
"Zi......." panggil Dian menoleh kearah Zio yang sedang menyetir mobil.
" Hmmm...." jawab Zio tanpa menoleh.
"Nanti malem kita keluar yuk.Kayaknya udah lama banget kita gak pernah keluar berdua." ucap Dian.
"Gak ah.Aku males,lagian nanti malam kan kita kumpul di rumahnya kak Nadin."
"Bentar aja Zi...." ucap Dian kini dengan nada lembut.
"Aku males Yan.Kamu bisa ngertiin aku gak sih." jawab Zio kali ini dengan sedikit kesal.
"Ya sudah iya,maaf ya." ucap Dian meminta maaf " Tapi kemarin kok kamu bisa sama Desy sih Zi pas di taman...?." imbuhnya kali ini bertanya dengan hati-hati,karena Dian takut Zio akan memarahinya lagi.
"Iya,kemarin dia minta ketemuan di sana." jawab Zio tanpa dosa.
"Kalau dia minta ketemuan kamu mau.Sedangkan sama aku,kamu gak mau." ucap Dian sambil memanyunkan bibirnya berharap Zio akan meminta maaf dan mengajaknya keluar.Namun realitanya berbeda.Zio malah acuh dan terus fokus pada jalanan yang dia lewati.
"Kamu cemburu...?." tanya Zio sinis.
"Iyalah." jawab Dian dengan cemberut.
"Ck.! aku cuma ketemuan, gak ngapa-ngapain kamu sudah cemburu.Dulu kamu malah ngeduain aku lo dan aku diam saja." jawab Zio sinis.Membuat Dian langsung diam dan menunduk kan kepalanya.Dulu saat masih duduk di bangku SMP,Dian memang sempat mengkhianati Zio dengan dia menduakan Zio bersama dengan yang lain.Dan itulah yang membuat Zio menjadi sedikit berubah.Zio yang dulu sangat romantis,sekarang menjadi Zio yang cuek dan dingin.Tetapi,Zio adalah Zio,yang tidak akan mudah untuk meninggalkan pasangan nya sekalipun dia pernah di khianati.Dan karena rasa sayang dan cintanya kepada Dian.Zio masih bertahan dengan nya walau sebenarnya dia juga masih kecewa.
"Maaf...." ucap Dian sambil menunduk kan kepalanya.Dan ya,Dian akan selalu meminta maaf ketika Zio mulai mengungkit kesalahan nya dulu.Dan inilah yang membuat Dian bertahan hingga saat ini.Walau hatinya terus dan terus di sakiti oleh Zio.
# Tuhan.aku selalu berdoa agar dia selalu menjaga hatinya hanya untuk ku,sekalipun dia bersama dengan yang lain nya.#
Mobil Zio sampai di depan pagar rumah Dian yang bernuansa minimalis.Dian adalah anak tunggal dari seoarang desainer yang cukup di kenal di kota Jakarta.Ayah Dian sudah meninggal sejak dian berumur 5 tahun.Dia di besarkan oleh Bunda nya sendiri.
"Masuk dulu Zi." ucap Dian sebelum keluar dari mobil.Dian memang selalu mengajak Zio mampir ke rumahnya terlebih dulu.
"Gak usah.Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." ucap Zio menatap Dian sekilas.
"Ngmong apa...?" tanya Dian.
"Aku mau kita break sebentar." ucap Zio yang langsung membuat hati Dian hancur seketika.Namun Dian mencoba untuk tenang.
__ADS_1
"Ke...kenapa...?" tanya Dian terbata.
"Gak papa aku hanya ingin saja.Dan aku minta kamu jangan bilang anak-anak dulu.Aku gak mau mereka tahu tentang ini." jawab Zio sekali lagi kali ini tanpa menatap wajah Dian yang sudah siap untuk menangis.Dian memejamkankan matanya sejenak.Merasakan pusing yang tiba-tiba datang begitu saja.
"Baiklah Zi,aku masuk dulu ya.Kamu hati-hati pulangnya." jawab Dian hendak membuka pintu namun tangannya di tari oleh Zio sehingga dia menoleh.
Cup....
Dian merasakan benda kenyal yang tiba-tiba menempel pada bibirnya.Dengan tiba-tiba Zio memang mencium bibirnya dan sesekali **********.Sedangkan Dian.Dia hanya bisa memejamkan matanya.Dia bingung harus melakukan apa.Di satu sisi dia merasakan senang.Namun di sisi lain,dia juga merasakan sedih karena harus berpisah dengan nya walau hanya sementara tapi entah sampai kapan.
"Aku pulang ya,nanti sore aku jemput lagi." ucap Zio setelah melepas tautan nya dan setelah dia mencium kilas kening Dian. Tanpa menjawab Dian langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya tanpa melihat Zio sama sekali.
Dian masuk ke dalam rumahnya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.Dia berlari ke atas hendak amsuk ke dalam kamarnya.Namun saat menaiki tangga terakhir,tiba-tiba kakinya kesandung.Sehingga membuatnya jatuh tergelincir dari ata tangga.Bunda Dian yang kebetulan lewat tangsung terkejut saat melihat anaknya jatuh tergelincir.
"DIAAAN....." teriak Bunda Dian dan Zio bersamaan. saat melihat Dian sudah terkapar di lantai bawah dengan darah yang sudah mengalir di keningnya.Zio yang sebenarnya tadi mengurungkan niat nya unruk pulang dan memutuskan untuk turun dan menyusul Dian yang sudah masuk terlebih dulu.Namun saat masuk tiba-tiba dia sudah melihat Dian di lantai bawah dengan keadaan yang tidak baik.
"NON DIAN...!!!" ucap bibik yang juga ikutan berlari mendekati nona mudanya.
"Dian....!?" ucap Zio yang langsung duduk di dekat Dian sambil mengangkat kepala nya.Dian tersenyum saat melihat ada Zio.
"Zi...ak-ku sa-yang- ka-mu."ucap Dian tersenyum sebelum akhirnya dia pingsan.
Di tengah perjalanan Zio langsung menghubungi David untuk memberitahukan kalau Dian terjatuh dari tangga.Dan setelah sampai di rumah sakit David dan juga beberapa perawat sudah menunggu nya.Dian di bawa ke ruangan gawat darurat agar segera di berikan penanganan.
# Bodoh Zi....kenapa kamu tadi berbicara sepertu itu pasa Dian.#
Zio merutuki kebodohan nya karena telah mengucapkan kata-kata yang membuat Dian jadi seperti ini.
"Zio,makasih ya kamu sudah membawa Dian ke rumah sakit." ucap Bunda Dian duduk di sebelah Zio.
"Bunda ini ngomong apa sih,sudah jadi kewajiban Zio menolong sesama manusia bun,apalagi Dian." jawab Zio sambil tersenyum.
" Kami tadi kenapa di rumah Zi...?"
"Ah itu....sebenarnya tadi Zio yang nagnterin Dian bun.Tapi Dian keburu masuk dulu,soalnya memang Dian sudah janji sama Calista mau nginep di rumah." jawab Zio terpaksa berbohong.
Tak berapa lama pintu ruangan terbuka.David keluar dan langsung mendekati Zio.
__ADS_1
"Zi,kamu ikut Daddy." ucap David serius.
"Kemama Dad..?" tanya Zio.
"Dian kehilangan banyak darah,dan darah kalian kebetulan sama.Stok darah di rumah saki habis." jawab David.Tanpa manjawab,Zio pun langsung mengikuti David dari belakang.Zio kembali ke ruang IGD setelah melakukan donor darah untuk Dian.
"Bund,bagaimana keadaan Dian...?" tanya Zio.
"Masih di tangani dokter Zi." jawab Bunda Dian.
"Bunda yang sabar ya.Dian pasti kuat." ucap Zio.
"Makasih ya Zi,sekali lagi kamu audah nolongin anak Bunda."
"Sama-sama bunda." jawab Zio.Dia kembali duduk di ruang tunggu sambil memainkan ponsel nya.
"Zi.Sebaiknya kamu pulang dulu.Seragam kamu kotor karena ada bekas darah milik Dian." ucap Bunda Dian yang membuat Zio langsung melihat seragam nya.Dan benar,memang ada bekas darah dari kening Dian saat tadi Zio memangkunya.
"Bunda gak papa Zio tinggal sendirian...?" tanya Zio.
"Gak papa Zi,bibik sebentar lagi juga kesini nemenin bunda kok."
"Ya sudah,Zio pulang dulu ya bund.Kalau ada apa-apa hubungi Zio ya." jawabnya sambil menyalami tangan bunda Dian.
"Zio pamit ya Assalamualikum"
"Waalaikumsalam..."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ... ..