LOVE YOU MALAMUTE

LOVE YOU MALAMUTE
Bab. 35


__ADS_3

Tidak ingin istrinya bertemu dengan Kemoning, Aditya terus memeluk Devaly. Ada rasa takut yang besar jika Kemoning panas hati dan membuka rahasianya.


"Sayank...aku semakin cinta denganmu." bisik Aditya mencium lembut istrinya. Apa karena rasa takut atau karena apa, bibir istrinya rasa hambar dan dingin. Gairahnya seketika mati. Aditya melepas pelukannya dan tidur di sebelah Devaly.


"Sayank, aku tidak ada gairah sama sekali. Pikiranku jauh dan ingat Kemoning terus. Aku kasihan padanya, dia sangat nenderita."


"Sayank, aku tidak menuntut supaya kamu memuaskan ku, Kamu ada disampingku saja aku sudah senang. Aku tahu kamu sibuk dan stres." Devaly berbaring miring, matanya sayu menatap


"Aku mohon apapun yang akan terjadi dalam biduk rumah tangga kita, kamu jangan cepat terpancing, tidak boleh di selesaikan dengan cara melarikan diri dsri rumah. Terkadang mulut orang lain seperti racun, hanya ingin membuat kita hancur." kata Aditya seolah ia memberi pesan dan berharap Devaly mau mengerti.


"Jika kesalahan itu kamu lakukan dengan sengaja dan terbukti nyata, akupun tidak bisa mengikuti pesanmu dan tidak mau mengerti. Jadi, jauhkan dirimu dari hal buruk, akupun akan tetap disampingmu."


"Hal buruk apa Sayank?"


"Kamu tidak memberi aku uang, aku tidak masalah. Hanya satu membuat aku sakit hati yaitu perselingkuhan. Aku paling anti dan tidak akan memaafkanmu kalau kamu selingkuh."


"Tidak mungkin aku selingkuh, barangkali tidak bisa bangun. Kalau ada orang yang menuduh ku selingkuh berarti orang itu iri dan dengki padamu. Jauhkan orang begitu."


Begitulah Aditya mencekoki omongan kepada Devaly. Dia takut ditinggal istri dan anaknya. Disisi lain ia merasa terbius oleh gairah Kemoning yang membuat jantungnya berdegup kencang. Kadang ia tidak bisa menahan diri untuk pergi ke Guesthouse.


"Yank, aku keluar dulu, kamu jangan keluar, ada Thasy dan Ghina, nanti malah mereka bully kamu. Aku ingin membantu Kemoning pindah."


"Ohh yaya....,"


Devaly membiarkan Aditya keluar kamar untuk membantu Kemoning. Mendapat restu dari Devaly, Aditya cepat ngacir. Diluar ada David yang ditemani Sri dan Kokom.


"Kemoning sudah pindah Sri?" tanya Aditya pelan.


"Sudah Tuan, dia naik ojol, dia tidak mau diantar dan dibantu." kata Sri.


"Aku cari saja, kasihan." sahut Aditya.


"Apa aku temani bos?" David menawarkan diri. Aditya menolak.


Semua pelayan membicarakan kepergian Kemoning mereka mengira kalau Thasy biang keladinya. Apalagi Thasy sering adu mulut dengan Kemoning, menurut pelayan Thasy yang salah, Kemoning korban.


Cerita Kemoning korban dari Thasy, bergulir cepat sampai Devaly merasa kehilangan Kemoning. Kokom dan Aditya adalah tempat Devaly mengadu, setiap hari ia mengeluh atas kepergian Kemoning. Aditya menyuruh Devaly melupakan Kemoning.


Tapi hari ini tangisan untuk Kemoning terhenti. Mata Devaly nanar membaca tulisan seseorang yang mengirim Vidio Aditya keluar dari kamar Kemoning.


"Suamimu selingkuh dengan Kemoning."


Devaly mencoba menelpon orang itu namun tidak bisa. Ia lalu balas.


"Basi!!" balasnya pendek.


"Hahaha....siap-siap saja kabur keluar negeri ini baru awal, nanti aku kasih kejutan!!"


"No comment!!"


Balasnya berusaha tidak peduli, walaupun otaknya ingin mengetahui lebih banyak tentang hubungan Aditya dan Kemoning. Ia kemudian mengingat-ingat tingkah Aditya dan ketidak mampuan suaminya diatas ranjang. Apakah ada hubungannya?


Devaly pusing sendiri memikirkan ini. Ia juga mengingat tingkah laku Kemoning yang kurang sopan belakangan ini. Jika itu terjadi ia yakin Aditya yang bersalah. Pasti Aditya telah memperkosa Kemoning.


Devaly gelisah menunggu suaminya pulang dari kerja. Ketika Aditya pulang Devaly mulai memperhatikan tingkah Aditya. Belakangan ini Aditya memang lebih pendiam, kurusan, matanya menatap kosong. Aditya ngantuk saja bawaannya. Dan kuat tidur dan jarang sempat bermain dengan Bintang.


"Sayank, apakah pekerjaan di kantor sangat banyak, sehingga setiap hari kamu kelelahan sampai tidak sempat bercanda dengan Bintang."


"Sibuk sekali, aku mengantuk." jawab Aditya naik ke ranjang dan tidur.


Devaly tidak mau mengganggu suaminya dan mencari Kokom. Wanita itu kaget ketika Devaly nongol di kamarnya.

__ADS_1


"Ada apa nona, saya baru selesai mandi." kata Kokom mengambil Bintang dari gendongan Devaly.


"Aku ingin sharing denganmu. Ntah ini benar atau ada orang yang benci padaku."


"Ada apa nona, hati-hati bertindak."


Akhirnya Devaly membuka ponselnya dan memperlihatkan isi chat. Tampak Kokom mengerjitkan alisnya.


"Kemoning adalah saudara Tuan, mungkin ada sesuatu yang membuat Tuan ke kamar Kemoning. Misalnya tentang Leak. Coba nona buka ponsel Tuan, apakah ada yang mencurigakan."


"Aku juga berpikir begitu. Semoga tidak terjadi sesuatu, jika itu terjadi aku akan pergi dari sini."


"Jangan cepat mengambil keputusan." kata Kokom bijak. Ia sangat kasihan melihat Devaly.


"Bagaimana kalau kita bertanya kepada David, masalah ini perlu dirembugkan." usul Kokom.


"Benar, kita suruh Sri ngajak Bintang supaya di suapin."


Devaly dan Kokom menuju ruang makan, ia mencari Sri supaya mengajak Bintang.


"Sri tolong suapin Bintang." kata Kokom menghampiri Sri.


"Kamu mau kemana dengan nona Devaly?"


"Mau ke tempat Tuan David." bisik Kokom.


Ghina yang tidak jauh duduk, menguping apa yang Kokom ucapkan. Dia juga kepo karena ada Devaly di luar ruang makan.


Setelah itu mereka buru-buru ketempat David, takut Aditya keburu bangun. Tentu David kaget melihat Devaly nongol diambang pintu diikuti Kokom.


"Aku hampir senang melihat kamu datang, kirain datang sendiri. Ternyata ada ondel- ondel dibelakangmu. Pasti ada yang penting, mana mau Devaly datang kesini kecuali sudah mentok."


"Benar katamu, aku tadi sudah bicara sama Kokom, tapi Kokom yang menyuruh datang kesini."


"Duduk dulu, setelah itu kita bicara. Coba kamu cerita kan apa yang terjadi."


Devaly lalu memperlihatkan vidio itu dan chat dari orang tak dikenal. Lama David diam, dia lalu memandang Devaly.


"Aditya biasa saja, memang sangat sibuk di kantor. Karena hotelnya sudah rampung, akan diresmikan minggu ini. Mungkin kamu akan hadir, karena hotel itu dipersembahkan untukmu. Sebagai simbol cintanya Aditya."


"Yang benar, aku sangat terharu."


"Dulu hotel itu namanya Devaly, baru-baru ini dirubah menjadi Queen II, tidak tahu kenapa. Aku tidak bertanya sejauh itu karena kita sama-sama sibuk."


"Apakah Kemoning pernah ke kantor mencari Aditya?" tanya Kokom agresif.


"Setahuku tidak pernah, Bos seperti tidak tertarik kepada cewek manapun."


"Sebenarnya aku....."


"Dooaarrr...." pintu ditendang dari luar. Aditya masuk dengan bringas. Kokom cepat sekali meloncat kebelakang sofa.


"PLOOKK....." cepat sekali tangan Aditya menampar dibarengi makan kasar.


Reflek Devaly memegang pipinya yang memerah. Devaly diam tidak marah karena Aditya pernah berkata,


"Aku akan cepat membunuh orang jika kamu dekat dengan laki-laki lain. Jangan karena aku tidak mampu memuaskanmu kamu main gila dengan lelaki lain."


"Bos jangan main pukul begitu, maksudnya apa? jika sudah tidak senang ceraikan saja, banyak yang mau." teriak David marah.


"Jadi kau yang selalu menunggunya dan suka menghasut istriku supaya mau denganmu." Sahut Aditya marah, tangannya melayang tapi Devaly langsung memeluk suaminya.

__ADS_1


"Sudah-sudah, tidak ada yang terjadi.ari kita ke kamar." ajak Devaly. David heran melihat Devaly begitu tenang.


"Kalau aku tidak cepat datang, aku yakin kamu sudah tidur berdua." kata Aditya dengan suara tinggi.


"Kokom keluarlah, Tuan mengira aku tidak mengajak pengawal."


Aditya terdiam ketika Kokom berdiri dari belakang sofa. Wajahnya terlihat pucat.


"Maaf Tuan..." kata Kokom lurih.


"Lagi sekali aku melihat Devaly dipukul, aku akan mengambilnya atau kamu di penjara." kesel David. Ia tidak peduli itu bos nya. Jika Devaly mau dengannya sekarang pun ia nikah.


"David maaf ya, mungkin bos tidak enak badan. Aku permisi dulu."


"Ingat Dev, lagi sekali suami mu main fisik langsung kamu visum, aku yang laporkan ke polisi." gertak David. Aditya diam dengan nafas naik turun.


Devaly keluar dengan menggandeng tangan Aditya. Kokom ikut di belakangnya. Pasti ada yang mengadu ke Aditya. pikir Devaly kesal. Ia yakin kalau Ghina ikut campur tangan.


Devaly sengaja mengajak suaminya ke meja makan, supaya Ghina, Thasy atau pelayan yang tidak senang padanya menjadi diam.


"Duduk Yank, kita makan dulu." kata Devaly setenang mungkin.


Aditya tambah bingung terhadap sikap Devaly, ia merasa istrinya mengalah untuk menang. Tiba-tiba Aditya memeluk Devaly, dan berbisik.


"Kita makan dikamar." pinta Aditya.


"Aku ingin makan di luar." kata Devaly.


Aditya tidak menjawab, ia melepaskan pelukannya dan berdiri. Devaly ikut berdiri. Aditya keluar dari ruang makan, sedangkan Devaly menghampiri Kokom.


"Kokom, bawakan aku segelas susu hangat, sepertinya kami tidak selera makan. Tolong jaga Bintang, aku merasa ada sesuatu, tapi aku tidak bisa jelaskan."


"Kami akan menjaga Bintang, jika ada Leak nona tinggal lempar dengan bawang."


"Suasananya seram sekali, aku mendengar suara lolongan anjing." ucap Devaly melirik Ghina dan Thasy. Kedua orang itu sedang berbicara serius.


Devaly keluar dari ruang makan ketika melihat Yeny. Ia tahu pasti Aditya menyuruh Yeny menjemput nya.


"Nona dipanggil Tuan."


"Siapa yang mengajak Bintang?"


"Sri nona, putra nona agak rewel, tapi sekarang sudah tidur setelah saya dan Sri menebar garam."


"Kalian jaga Bintang, aku mau bicara dengan Tuan." kata Devaly pelan.


"Baik nona." kata Kokom dan Sri.


Devaly menuju kamar, ia tidak melihat Aditya, ia mendengar suara air. Mungkin Aditya kagi mandi. pikir Devaly.


Ponsel Aditya berbunyi, iseng Devaly melihat siapa yang menelepon. Dada Devaly seketika berdebar karena yang menelepon Kemoning. Ia tidak mengangkatnya dan membiarkan suara itu mati.


Devaly duduk di sofa sambil minum susu, ia melihat Aditya keluar dari kamar mandi. Aditya sudah memakai pakaian rapi, kemeja dan celana jean. Devaly pura-pura masa bodoh.


"Yank ada yang nelpon tadi?" tanya Aditya menyisir rambut.


"Aku baru datang, tidak mendengar. Siapa yang mau menelepon?"


"Anu..teman kantor, mau mengajak makan malam."


"Kebetulan, aku ikut ya. Ingin sekali makan malam diluar denganmu. Sudah lama tidak pernah makan diluar."

__ADS_1


"Tidak enak mengajak istri, besok-besok saja. Suasana malam ini serem sekali, aku takut kamu dimakan Leak." kata Aditya berusaha menakut-nakuti Devaly.


****


__ADS_2