Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
musnahnya Surat perjanjian


__ADS_3

"Aku hanya tidak ingin melihat wajahnya saat ini " pikirnya dalam hati


" kemana wanita tadi pergi ? " tanya nya pada salah satu pelayan nya


" emm siapa yang tuan maksud ? " tanya pelayan wanita tersebut menunduk takut . Pasalnya ia mendengar suara dentuman keras yang berasal dilantai dua , tempat tuannya berada dan ia berpikir pasti terjadi sesuatu diatas sana .


" Carla ... Kau melihatnya di sekitar sini ?" Sean merendahkan nada bicaranya kala melihat sang pelayan yang ketakutan dengannya


" Tidak tuan, sejak saya disini tidak ada nona Freya yang turun kebawah "


Terdiam sejenak " oh ya sudah , lanjutkan pekerjaanmu "


Dirinya berfikir , dilantai dua hanya ada lima ruangan , dua kamar tidur , ruang kerja , tempat bersantai dan satu ruangan seperti bar untuk dirinya ketika ingin menikmati seteguk alkohol yang menyegarkan tubuh


Tidak ingin membuang waktu , dirinya pun memutuskan untuk naik kembali keatas untuk menyusuri setiap ruangan yang ada disana ,pasti Carla bersembunyi disalah satu ruangan yang ada disana


" Carla " teriaknya saat berjalan menyusuri lorong lantai dua , Sedangkan yang dicari tengah tertidur dengan pulas nya tanpa terganggu akibat teriakan Sean .


Diperiksanya satu persatu ruangan yang ada , dan ternyata satu kamar telah terkunci , yang ia yakini bahwa wanitanya ada didalam kamar tersebut


duak duak duak


suara pintu yang digedor nya berhasil mengusik tidur penghuni didalam nya


" berisik sekali " gumam Carla berusaha menutup telinganya dengan bantal


Ia tahu , itu pasti ulah Sean , dirinya masih ingin istirahat dengan tenang tanpa gangguan apapun .


" Buka pintunya sialan " teriak Sean penuh akan kekesalan , dirinya kesal sebab wanita itu lari begitu saja setelah membuatnya kesal dan saat ini dirinya ingin melampiaskan kekesalan tersebut kepada Carla


Tidak tahan dengan suara bising diluar , akhirnya Carla berseru agar Sean tak lagi mengganggunya

__ADS_1


" Aku hanya tidur sebentar , nanti aku akan keluar untuk menghadapi mu tuan Sean "


"Kau berani membuatku menunggu haa ?" kesalnya bertambah tak kala suara Carla menyahutnya dari dalam , bahkan wanita itu begitu berani menyuruhnya menunggu bahkan setelahnya dia dengan berani akan menghadapnya


" Ya aku memang berani " sahutnya dengan bergumam , perlahan matanya ikut tenggelam seiring dengan kesadaran yang mulai hilang ditelan oleh rasa kantuk


Dirasa tak ada sahutan lagi didalam sana , Sean pun memutuskan pergi setelah menendang pintu begitu kuatnya untung saja pintu nya tidak roboh atau mengalami kerusakan


" Kunci cadangan kamar atas , berikan padaku " ucapnya pada bi mirna


" kamar yang mana tuan ? kalau kamar yang dulunya nona tempati kuncinya sudah diambil semua oleh nona Carla tadi "


Kesal , begitulah Sean saat ini . Ternyata pintar juga wanita satu itu , bahkan dia sudah menyiapkan rencana ini dengan begitu matangnya


Saat melewati pintu kamar yang Carla tempati , dirinya sempat berhenti sebentar dengan memberikan lirikan tajam pada pintu yang tak tau apapun itu " Kau pintu sialan , kenapa harus ada disini sebagai penghalang ku untuk menghabisi mahkluk yang tengah berlindung padamu itu haa ? " dia berkata seolah pintu tersebut memiliki nyawa layaknya manusia


Dirinya berlalu memasuki kamarnya untuk ikut istirahat juga " Ahh aku sedang berbaik hati saja dengan memberimu cukup tenaga untuk menghadapi ku nanti sayang " gumam Sean , sebelum matanya benar-benar terpejam


Dikamar Sean


Keduanya tengah dalam situasi hening , setelah tadi ada sedikit paksaan untuk membuat Carla berada di dalam kamar Sean


" Ayolah Sean , sebenarnya apa mau mu ?" tanya Carla dengan nada putus asa


" Kau tanya apa mauku ? simpel saja ... kau hanya perlu patuh pada ku tanpa bantahan apapun " Sean berkata dengan mudahnya , dia pikir itu terlalu mudah untuk dilakukan


" Tapi tidak untuk menikah denganmu kan ? " antara kesal, sedih dan marah . Kenapa hidupnya harus menjadi seperti ini ? berantakan dan tidak tau akan berkahir seperti apa


" Kenapa ? kau menolak menikah denganku ? bukankah kemarin-kemarin kau setuju-setuju saja dengan syarat ku ini "


" Ya .... Awalnya aku setuju . Tapi , sebelum semuanya semakin rumit seperti ini " ucapnya tanpa menyangkal atas persetujuannya dulu dengan bersedia menikah bersama pria dihadapnya itu

__ADS_1


" Lalu apa yang kau pikirkan ? jalani saja apa yang menjadi tugasmu dalam perjanjian ini " Carla diam , memandang lurus Sean , yang tengah menatapnya dengan pandangan datar


" Baiklah jika itu maumu . Sesuai apa yang kau katakan jika aku harus menjalani ini semua sesuai perjanjian "


" Maka kau juga sama . Mulai saat ini , jangan menyentuhku dan jangan terlalu dekat denganku " ucapnya dengan seringai tipis dibibirnya . Dirinya tidak mau diatur begitu saja oleh lelaki didepannya ini . Dia juga punya hak atas perjanjian tersebut


Setelah dirasa cukup , Carla pun memutuskan bangkit dari duduknya dan keluar dari keadaan yang membuatnya kesal


" kau mau kemana ?" tanya Sean . matanya mengikuti setiap gerak gerin yang dilakukan oleh Carla


" menyuruh pelayan untuk memindahkan barang ku dari sini " dirinya mulai melangkahkan kaki untuk keluar , tapi langkahnya terhenti tak kala Sean memberinya peringatan untuk tidak keluar satu langkah pun dari kamarnya


" Kalau kau berniat pindah dari kamar ini , maka sesuatu akan terjadi padamu " ancamnya


Benar saja langkah Carla , langsung berhenti . Dirinya berbalik menghadap kearah Sean dengan alis berkerut dalam " Tidur bersama dan melakukan kontak fisik tidak ada dalam surat perjanjian itu Sean . Kau pasti ingat itu " diiringi dengan senyum mengejek


" Kau mau membicarakan perihal perjanjian itu ? " tanya Sean sedikit kesal dengan ucapan Carla


" Kau yang memulainya " jawab Carla datar


" Baiklah kau tunggu disini " sementara Sean pun pergi menuju ruang kerjanya


sebuah map berwarna biru berada ditangan Sean yang sudah kembali lagi kedalam kamar


" Kau lihat " tunjuknya pada map biru tersebut l


Srekksrekk


bunyi kertas disobek begitu saja , membuat Carla tercengang dibuatnya . Dirinya baru ingat bahwa itu surat perjanjian antara dirinya dan Sean


" Kau menyobeknya ? " dilihatnya muka Sean yang tengah tersenyum puas setelah merobek surat perjanjian mereka

__ADS_1


__ADS_2