
Rafa berjalan dengan menggandeng tangan Varo.Mereka berdua berkeliling sambil melihat beberapa stand yang menjual berbagai macam makanan,pakaian dan masih banyak lagi.Dan saat Rafa sedang melihat penjual miniatur kendaraan,tak sengaja dia juga melihat Zio dan juga Dian.
"Om Zo.." panggil Rafa.Mendengar namanya di sebut,Zio langsung menoleh ke arah samping nya.
"Rafa." ucap Zio dan Dian secara bersamaan.Mereka berdua pun langsung berjalan mendekati Varo dan juga Rafa.
"Pagi bang..." sapa Dian kepada Varo.
"Pagi dek." jawab Varo.
"Hallo ganteng." sapa Dian sambil berjongkok.Mensejajarkan tingginya dengan Rafa.
"Hayo Ate.Ate cama om cini uga." tanya Rafa.
"Iya sayang.Ate sama om jalan-jalan.Rafa mau ikut ate sama om gak..?" tawar Dian yang langsung membuat Zio menoleh kepada ke duanya.
"Mau...mau...." jawab Rafa kegirangan.
"Kok malah ngajakin Rafa sih yank,kan aku mau pacaran sama kamu." ucap Zio dengan setengah kesal.
"Pacaran mulu.Gak kurang apa di sekolah." cibir Varo sambil menggelengkan kepalanya.
"Udah sih kenapa emang nya,enak lagi ngajakin Rafa,rame tauk." jawab Dian.
"Kamu itu ngenakin bapak sama emak nya tauk,jadi mereka kan yang berduaan,bukan nya kita." jawab Zio. " ngomong-ngomong kak Moza mana bang...?" tanya Zio yang memang tidak melihat Moza.
"Paling juga lagi jalan-jalan sama Tia." jawab Varo.
"Om ayo..." ajak Rafa menarik tangan Zio.
"Iya bentar.Ya sudah bang loe susulin kak Moza deh,biar Rafa sama gue."
"Ayok cil,mau jalan sendiri apa gendong..?" tanya Zio.
"Ndon..." jawab nya lalu merentangkan tangan.Zio pun berjongkok dan langsung menggendong Rafa.
"Ya sudah abang tinggal ya,nanti sekalian ajakin pulang deh,soalnya abang mau langsung ke rumah nenek aja."
"Iya...." jawab Zio yang langsung pergi meninggalkan Varo.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Siang hari nya seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah utama,di mana akan diadakan acara doa bersama untuk mengenang 100 hari nya Mirza dan juga Ratu.Tidak lupa,mereka juga ikut mendoakan Bella,Maya dan juga Aldi yang juga sudah pergi untuk selamanya.
"Anty Ala...." panggil Rafa sambil menggedor pintu kamar Zahra.
"Iya sayang..." jawab Zahra setelah dia membuka pintu.
"Rafa sudah di sini."
"Cudah don,cama om Zo dan ate yan." jawab Rafa.
"Ya sudah,sebentar lagi anty ke sana.Rafa mau masuk gak..? bangunin om Dikdik."
"Mau-mau" jawab Rafa semangat.Zahra pun langsung membuka pintu nya lebar-lebar agar Rafa bisa masuk.Setelah masuk,Rafa langsung berlari menaiki ranjang tidur milik Zahra dan Dika dan langsung naik ke atas punggung Dika yang sedang tidur dengan tengkurap tanpa menggunakan kaos.
"Om Dikdik banun..." ucap Rafa sambil memukul punggung Dika.Karena merasa ada yang memukuli nya,akhirnya Dika pun terbangun dari tidur nya.Dia pun menoleh ke belakang karena merasa ada yang menindih nya.
"Rafa. ..." ucap Dika dengan suara serak khas bangun tidur.
"Banun om..."
__ADS_1
"Iya..tapi Rafa turun dulu dong." jawab nya.Setelah Rafa turun,Dika pun langsung bangun dari tidurnya dan duduk bersandar,mengumpulkan nyawanya karena masih setengah sadar.
"Rafa ke sini sama siapa...?" tanya Dika setelah sudah sadar sepenuh nya.
"Cama om Zo dan ate Yan." jawab Rafa.
"Owh..."
"Jam berapa yank...?" tanya Zio kepada Zahra.
"Jam setengah delapan,buruan gih mandi." jawab Zahra sambil melipat selimut tidur nya.
"Iya...Rafa,om Dikdik mandi dulu ya."
"Oteh.Afa mau kelual aja ya daa..da.." ucap Rafa yang kemudian turun dari ranjang dan langsung berlari ke luar kamar Zahra.
"Kamu sudah mandi yank....?" tanya Dika pada Zahra.
"Belum...hehehe..." jawab nya sambil nyengir.
"Kenapa belum mandi."
"Dingin yank."
"Kan ada air hangat sayang..."
"Gak mau ah,males." jawab Zahra sambil memanyunkan bibir nya.Dika yang gemas melihat istrinya langsung berdiri dan berjalan mendekatinya.Memeluk Zahra dari belakang dan menaruh kepalanya di pundak sang istri.
"Mau di mandiin gak.." bisik nya di telinga Zahra,sehingga membuat Zahra kegelian.
"Geli yank..."
"Ish....sudah sana loh mandi,bau acem tau." ucap nya sambil menutup hidung nya.
"Baiklah....tapi mandi bareng." jawab Dika yang langsung menggendong Zahra ala bridal style.
"Ih...Dika...gak mau mandi,dingin yank..." rengek nya dengan manja.
"Jorok sayang,nanti anak nya jorok juga.Sudah diam,katanya kemarin mau es crim jadi harus nurut sama aku.Atau es crim nya batal."
"Huh...iya..iya...tapi satu frezer ya." jawab Zahra.
"Iya..."
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Di bawah,seluruh keluarga memilih berkumpul di ruang tamu yang sudah di sulap menjadi ruangan yang sangatlah luas.
"Ma,ini kapan ngerubah nya...?" tanya Farza yang sangat takjub dengan desain ruang tamu yang sekarang.
"Baru kemarin,Dika sama Zahra yang minta.Katanya biar enak karena kan sekarang keluarga kita banyak sayang." jawab mama Maya.
"Yeye....afa bica main bola." jawab Rafa kegirangan sambil terus berlarian.
"Ini yang lain kemana,kok jam segini belum datang." tanya bunda Rose.
"Biasa bunda anak muda,pasti lagi main dulu.Sebentar lagi juga datang." jawab Arjuna yang sedang sibuk dengan laptop nya.
"Moza,gimana sayang,sudah isi belum...?" tanya bunda Rose kepada cucu menantu nya itu.
__ADS_1
"Belum oma,doain ya oma,biar cepet isi" jawab nya sambil tersenyum.
"Iya,pasti oma doain kok sayang.Gak papa,kalian juga masih muda masih panjang waktu nya."
"Assalamualaikum...." salam serempak dari para cucu termuda,siapa lagi kalau bukan Calista,Endy,Aril,Davina dan pasangan mereka masing-masing.
"Waalaikimsalam....."
"Pagi oma,nenek...." sapa Calista yang langsung memeluk dan mencium nenek dan oma mereka secara bergantian.
"Cucu-cucu oma pada dari mana sih,kok baru datang..?" tanya bunda Rose.
"Biasa oma,habis dari monas" jawab Aril.
"Ngapain ke monas Ril..?" tanya mama Maya.
"Main toktok nek," jawab Aril ngasal.
"Apa itu,nenek gak ngerti."
"Jangan di denger nek,Aril emang rada somplak,kita habis jalan-jalan aja nek,refresing,kan sudah lama gak jalan-jalan." jawab Thalita.
"Owh...sudah makan belum...?" tanya mama Maya.
"Sudah kok nek,makan somay tadi." jawab Davina.
"Gak makan nasi...?"
"Enggak,makan nasinya di sini saja rame-rame." jawab Davina dan mama Maya hanya tersenyum.
"Nenek senang sekali,akhirnya bisa berkumpul sama kalian semua nya."
"Kan setiap minggu juga berkumpul nenek." ucap Calista sambil memeluk mama Maya,sedang kan Aril memilih memeluk bunda Rose.
"Seminggu itu bagi nenek rasanya lama sekali sayang."
"Iya,apalagi oma nih yang sekarang hanya tinggal berdua sama opa.Pasti cepet kangen sama cucu-cucu oma nih." jawab Bunda Rose sambil mengelus kepala Aril.
"Ya dah,mulai besok Aril bakal tidur di rumah oma." jawab Aril yang memang memilih tinggal di apartemen.
"Serius Aril mau tinggal di rumah oma..?" tanya bunda Rose senang.
"Iya...nemenin oma." jawab Aril dengan tersenyum.
"Aaa....makasih sayang."
"Sama-sama oma."
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1