Love Story (Hot Daddy)

Love Story (Hot Daddy)
# 22


__ADS_3

Dengan langkah gontai dan dengan baju yang bernoda darah,Zio masuk ke dalam rumahnya.Dia berjalan sambil menundukakan kepalanya.


"Zio....." teriak Farza dari atas saat melihat baju anaknya yang sudah berlumur darah dan juga wajah yang suda pucat Zio.Dengan cepat Farza menuruni tangga dan mendekati Zio yang sudah sangat lemas.


"Zio kamu kenapa kak...? kenapa ini,baju kamu kenapa banyak darahnya...?" tanya Farza bertubi-tubi dengan panik dan khawatir.


"Zio pusing Mih,Zio masuk kamar dulu ya." ucap Zio tanpa menjawab pertayaan Farza.Namun saat hendak menaiki tangga tiba-tiba tubuh Zio oleng.Dia hampir terjatuh, tapi untungnya ada Farza yang masih di belakang Zio.


"Astagfirullah,Zio...." ucap Farza menopang tubuh anak nya yang sudah lemas.


"Adek...." teriak Farza memanggil Calista dari bawah.Tak berapa lama Calista pun keluar dari kamarnya,begitu juga dengan Moza yang juga ikut mendengar teriakan mami mertuanya.


"Ada apa Mih...Kakak....?" ucap Calista terkejut saat mendapati kakaknya yang sudah tak sadarkan diri dengan masih di papah Farza.


"Mami itu Zio kenapa...?" tanya Moza yang juga ikut terkejut.


"Sayang bantuin Mami.Bawa kakak ke kamar tamu"


"Iya mih." jawab Calista yang langsung menuruni tangga dan membantunya memapah Zio.Membawanya ke kamar tamu.


"Ma.om Zo napa..?" tanya Rafa yang berada di gendongan Moza.


"Mama gak tau sayang.Kita lihat yuk." jawab Moza.


"Oteh..." ucap Rafa mengacungkan jempolnya.


"Mi,kakak kenapa....?" tanya Calista saat sudah merebahkan tubuh Zio di kasur.


"Mami juga gak tau sayang.Kakak pulang sudah begini,kamu ke atas ya ambilin baju buat kakak.Biar mama gantiin." ucap Farza dan diangguki oleh Calista.


"Oma...." panggil Rafa.


"Iya sayang...sini nak." jawab Farza menoleh pada cucunya.Dengan di tuntun Moza,Rafa berjalan mendekati Farza.


"Oma.om napa...?" tanya Rafa dengan menatap Zio yang sedang tertidur.


"Om lagi istirahat." jawab Farza.


"Oma Afa mau naik" ucap Rafa sambil merentangkan tangan nya.Farza mengangkat tubuh Rafa dan mendudukkannya di samping Zio.Rafa mendekati Zio dan langsung mencium pipi Zio.


"Om Zo cepet tembuh ya,janan tatit agi.Afa anti ndak ada men maninnya." ucap Rafa sambil mengelus dada Zio.Farza dan Moza tersenyum saat mendengar ucapan Rafa pada Zio.


"Rafa sayang sama Om..?" tanya Farza.


"Iya.talo papa belun puyang om yan telalu menin Afa main.Afa tayan tama om.Afa dak mau om tatit."jawab Rafa.


"Mi.Ini bajunya." ucap Farza menyerahkan kaos bersih milik Zio.

__ADS_1


"Kamu bilang sama bibik ya suruh buatin sup hangat buat kakak.Mami mau gantiin baju dulu buat kakak." ucap Farza menyuruh Calista.


"Iya mi." jawab Calista yang lalu pergi ke dapur.


Setelah menunggu lama akhirnya Zio sadar dari pingsan nya.Dia menatap sekitarnya dan ternyata dia berada di kamar tamu.Zio turun dari ranjang dan keluar dari kamar tamu hendak pergi menuju kamarnya sendiri.


"Zi...." panggil Moza saat tahu Zio keluar dari kamar tamu.


"Kak..." jawab Zio dengan suara yang masih lemas.


"Kamu kok sudah bangun sih.Bukannya istirahat dulu.Kamu kan masih sakit." ucap Moza menatap adik iparnya.


"Gak papa kak.Cuma pusing doang..Bentar lagi juga sembuh kok.Aku ke kamar dulu ya." jawab nya lalu berjalan meninggalkan Moza.


"Hati-hati Zi." ucap Moza.


Zio masuk ke dalam kamarnya dan langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket.Karena tadi belum sempat mandi dan dia langsung pingsan.Sedangkan di bawah,Farza sudah menyiapkan sup hangat untuk anak nya.


"Mi..." panggil Moza.


"Iya Zaa,kenapa...?" tanya Farza pada menantunya.


"Zio sudah bangun mi.Dan dia tadi pergi ke kamarnya." jawab Moza memberitahu keberadaan Zio.


"Ow,baiklah kalau begitu mami ke kamar Zio dulu ya.Kamu mau ikut gak...?" ucap Farza mengajak Moza dan Moza mengangguk.Akhirnya mereka berdua pergi ke kamar Zio.


"Mami..." ucap Zio saat mendapati maminya sudah berada di kamarnya dengan Moza.


"Zi...apa sudah baikan...?" tanya Farza.


"Sudah mi..." jawab Zio.


"Sini makan dulu supnya biar enakan."


"Iya Mi..." jawab Zio berjalan ke arah mami dan kakak iparnya yang sudah duduk di karpet.Di kamar,Zio memang tidak menyediakan sofa,karena saudaranya yang banyak dan sering bermain PS di kamar Zio.jadi dia hanya menyiapkan karpet bulu di sepanjang kamarnya.


"Rafa mana kak...?" tanya Zio pada Moza.


"Lagi sama Calista." jawab Moza.Tak berapa lama ternyata Calista dan Rafa menyusul ke kamar Zio.


"Om Zo..." panggil Rafa yang berada di gendongan Calista.Calista menurunkan Rafa,dan seperti biasa, Rafa akan selalu bermain-main dengan barang favorit Zio yaitu miniatur kecil berupa kendaraan.


"Kak....." panggil Calista mendekati Zio dan duduk di karpet bawah di sebelah Zio.


"Apa...?" tanya Zio.


"Kakak kenapa tadi pulang-pulang bajunya sudah bersimbah darah...?" tanya Calista tanpa basa basi.

__ADS_1


"Kakak habis dari rumah sakit." jawab Zio.


"Rumah sakit...? maksudnya...?"


"Tadi Dian jatuh tergelincir dari tangga,kepalanya terbentur dan berdarah,kakinya juga terkilir." jawab Zio sambil memejamkan matanya.Mengingat kejadian yang menimpa Dian.


"Innalilahi..." ucap ketiganya yang sama-sama terkejut.


"Kakak pasti ada masalah kan sama Dian." tebak Calista.Sedangkan Zio hanya diam tanpa menjawab.


"Kakak kenapa sih gak lepasin Dian aja.Capek kali kak kalau kakak terus-terusan nyakitin Dian.Dia juga manusia kak,punya perasaan.Dia cuma nglakuin kesalahan satu kali.Tapi kenapa balasan dari kakak berkali-kali." ucap Calista menasehati kakaknya yang terus-terusan nyakitin Dian.


"Apa benar Zi kalau kamu nyakitin Dian...?" tanya Farza kini menatap serius anaknya.Namun sekali lagi Zio hanya diam dan menunduk kan kepalanya.


"Dah lah percuma mi nasehatin kakak.Ingat ya kak kalau sampai kakak nyakitin Dian sekali lagi,aku aduin sama papa Dave." ucap Calista yang memang tau kalau Zio sangat takut dengan Dave.Karena Dave paling tidak suka jika seseorang di keluarganya ada yang menyakiti perempuan.Dia tidak ingin mereka menjadi sepertinya dulu.Calista beranjak dari duduknya dan langsung keluar meninggalkan Zio,Farza dan Moza yang masih berada di situ.


"Nak.Jangan menjadi seperti papa Dave ya.Cukup dia saja yang dulu seperti itu.Dia tidak akan suka jika kamu menjadi sepertinya.Apalagi kamu anak kesayangan nya, Zi.Dan lagi,kamu punya Calista dan juga saudara perempuan yang lain.Apa kamu terima jika saudara kamu di sakiti oleh para lelaki seperti kamu menyakiti Dian,gak kan..." kini Farza mencoba menasehati Zio.


"Iya mi,Zio tau Zio salah.Dan Zio sudah menyesalinya.Zio janji gak akan nyakitin Dian lagi mi." ucapnya penuh penyesalan.


"Jangan mengingat masa lalu yang cuma buat kamu emosi, Zi.Ingatlah apa yang ada di hadapan kamu." ucap Moza sambil menepuk pundak Zio.Setelahnya dia juga beranjak dari duduknya.


"Rafa ikut mama keluar atau di sini sama om...?" tanya nya mendekati rafa yang sedang asik bermain.


"Afa mau main duyu ma." jawab Rafa.


"Ya sudah,mama tinggal ya.Zi titip Rafa ya."


"Iya kak..." jawab Zio.


"Mami keluar ya.Belajar instrospeksi diri ya kak." ucap Farza yang kemudian pergi meninggalkan Zio dan juga Rafa.


"Hai Boy.....mau main sama om...?" tanya Zio mendekati Rafa


"Mau ....." jawab Rafa senang.Merekapun akhirnya main bersama.Rafa memang sering main di kamar Zio saat Varo belum pulang dari kantornya.Terkadang juga bermain di kamar Calista.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2