LOVE YOU MALAMUTE

LOVE YOU MALAMUTE
Bab.16


__ADS_3

Gempa, itu terjadi karena perubahan drastis dari Ghina. Dsndanannya yang menor kerap dipamerkan kepada pelayan semua. Teman baiknya yaitu Kemoning sampai bingung melihat Ghina, tapi ia tidak begitu peduli, asal tidak merepotkan orang lain.


Hari ini Kemoning sedang memusatkan pikiran untuk membuat obat untuk semua orang, ia juga akan melarang kalau ada pelayan ingin ngeleak, indikasinya kesana. Belum terjadi, lebih baik mencegah daripada mereka terlanjur menjadi Leak.


"Kemoning, kasitahu temamu jangan sampai kecantikannya dipakai menggaet Tuan." Kokom datang menegur Kemoning.


Kemoning kaget ia tidak menjawab karena lagi sibuk membuat ramuan obat untuk menolak air liur Leak barak. Sekarang ada penyakit varian baru dari Leak barak. kata orang kalau kena ludah Leak barak akan membuat kulit melepuh dan gatal sekali.


"Katakan supaya dia punya empaty pada nona, sudah di biayain ke salon bukannya ucapin trimakasih, tapi malah menikam dari belakang." Kokom esmoni parah. Kemoning tersenyum melihat tingkah Kokom yang mondar mandir sambil bertolak pinggang.


"Siapa Kom, kamu sewot banget, siapa yang kamu maksud?" tanya Kemoning pelan, ia tahu apa maksud Kokom tapi Kemoning cuma ingin memancing saja.


"Beda kalau punya iman kuat dan kesabaran tinggi, suaranya pelan tanpa emosi, padahal sudah tahu apa yang aku maksud."


"Kokom duduk dulu kita minum teh, setelah itu lanjut berbincang."


Kokom duduk dengan wajah garang, Devaly pasti senang punya pelayan yang seratus persen sayang padanya. bathin Kemoning.


"Ada apa Kom, bicara terus terang. Aku dari kemarin tidak mengerti kamu main sandar sindir waktu diruang makan." kata Kemoning tersenyum.


"Ghina sekarang sudah cantik, menarik, genit dan bekerja di perusahan Tuan." ucap Kokom berjeda.


"Terus apa hubungannya dengan aku?"


"Kita tidak ada hubungan say...tapi kita sama-sama satu wadah di The Queen Home. Kita minta makan dan uang dari Tuan dan nona, walaupun kita bekerja, jerih payah kita tidak setimpal dengan uang yang dikasi. Gaji kita besar, sedangkan kebun belakang yang sampahnya bejibun mana ada yang urus, mereka semua main HP kalau aku marah mereka tidak peduli."


"Menurutmu aku harus apa, aku orang baru tugasku jaga Leak, bikin obat."


"Aku ingin Ghina tahu diri, itu saja. Kalau aku marah aku aduin sama nona."


"Aduin apa Kom, jangan julid dong."


Kokom tidak menyahut, ia membuka rekaman saat Ghina merayu Aditya di garasi.


"Dengar rekaman ini. Dasar manusia laknat. Untung ada pelayan yang ngerekam." kata Kokom.


Wajah Kemoning langsung pucat, matanya berkaca-kaca. Ia menahan rasa malu melihat tatapan sinis Kokom. Dia tidak menyangka akan begini jadinya dan merasa teledor menjaga Ghina. Setiap hari mereka hampir tidak sempat komunikasi. Selama ini Kemoning merasa Ghina baik-baik saja, tidak pernah menampakan sikap yang mencuriga kan.


"Aku minta maaf Kom, kenapa Ghina begini sekarang. Dulu dia benci lelaki, apa tujuannya sehingga dia berbuat begini?"


"Tujuannya uang!!" suara Kokom meninggi.


"Siapa yang ngerekam itu?"


"Salah satu dari pelayan, yang kasihan dengan nona Devaly."


"Yang ngerekam tidak sayang sama nona Devaly, disitu terdengar suara Tuan yang ikut terseret rayuan Ghina. Jika nona tahu hancur hati nya dan rumah tangganya. Aku sangat menyayangkan masalah ini terjadi, betapa murahnya moral Ghina dan Tuan. Rasanya aku tidak percaya."

__ADS_1


"Astaga, aku baru menyadari, ini jebakan untuk Tuan Adit, aku yakin rekaman ini akan cepat sampai ke nona Devaly. Tujuannya supaya rumah tangga mereka hancur lebur. Bagaimana ini Kemoning?"


"Makanya kalau ngomong pikirkan dulu, kamu jangan menyimpulkan sendiri. Lebih baik kita bicara berdua dan mencari jalan keluar."


"Sebenarnya gampang, usir Ghina dari rumah ini. Atau pecat dari kantor." ucap Kokom.


"Siapa yang bisa memecat dan mengusir Ghina, itu hak Tuan, aku yakin Tuan tidak mau, walaupun mau, Tuan bisa membelikan Ghina rumah diluar dan selingkuh dengan bebas tanpa kita bisa mengawasinya. Susah dengan orang kaya, kalau kita keras kita dipecat oleh Tuan."


"Benar juga, kasihan nona Devaly. Apa yang harus kita lakukan?"


"Kita berdua terus support nona, ajak nona ke salon dan aku akan mengajarkan nona Yoga."


"Bagus Kemoning, aku akan ngajak nona ke SPA dan kamu ajarin Yoga."


"Kita berdua Kom, jangan pisah supaya nona tidak bisa menerima telepon iseng, rekaman atau ancaman pelakor. Kita blokir semua nomor yang mencurigakan. Lebih baik semua orang tidak bisa menghubungi nona daripada bermasalah." kata Kemoning berdiri.


Mereka berdua cepat ke kamar Devaly ia mendapati Devaly tidur-tiduran dengan mata tertutup. Terdengar suara Zevia dengan lagu if depression gets the best of me mengalun sedih. Terlihat air bening keluar dari sudut mata Devaly. Ponsel Devaly diambil Kokom dan mematikan Spotifi. Devaly menghapus air matanya kemudian bangun perlahan.


"Kenapa kamu mematikan lagu itu, biarkan aku meresapinya. Still can't get past all the sadness, and the crumbs I left." kata Devaly menangis.


"Ini air mata terakhir nona, tidak ada gunanya menangisi orang yang telah menyakiti nona, siapapun itu. Untuk melawan orang jahat, caranya dengan introspeksi diri dan mencari kekurangan nona. Kemudian kita berdua akan mengajarkan bagaimana menghargai diri sendiri dan memulai hidup baru." jelas Kemoning.


"Hidup nona masih panjang, nona cantik, sexy dan punya potensi untuk sukses. Maka tinggalkan kesedihan, mari kita berpikir positif kedepannya." ucap Kokom semangat, walaupun jauh dilubuk hatinya ia bersedih melihat badan nonanya yang semakin kurus.


"Apa yang harus aku lakukan, aku malas memulai kalau itu membuatku jenuh." protes Devaly saat Kemoning dan Kokom menawar kan Dèvaly pergi ke SPA.


"Besok saya menyiapkan mobil Van, disitu ada nona, Kemoning, baby sitter dan pelayan, kita healing."


"Besok mulai start, kita menikmati hidup dengan cara sehat dan positif."


"Oke Kokom, Kemoning aku setuju dan tidak usah memberi info kepada siapapun. Biarkan aku bebas memilih jalanku."


"Bagus nona, saya tidak mau menyuruh nona melupakan apa yang terjadi dengan Tuan, karena sangat sulit. Apapun yang pernah terjadi dan sedang terjadi atau bakal terjadi, jangan membuat nona down. Anggap itu masalah kecil yang tidak bisa mengoyak semangat nona untuk menata hidup baru." ucap Kemoning mempengaruhi pikiran nona Devaly.


"Aku bertrimakasih kepada kalian yang baik kepadaku. Tadi aku merasa sendiri karena keluarga jauh, kini aku menyadari bahwa saudara itu belum tentu keluarga, tapi orang yang benar-benar tulus menyayangi kita."


"Bravo nona."


"Nona, nanti malam kita makan bersama, nona dandan yang cantik, supaya pelayan dan Tuan menilai nona sudah enjoy."


"Okee...setuju, kita hempaskan orang yang ingin merebut The Queen..." sahut Devaly dengan mata berbinar.


Setelah kedua orang itu keluar dari kamar, Devaly kembali termenung. Air matanya bergulir jatuh. Dia mengambil ponselnya dan membuka mode pesawat. Apapun yang akan dia terima lewat ponsel ini tidak menurunkan tekanan untuk hidup sendiri.


Perlahan Devaly membuka kembali rekaman terbaru yang telah disimpan di galeri. Dengan seksama ia mendengar suara Ghina.


"Tuan, aku tahu kamu bermasalah dengan nona Devaly. Aku mengerti perasaanmu yang tertekan selama ini, karena nona Dèvaly ingin mengekang kebebasanmu. Tanpa kamu sadari jiwamu terpasung membuat pikiranmu kacau dan pekerjaan terbawa-bawa. Tuan jadi stres."

__ADS_1


"Memang aku merasa terkekang karena Devaly terlalu cemburu, kadang aku ingin kembali seperti dulu, bebas tanpa beban." jawab Aditya.


"Aku akan menghibur duapuluh empat jam, dari dulu aku ingin memeluk Tuan, tidur didada Tuan. Cintaku kini terbatas...."


"Ghina, aku mencintai Devaly tapi aku merasa terbiasa olehmu, untuk sementara waktu aku tidak berani berbuat lebih kepadamu, karena aku takut Devaly pergi membawa anakku."


"Aku sabar menanti sampai kapanpun, jika kamu butuh anak dariku aku sanggup."


"Y-ya-ya Ghin...aku pasti mau."


"Tuan, apa aku boleh masuk ke kamarmu malam nanti, aku akan membuatmu melayang, nona Devaly pasti kurang servis."


"Aku ingin sekali, jika ada kesempatan aku panggil kamu untuk datang ke kamarku."


"Oke sayank..Love you."


Manusia beginikah aku harus tangisi? tidak!! aku harus bisa melewati semua cobaan ini dengan senyuman. bisik Devaly dalam hati. Dia melempar ponselnya dan bersiap mandi.


"Tookk...tookk...tookk..."


"Maaf nona saya mau menggendong Bintang, mau maghrib." baby sitter datang sambil membawa bawang merah. Sebelum maghrib biasanya bawang merah disilang ke telapak tangan dan kaki Bintang supaya tidak di makan Leak.


"Silahkan, aku mau mandi dulu."


Habis mandi Devaly langsung berdandan di walk in closet, dia menghabiskan waktu hampir satu jam. Termasuk cepat, kalau dulu semasih jadi selebriti dia bisa dua jam untuk mandi plus bersolek.


Keluar dari kamar mandi dia kaget melihat Aditya memangku Bintang. Dandanan Aditya biasa saja.


"Mau kemana yank?" bola mata Aditya membulat melihat Devaly malam ini sangat cantik sekali.


"Kamu sudah pandai memangku, berarti boleh dong jaga anak kita. Aku mau keluar, ada teman dari Hollywood mau datang."


"Jangan macam-macam, anak masih bayi begini mau kamu tinggalin?"


"Sebentar saja, kamu boleh mengajak Kokom atau Ghina jaga disini. Boleh ajak anaknya ke kamarmu dan boleh kamu suruh Ghina jagain atau yang lain."


"Yank, jangan membangunkan Macan tidur, aku diam selama ini bukan tidak tahu kamu berselingkuh, aku tahu."


"Berselingkuh dengan siapa?" tanya Devaly heran. Ia lupa sering tidur dengan Malamute.


"Dengan Malamute!!"


Devaly diam dan memeluk Aditya. Ia merasa bersalah, tapi ia heran kenapa Aditya tahu. Kemudian Devaly mengambil Bintang dan menidurkannya di box bayi.


"Sayank kenapa kamu tahu? kamu suka mengintipku atau Jangan-jangan kamu yang jadi Malamute."


"Aku tidak bodoh karena aku pasang cctv. Jadi sekarang kita impas. Mulai sekarang kamu pindah ke kamar kita atau aku pindah kesini?"

__ADS_1


"Aku pindah ke kamar mu, tapi kamu jangan selingkuh lagi ya, dan aku juga tidak mau selingkuh lagi." kata Devaly manja. Saat Aditya selingkuh aku mengamuk, tapi Aditya kalm ketika aku selingkuh. bathin Devaly. Ia sangat terharu dan memeluk suaminya.


*****


__ADS_2