MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM

MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM
Bab. 56. 12 Bibit Unggul


__ADS_3

🔥🔥🔥


Sesuai janjinya Ben akan mengeluarkan resepsi pesta pernikahan mereka. Kali ini Ben akan memperkenalkan Arabelle di hadapan publik.


Arabelle menolak tetapi Ben tetap kekeh ingin mengadakan pesta.


"Sayang kamu sangat cantik," puji serta kagum Ben melihat Arabelle sudah tampil cantik. Dimana ia mengenakan gaun panjang dengan leher rendah.


"Kamu juga sangat tampan," balas Arabelle.


Sungguh hari ini ia sangat bahagia. Dimana hari ini ia akan menyandang status seorang princess selama 1 hari.


"Benarkah?" Ben sengaja menggoda, bahkan ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping itu, serta membuat kegelian di punggung Arabelle.


"Sayang geli," lirih Arabelle dengan wajah memerah.


"Hmm biarkan sebentar saja. Aku tidak ingin memakanmu sekarang," rodanya kembali, hal itu membuat Arabelle semakin malu.


Keduanya segera turun, menyambut para tamu undangan. Tempat resepsi diadakan di sebuah hotel berbintang milik Ben pribadi.


Di sana sudah dipenuhi ribuan tamu undangan. Ben memperkenalkan diri Arabelle.


Satu-persatu para tamu undangan mengucapkan selamat kepada Ben dan Arabelle.


**


Pesta telah usai. Keduanya merasakan kelelahan, bagaimana tidak. Mereka menyambut ribuan tamu undangan.


"Bos, Nona. Ada yang ingin saya sampaikan," ujar Bram. Sedangkan Jane setia berada di sampingnya.


Perkataan Bram membuat Ben maupun Arabelle menyipitkan mata.


"Aku akan menikahi Jane bulan depan," ujar Bram.


Ben maupun Arabelle sedikit kaget karena mereka berdua sungguh tidak tau bagaimana hubungan keduanya.


"Jangan katakan jika kau tak menggunakan pengaman Bram," sindir Ben dengan senyuman mengejek.


Mendengar perkataan Ben membuat Jane menunduk karena ia paham apa maksud kalimat itu.


"Tidak seperti yang bos pikirkan. Jane orang yang tepat dan aku akhiri semuanya dengan menikahinya," ungkap Bram dengan serius.


Ben terdiam, mereka berdua adalah pria kejam. Apa yang Bram katakan itu adalah benar.


"Baiklah Bram kita memulai dari awal. Yang lalu biarkan berlalu, sekarang ada sosok istri yang mendampingi kita. Istrinya wajib kita sayangi, cintai dan menghujani dengan kebahagiaan, bukan dengan air mata, " ujar Ben dengan sungguh-sungguh, menyesali atas perbuatan dimasa lalu.


Arabelle dan Jane tersenyum mendengar pria yang mereka cintai. Arabelle tak bisa menahan rasa harunya sehingga ia langsung memeluk Ben.


Ben kaget mendapati pelukan itu. Ia pun membalas dengan sangat eratnya.


"Aku minta maaf sayang, aku bukanlah pria yang baik-baik. Masa laluku penuh dengan masalah," pungkas Ben seraya memejamkan mata dengan menadah kepalanya ke atas.


Dalam diam Bram membawa Jane pergi meninggalkan kedua pengantin yang baru saja merasakan kebahagiaan.


"Sayang seperti yang kamu katakan, yang lalu biarkan berlaku jadi plis jangan diungkit kembali. Aku sangat bahagia memiliki sosok pria sepertimu," ucap Arabelle seraya menangkup wajah Ben dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Ben menghela nafas, sangat lega.


"Aku sangat mencintaimu.....mari menua denganku? aku berjanji akan mencintai serta menghujani dirimu dengan kebahagiaan."


Arabelle mengangguk dengan derai air mata. Jangan salah karena itu adalah air mata kebahagiaan.


"Mari bercocok tanam, akan ku semai 12 bibit unggul di ladang milikmu," bisik Ben menggoda.


Arabelle menganga dengan membelalakkan mata.


Awww.....


Ben menjerit karena mendapat cubitan cukup keras di lengannya.


"Sakit sayang," rengek Ben dengan nada manja.


"Memangnya aku pencetak anak," protes Arabelle.


"Sayang banyak anak banyak rezeki, agar putra-putri kita bisa cetak tim sepak bola."


"Bisa tewas aku," cicit Arabelle.


"Kamu tinggal menyediakan ladang saja, aku yang bekerja," goda Ben seraya mengedipkan mata.


"Dasar mezvm!"


"Tepat sekali!" Seru Ben seraya tersenyum. Lalu is semakin mendekat, mencondongkan wajahnya di telinga Arabelle. "Bahkan sekarang pistol bajaku ingin di bidik," bisik Ben.


Aaak.....


Teriak Arabelle berlari kecil menuju kamar hotel.


🔥🔥🔥


Di sanalah Ben dan Arabelle honeymoon.


"Sayang.....aku ingin cerita," ujar Ben sehingga membuat Arabelle menghentikan aktivitasnya mengepakkan pakaian mereka kedalam lemari. Mereka baru saja tiba.


"Cerita apa?" tanya Arabelle dengan dahi mengerut.


"Kita bicara di gazebo saja," usul Ben.


Arabelle mengangguk. Ben langsung menggendong Arabelle ala bridal.


Sungguh Arabelle sangat bahagia. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher Ben. Sepanjang jalan ia tak berhenti memperhatikan wajah tampan itu, sedangkan yang ditatap hanya fokus dengan jalan.


Tiba di gazebo Ben mendaratkan Arabelle di kursi panjang, lalu ia juga ikut duduk.


Ben meraih tangan Arabelle.


"Apa kamu masih ingat seseorang yang pernah memberi sapu tangan warna hitam dengan tulisan huruf bb? itu adalah milikku," ujar Ben memulai ceritanya.


Arabelle melebarkan mata tak percaya dengan pengakuan Ben. Bagaimana bisa itu adalah Ben.


"Bagaimana bisa?" ucap Arabelle masih dengan tak percaya.

__ADS_1


Ben menceritakan bagaimana awal mulanya. Dan akhirnya Arabelle percaya karena apa yang diceritakan Ben adalah sama.


"Apa kamu sangat mencintai mantan kekasihmu itu?" ujar Ben dengan perasaan tidak suka.


Arabelle berpikir sejenak, lalu ia mendapat ide.


"Dia adalah kekasih pertamaku," akui Arabelle. Hal itu membuat Ben mengeram dalam hati, sungguh ia tidak rela Arabelle membagi cinta untuk orang lain.


Hmm


"Kekasih bukan cinta pertama. Cinta pertamaku adalah pria yang berada di sampingmu saat ini," ucap Arabelle seraya tersenyum.


Ben membeku mendengar penuturan Arabelle. "Ya kamulah cinta pertama dan terakhirku," ungkap Arabelle.


Ben masih tak percaya, hingga ia tatap lamat-lamat wajah itu. Mencari kebohongan di wajah cantik itu tetapi sayangnya ia tidak temukan hal itu.


Ben langsung memeluk Arabelle, menghujani dengan ciuman bertubi. "Sayang aku ingin bertanya siapa yang sudah mengambil mahkota ladangku?" pancing Ben berusaha menahan senyum.


Arabelle terdiam, ia sangat sedih jika mengingat masa itu. "Apa kamu menyesal?" lirih Arabelle dengan pilu.


"Aku hanya ingin tau."


"Aku tidak tau karena kejadiannya begitu saja," akui Arabelle dengan menunduk, wajah sedih itu sangat disadari oleh Ben.


"Aku lagi patah hati dan saat ini hatiku sangat sakit atas pengkhianatan mantan kekasihku. Katakan aku ingin membalas dendam atas ia merendahkan diriku, hmm katakanlah aku ini seorang wanita penggoda."


Mata Arabelle membulat serta mulut menganga mendengar kalimat yang diucapkan Ben.


"Ke-kenapa kamu tau?" ucap Arabelle dengan gugup.


"Karena kamu menawarkan diri kepadaku," bisik Ben seraya mengigit daun telinga Arabelle. "Kamu datang ke gudang milikku dan melemparkan dirimu sendiri," imbuhnya.


Deg


Arabelle kaget luar biasa, bagaimana mungkin itu Ben.


"Kenapa pada saat itu kamu pergi begitu saja? aku sangat mengenali wajahmu," ujar Ben.


"Benarkah itu kamu?"


"Iya sayang itu adalah aku. Akulah yang mengambil mahkota milikku. Terima kasih sudah menjaganya untukku," pungkas Ben kembali memeluk Arabelle.


"Ya Tuhan sungguh sulit dipercaya," batin Arabelle.


"Ternyata dunia begitu sempit ya? dua kali kita saling bertemu dalam diam dan tanpa kenal," ujar Ben seraya mengusap pucuk rambut Arabelle dengan penuh kasih sayang.


"Benar sekali sayang," sahut Arabelle membenarkan.


"Hmm kenapa kamu bisa nyasar ke tempat gudang milikku?" tanya Ben ingin tau.


"Entahlah aku berlari saja tanpa tujuan. Tiba hujan deras serta oetir sehingga mmnuatku nekat untuk masuk kedalam. Melihat tubuh indahmu itu membuat aku ingin balas dendam atas pengkhianatan pria itu," cerita Arabelle.


"Untung saja itu aku, coba pria hidung belang. Pria bertubuh gemuk atau botak," ujar Ben.


"Mana aku selera jika begituan," sahut Arabelle merasa ngeri membayangkan yang disebutkan Ben.

__ADS_1


"Sayang....... geli...... stop!!!"


Bersambung 🔥🔥🔥


__ADS_2