
kau mau apa lagi haa ? bukankah kau menulis perjanjian bahwasannya tidak akan ada kontak fisik diantara kita ? " ucap carla sedikit tidak terima dengan sean yang ingkar akan perjanjian yang dibuatnya sendiri
" ohh tentu saja aku ingat , tapi ... syarat yang kau sebutkan tadi sudah aku hapus setelah pertemuan kita di caffe waktu itu " jawab sean seraya tersenyum miring penuh kemenangan
" dasar licik " sinis carla
" tapi kau menikmatinya kan ? " tanya sean dengan tiba-tiba mere*as salah satu bukit kembar carla membuat carla meringis
" tanganmu " teriak carla berusaha menahan desa**n akibat ulah Sean yang saat ini sibuk bermain dengan kedua pa****** nya
sedangkan sean mengikat tangan carla dengan dasinya lalu dikaitkan dengan kepala ranjang agar dirinya bisa bebas melakukan apa saja tanpa gangguan apapun
" arghh" des*h carla lolos setelah sekuat tenaga ditahannya , tapi tubuh tidak bisa menolak apa yang dilakukan sean terhadapnya
"jangan melewati batasanmu sean " ucap carla masih setengah sadar
" emmhhh" gumam carla karena dirinya menggigit bibirnya agar suara des**an tidak lolos lagi
" hei jangan melukai bibir mu , keluarkan saja apa yang kau rasakan , karena aku menyukainya " ucap sean dengan mengedipkan sebelah matanya pada carla membuat carla melengos begitu saja!
" sean " panggil carla ketika dirinya sudah diambang kesadaran
" bisakah kau hentikan kegiatan mu ? aku sudah tidak tahan " ucap carla lirih , mulai meringis menahan sakit
"sabarlah carla , semua yang memerlukan proses hasilnya tidak akan mengecewakan " jawab sean sibuk menjamah tubuh carla
" sean... kepalaku " ucap carla lirih
mendengar suara carla merintih kesakitan membuat sean bangkit dari posisinya
" heii ada apa carla ?" panik sean ketika melihat carla meringis dengan peluh ditubuhnya
" kepalaku mau pecah rasanya " keluh carla seraya memukuli kepalanya menggunakan tangannya
" hei sudah jangan diteruskan, nanti kepalamu akan bertambah sakit jika kau pukuli begini " cegah sean seraya menghentikan pergerakan tangan carla
" argghhh aku sudah tidak tahan hikss hikss " tangis carla pun pecah karena tak kuasa menahan sakit yang ada pada kepalanya
__ADS_1
"Ibu kepalaku sakit sekali ? apakah aku akan menyusul kalian berdua ke surga ? " batinnya merindukan sosok ibu
" Aku sakit , dan aku sendirian disini hikss hiksss" lanjutnya ketika kesadaran mulai hilang sedikit demi sedikit
"hei kau tahan sebentar , kita akan kerumah sakit " ucap sean langsung bangkit dari kasur berlari menuju lemari pakaian , mengambil kaos untuk dipakainya beserta jaket tebal untuk carla agar tidak kedinginan
digendongnya tubuh lemah carla menuju mobil untuk pergi kerumah sakit .
RUMAH SAKIT pukul 14:00
" bagaimana Dok keadaannya ? " tanya sean kepada Dokter yang memeriksa keadaan Carla tadi
" Begini tuan , keadaan nona Carla saat ini sudah lebih baik , tapi untuk kedepannya nona carla harus menjaga pola makan dan hidup yang sehat untuk menjaga tubuhnya agar tidak drop seperti ini " jelas Dokter tiffany yang memeriksa carla
"lalu kenapa tadi carla mengeluh sakit kepala yang luar biasa dok ? Bahkan sampai dipukulinya beberapa kali " tanya sean khawatir sekaligus penasaran dengan kondisi tubuh carla
" Nona Carla mempunyai riwayat sakit tipes dan asam lambung . kedua penyakit ini mempunyai gejala yang sama , pasien akan mengalami sakit kepala seperti ditusuk-tusuk , mual-mual yang berkelanjutan , badan lemas serta demam "jelas dokter tiffany mencoba memberi pengertian terhadap sean agar bisa menjaga carla nantinya
" lalu apa yang harus dilakukan ?" tanya sean
" hindari makanan asam , pedas serta santan karena itu semua tidak baik untuk penyakit asam lambung , serta nona carla tidak boleh banyak pikiran apa lagi kelelahan " jelas dokter tiffany
krekk suara pintu berdecit membuat seseorang yang tengah terbaring di ranjang pasien menoleh kearah pintu
" kau sudah sadar " tanya sean ketika melihat carla sudah sadar
" bagaimana keadaan mu ? " tanya sean ketika sudah berada disamping carla
" ya jauh lebih baik " jawab carla lirih
"terima kasih sudah menolongku " lanjutnya seraya menatap sean
" hem ,,, tapi tidak gratis tentunya " jawab sean disertai senyum miringnya
" sudah kuduga " gumam carla
" lebih baik tidak usah menolongku jika memang kau tidak iklas menolongku " ucap carla lalu mengubah posisinya menjadi miring membelakangi sean
__ADS_1
"apa peduliku " jawab sean mengedikkan kedua bahunya keatas lalu berjalan menuju sofa yang ada diruangan itu
carla yang melihat sean duduk pun tambah bingung , kenapa sean tidak keluar? apa lagi yang akan dia lakukan disini ? membuatku tambah mual saja .
"huekk" mual carla ketika membayangkan muka sean
" kau mual ? apakah rasanya parah ? " tanya sean panik tak kala mengingat penjelasan dokter tadi
"pergilah aku mual melihat mukamu " usir carla tanpa melihat kearah sean
" tidak akan , aku akan tetap menjagamu hingga kau sembuh , tanpa penolakan apapun " telak sean tidak mau dibantah
" bukankah kau bekerja ? bukannya kau orang penting ? pasti pekerjaanmu banyak " ucap carla berusaha mengusir sean dengan cara halus
" aku bisa menjaga diriku sendiri , kalau tidak aku akan menghubungi temanku untuk datang kemari menemaniku disini " lanjut carla tanpa disadari mimik muka sean sudah berubah marah
Brakkk suara ranjang dipukul begitu kuatnya oleh sean
" kau suka sekali membuatku marah haaa? " bentak sean kepada carla yang saat ini sudah menangis ketakutan
"kau marah-marah memang bukan karena aku , tapi karena tabiatmu memang seperti itu " teriak carla yang akhirnya berbalik badan menghadap sean yang saat berdiri mencondong dengan kedua tangan nya bertumpuan pada ranjang pasien
"bukan karena mu kau bilang ? " tanya sean mendekatkan wajahnya pada wajah carla yang sudah ketakutan
" lalu... siapa yang selaku berusaha kabur dariku ? siapa yang suka membantah ucapan ku dan sekarang aku lihat ? kau bahkan tidak bisa mengurus dirimu sendiri haaa " bentak sean dengan muak merah padam
" kau kira waktuku luang ? hanya untuk mengurusi bocah ingusan sepertimu aku harus mengorbankan banyak perkejaan ku kau tahuuu " jelas sean
" lalu apakah aku punya alasan agar aku tetap berada di sisimu haa? lalu apa maksud dari semua yang kamu lakukan ? argghhh" teriak carla meluapkan emosinya
" argghh kepalaku sakit " gumam carla
" ada apa carla ? apakah ada yang sakit lagi haaa ? " spontan sean ketika melihat carla mendesis kesakitan
" tidak usah menyentuhku " tepis carla ketika tangan sean berusaha menyentuhnya
" kalau kau bisa menjawabnya sekarang , maka aku akan memutuskan pilihanku " jawab carla menatap mata sean lama
__ADS_1
" oke , setelah kau sembuh dan keluar dari sini , aku akan membawamu untuk tinggal di mansion ku " ucap sean
...HAPPY READING πππβ€οΈ...