
Pagi ini entah kenapa Sean terlihat diam , tidak seperti biasanya , membuat Carla heran . Diamnya Sean , terjadi sejak kemarin setelah bertemu dengan seorang laki-laki paruhbaya yang datang kerumah mereka .
" aku berangkat ke kantor , kau tidak usah kemana-mana " ucap Sean , kala dia sudah menyelesaikan makan nya
membuat Carla, yang tengah memakan sarapannya pun mendongak , melihat kearah Sean , dengan tatapan bertanya
" Baiklah " jawab Carla , kemudian
Sesuai perintah Sean , bahwa dirinya dilarang melakukan aktivitas diluar rumah , sehingga membuatnya menjadi pengangguran saat ini
...****************...
Diruangan Sean , terlibat obrolan serius dengan asistennya " Kenapa mendadak sekali ?" tanya Dave , sedikit kesal
" Aku juga tidak tau , dia sendiri yang datang padaku kemarin " jawab Sean
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ? apakah dia sudah memberi solusi yang baik ? " tanya Dave , dengan muka serius menatap Sean.
Sean ,pun menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban " Tidak ada , dia hanya menyuruh kita untuk segera menyelesaikan masalah ini . Dia tidak mau hidup Carla , bertambah sulit nantinya jika dibiarkan begitu saja " ucap Sean
" Siapa dia memerintah kita seenaknya saja " kesal Dave dengan mencebikkan bibirnya diakhir ucapannya
" seharusnya dia juga mempunyai tanggung jawab besar disini , sedangkan kita ? hanya anak asuh " ucap Dave sinis
" Huh sudahlah biarkan saja, yang perlu kita pikirkan bagaimana caranya kita bisa menyelesaikan ini semua tanpa sisa " ujar Sean " aku juga lelah dengan semua ini " ucapnya dengan putus asa
*****
Setelah obrolannya dengan Dave berakhir , dirinya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya guna mengalihkan stresnya atas masalah yang menimpa hidupnya saat ini
Saat dirinya tengah fokus pada dokumen-dokumen penting ditangannya , tiba-tiba ponselnya berbunyi
__ADS_1
"Halo tuan " ucap anak buah Sean , diseberang telepon
" hm .. ada apa ?"
" ini tuan , nona Carla memaksa untuk keluar . Padahal saya sudah mengatakan bahwa tuan sudah melarangnya "
" keluar ? mau kemana dia ?" tanya Sean , dengan alis berkerut
" katanya mau mengunjungi restoran nya yang sedang bermasalah tuan "
" oh ya sudah aku akan menelponnya , dia masih di rumah bukan ?" tanya Sean
" iya tuan , karena saya melarangnya tadi " jawab pengawal
" hmm kerja bagus , jangan mengijinkannya keluar tanpa seizin dariku " ucap Sean dengan nada dinginnya
" Baik tuan " setelah itu panggilan pun terputus
***
Didepan gerbang terjadi perdebatan antara Carla dan pengawal dirumah Sean " Ayolah pak , saya ada hal penting diluar yang harus saya urus " ucap Carla dengan muka memelas agar dibukakan pintu gerbang nya
" Tidak bisa nona , saya sudah di beri perintah oleh tuan bahwa nona dilarang keluar hari ini " jawab Pengawal dengan gelengan kepala
" Saya keluar bukan untuk bermain . Restoran saya sedang ada masalah dan saya harus kesana sekarang untuk melihatnya " kesal Carla
" Tetap saja , itu tidak merubah apapun perintah tuan " jawab pengawal bertambah tegas tanpa bantahan membuat Carla akhirnya kembali kedalam rumah dengan muka kesal sekaligus marah
#flashback off
Carla , yang tengah mondar mandir di kamarnya dengan muka khawatir . Sesuai dengan yang dikatakan oleh pengawal tadi bahwa restoran nya tengah bermasalah . Ada seseorang yang menghancurkan restorannya, ketika restoran sudah tutup dimalam hari . Banyak barang yang hancur dan itu mencapai 40%
__ADS_1
" Bagaimana ini " gumamnya , dirinya justru khawatir dengan karyawan serta sahabatnya . Takut mereka terluka atau bagaimana disana
drett drett getaran ponsel mengalihkan pandangannya , membuatnya untuk melihat siapakah yang menghubunginya
"Sean " gumanya , buru-buru ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut sebelum mati dengan sendirinya
" Ya , sean " jawab Carla setelah panggilan terhubung
" Kau mau kemana ? bukankah sudah aku katakan tidak usah keluar rumah " ucap Sean tegas membuat Carla menghela napas berat
" Aku hanya ingin melihat restoranku , bukan untuk berkeliaran tidak jelas " jawab Carla tidak kalah kesal
" Aku sebenarnya heran denganmu Sean , dari awal kita bertemu kau sudah memperlakukan aku seenak mu seolah aku adalah milikmu . padahal kita tidak mengenal satu sama lain saat itu . bahkan sampai saat ini pun kau tidak menjelaskan apa tujuan mu menahan ku disini " ucap nya dengan menggebu-gebu , dirinya sudah bosan dengan drama yang dimainkan Sean perihal hidupnya . Dia hanya ingin bebas pergi kemana pun tanpa larangan dari siapapun itu
" Selama ini aku diam bukan berarti aku tidak tau apa yang terjadi , kau menyembunyikan sesuatu dariku , kau mengatakan bahwa tujuanmu menahan ku adalah untuk melindungi ku dari bahaya . Tapi bahaya apa yang kau maksud ? bisa kau jelaskan ? agar aku bisa mengambil keputusan atas hidupku kedepannya " ucap Carla , sedikit terbawa emosi . pikirannya tengah kalut karena semenjak kedatangan Sean , hidupnya sudah berubah seratus persen . banyak larangan dan aturan hidup yang harus ia jalani tanpa tau penyebab dan akibatnya
Sean terdiam mendengar ucapan Carla , entah apa yang dipikirkannya saat ini
" Kau sudah selesai ? kalau sudah diamlah dan menurut dengan ucapanku " ucap Sean terdengar begitu dingin , seolah tengah menyimpan emosi di tubuhnya
"masalah restoran biar orangku yang mengurusnya , kau tidak perlu kesana " ucap Sean , lalu mengakhiri panggilan begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Carla
"arghh sial " teriak Carla , kesal mendengar ucapan Sean . Kenapa hanya untuk menjelaskan saja begitu berat bagi Sean ,pikirnya
"Awas saja kalau sampai dia masih tidak menjelaskan apa-apa kepadaku , aku akan pergi dari sini " gumamnya dengan rasa amarah di hatinya
...Selamat membaca...
jangan lupa like , vote dan hadiahnya buat penyemangat author π
perasaan di cerita ini kok gak ada yang komen sih ? pada males komen ya ?π₯Ί padahal author butuh banget saran dari para pembaca buat memperbaiki cerita author ππͺ
__ADS_1