MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM

MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM
Bab. 40. Keganasan Arabelle


__ADS_3

🔥🔥🔥


Nafzv Arabelle semakin memuncak dan tidak dapat dikendalikan lagi. Kesadaran ingatannya kepada Ben pun sudah menghilang.


Dengan nafas terengah-engah ia melucuti seluruh kain yang melekat, dan menyisakan pembungkus saja.


Ssst


Ben sangat tergoda dengan tvbvh itu, sudah lama ia tidak meniduri Arabelle setelah kejadian waktu itu.


Arabelle berjalan dengan tubuh mengeliuk-liuk, seakan sedang menggoda. Itu adalah pengaruh besar dari obat sialan itu.


Dengan mengigit bibir bawahnya Arabelle menyentuh roti sobek milik Ben dengan jari lentiknya menjalar.


"Tampan kau sangat menggoda," bisik Arabelle dengan sorot mata menginginkan.


"Pengaruh obat itu membuatnya benar-benar hilang ingatan," batin Ben.


Tidak ingin berlama-lama lagi, Arabelle menarik lembut tangan Ben. "Duduk di atas meja," perintahnya dengan bisikan. "Aku akan membuatmu melayang-layang," bisiknya kembali.


Tanpa menolak Ben mengikuti perintah Arabelle. Kini sesuai keinginan Arabelle, Ben duduk di atas meja makan.


Pertama-tama jari Arabelle menyelusuri bwbir zekzi itu.


Ssst


Ben mendesis seraya memejamkan mata. Hanya sekedar jari saja sudah membuatnya tak berdaya, apa lagi jika bwbir sama bwbir.


Ben tidak sanggup lagi hingga dengan cepat meraup bwbir ranum Arabelle. Senyuman merekah di wajah Arabelle mendapatkan sentuhan luar biasa itu. Sentuhan bwbir itu membuat tubuhnya sedikit demi sedikit tertawar.


Bwbir keduanya menyatu, saling membelit didalam sana. Jari-jemari keduanya tidak nganggur. Dengan rakus Ben membuka bra warna hitam itu hingga daging kenyal indah itu menyembul menggoda iman.


Li dahh Arabelle menjalar menuruni dagu dan berkahir sejenak di ceruk le her itu, meninggalkan jejak kiss mark di sana sebanyak mungkin yang ia mau.


Ben diam, menik matti Zen zazi luar biasa itu.


Pvaz di sana kini Li dahh itu menyelusuri roti sobek dan berhenti di pusar.


Perut Ben seakan menggelitik merasakan Zen zazi demi Zen zazi yang diciptakan oleh Arabelle.


Arabelle menadah wajahnya ke atas, ingin melihat ekspresi yang di nikmati Ben. Ben menge rang seraya memejamkan mata.


Sorot mata Arabelle berbinar menatap pistol baja yang kini menga cung, menampakan urat-uratnya di sana.


Dalam sekejap pistol baja raksasa itu tengelam dalam mulu* manis seorang Arabelle.


Aaaa.....


Racau Ben mengeram nik Matt.


Merasa tak tahan lagi Arabelle menyudahi ritual cicip-mencicipi. Dengan gerakan lembut ia membawa Ben memasuki kamar.

__ADS_1


Bruk


Arabelle mendorong tubuh Ben di atas kasur. Ben pasrah saja karena itu bukan menyakitkan tetapi membuatnya pvas.


Arabelle merapatkan tvbvhnya kepada Ben, berharap menguasai segalanya yang dimiliki Ben. Kini posisinya di atas tvbvh Ben.


Ben mengelus sisi lembut kedua daging kenyalnya. Tangannya memuja cengkungan sempurna dadanya, mere mass, itu membuat Arabelle menunduk menatapi wajah Ben.


Kedua Ibu jari kasar itu menggesek puncak daging kenyal yang sudah menge rasa, kemudian memelintirnya. Arabelle meracau seraya memejamkan mata dalam lautan ekstasi.


Sungguh keinginan Arabelle tak bisa ditahan lagi. Ia mengangkat tubuhnya sedikit, mengesekan intinya ke pistol baja yang sudah pasrah.


Jleb


Pistol baja bertemu dengan sasaran.


Arabelle menggerakan pinggulnya maju-mundur, hal ini menciptakan Zen zazi luar biasa. Bawah perutnya seakan di aduk-aduk, pertanda ingin capai puncak.


Aaa.....


Racau Arabelle berhasil memuntahkan di ladang miliknya. Arabelle tergolek lemah, sehingga ia menjatuhkan tubuhnya di samping Ben.


Ben tersenyum penuh kemenangan. Ia membiarkan Arabelle sejenak untuk mengumpulkan energi yang sudah terkuras.


Dad* Arabelle turu naik akibat nafas yang memburu.


Ben bangkit lalu mengungkung tvbvh tak berdaya Arabelle. Ia kembali memberi rang sangan dengan meraup bwbir itu.


Bermain lembut di kedua daging kenyal, dan gai rahh Arabelle kembali memu ncak.


Kedua tangannya menghela membuka kedua kaki Arabelle.Menggelamkan kepalanya di bawah sana.


Tidak tahan lagi ia menghujam pistol baja itu. Ingin memuntahkan racun penyubur lahan sempit milik Arabelle. Setengah jam milik keduanya menyatu dalam berbagai gaya, dan akhirnya pistol baja berhasil di bidik tepat sasaran.


Lagi dan lagi mereka kembali melakukannya.Smapai Arabelle menyerah sendiri.


"Kau beringas kali ini. Aku menyukainya," gumam Ben dengan bibir melengkung.


Ia selimuti tubuh lemas Arabelle yang sudah tidak ingat apa-apa lagi.


Cup


Kecupan pertama mendarat di dahi Arabelle.


🔥🔥🔥


Keesokan paginya


Ben mengeluarkan tubuhnya, sungguh kali ini tubuhnya sangat ngilu.


Ulah Arabelle tadi malam membuatnya tak berdaya, mungkin karena ia mengalami luka.

__ADS_1


Senyuman terukir di bibirnya. Bagaimana tidak tangan serta kaki Arabelle memeluk tubuhnya, hingga membuat dirinya sulit untuk bergerak.


Tangan Ben terulur menyibak rambut yang menutupi wajah Arabelle.


Ben menatapi wajah itu sangat dekat, bahkan hanya berjarak beberapa senti saja.


"Kenapa wajah ini mengingatkanku kepada Kak Brenda?" batin Ben. "Tidak, ini tidak benar, aku hanya salah," batinnya kembali seraya memutuskan tatapannya ke wajah Arabelle.


Hmmp


Arabelle mulai menggeliat tetapi ata itu masih terpejam.


Perlahan mata itu mulai membuka. Dengan kepala berat ia berusaha membukakan mata.


Deg


Kaget setengah mati tentu saja menyelimuti hatinya. Bagaimana tidak, wajah Ben menyambut Bagun tidurnya, bahkan sangat dekat.


Hah.....


Arabelle tersadar dengan posisi tubuhnya saat ini, dimana kaki serta tngannya memeluk tubuh Ben. Dan apa ini? kepalanya berbantalkan lengan kekar itu.


"Kaget?" ujar Ben tanpa menjauhi tubuhnya.


Hah.....


Dengan segera Arabelle membalikan tubuhnya memunggungi Ben seraya menghembuskan hawa mulutnya ke telapak tangannya sendiri.


"Kau sangat liar tadi malam. Kau menggodaku untuk datang ke apartemen," pancing Ben. Entah kenapa tiba-tiba keinginannya untuk menggoda Arabelle.


"Apa?" lirih Arabelle dengan wajah memerah tanpa membalikan tubuhnya.


Ben menggulingkan tubuhnya melewati tubuh Arabelle sehingga kini keduanya kembali nerhadapa-hadapan.


Mata Arabelle membulat mendapati ceruk leher serta dada polos itu dipenuhi tanda merah. Ben mengikuti gerak-gerik bola mata Arabelle.


"Itu adalah bukti keganasanmu tadi malam."


Mulut itu kembali menganga tidak percaya tetapi sulit untuk tak mempercayainya.


"Aku sangat menyukai kerja kerasmu tadi malam, aku ingin seterusnya seperti itu," bisik Ben.


Wajah Arabelle memerah dan ingin segera lenyap dari dekapan Ben.


"Pergi!" Lirih Arabelle seraya menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Ini kamarku, kau yang melemparkan dirimu di ranjangku Arabelle Almero. Kau memang wanita penggoda," Ben sengaja mengatakan itu karena sekilas rasa balas dendam kembali memenuhi dirinya.


Mendengar tuduhan Ben membuat Arabelle sesak.


Dengan segera ia menyembulkan kepalanya, dan berusaha bangun. Dengan bergulung selimut ia turun dari tempat tidur.

__ADS_1


"Kamu benar aku adalah wanita seperti itu, jadi buat apa kamu memuaskan nap Zu itu kepada wanita bekas ratusan pria. Apa kamu tidak laku? sehingga menampung sampah bekas!" Ucap Arabelle dengan senyuman miris.


Bersambung 🔥🔥🔥


__ADS_2