gemesnya anak papa ini" Varo yang gemas dengan Rafa langsung mengangkat tubuh anaknya dan mendudukkan Rafa di pangkuannya.


"Rafa mau mamam apa sayang...?" tanya Varo.


"Udang...." jawab Rafa sambil menunjuk udang.


"Oke.Papa suapin ya."


"Oke cip." jawab Rafa sambil mengacungkan jempolnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


"Udah lama...?" tanya Calista setelah masuk mobil Endy.


"Baru sampek..!" jawab Endy cuek.Dia langsung menghidupkan mesin mobilnya dan langsung malajukan mobilnya menuju sekolah.




Calista kembali memasuk kan ponselnya ke dalam tasnya dan kali ini dia lebih memilimenatap ke liar jendela sebentar,sebelum akhirnya dia menoleh menatap Endy yang sedang fokus menyetir.


"Tumben gak bawa motor....?" tanya Calista.


"Lagi malas aja." jawab Endy tanpa menoleh pada Calista.


"Owh...." Calista manggut-manggut dan kembali menatap ke luar jendela.Setelah 15 menit,akhirnya mobil Endy memasuki area parkir sekolah berbarengan dengan mobil Zio dan juga Aril.


"Lama banget sih kalian nyampenya" ucap Dika dengan kesal.


"Heh marjuki,salah lo sendiri kenapa datangnya pagi banget." jawab Davina.


"Tau nih,biasanya juga telat." ucap Calista yang juga ikut menyaut.


"Gue juga gak tau,hari ini gue pingin cepet-cepet ke sekolah aja."


"Nyidam loe ya " ucap Zio.


"Hah...! masa iya."


"Ya kali aja,orang hamil kan hormon nya beda." jawab Zio.


"Tapi kan yang hamil si Ara peak,bukan Dika." jawab Aril sambil menyonyor kepala Zio.

__ADS_1


"Ya tapi yang buat kan mereka berdua dudul."


"Oh iya..iya..kok gue gak kepikiran kesana ya." jawab Aril sambil menggaruk pelipisnya.


"Haish...pembicaraan apa ini.Cal kita tinggalin mereka yuk." ajak Davina dan langsung menarik tangan Calista dan Dian.


"Ndy,loe masih marah sama Calista...?" tanya Dika pada Endy yang masih fokus pada ponselnya.


"Enggak,biasa aja." jawab Endy cuek.


"Tapi kok kalian berdua diem-dieman gitu." ucap Aril.


"Lagi males aja." jawabnya lagi sambil berjalan duluan meninggalkan Zio,Dika dan juga Aril.


"Kita ini keturunan siapa sih sebenarnya bro.Orang tua kita beda tapi kenapa kalau marah kita semua bisa samaan ya,kayak daddy dave lagi" ucap Aril sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya karena dari kecil kita sudah di didik sama mereka semua,ya gak salah kalau sifat kita pasti ada yang sama sama mereka,walau gak semua." jawab Dika yang kemudian ikut menyusul Endy.


"Kita langsung ke lapangan basket aja yuk." ajak Dian pada Calista dan Davina.


"Hah...kenapa harus ke lapangan basket...?" tanya Calista bingung.


"Kan hari ini kita free,Cal.Ada pertandingan basket antar sekolah." jawab Dian.


"Kok gue gak tahu."


"Gue aja baru di kasih tau Dika kok barusan,emangnya Endy gak ngasih tau lo..?"


"Boro-boro,ngomong sama gue aja seperlunya doang." jawab Calista.


"Lagian kenapa Endy bisa marah sih...? perasaan kemarin-kemarin kalian gak kenapa napa deh." tanya Dian.


"Nih,gara-gara Calista di telfon si Revan.Tau sendiri kan lo,Endy kalau sudah dengar yang namanya Revan bawaan nya pingin marah." ucap Dabina memberi jawaban.


"Tapi,bukannya mereka dulu sudah baikan ya."


"Ya meskipun udah baikan,kak Endy bakalan tetap sensitif Yan kalau sudah dengar nama Revan."


"Ya udah sih Cal,sabar aja.Paling juga gak lama kan dia marahnya."


"Ya tergantung mood nya.Kalau mood nya tambah ancur ya bakalan lama." jawab Calista.


"Bener banget tuh.Endy kalau sudah marah,gak bisa di bujuk,dan gak bisa di ajak bicara." ungkap Davina.


"Makanya lo jangan bikin moodnya tambah ancur." ucap Calista melirik Davina.


"Enak aja,gue pagi ini belum ngomong sama dia peak." jawab Davina tak terima.


"Sudah-sudah jangan ribut,ke lapangan yuk." ucap Dian mengajak Calista dan juga Davina.Akhirnya mereka bertiga pun berjalan menuju lapangan basket.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2