
" maka jadilah penurut akan jauh lebih baik dari pada memberontak seperti ini karena itu semua akan sia² , kau paham sekarang hem ? " tanya sean sekali lagi sebelum beranjak dari tubuh carla
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah berganti pakaian menggunakan celana bahan abu² dan kemeja berwarna putih , sean pun keluar dengan membawa kunci card nya agar carla tak bisa kabur
sebelum keluar dirinya melihat kearah carla dengan menunjukkan akses card seraya tersenyum seolah berkata bahwa
' kau tidak akan bisa kabur '
" ahhh sial² " teriak carla seraya menjambak rambutnya sendiri karena emosi dengan apa yang terjadi pada hidupnya sekarang
sedangkan sean keluar untuk menenangkan dirinya setelah apa yang dilakukannya terhadap carla
" kalian tetap disini dan jangan biarkan dia kabur " titah sean setelah itu dirinya memutuskan untuk minum bir di lantai bawah
"dave susul aku di lantai bawah " ucap sean dalam telepon
" hm " jawab dave dari sebrang telepon
sebelum pergi untuk menemui sean ,dave pun memeriksa kondisi fely dulu apakah aman jika ditinggal kan ?
" cihh apa yang ku khawatirkan ? dasar kebo " ucap dave dengan geleng² kepala seraya tersenyum miring setelah itu diapun memutuskan untuk segera menyusul sean ke bawah
" kalian hubungi aku jika perempuan didalam membuat ulah " ucap dave pada dua bodyguard yang berjaga didepan pintu
" baik tuan " jawab salah satu dari mereka
" ada apa sean ? " tanya dave ketika melihat sean hanya diam , terlihat dari raut mukanya dia memikirkan sesuatu
" huhh entahlah dave ,seperti ada yang salah dengan diriku malam ini " ucap sean seraya menunduk
" heii ada apa ? apakah berhubungan dengan nona carla ? " tanya dave berusaha membaca situasi
sean pun menoleh ketika dave berbicara mengenai carla
" why ? apakah benar perkataan ku ? " tanya dave dengan tertawa
" cihh bukan itu (ucap sean menegakkan badannya ) mengenai carla dia tidak bisa melunasi dendanya " ucap sean seraya menuang bir pada gelas nya
" lalu ? apakah nona carla bersedia bersedia memberi kan restorannya ? atau dia bersedia memberikan yang lain haaa ? " tanya dave sengaja menggoda sean
" dia meminta keringanan tanpa jaminan apapun " jawab sean
" Lalu aku berinisiatif memberinya syarat dan dirinya menolak mentah² syaratku " lanjut sean
" memang kau memberinya syarat apa ? " tanya dave penasaran
" menikah denganku selama 3 bulan . selama itu pula dia bisa mengumpulkan uang untuk membayar hutangnya " jawab sean
__ADS_1
" apaaa ? kau gila sean ? otak lu isinya apaan sih haa? " kaget dave ketika mendengar syarat sean .
" pantas saja jika nona menolak , tidak semua perempuan bisa kau beli dengan uang sean , beberapa diantara mereka masih ada yang punya urat malu beda dengan mereka yang mendekatimu selama ini " jelas dave
" lalu aku harus bagaimana ? apakah memberinya keringanan atau menganggap hutangnya lunas begitu saja ? agar aku dianggap sebagai pahlawan kesiangan nya hmm " tanya sean
" cihhh bukan seperti itu sean , jika kau ingin menaklukan hati wanita bukan begitu caranya . lakukan dengan lembut buat mereka seolah kita adalah tempat ternyaman untuk mereka pulang dan menjadi bahu untuk mereka bersandar kapan pun " jelas dave dengan senyum² sendiri
" lalu kenapa kau sendiri masih sendiri jika kau bisa menaklukan hati wanita ? " tanya sean dengan alis terangkat
" ya karena aku sedang bekerja untukmu , jadi tidak ada waktu untukku mencari wanita untuk saat ini sean " kilah dave mencoba mencari alasan padahal dirinya sendiri juga sedikit tidak ahli tentang wanita . yang diucapkannya tadi hanyalah karangannya semata
" oh ya ? dengan kata lain aku adalah salah satu penghalang mu untuk hidup bahagia ? bukan kah begitu dave ? " tanya sean dengan senyum mengerikan
" No... bukan seperti itu sean , maksudnya aku harus totalitas dalam melakukan pekerjaan ku jadi aku hanya ingin fokus dalam pekerjaan ku " jelas dave cengengesan
"ooh aku tau (dengan tersenyum lebar ) kau ingin resain ya ? agar kau bisa fokus dalam hal mencari cinta sejati mu itu " tebak sean dengan muka julid nya
" ahh bukan itu juga sean , aiss sudahlah lupakan soal wanita , mereka hanya membuat ku pusing " ucap dave mengambil satu gelas bir lalu meneguknya dengan sekali teguk
sedangkan sean yang melihat dave pun hanya tersenyum dan tidak berkomentar lagi
" oh ya dave " ucap sean ketika mengingat sesuatu
" hm ? " jawab dave
" anak² ? bukankah mereka masih dimarkas sekarang ? " tanya sean
" tidak , aku hanya bertanya saja " ucap sean
setelah melihat jam menunjukkan pukul 01.00 pagi
" aku akan kembali ke kamar " ucap sean berdiri dari duduknya
" ah baiklah aku juga akan kembali ke kamar " ucap dave juga ikut berdiri dari duduknya
" kau mau kembali ke kamar dengan temannya carla tadi ? " tanya sean
" ya memangnya kenapa? " tanya dave dengan muka bingung
" kau mau tidur berdua dan berbagi ranjang begitu ? " tanya sean dengan senyum menggodanya
" emm aku akan tidur di sofa saja , ya tidur di sofa " ucap dave dengan garuk² kepala seraya tertawa kecil
lalu tiba² dave melihat kearah sean dengan curiga
" ada apa ? " tanya sean bingung dengan pandangan dave pada dirinya
" kau juga akan berbagi kasur dengan nona carla kan ? " tanya dave dengan senyum lebar
__ADS_1
" lalu ? apakah ada masalah dengan mu jika aku berbagi kasur dengan carla? " tanya sean
" oh tentu saja tidak , justru aku akan bersenang hati jika kau mau mencari pendamping untuk hidupmu " ucap dave
" alasannya ? " tanya sean
" alasannya emm ? ah alasannya aku senang jika ada yang mengurus dirimu nantinya " ucap dave dengan tersenyum menampakkan gigi putihnya
" ohh begitu (jawab sean dengan mengangguk anggukan kepalanya ) ya sudah kalau begitu aku akan ke atas selamat malam dave semoga kau menikmati malam mu dengan seorang wanita untuk pertama kalinya haha " tawa sean menggelegar seraya melangkah menjauhi dave yang tercengang
" dia pikir dirinya sudah pernah tidur dengan wanita " ucap dave tersenyum miring
sesampainya di depan pintu sean pun bertanya pada bodyguard nya apakah carla memberontak keluar ata tidak
" nona carla tidak memberontak apapun tuan "
" oh kalian pergilah istirahat juga " titah sean
" baik tuan , jika membutuhkan sesuatu hubungi kami saja "
" ya pergilah " ucap sean dan kedua bodyguard tadi pun pergi setelah melakukan penghormatan untuk sean
dibukanya pintu menggunakan card yang di ambilnya tadi dan terlihat carla sudah tidur dengan keadaan yang acak²an , entahlah apa yang dilakukannya tadi selagi ditinggalkan oleh sean
" huhh kau terlihat lebih cantik jika diam begini " ucap sean sambil mengelus pipi carla menggunakan jari tangannya
" ah apa yang ku lakukan " ucap sean kaget dengan apa yang dilakukannya barusan
" lupakan lebih baik aku tidur saja " ucap sean berganti baju tidur dan tidur disamping carla dengan guling sebagai pembatas keduanya tak lama dirinya pun ikut terlelap karena lelah
sedangkan dave saat ini sedang bimbang
ingin tidur dikasur tapi takut terjadi salah paham , lalu jika tidur di sofa dirinya akan kedinginan karena hanya ada satu selimut dikamar ini .
" pilih mana dong ? disana dengan seorang wanita atau disini tapi kau akan kedinginan sepanjang malam " monolog dave pada dirinya sendiri
" arghh lebih baik aku pesan kamar sendiri saja , kan uangku banyak kenapa aku harus bersusah² jika yang mudah saja bisa " ucap dave tersenyum miring
" tapiiii ...? yang menjaga dan bertanggung jawab atas nona ini kan aku ( dengan menunjuk dirinya sendiri ) lalu jika terjadi sesuatu saat aku tidak disini pasti yang disalahkan juga aku kan ? " ucap dave
" ah terserah apa yang terjadi esok hari maka pikirkan besok saja , jntinya sekarang kau istirahat dengan baik dan benar agar besok bisa bekerja dengan baik " ucap dave pada dirinya sendiri
naik keatas kasur tepatnya disamping fely dengan gerakan pelan agar tidak menimbulkan suara dan gerakan takut fely terbangun
" huff aman " ucapnya setelah berhasil berbaring dengan nyaman dan langsung memejamkan mata untuk tidur
* entah apa yang akan terjadi kepada dua pasangan itu ketika bangun dan mendapati saling berbagi kasur bahkan sebuah kengahatan
* nantikan kisah selanjutnya besok
__ADS_1
...SELAMAT MEMBACA😚...