MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM

MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM
Bab. 23. Aku Berkuasa Atas Tubuhmu!


__ADS_3

🔥🔥🔥


Di sebuah Mansion megah yang di sekeliling pilar-pilar megah, di sinilah Arabelle sedang berdiri. Bahkan kemegahan Mansion ini mengalahkan istananya.


"Kenapa aku dibawa ke sini? ini Mansion siapa?" gumam Arabelle.


"Silahkan masuk Nona, sebelum bos murka," ujar salah satu anak buah Ben.


Karena merasa kelelahan Arabelle tidak banyak omong lagi karena percuma saja. Seakan ucapannya tak berarti.


Tiba di pintu utama Arabelle disambut oleh banyak pelayan. Semua pelayan itu adalah wanita, yang kemungkinan lebih tua dari dirinya.


"Selamat datang Nona," sapa mereka dengan kepala menunduk. Arabelle mengerutkan dahi tidak percaya dengan apa yang didengar dan dilihatnya saat ini.


"Antar Nona ke kamar yang sudah ditentukan," ujar anak buah yang mengantar Arabelle tadi. Kepala pelayan mengantar Arabelle ke kamar yang dimaksudkan.


Tiba di pintu kamar yang sangat megah. Arabelle membeku dan bertanya-tanya.


"Silahkan masuk Nona. Ini adalah kamar pribadi milik Tuan," terang kepala pelayan sembari membukakan pintu menggunakan sidik jari.


"Kenapa aku harus masuk ke kamarnya? adakah kamar lain, yang pastinya bukan kamar ini?" ucap Arabelle sedikit menawarkan.


"Tidak Nona. Ini perintah Tuan yang tidak berani kami bantah," ucap wanita paruh baya itu, mungkin seusia dengan Gres. "Kami tidak ingin mengambil resiko," imbuhnya kembali dengan wajah sulit diartikan. "Mohon kerja samanya Nona karena jika Nona membantah maka kami semua juga ikut disalahkan oleh amukan Tuan," sambungnya seperti wajah memohon.


Arabelle pasrah sehingga membuatnya melangkah masuk. Jujur ia tidak ingin orang yang tak bersalah apa-apa mendapat amukan Ben.


"Nona bebas melakukan apapun di kamar ini tetapi maaf sebelum Tuan datang tetaplah berdiam diri dalam kamar ini. Kami akan membawakan makan malam untuk Nona. Kami sudah mempersiapkan air hangat aromaterapi, sebaiknya Nona membersihkan diri karena kemungkinan 1 jam ke depan Tuan akan tiba," terang kepala pelayan itu.


Setelah mengatakan itu kepala pelayan kembali keluar dan tidak lupa mengunci akses pintu yang tentu tidak dapat dibuka oleh Arabelle dari dalam.


Langkah Arabelle memasuki kamar, kamar dengan desain yang tidak biasa tetapi bernuansa hitam dan putih. "Apa singa itu sangat menyukai warna hitam?" gumam Arabelle.


Langkahnya terhenti dengan mata terbelalak kaget mendapati ranjang berukuran king size bertaburan kelopak bunga mawar merah bahkan dibentuk hati.

__ADS_1


Arabelle menelan ludah melihat itu. "Apa ini malam pertama setelah sah menikah? tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku, aku sudah tidak perawan lagi," imbuhnya dengan hati pilu. Seketika ingatan kebodohanya kembali menghantui dirinya.


Arabelle menggeleng kepala, ingin sekali ia meraung menangis dan lari dari Mansion ini tetapi itu hanya angan-angannya saja.


Langkah kaki gontai itu memasuki kamar mandi yang begitu luas dengan kaca transparan. Hal itu membuat Arabelle bergidik karena bisa saja orang melihat bayangan dari luar.


"Bagaiman membuka gaun ini?" ucap Arabelle. Tak sengaja sorot matanya mendapati gunting yang tergantung di samping cermin sehingga ia punya ide untuk menggunting gaun pembawa bencana itu.


Dalam sekejap gaun itu tak berbentuk utuh lagi. Arabelle menyalurkan kemarahan, kekecewaan, sakit hati dalam gaun yang tidak bersalah itu.


Wanita cantik itu merosot tubuhnya ke lantai tepat dimana air shower menyirami seluruh tubuh tak berdayanya. "Apa salahku sehingga aku mendapatkan keadaan seperti ini?" lirih Arabelle berurai air mata, air mengalir bercampur air mata menjadi satu. "Daddy apa salah Ara, sampai harus menerima ini semua?" tangisnya semakin pecah.


Entah sudah berapa jam Arabelle berdiam diri di bawah aliran shower, sehingga membuat bibir serta kulitnya memucat.


"Apa begitu menyenangkan? sehingga kau engan untuk berhenti?" suara bariton yang tak ingi didengar bahkan dilihatnya mengagetkan lamunan Arabelle. Matanya melotot serta mulut menganga melihat posisi Ben berdiri dihadapannya dengan tubuh berte lanjang dada. " Pergi," irit Arabelle sembari menutup area sensitifnya menggunakan kedua tangan.


Ben tak bergeming, tatapannya tak lepas dari tubuh Arabelle. "Pergi, aku bilang pergi ya pergi!" Bentak Arabelle dengan suara meninggi. Hal itu membuat Ben tersulut emosi.


"Pergi, pergi..... hiks.... hiks.... " Tangis Arabelle dengan lirih sembari mengusap dadanya yang terasa sesak.


Ben melangkah dengan tangan terangkat ke atas, mematikan kran shower. Lalu tidak lama melemparkan handuk ke tubuh polos Arabelle yang sedang meringkuk. Tanpa ragu Arabelle membungkus tubuhnya, lalu berusaha berdiri, menjauhi Ben.


Ben melangkah ke arah bathup, tanpa merasa malu membuka lilitan handuk yang melingkar di pinggangnya. Arabelle menelan ludah karena tidak sengaja pandangannya mengarah ke sana. Ia dapat melihat bagaimana tubuh polos bagian belakang Ben, seketika sekilas bayangan beberapa bulan yang lalu.


"Tidak, aku hanya salah lihat. Pasti kebetulan saja karena sudah dua pria yang pernah aku lihat tubuh polosnya," Arabelle membatin.


Ben merendamkan tubuhnya dengan mata terpejam, menikmati aroma terapi. Ini kesempatan buat Arabelle keluar kamar mandi, kebetulan tubuhnya sudah kedinginan. Sepeninggalan Arabelle membuat Ben membuka kedua matanya, tatapannya penuh makna. "Daddy, Kak Brenda tinggal beberapa langkah lagi, aku ingin melihat pria brengsek itu nangis darah ketika mengetahui putrinya menderita selama ini. Ben akan membuat gadis itu menderita melebihi kalian," gumam Ben dengan tangan terkepal.


Didalam kamar Arabelle mondar-mandir karena tidak mendapat pakaian. Sedangkan pintu ruang walk in closet tidak bisa ia buka sehingga membuatnya duduk di sisi ranjang dengan handuk sebatas paha. Itu membuat Arabelle tidak nyaman. Pandangannya mencari sesuatu yang bisa menutupi seluruh tubuh polosnya tetapi sayangnya ia tidak menemukan itu, bahkan seprei tidak mungkin ia lepas.


Klek


Pintu kamar mandi terbuka. Hal itu membuat Arabelle ketakutan, bahkan saat ini tubuhnya gemetaran. Dari jarak jauh senyuman menyeringai di bibir seksi Ben. Ben melangkah dengan pasti, sedangkan Arabelle beringsut semakin ke sandaran ranjang.

__ADS_1


Ben berdiri tepat di hadapan Arabelle dengan handuk sebatas pinggang. Tetapi Arabelle tidak berani menatap tubuh Ben, sejak tadi ia hanya menunduk saja.


Jari telunjuk Ben mengangkat dagu Arabelle, hal itu tidak bisa dihindari oleh Arabelle sehingga ia terpaksa menadah ke atas.


Deg


Jantungnya berdebar mendapati tubuh polos bagian atas Ben. Tepat di dada roti sobeknya terpampang tato berupa kepala singa.


"Apa kau mengagumi tubuhku?"


Mendengar tuduhan Ben membuat Arabelle menelan ludah. Ia sempat merutuki kebodohannya karena benar saja yang dituduhkan Ben tetapi Arabelle menyangkal tuduhan itu dengan menggelengkan kepala.


Jari-jemari kekar itu mulai membelai wajah cantik serta mulus Arabelle. Arabelle mengigit bibir bawahnya menahan semua itu. Kepalanya tak berhenti menggeleng, menghindari usapan nakal itu.


Ben menangkup wajah Arabelle dengan wajah menunduk.


Cup


Plak plak


Dua tamparan melayang di wajah Ben oleh tangan Arabelle. Arabelle murka karena Ben mendaratkan ciuman di bibirnya. "Jangan kurang ajar!" Seru Arabelle dengan murka bahkan saat ini ia berdiri. Rasa takut seakan hilang.


Ben mengeram sembari mengusap kedua pipinya bekas tamparan Arabelle. Sedikitpun ia tidak merasakan sakit tetapi rasa murkanya memenuhi dirinya karena baru kali ini ada orang yang berani mengotori tangan di wajahnya. Bahkan Arabelle orang pertama melakukan itu.


Awww....


Rintih Arabelle ketika wajahnya di cengkram sangat erat oleh Ben. "Kau sangat berani melakukan itu kepadaku Arabelle Almero? camkan ini, aku berkuasa atas tubuhmu! Apa yang ingin aku lakukan kau tidak bisa menghindarinya karena kau adalah hew** peliharaanku mulai saat ini. Camkan itu!" Bentak Ben sembari tertawa, hal itu sungguh menakutkan bagi Arabelle. Sama halnya ia sedang berhadapan dengan binatang buas yang tak ubah seperti seekor singa yang tengah mengamuk kelaparan.


Bersambung....


Bab selanjutnya adegan 🔥🔥🔥


🤣😂🤭🤫

__ADS_1


__ADS_2