
"Cal,ke kantin yuk." ajak Davina.
"Gue di kelas ajalah Dav,lagi males gue mau keluar." jawab Calista dengan lesu.
"Ayolah,tadi istirahat pertama elo kan gak makan.Masak sekarang elo gak mau makan juga sih.Nanti elo sakit Cal." jawab Davina.Calista enggan menjawab ucapan Davina,dia memilih menundukkan kepalanya di atas meja dengan berbantal kedua tangannya.Ia masih terngiang-ngiang ucapan Endy tadi pagi.Apakah hubungan mereka akan berhenti sampai disini.
"Hiks...hiks...hiks.." suara tangisan Calista membuat Davina langsung menoleh.
"Cal..elo gak papa kan..?" tanya Davina khawatir.Dia sebenarnya juga sudah tidak tega melihat sahabat plus saudaranya yang sedih seperti ini.Calista adalah gadis periang, jarang sekali dia melihat Calista menangis,apalagi sampai seperti ini.Calista sudah manangis hampir tiga hari.Di saat Davina mencoba menenangkan Calista,tiba-tiba ada teman sekelasnya yang datang dengan nafas yang tak beraturan seperti orang habis berlari.
"Calista..." panggil Puput,salah satu teman sekelas Calista dan Davina.
"Ada apa Put...?" tanya Davina.
"Itu,kak Endy...di..atap...hosh...hosh...hosh..." jawabnya tersenggal.
"Kak Endy kenapa..?"
"Itu...anu..." ucap Puput bingung.
"Itu,anu apa...? elo yang jelas dong kalau ngomong."
"Itu,tadi gue lihat kak Endy di atas sama cewek lain." jawab Puput yang langsung membuat Calista mendongakkan kepalanya.
"Elo yang bener aja put,masak iya Endy di atap sama cewek lain sih." ucap Davina tak percaya.
"Gue serius Dav,ngapain gue boong.Apa untungnya buat gue coba." jawab Puput.
#Kamu tega banget sama aku kak#
Calista beranjak dari duduknya dan langsung berlari ke luar kelas.Dia terus berlari menuju atap untuk membuktikan ucapan Puput benar atau kah salah.Setelah sampai,Calista langsung membuka pintu atap dan masuk ke dalam nya.Betapa terkejutnya dia saat melihat orang yang dia cintai sedang melakukan adegan yang membuatnya semakin sakit hati.
"KAK ENDY!!!" teriak Calista dengan nafas memburu,dia berjalan cepat mendekati Endy dan.....
PLAK....!!
Satu tamparan keras mengenai salah satu pipi Endy.Dia tidak menyangka akan melakukan ini kepada Endy.Selama hampir 3 tahun lebih Calista sama sekali belum oernah menampar Endy.Dan kali ini dia benar-benar sakit hati dan marah.
"Aw...pasti sakit tuh " ucap Revan saat melihat dari kejauhan Calista menampar Endy.
"Ya biarin lah Van,seimbang dengan apa yang Endy lakuin sekarang.Walaupun hanya prank,tapi dia udah buat adek kesayangan gue nangis gak henti." jawab Zio.
"Sudah jangan berisik,nanti kita ketahuan." ucap Aril memperingati saudaranya tersebut.Saat ini mereka memang sedang bersembunyi di suatu tempat karena ingin memberi kejutan kepada Calista.
Back to Calista-Endy.
"Kamu apaan sih Cal,main tampar-tampar orang sembarangan." ucap Endy memulai kembali sandiwaranya.
__ADS_1
"AKU KECEWA SAMA KAMU KAK.!, KENAPA KAMU TEGA NGELAKUIN INI SAKA AKU,APA SALAHKU HAH..!!?" teriak Calista sambil menangis.Sedangkan Endy hanya diam,dia tak mampu menjawab ucapan Calista karena sejujurnya dia sudah tidak tega melihat Calista yang saat ini.
"Jawab kak jawab,apa salah ku hiks...hiks..hiks.." Calista memukul dada bidang Endy yang tertutup seragam sekolahnya.Dia terus saja menangis sampai akhirnya dia merosot ke bawah.Endy yang sudah tidak tega melihat Calista menangis langsung memegang bahu Calista dan membantunya untuk berdiri.Setelah itu dia langsung memeluk seseorang yang sangat dia cintai.
"Hiks..hiks...hik...aku sayang kamu kak." ucap Calista di sela-sela tangisan nya." Ku mohon jangan tinggalkan aku hiks.." tambahnya lagi.
"Sudah cukup,aku tau kamu sayang sama kakak,karena sejujurnya kakak juga sayang sama kamu Cal." jawab Endy membelai rambut hitam panjang milik Calista.
"Maksudnya...?" tanya Calista,Dia mendongak menatap Endy yang sedang tersenyum kepadanya.Dan detik berikutnya...
Dor...dor...
Suara letusan balon membuat Calista langsung menoleh ke belakang.Betapa terkejutnya dia saat melihat banyak balon berwarna pink dan biru saling berhambur terbang ke atas langit.Dan ada salah satu balon bertuliskan ucapan selamat ulang tahun untuk Calista.
"Surprize...." teriakan para saudara dan juga teman-teman sekelah membuatnya kembali terkejut.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday happy birthday
Happu birthday to you
Itulah nyanyian yang di nyanyikan oleh saudara dan seluruh teman sekelas Calista.
"Tiup dulu lilinya,jangan lupa berdoa." tambahnya lagi.Dengan menangkup kedua tangannya di dada, Calista berdoa sejenak kemudian meniup lilin dari lima kue yang di pegang oleh Davina,Zio,Dika,Aril dan juga Revan.
"Yeee....happy birthday sayangnya akuh." ucap Davina memeluk sahabat yang sudah menjadi saudaranya itu.
"Makasih ya kalian udah berhasil ngerjain aku." jawabnya dengan sesekali terisak karena bahagia.
"Sudah dong jangan nangis terus,kakak gak tega kalau lihat kamu nangis terus." ucap Zio mendekati Calista dan memeluknya.
"Maafin kakak ya,karena sudah ngerjain kamu." ucapnya sambil mencium pucuk kepala Calista.
"Hiks...kalian tega nian sama aku hiks." ucap Calista sesenggukan.
"Eh,sudah dong jangan nangis,kalau kamu mau nyalahin,tuh salahin si Revan yang punya ide." jawab Zio yang langsung mendapat plototan dari Revan.
"Enteng banget lu ngemeng yak,ini juga rencana pacar lo Cal.Ngapa jadi gue yang di salahin sih." jawab Revan.Dia menarik Zio agar melepas pelukan nya dan berganti dia sendiri yang memeluk Calista.
"Selamat ya my sister tercantik ku.Semoga panjang umur,sehat selalu,tambh sukses dan tambah dewasa.Maafkan saudaramu ini yang sudah membuatmu menangis." ucap Revan dengan tulus.
"Makasih ya,tapi ngomong-ngomong kok lu berani meluk gue sih..?" tanya Calista.
"Ya karena pacar lu gak bakalan cemburu lagi sama gue."
__ADS_1
"Kalian sudah baikan..?" tanya Calista menatap Endy dan Revan secara bergantian.Dan keduanya menganggukkan kepala.
"Alhamdulillah,aku jadi bahagia sekarang."
"Udah Van,gantian gue,gue juga mau peluk adik gue kelles." ucap Aril yang langsung memeluk Calista.
"Selamat ulang tahun ya cil,semoga panjang umur,sehat selalu, pokoknya the best deh buat kamu." ucap Aril memeluk Calista.
"Makasih ya Ril."
"Iya sama-sma." jawab Aril sambil mengacak gemas rambut Calista.
"Selamat ulang tahun ya dek,semoga panjang umur Sehat selalu,murah rejekinya,dan semakin sukses." ucap Dika yang juga ikut memeluk Calista.
"Makasih ya kak Dika,calon bapak muda." jawab Calista dan Dika hanya tersenyum.
"Cal..." panggil Dian.
"Dian..." jawab Calista berjalan mendekati Dian.
"Selamat ulang tahun ya,semoga apa yang kamu inginkan cepat terkabulkan.Dan semoga kamu semakin sukses." ucap Dian memeluk Calista.
"Makasih ya Di,maksih juga ya buat kalian semuanya,karena kalian sudah bikin gue terkejut dan hampir pingsan tau gak."
"Tapi gak pingsan kan Cal." ucap Puput terkekeh.
"Ya sudah nih kuenya elo makan semua deh.Hari ini kita bolos perlajaran karena tadi gue udah ijinin kalian semuanya." ucap Zio kepada seluruh teman sekelas Calista dan teman sekelas Zio.
"Yeee....makasih ya Zi,akhirnya kita bisa bolos pelajaran,gak papalah meski cuma sehari." jawab salah satu teman sekelas Zio.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....