LOVE YOU MALAMUTE

LOVE YOU MALAMUTE
Bab. 31


__ADS_3

Limit to your love dari James Blake mengalun dari ponselnya. Lagu ini membuatnya galau. Lagu kenangan sewaktu mereka di rumah nenek. Sedih kalau mengingat masa itu, satu persatu teman-teman meninggal. Aditya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.


TIdak bisa di pungkiri bahwa cintanya kepada Devaly sangat besar. Ia begitu merindukan istri dan anaknya. Rasa kesepiannya yang panjang membuat mereka berdua di mabuk cinta. Liar tanpa terkendali. Hampir saja ia lebur dengan Devaly, kalau saja Kemoning tidak mengganggunya. Kadang Kemoning bikin kesal, tidak mengerti orang lagi *****.


Matahari sudah condong ke barat, sebentar lagi bumi akan gelap. Aditya duduk di teras depan dengan sebotol minuman Wine. Ia ingin minum sedikit untuk menghilangkan rasa rindunya.


Rumah terasa sangat sepi karena semua pelayan dan David ikut ke kost nya Devaly. Ia membiarkan pelayan bergosip ria atas tingkah laku Kemoning yang tidak punya attitude.


Gelap mulai merayap, Aditya malas bangun untuk menyalakan lampu. Karena di teras tempatnya setengah terbuka, jadi tidak gelap sekali. Masih terlihat Wine yang ia tuangkan ke gelas. Ia ingin menyatu dengan kegelapan. Tapi keinginan itu tidak pernah terjadi, Ghina datang dan menyalakan lampu.


"Kenapa gelap-gelapan, Tuan sudah mabuk?"


"Aku belum minum, baru mau minum supaya bisa tidur, malas begadang." jawab Aditya ogah-ogahan.


"Sepi sekali padahal baru jam delapan. Gimana kalau Aku yang menemani Tuan."


"Tidak usah, kamu tidur saja, aku juga mau tidur. Besok aku mau bangun pagi untuk menjenput Devaly di kost." Aditya berharap Ghina meninggalkannya, tapi wanita itu malah duduk disampingnya.


"Devaly mau pindah kesini? Duhh, kita belum sempat tidur bersama. Biarin saja dia di tempat kost, kalau disini berbahaya banyak Leaknya."


"Kami harus serumah untuk perkembangan psikis Bintang. Dia tidak boleh mengalami broken home. Aku dan Devaly saling butuh, sama-sama kesepian, untuk apa berpisah lebih baik kami bersatu kembali."


"Tuan tidak akan kesepian ada aku, Tuan bebas memakaiku." tangan Ghina menyentuh paha Aditya.


"Ghina kembali ke kamarmu, hargai dirimu. Jangan menjadi pelakor. Tuan sudah beristri dan sudah punya anak, dia tidak perlu kamu lagi. Tidurlah supaya kamu bisa bangun pagi, masak seperti dulu." ketus Kemoning.


"Aku belum ngantuk, tidak ada salahnya kalau Tuan bersamaku, kami sama-sama kesepian."


"Jangan membuat aku marah!!" bentak Kemoning membuat Ghina terpaksa pergi.


Setelah Ghina masuk kamar, Kemoning lalu menarik tangan Aditya membawanya ke kamarnya.


"Tuan mari ke kamarku." kata Kemoning pelan.


Perasaan Aditya berbunga-bunga mengingat janji Kemoning yang akan melenyapkan ilmu Leak nya. Saat ia masuk ke kamar Kemoning lampu kamar mati. Hanya lilin yang menyala. Tercium bau kemenyan, suasana mencekam. Padahal ada Kemoning, bisa-bisanya Aditya takut. Bulu kuduknya sampai berdiri.


Setelah mengunci pintu Kemoning berdiri di hadapan Aditya.


"Tuan lepaskan semua pakaiannya, tidak boleh membantah. Tuan tidak boleh malu karena saya tidak jelas melihat Tuan. Saya juga akan membuka baju."


"Kemoning, aku tidak mau kalau syarat nya harus berbuat maksiat denganmu. Ingat, kamu adalah saudaraku."


"Bukan aku yang berkeinginan, kita berdua hanya menjalankan perintah. Nanti akan ada bisikan." kilah Kemoning.


Akhirnya Aditya menurut, dia berdiri kaku karena canggung. Untung lilin hanya satu menyala, jadi badan mereka tidak begitu jelas terlihat.

__ADS_1


Kemoning mulai mengujar mantra, meraba tubuh Aditya. Semampu mungkin Aditya menahan perasaannya yang bercampur aduk karena yang meraba Kemoning. Coba Devaly pasti ia sudah memeluknya.


"Tuan ikuti mantraku." bisik Kemoning. Aditya cepat mengikuti apa yang Kemoning suruh.


"Tuan, apapun yang saya lakukan jangan menolak, biarkan berjalan dengan lancar. Ini hari yang baik untuk kita."


"Baiklah.." jawab Aditya pendek.


Aditya kaget ketika Kemoning memeluknya dari belakang. Kedua tangan Kemoning lincah meraba leher, dada, perut dan turun mengelus rud4lnya. Ia berusaha bertahan supaya tidak ada reaksi. Tiba-tiba Kemoning berubah posisi, ia memeluk Aditya dari depan dan tubuhnya merosot turun, berjongkok. Dan sruuppp....


Keringat dingin membasahi tubuh Aditya ketika mulut Kemoning mengulum 4nunya. Bayangan Devaly melintas di benaknya. Hati kecilnya menolak perlakuan Kemoning, tapi 4nunya tidak bisa diajak kompromi, padahal sudah ia tahan semampu mungkin, tetap saja mengacung. Sungguh terlalu!!.


"Hem..hum..hem..." mulut Aditya tanpa sadar meracau keenakan. Setelah merasa Aditya terpancing gairahnya, Kemoning memeluk pria itu dan menciumnya lembut. Ntah wanita itu belajar dari mana, perlakuannya sudah seperti wanita high class.


"Tuan duduk lah bersila di atas tempat tidur dan ikuti apa yang saya ucapkan." bisiknya seraya mendorong tubuh Aditya perlahan. Dengan patuh Aditya menurut.


Kemoning naik ke ranjang duduk di belakang Aditya dan memeluk tubuh pria itu sambil komat kamit tidak jelas. Aditya mulai tidak konsentrasi dan membiarkan Kemoning sendiri yang ngoceh.


"Tidur telentang Tuan, jangan menolak apa yang saya lakukan."


"Baiklah.." jawab Aditya.


Kemoning lalu naik ke atas tubuh Aditya dan mulai mencumbunya dari atas ke bawah. Seluruh tubuh Aditya menjadi bulan-bulanan Kemoning. Aditya menggigit bibirnya supaya tidak berdesah, kepalanya tambah spaneng menerima ulah Kemoning. Pikirannya sudah kacau, keinginannya hanya mencoblos saja.


Setelah itu Kemoning memeluk Aditya erat dan mengulum lidah Aditya lama menyedot ilmu Leak yang berada di pangkal lidah. Setelah Kemoning merasa cukup, ia turun dan merebahkan tubuhnya disamping Aditya.


"Sekarang aku dibawah mu dan kamu mulai melanjutkan." bisik Kemoning tidak bisa menahan hasratnya. Ia membuka kakinya dan menunggu. Bayangan keperkasaan Aditya yang lumayan jumbo menggoda imamnya.


Kemoning akan terus bungkam supaya Aditya tetap menjadi miliknya. Sebenarnya ilmu Aditya sudah pindah ke badannya, mulai sekarang Kemoning bertambah ilmunya. Ia juga bisa menjadi Malamut. tapi ia tidak akan katakan. Ia ingin seperti Devaly, disayang dan dicumbu setiap hari.


"Aditya, bukalah segelku supaya ilmu Leakmu perlahan hilang. Aku berkorban untukmu." bisik Kemoning ketika Aditya ragu-ragu untuk melanjutkan pernainannya. Apalagi Kemoning masih segel.


Dengan pengalamannya yang sudah pernah menjebol Devaly, Aditya sudah hafal caranya menjebol gawang lawan. Ia akan mencumbu Kemoning sampai wanita itu seperti cacing kepanasan. sekarang ia memegang kendali. Efek lama kesepian membuat Aditya sangat perkasa dan liar. Tidak menunggu waktu lama Aditya bisa lolos.


"Aduhh...sakiiitttt..hiks...hiks.." rintihan kesakitan dari Kemoning bergema sesaat. Aditya seolah mendapat durian runtuh. Mimpi apa dia semalam sehingga Kemoning bisa pasrah menyerahkan mahkotanya.


"Tahanlah sedikit, nanti kamu akan ketagihan." bisik Aditya mendarat kan ciuman lembut untuk Devaly.


"Aku tidak takut, lanjutkan.." suara Kemoning lirih. Sangat sakit ternyata, Kemoning tidak mau terlihat kesakitan, ia terus berdesah sehingga membuat Aditya tambah semangat menggenjot Kemoning.


"Ohh...ahh...ohh...mapopo...popo..syalala.." Kemoning terus mendesah.


Akhirnya pertempuran mereka selesai. Peluh membasahi tubuh mereka. Aditya mengatur nafasnya dan duduk ditepi ranjang. Lututnya gemetar karena saking liar permainannya.


"Apa ilmuku sudah hilang?" tanya Aditya di kegelapan, karena lilin sudah padam.

__ADS_1


"Masih lama, tiap ada kesempatan kita main lagi. Sampai ilmumu lenyap dengan tuntas."


"Aku sudah boleh pergi?"


"Boleh, sekarang tubuhku milikmu. Kapanpun kau butuh aku siap. Nanti kita melakukan di Guesthouse, disana aman."


"Terserah kamu Kemoning aku menurut saja." kata Aditya memakai pakaiannya. Masih terasa detik-detik ia membuka segelnya Kemoning.


Aditya bersyukur tidak ada pelayan, jadi ia tidak takut keluar kamar. Demi melepaskan ilmunya ia rela menjadi budak Kemoning, ia menepis rasa bersalahnya kepada Devaly. Bukankah ini demi kepentingan Devaly juga.


Sepasang mata memandang kecewa tubuh Aditya yang baru keluar dari kamar Kemoning ia terlambat memberitahu Aditya bahwa Kemoning menjebaknya dengan pernikahan siri. Rasa marahnya berakar kala mendengar ******* maksiat dari kamar Kemoning.


Dasar ibliss, ia dilarang dekat dengan Aditya tahu-tahu wanita kampungan itu merampok batangan Aditya. Munafik! Untung tadi ia iseng ke kamar Aditya, dan mendapati kamar dalam keadaan kosong. Ia tidak menyangka Sama sekali kalau Aditya berada di kamar Kemoning. Ia kira Aditya di dapur, makanya ia menyusul ke dapur. Ketika melewati kamar Kemoning ia mendengar ******* mesum, ia tidak mengira sama sekali kalau Kemoning dan Aditya sedang berpacu dalam melodi.


Besok ia akan membuka kecurangan wanita bejat itu kepada Aditya, supaya Aditya tahu bahwa wanita kampung itu licik.


Agghhh...malam ini adalah malam yang sial bagi Ghina. Ia tidak bisa tidur, memikirkan Aditya. bayangan Kemoning wik-wik dengan Aditya memenuhi otaknya. Laki-laki itu mau saja di tipu oleh Kemoning.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Ghina sudah bangun, ia cepat mandi dan berdandan secantik mungkin. Ketika ia keluar kamar keadaan rumah sangat sepi. Ia bergegas ke kamar Aditya, ternyata kosong. Pikirannya langsung tertuju kamar Kemoning.


"Tookk...tookk...Kemoning boleh aku masuk?"


"Ada apa, aku sulit bangun perutku sakit." kilah Kemoning dengan suara serak.


Ia memang sulit bangun, badannya terasa remuk dihajar dan dibawah perutnya terasa kebas.


"Kamu tahu kemana Tuan hari ini, di kamar tidak ada, sedangkan tidak satupun pelayan menampakan batang hidungnya. Tidak ada yang bisa dimakan."


"Aku tidak tahu Tuan kemana, mungkin ke rumah Devaly."


Ghina baru ingat kalau Aditya menjemput Devaly. Dengan lesu ia beranjak dari situ dan kembali ke kamarnya. Terpaksa ia keluar rumah untuk mencari makan.


"Kemana Ghina, pagi-pagi sudah berdandan seronok." tiba-tiba Thasy sudah disamping kirinya.


"Thasy, bikin kaget saja. Kamu mau kemana, habis makan orang ya."


"Aku sudah bosan makan orang lain, malam nanti aku ingin makan kamu."


"Hahaha....kamu cantik tapi tidak berguna, kalau bisa makan Kemoning baru aku salut. Aku akan memberi kamu seratus juta, jika bisa makan Kemoning "


"Itu teman sejati mu, tega kamu menjualnya."


"Aku dendam dengan manusia itu. Dia melarangku tidur dengan Aditya, sekarang malah dia yang merendahkan dirinya. Dasar munafik. Aku sengaja keluar supaya dia kelaparan sendiri." kata Ghina mengeluarkan unek-uneknya. Semua ia ceritakan kepada Thasy, membuat wanita itu emosi dan ingin membunuh Kemoning.


*****

__ADS_1


__ADS_2