
Bruk....
"Zahra...." teriak Dimas dan Dika bersamaan setelah mereka melihat Zahra yang juga ikutan pingsan saat mendengar Varo berbicara.
"Moza dan yang lain,kalian di rumah ya,jagain Mami dan Zahra,Daddy dan yang lain nya yang akan pergi ke rumah sakit" Ucap David beranjak dari duduk nya dan di ikuti dengan yang lain nya.
"Calista ikut Dad.." ucap Calista dengan raut muka yang usdah panik.
"Ya sudah kamu boleh ikut,yang lain nanti boleh menyusul jika Mami dan Zahra sudah sadar ya"
"Yank,aku titip Mami dan Rafa ya" ucap Varo sambil menatap Moza.
"Iya,Mas hati-hati ya,segera kabari kami ya" jawab Moza.
"Rafa,jagain Oma sama Tante Zahra ya sayang" ucap Varo sambil mencium pucuk kepala anak nya.
"Oteh...."jawab Rafa dengan mengacungkan jempol nya.
Akhirnya semuanya pergi ke rumah sakit untuk mengetahui kejadian yang sebenar nya.Sedangkan di rumah, hanya ada para gadis kecuali Calista,dan Zio, karena keadaan nya belum memungkinkan akhirnya dia juga ikut tinggal di rumah untuk beberapa saat.
"Semoga tidak terjadi apa-apa sama mereka ya kak" ucap Davina.
"Iya,kita berdoa ya biar semua baik-baik saja" Jawab Thalita sambil mengelus lengan adik nya.
Sedangkan di rumah sakit, David dan Dino langsung masuk ke ruang IGD,bergabung langsung dengan dokter yang menangani mereka berdua.
"Ar,Mama sama Papa sudah kamu hubungi kan" Tanya Andra.
"Sudah Bang,Bunda dan Ayah juga sudah,mereka semua sedang menuju ke sini" jawab Arjuna.Dan benar saja,tak berapa lama para orang tua Arjuna dan Farza sudah sampai di rumah sakit.Mama Maya langsung memeluk Dimas sambil terus menangis.
"Kenapa ini bisa terjadi nak....? ucap Mama Maya sambil terus menangis.
"Nenek tenang ya,kita berdoa agar mereka tidak apa-apa" jawab Dimas sambil mengelus punggung Nenek nya.
"Kak, Farza mana...?" tanya Ayah Deny pada Arjuna.
"Farza tadi pingsan Yah,sekarang lagi di rumah Naina bersama para gadis.
"Opa...." Calista mendekati Opa nya dan langsung memeluk nya,karena Arjuna sudah memeluk Bunda Rose.
"Sudah jangan menangis,kita berdoa ya agar semuanya baik-baik saja"
__ADS_1
Setelah hampir satu jam semuanya pun keluar.David dan Dino keluar dengan raut wajah yang sudah sangan sedih.
"Dav gimama keadaan mereka berdua" Tanya Arjuna mendekati David.
"Benturan yang sangat keras mengakibatkan pendarahan hebat pada kepala nya,dan sekarang keadaan nya sangat kritis,kita berdoa saja agar keadaan nya berangsur membaik" jawab David masih dengan raut muka yang sulit di mengerti.Mendengar keadaan anak nya yang sangat kritis membuat Mama Maya semakin menangis.Dia tidak menyangkan kalau anak nya akan mengalami hal yang tidak di inginkan.Padahal kemarin baru saja mereka bercanda tawa melalui video call.
"Lalu Ratu gimana Dav....?" kini giliran Mira yang bertanya.
"Ratu...." ucapan David terhenti.
"Mommy kenapa Dad...? Mommy baik kan,dia selamat kan" Tanya Dimas.
"Kamu yang sabar ya,kamu harus kuat" jawab Dino menguatkan Dimas.
"Dad...ini maksud nya apa..? Dimas gak ngerti,Mommy sebenarnya kenapa..?"
"Mommy kamu sudah gak ada nak,dia sudah pergi ninggalin kita semua,Ratu meninggal saat sampai di rumah sakit" jawab Dino menjelaskan semuanya dengan sesekali meneteskan air matanya..Bagaikan di sambar petir di siang bolong.Dimas langsung merosot ke lantai saat tau Mommy nya sudah meninggalkan nya untuk selamanya.Sedangkan Mama Maya langsung di tangkap oleh suaminya saat akan ikut jatuh.
"Innalilahiwainailaihirojiun" ucap mereka semua.
"Pah...Ratu,Pah...Ratu ninggalin kita semua Pah...hiks.." Mama Maya menangis di pelukan suaminya.
"Mama harus kuat,kita masih ada Mirza.Kita gak boleh sedih,kasihan Ratu kalau kita sedih" jawab Papa Firman menenangkan Istri nya begitu juga dengan Ayah Deny yang juga ikut menenangkan istrinya.Walau Ratu bukan menantunya namun Ratu adalah istri dari keponakan mereka dan mereka sudah sangan menyayangi nya.Begitu pun dengan yang lain nya.
"Bang ..." panggil Dika sambil memegang kedua lengan Dimas,membantunya untuk berdiri.Dimas tersadar dari lamunan nya dan langsung berdiri dengan batuan Dika.
"Dik....Mommy ninggalin gue Dik,kalau Zahra nanya, gue harus jawab apa Dik...?" tanya Dimas menatap Dika dengan tatapan kosong.
"Bicara apa...?" Ucapan seseorang membuat semuanya menoleh ke arah sumber suara.Di lihat nya Zahra dan yang lain nya sudah berada di rumah sakit,begitupun juga dengan Rafa yang sedang berada di gendongan Moza dan Zio yang memilih memakai kursi roda.
"Mami....." Varo mwndekati Mami nya.
"Gimana keadaan mereka berdua bang...?" tanya Farza pada Varo.Namun Varo hanya diam tanpa bisa menjawab.
"Bang...? kok diam" ucap Farza sekali lagi.Kini giliran Arjuna yang mendekati istrinya.Memeluk erat orang yang sangat dia sayangi.
"Mas...ini kenapa...? ada apa...?" tanya Farza kali ini dengan bingung.
"Kamu yang sabar ya yank,Ratu sudah pergi ninggalin kita" Jawab Arjuna yang langsung membuat Farza kaget dan langsung menangis seketika.Untuk yang ke tiga kali nya dia harus di tinggal orang yang sangat dia sayangi.Dan kali ini dia harus kehilangan sahabat sekaligus kakak ipar nya.Begitupun juga Mira,Naina dan Audy.Mereka harus merasakan kembali di tinggalkan para sahabat nya.
"Dav ini kenapa bisa terjadi...?" tanya Mira.
__ADS_1
"Mereka mengalami kecelakaan beruntun di jalan xx,dan mobil mereka di apit oleh dua mobil truk" jawab David menjawab kronologi kecelakaan yang menimpa Mirza dan Ratu.
"Inanalilahiwainailaihirojiun" ucap Dian dan yang lain nya.Davina yang saat itu berdiri di sebelah Livia,langsung berjalan mendekati Dimas.Dia langsung memeluk lengan Dimas dari samping,membuat Dimas langsung menoleh.
"Kakak harus kuat ya,Mommy gak akan suka kalau kakak bersedih,Mommy sudah pergi dengan tenang dan senyuman yang bahagia,jadi sekarang kita harus fokus untuk kesembuhan Daddy ya" ucap Davina memberi kekuatan pada kekasih nya.
"Makasih ya sayang,kamu selalu ada buat aku" ucap Dimas sedikit agak tenang setelah Davina menasehati nya.
Tak beda jauh dari Davina,Dika juga sama memberi kekuatan kepada Zahra agar tidak bersedih.Meski tidak pingsan namun Zahra hanya bisa menangis di pelukan Dika.Saat semua sedang menenangkan pasangan masing-masing,pintu ruangan terbuka,keluarlah dua orang perawat yang sedang mendorong brankar dengan membawa pasien yang seluruh tubuh nya sudah di tutup dengan kain putih.
David menyuruh mereka untuk berhenti,karena yang berada di brankar adalah jasad Ratu yang akan segera di urus.Dengan perlahan David membuka kain putih yang menutupi wajah Ratu.Setelah di buka terlihatlah wajah Ratu yang sedang tidur dengan damai nya dengan wajah yang pucat pasi.
Zahra yang melihat itu adalah jasad Mommy ya langsung berhambur memeluk nya dengan menangis.
"Mommy....hiks...kenapa Mommy ninggalin Zahra Mi..hiks...Mommy bangun Mi...hiks...hiiiiiihuuuwaaa" Zahra terus menangis sambil memanggil Ratu.
"Kacil...."Panggil Varo pada saudara sepupu nya.Zahra menoleh dan langsung memeluk Varo seketika.
"Boy....Mommy ninggalin Ara hiks..." ucap Zahra menangis di pelukan erat tubuh Varo.Begitulah Zahra ketika bersama Varo.Dia akan berubah menjadi Zahra kecil yang selalu bermanja kepada nya.
"Kacil harus sabar ya,masih ada Daddy yang membutuhkan Kacil" ucap Varo sambil mengelus punggung Zahra.
"Hiks...hiks...Ara gak punya Mommy lagi Boy hiks..siapa yang akan ngajakin Ara ke mall" Racau Zahra.
"Kan masih ada Mami,Mama Mira,Mama Audy,Mama Naina dan yang lain nya,kacil gak sendirian,jangan bersedih ya,kasihan Mommy,dia gak akan suka jika kacil bersedih"
"Hiks...Mommy...hiks...Mommy..." Zahra terus meracau dengan memanggil nama Ratu dengan posisi masih di pelukan Varo.Hingga akhirnya suaranya menghilang dan dia jatuh pingsan di pelukan Varo.Dengan sigap Varo langsung membopong Zahra menuju ruang perawatan.Sedangkan Arjuna dan yang lain nyabergegas mengurus pemakaman Ratu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....