
"Aku hanya tidak ingin melihat wajahnya saat ini " pikirnya dalam hati
" kemana wanita tadi pergi ? " tanya nya pada salah satu pelayan nya
" emm siapa yang tuan maksud ? " tanya pelayan wanita tersebut menunduk takut . Pasalnya ia mendengar suara dentuman keras yang berasal dilantai dua , tempat tuannya berada dan ia berpikir pasti terjadi sesuatu diatas sana .
" Carla ... Kau melihatnya di sekitar sini ?" Sean merendahkan nada bicaranya kala melihat sang pelayan yang ketakutan dengannya
" Tidak tuan, sejak saya disini tidak ada nona Freya yang turun kebawah "
Terdiam sejenak " oh ya sudah , lanjutkan pekerjaanmu "
Dirinya berfikir , dilantai dua hanya ada lima ruangan , dua kamar tidur , ruang kerja , tempat bersantai dan satu ruangan seperti bar untuk dirinya ketika ingin menikmati seteguk alkohol yang menyegarkan tubuh
Tidak ingin membuang waktu , dirinya pun memutuskan untuk naik kembali keatas untuk menyusuri setiap ruangan yang ada disana ,pasti Carla bersembunyi disalah satu ruangan yang ada disana
" Carla " teriaknya saat berjalan menyusuri lorong lantai dua , Sedangkan yang dicari tengah tertidur dengan pulas nya tanpa terganggu akibat teriakan Sean .
Diperiksanya satu persatu ruangan yang ada , dan ternyata satu kamar telah terkunci , yang ia yakini bahwa wanitanya ada didalam kamar tersebut
duak duak duak
suara pintu yang digedor nya berhasil mengusik tidur penghuni didalam nya
" berisik sekali " gumam Carla berusaha menutup telinganya dengan bantal
Ia tahu , itu pasti ulah Sean , dirinya masih ingin istirahat dengan tenang tanpa gangguan apapun .
" Buka pintunya sialan " teriak Sean penuh akan kekesalan , dirinya kesal sebab wanita itu lari begitu saja setelah membuatnya kesal dan saat ini dirinya ingin melampiaskan kekesalan tersebut kepada Carla
Tidak tahan dengan suara bising diluar , akhirnya Carla berseru agar Sean tak lagi mengganggunya
__ADS_1
" Aku hanya tidur sebentar , nanti aku akan keluar untuk menghadapi mu tuan Sean "
"Kau berani membuatku menunggu haa ?" kesalnya bertambah tak kala suara Carla menyahutnya dari dalam , bahkan wanita itu begitu berani menyuruhnya menunggu bahkan setelahnya dia dengan berani akan menghadapnya
" Ya aku memang berani " sahutnya dengan bergumam , perlahan matanya ikut tenggelam seiring dengan kesadaran yang mulai hilang ditelan oleh rasa kantuk
Dirasa tak ada sahutan lagi didalam sana , Sean pun memutuskan pergi setelah menendang pintu begitu kuatnya untung saja pintu nya tidak roboh atau mengalami kerusakan
" Kunci cadangan kamar atas , berikan padaku " ucapnya pada bi mirna
" kamar yang mana tuan ? kalau kamar yang dulunya nona tempati kuncinya sudah diambil semua oleh nona Carla tadi "
Kesal , begitulah Sean saat ini . Ternyata pintar juga wanita satu itu , bahkan dia sudah menyiapkan rencana ini dengan begitu matangnya
Saat melewati pintu kamar yang Carla tempati , dirinya sempat berhenti sebentar dengan memberikan lirikan tajam pada pintu yang tak tau apapun itu " Kau pintu sialan , kenapa harus ada disini sebagai penghalang ku untuk menghabisi mahkluk yang tengah berlindung padamu itu haa ? " dia berkata seolah pintu tersebut memiliki nyawa layaknya manusia
Dirinya berlalu memasuki kamarnya untuk ikut istirahat juga " Ahh aku sedang berbaik hati saja dengan memberimu cukup tenaga untuk menghadapi ku nanti sayang " gumam Sean , sebelum matanya benar-benar terpejam
Dikamar Sean
Keduanya tengah dalam situasi hening , setelah tadi ada sedikit paksaan untuk membuat Carla berada di dalam kamar Sean
" Ayolah Sean , sebenarnya apa mau mu ?" tanya Carla dengan nada putus asa
" Kau tanya apa mauku ? simpel saja ... kau hanya perlu patuh pada ku tanpa bantahan apapun " Sean berkata dengan mudahnya , dia pikir itu terlalu mudah untuk dilakukan
" Tapi tidak untuk menikah denganmu kan ? " antara kesal, sedih dan marah . Kenapa hidupnya harus menjadi seperti ini ? berantakan dan tidak tau akan berkahir seperti apa
" Kenapa ? kau menolak menikah denganku ? bukankah kemarin-kemarin kau setuju-setuju saja dengan syarat ku ini "
" Ya .... Awalnya aku setuju . Tapi , sebelum semuanya semakin rumit seperti ini " ucapnya tanpa menyangkal atas persetujuannya dulu dengan bersedia menikah bersama pria dihadapnya itu
__ADS_1
" Lalu apa yang kau pikirkan ? jalani saja apa yang menjadi tugasmu dalam perjanjian ini " Carla diam , memandang lurus Sean , yang tengah menatapnya dengan pandangan datar
" Baiklah jika itu maumu . Sesuai apa yang kau katakan jika aku harus menjalani ini semua sesuai perjanjian "
" Maka kau juga sama . Mulai saat ini , jangan menyentuhku dan jangan terlalu dekat denganku " ucapnya dengan seringai tipis dibibirnya . Dirinya tidak mau diatur begitu saja oleh lelaki didepannya ini . Dia juga punya hak atas perjanjian tersebut
Setelah dirasa cukup , Carla pun memutuskan bangkit dari duduknya dan keluar dari keadaan yang membuatnya kesal
" kau mau kemana ?" tanya Sean . matanya mengikuti setiap gerak gerin yang dilakukan oleh Carla
" menyuruh pelayan untuk memindahkan barang ku dari sini " dirinya mulai melangkahkan kaki untuk keluar , tapi langkahnya terhenti tak kala Sean memberinya peringatan untuk tidak keluar satu langkah pun dari kamarnya
" Kalau kau berniat pindah dari kamar ini , maka sesuatu akan terjadi padamu " ancamnya
Benar saja langkah Carla , langsung berhenti . Dirinya berbalik menghadap kearah Sean dengan alis berkerut dalam " Tidur bersama dan melakukan kontak fisik tidak ada dalam surat perjanjian itu Sean . Kau pasti ingat itu " diiringi dengan senyum mengejek
" Kau mau membicarakan perihal perjanjian itu ? " tanya Sean sedikit kesal dengan ucapan Carla
" Kau yang memulainya " jawab Carla datar
" Baiklah kau tunggu disini " sementara Sean pun pergi menuju ruang kerjanya
sebuah map berwarna biru berada ditangan Sean yang sudah kembali lagi kedalam kamar
" Kau lihat " tunjuknya pada map biru tersebut l
Srekksrekk
bunyi kertas disobek begitu saja , membuat Carla tercengang dibuatnya . Dirinya baru ingat bahwa itu surat perjanjian antara dirinya dan Sean
" Kau menyobeknya ? " dilihatnya muka Sean yang tengah tersenyum puas setelah merobek surat perjanjian mereka
__ADS_1