
" Nasib sial bisa bertemu dengan nya " gumamnya dongkol dalam hati
...****************...
Sejak saat itu, Carla berubah menjadi lebih dingin dan lebih banyak diam . Melakukan apapun yang diinginkan oleh laki-laki yang akan menjadi suaminya itu dengan patuh . Dirinya tidak perduli apa saja yang dilakukan Sean , bahkan hari pernikahan sudah semakin dekat .
Saat jam makan siang , Sean memutuskan pulang untuk menjemputnya menuju sebuah butik . Mereka akan melakukan fitting baju pernikahan nya yang akan di laksanakan dua minggu lagi , mendadak bukan ? Ya begitulah orang kaya ,mereka bisa melakukan apa saja diluar kendali kita ( orang miskin )
"Ini calonmu ? " tanya seorang pria dengan suara lentiknya, yang menjelma menjadi seorang wanita
" hm " jawab Sean acuh
Bahkan saat para pegawai butik yang tengah sibuk membantu Freya memakai gaun lalu mempertanyakan pendapatnya , tentang penampilan wanita nya itupun ia acuhkan begitu saja karena sibuk dengan ponsel ditangannya
" Sudahlah mbk , tidak usah bertanya padanya . Aku tidak perlu pendapatnya tentang penampilanku , yang terpenting aku nyaman dan menyukai gaunnya " Ucap Carla , memandang sinis laki-laki yang akan menjadi suaminya . Bahkan sudah beberapa gaun yang ia coba namun jawaban yang keluar dari mulut Sean tidak membuat nya puas
"Bagus " itulah yang diucapkan Sean kala pegawai bertanya padanya , padahal dia hanya melihat sekilas kearah Carla lalu kembali sibuk dengan ponsel nya
Padahal wanita yang tengah sibuk mencoba beberapa gaun itu tengah berusaha meredam emosi dihatinya tapi ditahannya karena merasa tidak enak ribut di suasana yang seharusnya bahagia dirasakan calon pengantin baru seperti dirinya
"Saya pilih gaun hitam ini untuk acara pesta dan untuk acara yang lain , kalian saja yang memilihkan menurut kalian yang bagus aku pakai " Putus Carla kemudian . Wajahnya yang lesu terkesan datar itupun membuat para pegawai butik sedikit heran . Bukankah calon pengantin baru itu seharusnya bahagia ? Tapi kenapa dengan dua calon pengantin baru dihadapan mereka saat ini ? Tidak ada raut bahagia terpancar dari muka mereka berdua ? apakah mereka menikah karena perjodohan ? ahh mungkin itu bisa saja terjadi . Terka mereka dalam hati lalu kembali fokus untuk kembali bekerja , karena mereka akan dibuat sibuk dengan menyiapkan sentuhan akhir untuk gaun yang akan dipakai Carla nanti nya
Setelah selesai dengan urusan fitting baju , Carla pun keluar dari ruang ganti , diliriknya Sean yang masih sibuk dengan ponselnya " entah apa yang dikerjakan nya itu " kesalnya dalam hati
Bahkan Sean menyadari kehadirannya , saat ia menunduk mengambil tas nya yang berada di sofa samping tempat duduk Sean .
"ehem" dehem Sean menatap Carla yang hanya melirik kearah nya sebentar lalu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun keluar dari bibir merah muda itu membuatnya menghela napas panjang "huhhh...."
" Mi gua pulang dulu " ucap Sean seraya bangkit dari duduknya tanpa melihat kearah lawan bicaranya
Merasa tidak ada jawaban , lantas Dilihatnya pria gemulai itu yang tengah senyum-senyum sendiri dengan ponselnya , entah apa yang dilihat hingga membuatnya seperti orang gila , melihat itupun Sean hanya menggelengkan kepalanya heran
__ADS_1
" Oke Baby Sensen , titip salam ya buat baby angel dari Mimi Sara " ucap Pria gemulai yang bernama Mimi Sara dengan gayanya yang centil dan suara yang dibuat-buat
"Sungguh menggelikan " gumam Sean bergidik ngeri lalu pergi dari sana sedikit terburu-buru
" Hati-hati dijalan Baby sensen " teriak Mimi Sara , sebelum Sean menghilang dari pandangannya yang hanya dibalas lambaian tangan oleh Sean
.
.
.
Keduanya tengah berada di dalam mobil dengan Sean yang mengemudikan mobilnya " Setelah ini , kita mau kemana ?" tanya Sean , melirik wanita disamping nya yang sejak tadi diam seribu bahasa
" Pulang " jawab Carla datar , bahkan enggan menoleh kearah Sean sedikitpun . Dirinya lebih memilih memandang kendaraan yang berlalu lalang dengan ramainya karena ini bertepatan jam pulang kerja . Dengan cuaca dingin karena gerimis turun perlahan membasahi bumi
" Kau tidak lapar ? " tanya Sean lagi , berusaha membuat wanita nya itu berbicara seperti biasanya . Walaupun dirinya manusia dingin tapi dia juga cukup peka dengan ekspresi yang ditampilkan oleh lawan bicaranya , hal itu karena pekerjaannya yang selalu dikelilingi orang-orang asing . Menilai sikap seseorang dari perilaku dan dengan cara mereka berbicara dia cukup bisa mengenali bagaimana sifat orang tersebut
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit , dengan keheningan menemani perjalanan mereka menuju jalan pulang .
Setibanya di halaman depan Carla pun langsung turun begitu saja tanpa menunggu Sean yang tengah menatapnya datar
"huhh.... rasa-rasanya kepalaku seperti ingin meledak saja " gumam Sean , menyandarkan badannya pada punggung kursi seraya memejamkan matanya setelah Carla sudah masuk kedalam rumah
Hingga dirinya hampir terlelap kalau saja ponselnya tak bergetar karena ada yang meneleponnya , setelah dilihatnya ternyata sang asisten yang menghubunginya
__ADS_1
" Ya ada apa ? " tanya Sean tanpa basa basi
" Kau dimana ? " tanya Dave diseberang telepon
" Dirumah " jawabnya malas
" apakah kau masih ingin melanjutkan rencanamu untuk menikah dengannya ? "
"Tentu saja , apa ada masalah ? "
" Kau ingin mengadakan pesta pernikahanmu dengan mewah , sedangkan kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan semua itu Sean . Sudah bisa dipastikan jika acaramu akan mengundang mereka yang ingin menghancurkan mu maupun Carla untuk beraksi " jelas Dave berusaha membujuk teman sekaligus bosnya itu untuk membatalkan rencananya yang cukup berbahaya untuk banyak orang
Tidak masalah jika keributan nanti tidak akan memakan korban , tapi itu mustahil . Karena tamu undangan yang sudah disebar saja mencapai ribuan orang , dan itu sangat berbahaya jika nantinya terjadi baku tempat di tengah acara pesta berlangsung
Sean yang mendengarnya pun memaklumi apa yang dicemaskan oleh Asistennya itu , tapi ia sudah punya rencana tersendiri untuk mencegah adanya korban jiwa dalam acaranya nanti " Kau tidak usah khawatir , kau hanya perlu menjalankan tugasmu sesuai perintahku tanpa banyak bicara " lalu ditekannya tombol merah pada layar ponsel nya , sehingga membuat panggilan itu pun berakhir begitu saja
.
.
.
"Bii..."teriak Sean
" Ya tuan " jawab Bi mirna yang datang dengan sebuah panci ditangannya , membuat Sean langsung melirik panci tersebut
" Aaa maaf tuan , tadi saya sedang memasak " ucap bi mirna cukup gugup saat menyadari tatapan Sean pada panci nya
" hmm .. Buatkan saya kopi dan cemilan kekamar sama susu " pintanya pada bi mirna , dirinya berniat untuk mengajak Carla bersantai dibalkon kamarnya
"Baik tuan " jawab bi mirna menundukkan badannya sebagai tanda hormatnya pada sang tuan
__ADS_1
...HAPPY READING ...