MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM

MAFIA HOBI BERCOCOK TANAM
Bab. 35. Tanda Itu


__ADS_3

🔥🔥🔥


Keesokan harinya


Arabelle menggeliat, bunyi alarm mengusik tidurnya nyenyak itu. Dengan mata masih terpejam ia meraih jam yang diletakan di atas nakas samping tempat tidurnya, dan segera mematikannya. "Menganggu saja," gumam serak Arabelle.


Ketika mengingat sesuatu ia langsung membukakan mata. Lalu memperhatikan jarum jam tersebut.


Dengan kepala berat Arabelle berusaha bangkit, berjalan gontai menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Pagi ini ia akan berolah raga mengelilingi taman Mansion. Tentu saja ini masih sangat pagi, tetapi ini cocok untuk joging mengeliling taman Mansion.


Lengkap dengan pakaian olah raga, Arabelle segera keluar kamar. Di area dapur serta ruang utama para pelayan melakukan kegiatan tugas masing-masing. Rupanya sepagi ini mereka sudah bangun dan bekerja sesuai tugas masing-masing.


"Selamat pagi Nona," sapa para pelayan yang kebetulan berpapasan dengan Arabelle.


Seperti biasa Arabelle mengangguk seraya memancarkan senyuman. Mereka beruntung memiliki istri dari Tuan mereka karena keramahan serta kebaikan seorang Arabelle.


Sudah berada di ambang pintu utama Arabelle kembali masuk kedalam karena tiba-tiba haus. Mau tidak mau ia harus mengutamakan itu. Sekalian akan membawa air minum untuk persiapan di sana.


Dengan langkah santai Arabelle masuk ke dapur. Seketika langkahnya terhenti mendapati sosok Ben bertelanjan dada baru saja usai mengambil air minum.


Dengan alis terangkat sebelah Ben menatap Arabelle dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dimana Arabelle menggenakan pakaian sport ketat hingga mencetak didalam tubuhnya.


Untung saja di Mansion ini tidak ada lagi-lagi hanya dirinya seorang diri. Ada satpam tetapi hanya menunggu di pos gerbang Manson.

__ADS_1


Arabelle tak berani mengangkat kepalanya. Sungguh ia sangat malas bertemu dengan Ben.


"Kemana dia pagi-pagi buta begini? mau olah raga? tak perlu juga sepagi ini," batin Ben.


"Sepertinya tidurmu tidak nyenyak?" sindir Ben dengan gaya coolnya.


Mendengar pertanyaan tak penting itu membuatku mengangkat kepala tepat menatap sosok Ben.


Deg


Tatapan Arabelle berlabuh dimana ada beberapa bekas memerah di area leher jangkung, dadanya. "Ternyata mereka sedang menghabiskan malam pertama," batin Arabelle.


Ben mengikuti arah pandang Arabelle sejak tadi, berlabuh ditubuhnya. Ben sama sekali tidak menyadari.


🔥🔥🔥


Usai joging Arabelle menyiapkan sarapan pagi hanya untuk dirinya. Setelah siapa menata di atas meja makan, ia bergegas menuju kamar yang berada di pojokan yang tidak jauh dari dapur.


Arabelle menggunakan kamar itu. Kamar pelayan yang tidak terpakai karena mereka lebih memilih kamar yang terletak di area sudut ruangan lain.


Ia segera membersihkan tubuhnya yang telah lengket dengan keringat. Setelah usai mandi ia segera bergegas berpakaian.


**


Di meja makan Arabelle mulai menyantap makanan yang ia olah sendiri dalam diam. Di atas meja ia mendapati sarapan yang ia yakini untuk pasangan pengantin baru.

__ADS_1


Tidak lama kedatangan pengantin baru membuat pandangan Arabelle beralih. Tepat dimana Ben bersama Lexsi berjalan saling beriringan mendekati meja makan.


Melihat sosok Arabelle membuat Lexsi semakin memepet Ben. Ben duduk tepat berhadapan dengan Arabelle. Hal itu membuat Arabelle tersedak seketika.


Ternyata Lexsi mendaratkan bokongnya di samping Ben.


"Honey segera habiskan sarapannya agar energimu kembali seperti semula," ucap Lexsi seakan memamerkan bahwa tadi malam mereka menghabiskan malam pertama.


Ben tak bergeming. Ia melahap sarapan dalam diam tanpa menghiraukan kicauan Lexsi maupun memperdulikan Arabelle.


Tiba-tiba Lexsi mengikat rambut Curly nya kucir kuda. Hingga sesuatu di area lehernya terlihat jelas. Hal itu mengundang keterkejutan Arabelle tetapi ia pura-pura tidak ada yang terjadi.


"Sungguh mereka sangat buas. Lihatlah bekas permainan mereka," batin Arabelle. Entah kenapa dadanya tiba-tiba sesak mendapati kenyataan itu.


Sedangkan Lexsi tersenyum menang.


"Kenapa kau hanya menatap sarapanmu?" suara bariton itu membuat lamunan keduanya buyar.


"Oke aku hanya menunggu sarapanmu habis," ucap Lexsi dengan manja seraya mengusap bahu Ben.


Ben menoleh ke arah Lexsi, seketika matanya melebar mendapati beberapa bekas seperti kiss mark di leher jenjang itu. Tidak lama kemudian pandangannya beralih menatap Arabelle yang bkebetukan juga sedang menatap padanya, hingga tatapan keduanya bertemu dalam diam.


"Pasti dia berpikiran macam-macam dengan tanda itu," batin Ben.


Bersambung 🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2