LOVE YOU MALAMUTE

LOVE YOU MALAMUTE
Bad.37


__ADS_3

Devaly mengeraskan speaker ponselnya supaya semua mendengar. Mereka langsung terhenyak mendengar pengakuan Kemoning yang memakai jampi-jampi untuk memelet Aditya. Berarti Aditya adalah korban cintanya Kemoning.


"Kurang ajar, dasar wanita kampung. Pantas Aditya loyo, berarti kehidupan Aditya sudah di pegang oleh Kemoning. Tadinya aku tidak mau bilang, sekarang aku buka disini, bahwa Aditya pernah memberi ATM silver kepada Kemoning. Aku yakin mobil Jazz yang tidak pernah ada di garasi pasti dikasih Kemoning." ucap David berapi-api.


Ia berdiri menuju jendela untuk mengatur nafas. Hatinya panas mendengar pengakuan Kemoning. Ia yakin Aditya tidak mengerti apa-apa dan menganggap Kemoning adalah Dewa penolong yang sering Aditya ceritakan.


Devaly terhenyak, ia merasakan tubuhnya mencelos dan terlempar ke jurang yang paling dalam. Ia setengah berteriak saking sedihnya menemukan kenyataan ini. Air matanya tidak bisa dibendung lagi, jatuh membasahi pipinya. Hatinya sangat sakit mendengar pengakuan Kemoning tang tidak merasa bersalah.


Hampir setiap malam Aditya menghilang, dia mengatakan ingin jalan-jalan disekitar rumah supaya lupa dengan ketidakmampuannya. Tapi alasan itu bohong belaka. Ternyata pria itu bergumul dengan Kemoning, Aditya tega sekali. Dasar manusia laknat.


"Tidak ada alasan bagiku, manusia ini harus ditinggal. Aku tidak perlu harta kalau selalu diselingkuhi. Lebih baik hidup sederhana tapi nyaman." ucap Devaly di antara isak tangisnya.


"Nona, jangan keluar negeri lebih baik nona tinggal di Guesthouse seperti dulu."


"Ya Dev, aku ikut tinggal disitu. Biarin Aditya marah kepadaku masa bodoh. Diam-diam kita pindah jangan sampai pembantu tahu." ucap David memberi support.


Mereka berempat sepakat akab pindah dari rumah ke Guesthouse. Karena David sibuk sampai besok maka diputuskan akan pergi besok malam, setelah peresmian Hotel Queen Ii.


"Dev..kamu sudah dikasih tahu oleh Aditya supaya besok datang dengan dandanan cantik?"


"Belum ada sama sekali, dia tidak pernah bicara tentang hotel yang dia mau kasih padaku." lirih jawaban Devaly. Tangannya memegang dada yang terasa sakit.


"Surprise mungkin, tidak apa-apa nanti aku mengajakmu datang ke hotel."


"Sabar, kita berada di pihak nona, akan terus membantu bagaimana pun caranya." kata Kokom ikut kesal atas perbuatan Kemoning.


"Trimakasih David kamu sangat baik, aku akan prepare mulai sekarang." sahut Devaly menghapus air matanya.


"Aku mau kerja dulu." kata David beranjak dari ruang tamu. Devaly duduk terpekur, tidak ada keinginan mempersiapkan diri untuk pindah. Lelah lahir bathin.


"Lebih baik nona ustirahat dulu menenang kan diri. Saya tahu perasaan nona saat ini, pasti hancur. Ini salah satu membuat saya tidak berani menikah."


"Aku tidak menyangka saja, orang-orang terdekat ku justru menikamku dari belakang. Apa kesalahanku pada mereka, kenapa mereka tega berkhianat?"


"Semua yang terjadi kepada nona adalah karma buruk yang bisa diperbaiki dengan perbuatan baik. Dengan cara membantu orang papa atau bersedekah kepada fakir miskin. Saya yakin karma buruk berangsur hilang dan berganti dengan karma baik." Yeny ikut nemberi saran.


Devaly mengangguk. Perlahan ia bangun menuju kamarnya. Serasa kakinya tidak menginjak tanah saat ia berjalan.


"Mama...ikut.." Bintang berlari memeluk kaki Devaly.

__ADS_1


Tubuh Bintang yang kecil itu diangkat dan digendongnya. Devaly mencium pipi Bintang dengan perasaan mengharu biru. Kalau mengikuti kata hatinya ia ingin pergi supaya tidak pernah bertemu dengan Aditya.


Semenjak bersama Aditya hidupnya terasa hancur, senang sebentar setelah itu kembali bersedih, begitu seterusnya. Bintang yang cerewet memandang wajah Devaly sambil mengusap air mata mamanya.


"Don't cry mama I'm not naughty...." anak itu ikut bersedih.


Devaly tersenyum memandang putranya. Ia seharusnya tidak menangis di depan Bintang.


"Love you Bintang...." Devaly merebahkan tubuh Bintang di atas kasur, ia sendiri duduk di tepi ranjang


Yeny masuk mengambil Bintang. Ia tidak ingin Devaly terganggu, walaupun ia belum pernah menikah Yeni merasakan sakit hati yang di derita Devaly.


"Nona istirahatlah, saya yang menemani Bintang. Sabar nona, kita belum tahu kepastiannya." ucap Yeny menggendong Bintang.


Devaly tidak merespon perkataan Yeny, ia juga tidak melarang Yeny mengajak putranya. Devaly mengambil tiga butir obat tidur dan mendorongnya dengan segelas air, setelah itu ia merebahkan tubuhnya di ranjang.


Pukul. 09.30 wita, David sudah menjemput Devaly. Walaupun tidak ada pemberitahuan tapi Devaly mengikuti saran David supaya datang ke peresmian The Queen Ii. David berpikir bahwa Aditya ingin memberi kejutan kepada istrinya.


"Nona, kamu sangat cantik hari ini." puji Yeny memandang Devaly. Kokom juga terpesona.


"Aku semakin mencintaimu hahaha..." David ikut menggoda Devaly.


"Wajahmu sedikit pucat dan senyummu menghilang. Nona seperti bunga kenanga, walaupun sudah layu tapi baunya tetap harum semenjak."


Mereka naik mobil Alphard, David yang menyetir. Pemuda itu terlihat ganteng dan menawan. David memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Bau harum parfum Devaly menusuk hidung, membuat David ingin berlama-lama berada disamping Devaly.


Sampai di Hotel Queen Ii, suasananya sangat ramai dan meriah. Kursi hampir seluruhnya terdiri. Banyak sekali tamu undangan, sampai Devaly dan David dapat di belakang. Rupanya akan ada LIve music.


Kokom dan Yeny serta Bintang terpaksa tidak bisa ikut karena kursi penuh, belum apa-apa Bintang sudah menangis dan rewel. Kokom membawa Bintang ke dalam hitel dan duduk di living room.


Tinggallah David dan Devaly, mereka duduk dengan dada deg-degan menunggu acara yang sedikit molor. Anehnya David sebagai orang kepercayaannya juga tidak di undang. Tapi David memaklumi kalau Aditya kesal dengannya gara-gara dekat dengan Devaly.


Sekitar pukul. 10.00 wita, acara baru mulai. Pertama penyambutan tamu, ada Gubernur dan para eksekutif muda yang berbakat ikut di undang. Acara bergulir dengan apik disertai ucapan selamat kepada orang-orang yang rajin dan berprestasi.


Davud dan Devaly mengikuti Step by Step acara yang digelar oleh hotel. Bayangan Aditya sebagai Owner belum kelihatan batang hidungnya.


"Kami akan memperkenalkan Owner The Queen, bapak Aditya Mahendradatha Suryaningrat, seorang pembinaan muda yang sukses." tepuk tangan bergemuruh.


Aditya dengan gagahnya keluar menuju podium. Dia sangat tampan dan berwibawa. Devaly berdebar-debar melihat suaminya, ia menunggu panggilan untuk naik ke podium. Aditya memberi sambutan hangat kepada semua pihak yang selama ini menolongnya. Dan terakhir ia berkata dengan semangat dan penuh perasaan.

__ADS_1


"Saya mempersembahkan Hotel Queen Ii kepada wanita yang selama ini selalu berada disisi saya, telah banyak menolong saya dalam suka dan duka...dia adalah Kemoning pacar saya." tepuk tangan bergemuruh.


Seorang wanita mungil berjalan menuju podium. Kemoning terlihat glowing dan berhidung mancung. Gaunnya bagus, sayang dia terlalu pendek buat Aditya.


Aditya memeluk Kemoning dan mengecup bibirnya. Tepuk tangan riuh sebentar saja, karena para karyawan dan yang mengetahui istri sah Aditya saling pandang. Tentu saja mereka semua kaget, begitu juga David dan Devaly. Mulai terdengar kasak kusuk dari bibir-bibir penggosip. David meremas jari Devaly berusaha menguatkannya


Tiba-tiba Devaly bangun dan berjalan dengan anggun ke podium. Wanita itu mengambil Mic dari tangan Aditya yang kaget melihat istrinya. Semua terkesima akan kecantikan dan ketenangan Devaly. Ia memakai gaun waistline corset dengan ukuran 22 inci yang mempertegas bentuk tubuhnya, serta jubah panjang berbahan beludru hitam dipercantik dengan detail berwarna emas sangat indah dan mempesona.


David menghapus air matanya yang bergulir jatuh. Ia tidak menyangka begini jadinya, dan sangat menyesal membawa Devaly kesini.


"Selamat siang suami ku yang tercinta dan selamat siang semua hadirin yang berada disini. Sebagai istri Owner The Queen, saya bangga terhadap kerja keras kalian yang bisa mencapai kesuksesan yang gemilang." kata Devaly dengan bahasa Indonesia campuran dan patah-patah. Devaly tersenyum manis berbalut kesedihan yang mendalam.


"Sebagai istri sah dari Tuan Aditya saya tidak mendapat undangan atau pemberitahuan lisan. Saya datang karena ingin membuktikan seberapa jauh perselingkuhan suami saya dengan pelayan saya." sambung Devaly gemetar menahan tangis.


Semua hening, dan terharu, seorang laki-laki maju ke podium. Ia merampas mic dari tangan Devaly.


"TURUN!! kalau tidak ada adik saya Tuan Aditya tidak mungkin hidup!!" teriak laki-laki tersebut dengan angkuhnya.


David cepat naik ke podium dan menarik laki-laki itu. Tapi saudara Kemoning marah dan ngoceh tentang Leak dan balas budi. Dia berkoar-koar kalau Aditya dan Kemoning sudah kawin siri.


"Pelakor...pelakor...laporkan ke polisi supaya di penjara...." teriak hadirin memenuhi ruangan.


Aditya ditarik oleh seorang lelaki keluarga Kemoning. Ternyata yang memenuhi kursi undangan adalah saudara Kemoning yang dari kampung.


Peresmian itu batal dilakukan. Keluarga itu diusir pulang oleh karyawan. Keadaan hancur lebur dan memilukan. Untung ada David yang melindungi Devaly, karena saudara Kemoning mengamuk kepada Devaly.


Devaly menangis sesenggukan dan beranjak dari podium menemui putranya yang rewel.


"Nyonya Aditya bagaimana kronologis ketika suami nyonya berselingkuh. Kenapa nyonya tidak diberitahu tentang peresmian hotel ini." salah satu repoter menanyai Devaly. Saat ini Devaly di krubungi oleh banyak wartawan.


"Tuan jangan menanyai nona saya, tanya kepada kami penderitaan nona kami." ucap Kokom berani.


Devaly saat ini memang sulit bicara karena menangis terus. Ia memeluk putranya yang ikut menangis sambil menciumi wajah mamanya. Semua orang terharu melihatnya.


"Don't cry mama I'm not naughty...." ucap Bintang menghapus air mata Devaly. David sengaja menjauh karena takut tertimpa gosip. Ia tidak ingin Devaly tambah nenderita.


"Tuan dan nona sekalian, tolong beri kami jalan keluar, kami akan pulang. Apakah kalian tidak kasihan melihat penderitaan seorang istri yang dizalimi oleh seorang pelayannya? pelayan dari kampung di pelihara disini, diam-diam dikasi ATM unlimited oleh Tuan, sedangkan istri sahnya tidak dikasi uang sepersenpun." jelas Kokom berapi-api.


Semua unek-uneknya dia tumpahkan, dia ikut sakit hati dan sangat benci kepada Aditya.

__ADS_1


"Catat, omongan saya yang terakhir. ****** ini punya ilmu Leak yang tinggi, jika salah satu dari kami mati, dia yang makan. Tolong di tangkap dan hukum seumur hidup." kata Kokom.


*****


__ADS_2