
Di sekolah.....
"Cal,kantin yuk." ajak Davina pada sahabat nya.
"Skuylah,lapar gue." jawab Calista yang langsung beranjak dari duduk nya dan berjalan keluar kelas bersama Davina.
"Eh Dav,gimana rasanya jadi pengantin baru...?." tanya Calista sambil senyum-senyum.
"Mulut elo ya Cal,jangan ngomong di sekolah kenapa sih." ucap Davina greget.
"Iya...iya...hehehe." jawab Calista terkekeh.
"Calista...Davina...." teriak Dian dari belakang.Membuat keduanya langsung menoleh dan berhenti di tempat.
Davina mendekati mereka berdua lalu berkata "Resek kalian,kenapa gue di tinggal sih..?"
"Sory..sory...lupa." ucap Davina terkekeh.
"Ck.Mentang-mentang pengantin baru,main tinggal-tinggal aja" ucap Dian cemberut.
"Diih.Kenapa harus bawa-bawa status sih,lagian kenapa elo gak sama Zio,kemana emang pacar elo." tanya Davina yang langsung membuat Dian terdiam.
"Gak tau,sudah yuk jangan ngomongin yang gak ada,mending kita ke kantin." ucap Dian mengalihkan pembicaraan.
"Elo ada masalah lagi sama kakak gue...?." tanya Calista sambil berjalan beriringan bersama Dian dan Davina.
"Gak ada.Dah ah gak usah di bahas gak penting juga." jawab Dian singkat.
Setelah sampai di kantin,ketiganya langsung memesan makanan favorit mereka.
"Dav,gimana...?" tanya Dian sambil mengerlingkan mata nakalnya.
"Apa sih...? gimana apanya..?" tanya Dian bingung.
"Itu nya loh..." ucap Dian lagi.
"Itu...? itu apaan sih Yan,yang jelas dong."
"Duh.Lemot banget sih elo." Dian mendekatkan wajahnya sedekat mungkin.
"Malam pertama elo gimana..? sukses gak." tanya nya lagi kali ini sambil menaik turunkan kesua alisnya.
"Suek elo pada.Gue kira apaan,dasar dudul." jawab Dian sambil menyonyor kepala kedua sahabatnya.
"Anjrit.Kenapa gue juga elo toyor sih,gue kan gak ngemeng apa-apa bege." kesal Calista sambil memegang kepalanya.
"Sama aja.Elo tadi pagi juga nanyain itu kan ke gue." jawab Davina.
"Ya habisnya kita penasaran Dav."
"Penasaran pala elu ya.Kalian masik kecil,gak boleh tau masalah orang dewasa." jawab Davina sambil terkekeh saat mengucapkan kata dewasa.Mendengar kata-kata Davina yang sok mendewasa, membuat Calista dan Davina melongo sesaat.
"Suek elu.Emang elo udah dewasa apa,umur kita sama tau." ucap Dian.
"Iya,tapi kalian belum nikah,jadi gak boleh tau masalah orang yang sudah menikah."
"Ya elah Dav,pelit amat sih elo."
"Biarin.Sudah makan nih,keburu dingin." jawab Davina yang langsung menyantap makanan nya.
__ADS_1
"Eh.Berhubung jam istirahat kita panjang,enak nya kita ngapain ya." tanya Davina.
"Iya.Masak kita cuma nongrong-nongkrong doang di kantin.Cal,kak Endy mana...?" tanya Davina.
"Cal.Kak Endy mana sih..?" tanya Davina.
"Gak tau,belum gue chat,bentar gue chat ya." jawab Calista yang langsung mengirim pesan pada Endy.
📩 Me
Kakak.Di mana...?
📩 Endy love😘
Kakak lagi di lapangan basket sama Zio dan Desi.
📩 Me
Hah...!! Desy...? ngapain tu anak ke situ..?
📩 Endy love😘
Gak tau.Kamu ke sini ya yank,sekalian bawain roti sama air mineral ya buat aku sama Zio.
📩 Me
Ya sudah, bentar lagi aku ke sana.Aku habisin makanan aki dulu ya.
📩 Endy Love😘
Oke.
"Napa tuh cewek mangil-manggil nama kakak elo Cal." tanya Davina dengan risih.
"Tau tuh.Jadi males gue kalau ada tuh cewek." jawab Calista yang juga ikutan kesal.Sedangkan Dian memilih untuk duduk di tribun atas, dan melihat permainan basket Zio bersama dengan teman-teman nya.
"Di.Kok elo diam aja sih.Desi nyorakin Zio gitu." tanya Davina yang juga ikut menyusul Dian untuk duduk.
"Biarin saja." jawab Dian santai.
"Elo gak cemburu....?" tanya Calista.
"Sudah kebal gue Cal." jawab Dian.
"Maksud elo...?"
"Kemarin gue ketemu Desi di taman.Pas gue samperin,dia marah- marah ke gue.Katanya gue gak pantes jadi pacarnya Zio.Dia juga bilang kalau gue pacaran sama Zio, cuma mau manfaatin hartanya doang.Secara dia tau kan,Bunda seorang janda." jawab Dian membuat sahabatnya langsung kaget.
"Serius dia bilang gitu sama elo...?"
"Iya...Dan yang bikin gue kaget lagi,tiba-tiba dia nampar dirinya sendiri dan nyiram mukanya pake minuman yang gue bawa.Dan ternyata,tak berapa lama Zio datang.Dia nangis-nangis dan bilang,kalau gue udah nampar dia dan nyiram dia pake minuman gue.Padahal pelakunya dia sendiri.Parah gak tuh orang." jawab Dian lagi tanpa menatap kedua sahabatnya.Dian malah fokus melihat Zio yang sedang bermain basket.
"Wah gi-la.Seriusan dia kayak gitu,Di..? terus kak Zio gimana reaksinya..?" tanya Calista.
"Ya gue jadi sasaran kemarahan Zio lah.kalian tau kan,Zio itu tempramen."
"Tapi kan elo gak salah Yan.yang salah kan si Desy."
"Ya,dia lebih percaya bukti dari pada prosea nya." jawab Dian lagi.
__ADS_1
"Elo gak capek apa Yan, disakitin sama kakak gue terus...?"
"Capek lah Cal, gue kan juga punya perasaan." jawab Dian dengan tersenyum kecut.
"Terus kenapa elo masih bertahan...? kenapa gak elo lepasin aja kakak gue.Elo bisa dapetin cowok yang lebih baik dari kakak gue Yan." tanya Calista menatap Dian.
"Entahlah Cal.Setiap gue pingin lari,dia selalu saja datang kembali dengan beribu kata maaf yang gampang banget gue terima.Dan lagi,dia selalu bisa buet gue nyaman." jawab Dian.
"Sudah ah, gak usah bahas itu lagi.Mending bahas malam pertama elo sama Dimas,gimana...?" ucap Dian sambil mengerlingkan matanya.Membuat Davina jengah.
"Bener banget tuh.Gimana Dav rasanya..? sakit gak ..?" tanya Calista yang kini duduknya beralih di sebelah Davina.
"Ish...kalian ini."
"Ayolah Dav,bagi pengalaman gitu." ucap Calista dengan di selingi tawa nya.
"Pengalaman pala lu.Mending kalian tanya Dika noh,gimana rasanya." jawab Davina yang memang melihat Dika dan Aril berjalan menghampiri mereka.
"Dasar suek lu,malah suruh nanya sama Dika.Yang ada entar pala gue di getok sama dia orang." jawab Calista.
"Ya sukurin.Abisnya elo pada nanya aneh-aneh."
"Kalian udah di sini aja." tanya Aril langsung duduk di tribun depan merek.Bersama dengan Dika.
"Kalian dari mana aja sih...?" tanya Calista pada Dika dan Aril.
"Habis dari ruang Osis" jawab Aril.
"Owh..." jawab.
Tak berapa lama,permainan basket pun selesai.Endy dan Zio yang hendak menghampiri Calista dan yang lain nya, tiba-tiba di hadang oleh Desy yang berada di tribun bawah paling depan.
"Zio...!" panggil Desy.
"Hemm..." jawab Zio cuek.
"Ini,minuman buat kamu." ucap nya sambil memberikan minuman pada Zio.
"Makasih," ucap Zio menerima botol minum dari Desy.Dan setelah itu dia langsung meninggalkan Desy.Zio dan Endy berjalan ke atas naik ke atas.Namun saat ada di tengah tiba-tiba Zio memberikan botol minumannya kepada salah seorang siswa yang juga sedang duduk di sana.Sedangkan dari atas,Dian tersenyum saat melihat tindakan Zio.
"Ini yang membuat elo bertahan sama kakak gue Yan..?" tanya Calista.
Dian tersenyum sambil berkata "Semarahnya dia sama gue.Dia akan selalu menghargai status gue di mata dia,dan itu yang buat gue susah untuk lepas dari dia."
"Paham Yan." jawab Calista kemudian.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....