
sedangkan sean sekarang sedang berada di kantor dan rencananya sore nanti dia akan kemarkas besar nya untuk berkunjung saja
saat sedang fokus menandatangi dokumen , handphone miliknya berdering tertera nama si penelepon adalah my momy
"halo ma " jawab sean ketika mengangkat telepon dari mamanya
"sean , kau dimana sayang ? " tanya sang mama yang saat ini sedang berada di mol milik keluarganya , hanya ingin jalan-jalan saja katanya karena bosan
"oh sean sedang dikantor ma , kenapa memangnya ? " tanya sean penasaran . mamanya menelpon pasti ada maunya nih
"emm kalau tidak sibuk nanti kamu temani mama makan siang dong " ucap sang mama
" emm boleh ma, nanti sean kesana " ucap sean menyetujui ajakan sang mama
"oke sean sampai jumpa , nanti mama sharelock ya , mama mau lanjutin jalan-jalan dulu tutttt tuttt " ucap sang mama dengan mengakhiri teleponnya
dan tak lama ada pesan masuk bertuliskan alamat restoran
"dave kita makan siang di restoran yang ada di mall xx " ucap sean melalui sambungan telepon
"siap tuan , nanti saya pesankan meja nya " sahut dave
"tidak usah ,aku hanya ingin makan siang dengan ibu ku " ucap sean
"baik tuan" sahut dave setelah itu panggilan diakhiri oleh sean
sedangkan sean melanjutkan kembali kerjanya. saat waktunya jam makan siang sean dan dave pun berangkat menggunakan mobil ,dave sebagai sopirnya
" dave nanti sepulang dari kantor aku akan ke markas , hanya kunjungan biasa .
kau mau ikut atau tidak ?" tanya sean kepada dave yang duduk disebelahnya sedang fokus mengemudi
" emm boleh tuan , kebetulan aku sudah lama tidak memegang pistol lagi " sahut dave seraya tersenyum lebar seraya mata menatap lurus kedepan
" oke , kabari yang lain juga " ucap sean
" siap tuan ,sepulang dari makan siang aku akan mengabari mereka " ucap dave
" oh iya dave bagaimana dengan gadis restoran waktu itu ? apakah kau sudah menyiapkan tempat nya ? dan kapan aku harus menemuinya ? " tanya sean sekali lagi dengan menyalakan sebatang rokok dimulut seksinya itu
" ya besok tuan pada saat jam makan malam di restoran hotel empire ,sesuai batas waktu yang sudah kita berikan pada nona carla waktu itu dan besok sudah jatuh tempo " jelas dave
" kau sudah mengabarinya ?" tanya sean
__ADS_1
" sudah tuan " jawab dave dengan anggukan kepala
setelahnya tidak ada obrolan lagi sampai keduanya sampai ke tempat tujuan. setelah turun dari mobil keduanya melangkah memasuki restoran yang dimaksud sang mama . terlihat ramai karena jam makan siang .
karena terlalu ramai sean pun menelpon sang mama untuk menanyakan di sebelah mana sang mama berada .
"halo ma "ucap sean ditelepon
" ya sean ? kau sudah dimana? " tanya sang mama
" aku sudah dipintu masuk ma , mama ada disebelah mana ? " tanya sean dengan mata mengitari sekitar restoran
" mama di pojok sebelah kanan , sean " ucap mama sean dengan berdiri agar terlihat oleh sean
" oke sean kesana " ucap sean mematikan telepon dan berjalan kearah sang mama
" hai ma " sapa sean seraya duduk didepan sang mama
" ya sean , langsung pesan saja " ucap sang mama memanggil pelayan
" emm saya mau pesan udang asam manis dan ayam goreng untuk tiga orang sama minumnya orange jus dan air putih .
kau mau apa sean ? tanya mama sean
" kau dave ? " tanya mama sean
" sama kan saja tante " jawab dave dengan tersenyum
" itu saja mbk " ucap mama sean dengan tersenyum
"baik , mohon di tunggu " ucap pelayan dengan menunduk
" oh iya sean , bagaimana hem ? apa sudah dapat ? " tanya mama sean dengan senyum menggoda dengan alis di naik turunkan
" apa si ma? sean belum pengen nikah ma , sean nyaman sendiri " keluh sean dengan muka melas
"kamu mau mamamu ini mati kesepian haa ? " tanya mama sean dengan mata melotot
" bukan begitu ma , aku hanya belum siap menikah . pasti suatu saat nanti aku akan menikah tapi tidak untuk sekarang ya ? " jelas sean dengan lembut agar sang mama tidak sedih lagi
" tapi sean mama sudah mulai tua , mama tidak mau pada saat mama sudah punya cucu tapi sudah tidak kuat menggendong nya lagi tidak bisa diajak bermain lagi , mama jadi sedih tidak bisa menjadi oma yang baik untuk cucu mama nantinya " drama mama sean dengan muka sedih dibuat-buat agar sean mau menuruti permintaannya
dan sean hanya diam mendengarkan mamanya berbicara , dirinya bingung mau menjawab apa , disuruh menikah tapi calon tidak punya, mengandalkan ide yang maliq berikan kemarin juga belum tentu itu berjalan sesuai yang ku harapkan .
__ADS_1
"akhh sial " gumam sean kesal dengan menjambak rambutnya sendiri
mama sean yang melihat anaknya frustasi tersebut akhirnya mengeluarkan jurus terakhir nya , seolah-olah dirinya iklas atas keputusan apa yang akan sean ambil dengan begitu sean akan merasa bersalah pada dirinya
" mungkin mama memang ditakdirkan untuk kesepian , tidak bisa seperti orang-orang diluar sana yang bisa bermain dengan cucu nya ,bisa berbelanja dengan menantunya dan banyak hal lain yang bisa dilakukan ibu mertua dengan menantu begitupun dengan cucunya " ucap mama sean dengan muka sedih dan langsung menunduk mengeluarkan air mata buaya nya untuk membantu drama yang sedang dia buat agar terlihat nyata
" ya sean mungkin itu memang takdir mama , tak apa jika kau tidak bisa aku tidak akan memaksamu " lanjut mama sean lagi
"bukan begitu ma ..sean hanya.... "ucap sean terpotong saat mamanya menyuruh untuk diam
" shuutt sudah tidak usah dibahas " ucap mama sean dengan muka datar
dan tak lama makanan pun datang
" selamat makan sean, dave " ucap mama sean dengan senyum manis padahal dia sebenarnya juga kecewa dengan sean
"iya tante , selamat makan juga " sahut dave dengan tersenyum pula dan memulai memakan makanannya
sedangkan sean hanya diam , memikirkan kira-kira apa yang harus ia lakukan ? .
setelah selesai makan mama sean langsung pamit pulang , padahal biasanya dirinya akan kangen-kangenan dengan putranya itu , tapi sekarang berbicara dengan sean pun malas . biarkan saja putranya yang angkuh itu merasa bahwa sang mama sedang mode ngambek .
" aku langsung pulang , maaf mengganggu waktu kalian berdua " ucap mama dengan senyum terpaksa seraya berdiri
"kenapa pulang sekarang ma ? tidak mau mengobrol dulu ? "
"tidak perlu" jawab mama sean dengan ketus
" ayolah ma jangan seperti ini ? " keluh sean dengan muka lelah seraya berdiri menghadang sang mama agar tidak pulang dulu
" aku ? (dengan menunjuk dirinya sendiri ) memangnya mama kenapa sean ? " tanya nya dengan muka sok bingung
sean pun memejamkan matanya seraya menarik napas panjang
" huhhh oke sean akan menuruti keinginan mama , tapi kasih sean waktu " ucap sean akhirnya mengalah dengan sang mama
" kenapa ? jika memang tidak mau ya tidak usah . aku juga tidak mau memaksa putraku satu-satunya ini untuk menikah " sahut mama sean dengan alis terangkat dan tangan bersedekap didada
" ya aku mau kok ma, tapi kasih waktu ya , jangan terlalu terburu-buru " ucap sean berusaha bernegosiasi
" oke , ku beri waktu satu bulan dimulai dari sekarang . bagaimana ? apakah kau sanggup sean ? " tanya mama sean dengan muka datar seakan meremehkan sean
oke guys maaf jika ceritanya agak gak nyambung π ini projek pertama soalnya masih coba-coba
__ADS_1
jangan lupa like ,comen dan hadiah nya πππ