LOVE YOU MALAMUTE

LOVE YOU MALAMUTE
Ban 21


__ADS_3

Kedatangan Thasy membuat suasana santai menjadi panas, Kemoning meradang saat Thasy menatap Surti. Thasy dendam kepada Surti karena melempar tissue basah ke wajahnya di Ghosa.


"Kalian semua telah menjungkir balikan kehidupanku. Pamorku merosot gara-gara perbuatan kalian yang bodoh. Tapi awas, aku akan membalas perbuatan kalian satu persatu." ancam Thasy memandang pelayan dengan sinis.


"Thasy duduklah, jangan kamu mengancam pelayan ku." ucap Aditya meredakan emosi wanita itu. Ia menarik tangan Thasy supaya duduk disampingnya.


"Tidak Aditya, aku tetap akan balas dendam. Babu-babu ini sudah lancang berbuat jahat padaku. Mereka pantas mendapatkannya."


"Pelayan tidak akan jahat kalau kamu tidak jahat, semua berpulang dari dirimu. Kamu harus menyadari itu. Pelayan disini sangat menyayangi Devaly, menginginkan Tuannya hidup rukun dan bahagia."


"Sekarang kamu boleh bicara begitu, nanti setelah menikah kamu pasti ingin selingkuh, berpetualang dengan wanita lain, nikah itu tidak enak. Aku yakin Devaly pasti sudah selingkuh dengan yang lain, mana tahan kesepian."


"Cukup omong kosongmu, tidak mungkin nona Devaly selingkuh. Dia orang baik dan setia, walaupun banyak yang menginginkan nona tapi dia tidak mau." ketus Kokom.


"Elehhh...sok tahu, kamu tahu Devaly ngajak lelaki saat ini, sedangkan kamu berada disini sekarang, bisa kamu menjaga junjunganmu dari tangan lelaki."


"Saya tidak perlu menjaganya karena Devaly punya iman yang kuat." pungkas Kemoning.


"Kokom ajak semua temanmu ke dapur, awas ada musuh dalam selimut, kalian harus jaga diri dan hati-hati." kata David ikut meredakan suasana. Dia melihat Kokom dan Thasy saling menghujat.


Thasy membiarkan mereka pergi dan menandai pelayan itu satu persatu. Dadanya ingin meledak saat menatap Kemoning yang komat kamit. Keringat membasahi tubuhnya, Thasy sempoyongan.


"Nona Thasy, jangan mengumbar aib disini. Tuan sudah punya istri dan anak, tidak baik merebut suami orang dengan jalan kotor. Jika kau ingin menguasai Tuan dengan caramu, karma buruk akan menimpamu." rutuk Kemonis sinis.


"Lancang kau babu, kau tahu siapa yang kau hadapi. Aku model Hollywood."


"Apapun latar belakangmu, mau model, artis, aku tetap menganggapmu monyet kecil yang kehilangan arah." ucap Komoning kesal.


"Mana junjunganmu yang kau banggakan?"


"Hati-hati lah melawan orang diam. Devaly jauh lebih mulia dari kau. Dia seorang ibu yang bertanggung jawab kepada anaknya, biarpun Tuan tidak menafkahinya gara-gara membelamu, dia tetap tabah dan bekerja banting tulang, tidak sepertimu yang bekerja haram."


"Stop berdebat, Kemoning ke dapur, Thasy duduk disini, katakan kenapa kamu berani kesini bukankah yang punya rumah sudah melarang kamu datang." kata David kurang senang terhadap Thasy.


"Peduli setan dengan Devaly, dulu dia melarang ku datang, sekarang dia terusir dari sini. Begitulah istri durhaka yang kerjanya tidur dan menangis. Tidak punya masa depan dan...."


"Jangan bahas istriku." Aditya menyela.


"Bos jika kamu membuang istrimu aku akan menampungnya." tiba-tiba David berkata lancang. Darah Aditya langsung mendidih. Tapi ia berusaha menenangkan dirinya dengan menarik nafas panjang.


"Siapa yang membuang, aku hanya memberi efek jera supaya dia tidak biasa pergi tanpa khabar. Kau tidak tahu sejarahnya supaya aku bisa mendapatkannya."


"Aku yakin dia akan tambah menjauh, lebih baik cerai bos, aku siap menjadi suami yang setia. Devaly pasti mau denganku."


"David, jaga mulutmu. Aku akan membawa mereka kesini lagi, jangan kau mencoba merayu istriku."


"Semoga Devaly mau. Bagaimana kalau dia menuntut cerai?"


Aditya terdiam, ia pusing memikirkan Devaly dan putranya. Pelayan dengan enggan pergi ke dapur, mereka belum puas sebelum Thasy pergi dari rumah ini.

__ADS_1


."Sayank, kita healing ke pantai atau kemana saja, kamu perlu refreshing."


"Maaf Thasy aku tidak enak badan." kilah Aditya kesal. Omongan David membuat Aditya berpikir tentang Devaly.


"Morning... Morning....kalian sudah rapi, mau kemana?" tiba-tiba Ghina sudah ada di depan mereka. Tubuh Ginha yang semakin montok membuat pakaiannya terlihat sempit. Dandanan Ghina memang seronok membuat mata ingin terus memandangnya.


"Tumben Thasy berani kesini, bagaimana khabarmu setelah ditendang oleh Devaly?"


"Aku baik, sukses dan tetap glamour." jawab Thasy sombong. Ia kesal melihat Ghina banyak tingkah dan ikut duduk dengan mereka.


"Syukurlah, asal jangan ganggu Tuan lagi, karena Tuan sudah menjadi milikku."


"Hahaha...jangan becanda Ghina, tidak mungkin Aditya bertekuk lutut denganmu. Kau hanya babu rendahan yang baru kemarin sore, tidak selevel dengan kami."


"Kau yang rendahan, gatal, tidak tahu malu. Suami teman diembat saja. Lebih sakit rasanya kalau suami kita berselingkuh dengan orang terdekat, daripada orang jauh yang tidak dikenal."


"Kalian kenapa sih, bikin kesal saja." kata Aditya berdiri.


"Tidak usah merasa terganggu, babu ini mau naik level, makanya bicaranya ngacau."


"Kau yang babu, sok suci!!"


Pertengkaran tidak bisa di elakan, mereka sama-sama kaku, Aditya mencolek tangan David mengajak pergi. Malas mendengar caci maki dan sumpah serapah mereka berdua yang kasar. Mereka sampai tidak menyadari kalau David dan Aditya sudah keluar lewat pintu samping, mereka mau pergi ke kantor.


"Aku yakin mereka akan saling jambak, Ghina pasti dibela oleh pelayan." kata Aditya setelah mereka berada di mobil.


"Bos kalau Thasy kembali ke rumah, pelayan akan kesal. Disamping itu akan terjadi selisih faham terus menerus antara pelayan, Ghina dan Devaly, kalau Devaly mau pulang."


"Itu bukan jalan keluar. Bos kaya raya, cari sepuluh pengawal untuk menjaga rumah. Tunjukan kharismatiknya dan rubah sifat Bos yang cenderung lebay tanpa arah. Ajak sopir dan pengawal ke kantor."


"Aku berubah karena sesuatu yang berada di tubuhku, kadang berlawanan dengan kata hatiku. Jadi aku merasa seperti diombang ambing oleh dua kekuatan yang berlawanan."


"Apa itu, kalau perlu dibawa ke dokter aku yang nganterin, jangan takut buang uang untuk kesehatan."


"Kalau dokter bisa nyembuhin, dulu aku sudah bawa ke dokter, tapi ini semacam ilmu gaib yang dimasukin oleh nenek ke tubuhku."


"Kenapa bos mau, kalau menurut bos itu hal yang jelek. Bos bisa berontak dan lari."


"Tidak segampang itu, namanya aja ilmu gaib, pasti memasukannya secara gaib. Aku baru tahu ketika ada perubahan di tubuhku. Aku menjadi malas ibadah dan bertambah ganjen dengan lawan jenis. Banyak yang berubah, aku jadi sering bimbang dan ragu mengambil keputusan." jawab Aditya tetap merahasiakan ilmu Leaknya.


"Aku banyak tahu dukun sakti, kita berobat kesana saja."


"Sudah keliling dibawa, tidak bisa hilang. Itu sebabnya aku didampingi oleh Kemoning dan Ghina, tapi Ghina malah berubah sifatnya dari baik menjadi selebor. Kadang aku berpikir apa Ghina punya ilmu juga atau dia memang jatuh cinta sama aku."


"Amit-amit jabang bayi, semoga bos tidak bisa ngeleak. Kalau itu terjadi penginapan kita akan sepi dan bos tidak akan pu¹nya karyawan, karena semua takut."


"Bukan ilmu Leak, paling ilmu kanuragan tingkat tinggi." bohong Aditya.


"Gampang membuang ilmu begitu, kita ke dukun atau ke pendeta."

__ADS_1


"Nanti sajalah setelah Devaly pulang, aku banyak pikiran. Untuk sementara aku ingin tidur di kantor, di rumah selalu ingat Devaly sama anakku."


"Biarpun bos dimana akan selalu ingat anak dan istri, itu wajar bos. Coba bos introspeksi diri, jangan selalu menyalahkan Devaly. Aku merasa Devaly lebih memilih pergi dari pada banyak uang tapi sakit hati. Dia punya prinsip dan berani hidup sendiri."


"Zaman sekarang wanita bisa hidup sendiri karena ada Gadun yang membiayai hidupnya. Apalagi sekarang ini Devaly tambah cantik dan sexy."


"Devaly bukan wanita murahan, dia orang barat, hidupnya libral tapi dia bisa menjaga akhlaknya."


"Aku sangat mencintainya....." ucap Aditya lirih. Kadang ia benci kepada dirinya sendiri yang merasa dikurung oleh kekuatan negatif.


Sampai di kantor Aditya menuju ruangannya sedangkan David menuju ruangan rapat untuk morning briefing.


Setiap hari senin pekerjaan pasti menumpuk dan melelahkan. Sebelum bekerja biasanya Aditya duduk di sofa untuk menghabiskan Coffee kocok dan udang rambutan. Seleranya mendadak hilang ketika wajah Ghina nongol di pintu.


"Tuan lindungi aku hiks...hiks...hiks..." Ghina langsung menjatuhkan tubuhnya dipangkuan Aditya. Tangisnya merebak membasahi celana panjang pria itu.


"Siapa yang memukul mu?" tanya Aditya pelan sambil membangunkan Ghina.


"Duduklah Ghin, aku mau lihat lukamu."


Ghina duduk disamping Aditya sambil menghapus air matanya. Aditya memeriksa wajah Ghina, matanya bengkak sebelah kiri, sudut bibirnya berdarah. Kedua pipinya juga bengkak dan merah bekas tamparan tangan.


"Aku mau lapor ke polisi, supaya di visum. Benci sekali aku dengan wanita itu, sombong dan merasa paling benar."


"Tidak usah main polisi ribet, anggap saja sudah selesai supaya aman. Kamu sempat tidak mukul dia?"


"Mana bisa, ternyata dia pintar taekwondo. Sulit ngalahin. Kita belum siap dia sudah main pukul."


"Sudahlah, kamu mau kerja atau di rumah?"


"Kerja, tapi aku disini dulu, kalau sudah reda sakitku aku ke ruanganku."


"Ini ada teh hangat dan pastry makan saja."


"Trimakasih Tuan, aku sebenarnya ingin melaporkan ke polisi, karena Tuan tidak berkenan, ya sudahlah."


"Istirahatlah aku kerja dulu, nanti David akan mengajak ke dokter."


"Aku ingin Tuan yang mengajak aku ke dokter. Badanku seperti remuk jenazah tenaga dalam."


"Hahaha...ada-ada saja, tidak mungkin tubuh mu remuk. Hari ini aku banyak kerjaan, bukan berarti aku tidak peduli, aku suruh pak wayan mengajak kamu ke dokter." kata Aditya membuka pintu dan memanggil pak wayan.


"Pak Wayan tolong ajak nona Ghina ke dokter, pakai mobil kantor saja."


"Siap Pak." kata pak Wayan menuntun Ghina keluar ruangan.


Aditya bernafas lega setelah menyelipkan uang satu juta ke tas Ghina. Ada saja bikin kesal. Gina dan pak Wayan keluar dari ruangan. Kenapa wanita sekarang senang berantem, tidak kasihan dengan wajahnya yang mulus. pikir Aditya.


Dia menuju kursi kebesarannya, baru membuka laptop, wajah Thasy nongol di pintu. Nasibnya sangat apes, didatangi dua wanita bonyok.

__ADS_1


*****


siapakah yang memukul mereka?


__ADS_2