
setelah berjalan-jalan disekitar taman , Carla pun memutuskan untuk kembali kedalam rumah , dirinya tidak mau merepotkan Siska yang mungkin sedang banyak pekerjaan .
" Lebih baik aku mandi " ucapnya kemudian masuk kedalam kamar mandi dan berakhir berendam di bathtub sampai satu jam lebih
Sedangkan dari tadi ponselnya berbunyi pertanda ada yang menelpon
" Dimana sih dia ? " kesal Sean kala Carla tidak mengangkat teleponnya . Padahal ada hal penting yang ingin ia bicarakan pada Carla
Ya saat ini Sean sedang berada di salah satu markas nya , dirinya sedang membuat strategi untuk melawan musuh nya . Seperti yang dibilang Dave waktu itu bahwa ada anggota mafia lain yang ingin menyerang anggota mafia nya
" Dave " panggil Sean ketika teleponnya tak kunjung diangkat oleh Carla
" Ya ada apa Sean ? " jawab Dave yang langsung menghampiri Sean diruangan nya
" Suruh beberapa anak buah kita untuk berjaga di vila dan para pelayan untuk istirahat . Jangan ada kegiatan apapun sampai keadaan aman " titahnya dengan muka serius
" baiklah , ada lagi ? " tanya Dave
" emm tanya bi Marni , Carla sedang apa sekarang ? kenapa telepon ku tidak diangkatnya ? " hanya dijawab anggukan kepala oleh Dave
" Ya , aku kembali dulu ke rombongan , mau mempersiapkan senjata dulu " ucap Dave lalu pergi begitu saja
Telihat di depan sebuah ruangan ada banyak sekali anak buah Sean yang sedang mengantri untuk bisa masuk keruangan tersebut , Ya ruangan itulah yang menyimpan banyak senjata . Tidak sembarang orang bisa masuk kecuali Sean dan para ketua tim
Ruangan yang memiliki access control system tersebut memang dibuat dengan keamanan yang cukup kuat , didepan ruangan pun nantinya akan ada yang berjaga , dua orang keamanan dan satu orang sebagai penanggung jawab jalannya kondisi ruangan tersebut , yang berarti siapapun itu bila ingin masuk ke ruangan harus melewati dirinya dulu baru akan melakukan acces control .
Sedangkan di Vila tiba-tiba saja banyak laki-laki berbaju hitam dan pistol di badannya serta memakai kaca mata . Tak lama dari kedatangan mereka , tiba-tiba saja keadaan rumah sepi , para pelayan di perintahkan untuk kembali ke paviliun belakang .
Ada apa ini ? batin Carla ketika dirinya melihat dari atas balkon kamar , karena suara bising dari mobil yang mereka gunakan membuatnya penasaran
__ADS_1
Buru-buru menggunakan pakaiannya agar bisa turun kebawah melihat apa yang terjadi disana .
" selamat siang nona " sapa salah satu orang berbaju hitam
" ah siang " jawab Carla canggung " em kalau boleh tau ini ada apa ya tuan ? " tanya Carla melihat sekeliling rumahnya sudah dikepung banyak orang yang tadi dia lihat
" oh ini sedang ada perketat penjagaan nona "
" perketat penjagaan ? emang sedang musim pencuri ya sekarang ? " tanya Carla dengan muka kaget dan bingung membuat orang dihadapannya itu tertawa kecil
" Bukan nona , disini tidak akan ada maling adanya gangster " jawab tuan tadi seraya terkekeh walaupun dengan muka serius sekalipun
" aiss yang benar saja tuan jni , jaman sekarang mana ada gangster , adanya cuma preman dan pencuri " jawab Carla yang menganggap ucapan tuan dihadapannya itu sekedar gurauan
" terserah nona saja mau percaya atau tidak " setelah itu ia pamit undur diri untuk melanjutkan tugasnya lagi sebagai ketua tim yang ada di vila
" aneh " guam Carla lalu melangkah pergi menuju kamarnya
" Sean ? kenapa dia meneleponku berkali-kali ? " gumamnya bertanya-tanya
" lebih baik aku telepon balik , siapa tau penting " memutuskan untuk menelepon Sean , karena takut dirinya kena omelan Sean yang super cerewet itu dan dirinya juga ingin bertanya perihal datangnya banyak orang yang berjaga di rumah saat ini
tuttttt tutttt tuttt " kenapa tidak diangkat ? " gumamnya , lalu dicobanya sekali lagi dan " Halo " suara Sean dari seberang ponsel pertanda sudah terhubung
" em iya " jawab Carla yang tiba-tiba bingung harus bicara apa
" ada apa ? apakah terjadi sesuatu disana ? " tanya Sean sedikit khawatir , karena tadi dia mendapat informasi bahwasannya mafia yang ingin menyerangnya kali ini adalah suruhan dari ABC . Jadi keselamatan Carla yang nomor satu saat ini , bisa saja mereka mencoba mengalihkan fokusnya dari Carla agar mempermudah menjalankan rencana mereka
" Aku baik-baik saja " jawabnya dengan muka heran , ada apa sebenarnya ? kenapa Sean seperti sedang khawatir dengan keadaan nya ? apakah ini ada hubungannya dengan munculnya banyak orang untuk berjaga di sini ? monolognya berusaha mencari tau dengan pemikiran nya sendiri
__ADS_1
" bagus kalau kau baik-baik saja , jangan keluar dari dalam rumah , ketaman pun tidak di izinkan " ucap Sean dengan tegas
" ya ya ya terserah kau saja , kau raja nya disini dan aku hanyalah seorang pelayan yang wajib mematuhi aturanmu " ketus Carla dengan memutar bola malas
" ckckck semakin hari kau semakin pintar dan patuh saja " kekeh Sean
" hm "
" kenapa disini banyak laki-laki tampan Sean ? " tanya Carla sekaligus menggoda Sean . Tapi memang banyak cogan disini , apalagi yang berjaga di depan rumah tadi
" laki-laki tampan ? siapa yang kau maksud dan dimana ? " sedikit emosi ketika Carla menyebut laki-laki tampan
" haha itu yang sedang berjaga di depan rumah , tadi aku sempat berbicara dengan salah satu dari mereka loh " semakin digodanya Sean , sepertinya seru membuat laki-laki diseberang telepon ini kesal
" berani-berani nya kau keluar dari rumah , bukannya sudah ku bilang jangan keluar apa kau tuli ha ? " geram Sean mulai terpancing omongan Carla , dirinya tidak mau Carla melihat laki-laki lain selain dirinya , entahlah kenapa dirinya bisa semarah itu , padahal dia tidak mencintai Carla begitupun sebaliknya
" heii tuan Sean , aku hanya berjalan dua langkah dari pintu utama , itupun sebelum kau melarangku untuk keluar , mana aku tau kau melarangku untuk itu " protes Carla tidak terima , padahal tadinya, dia hanya ingin membuat Sean , kesal tapi malah dirinya juga ikut kesal dengan Sean .
" Alasan , bilang saja kau ingin mendekati laki-laki yang kau maksud itu kan ? katakan saja kalau kau mau aku akan memberikan mereka padamu " sontak membuat Carla senang
" Tapi dalam bentuk mayat , kau mau ? " tawar Sean membuat mimik muka Carla berubah drastis menjadi datar
" kau saja sana yang mati " jawab Carla ketus kemudian langsung mematikan panggilan begitu saja
" arghh dasar sialan " umpat Carla seraya melempar ponselnya begitu saja . Untung dikasur jadi tetap aman
Sedangkan ditempat lain , Sean sedang tertawa terbahak-bahak membuat Dave , beserta yang lain heran . Apa yang membuat Sean , tertawa begitu lepas ? batin mereka seraya saling melihat satu sama lain lalu mengedikkan bahu kemudian kembali fokus pada kegiatan mereka masing-masing
...**HAPPY READING ...
__ADS_1
🙇**