Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
mempunyai teman baru ( Siska )


__ADS_3

keadaan Carla sudah membaik , bahkan dirinya sudah bisa beraktifitas seperti biasanya . Tapi Sean tetap melarangnya untuk pulang dengan alasan dirinya belum ada waktu untuk mengantar Carla pulang , padahal tanpa diantar pun Carla bisa pulang sendiri


" aku akan pergi mungkin besok baru kembali " ucap Sean kala itu tengah bersiap untuk pergi setelah mendapat telepon dari Dave


" terserah " acuh Carla tetap fokus pada ponselnya


" cihh besok kita akan pulang kerumahmu "


seakan mendapat angin segar ketika mendengar ucapan Sean barusan


"kenapa kau tiba-tiba memberiku izin pulang ? " tanya Carla dengan mata memicing


" Bukannya kau yang mau pulang ? " tanyanya " kalau tidak mau ya sudah , itu jauh lebih baik " lanjutnya dengan senyum dibibir


" Tentu saja aku mau " jawabnya " bahkan aku berharap tidak kembali lagi kesini " lanjutnya dengan bergumam tapi Sean masih bisa mendengarnya dengan baik " jangan mimpi " sahut Sean ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan Carla yang terlihat sedang kesal


merasa bosan dengan kegiatan nya yang hanya duduk sedari tadi ,bukan hanya tadi tapi dari beberapa hari yang lalu . dilihatnya sekeliling rumah ,siapa tau bisa menemukan tempat yang menyenangkan untuk dirinya menghapus jenuh


" em lebih baik aku berkeliling saja dulu , siapa tau menemukan sesuatu yang menarik " gumam nya lalu tak lama memilih bangkit dan mulai berjalan


Tempat utama yang ditujunya adalah dapur , biasanya disana banyak sekali orang yang sibuk memasak " wah ternyata banyak juga yang kerja disini , tapi kenapa aku hanya melihat sebagian saja dari sejak aku tinggal disini ?" pikir nya bertanya-tanya


" emm permisi " ucapnya dengan menyengir membuat para art disana sontak menoleh kearahnya dengan muka terkejut


" selamat pagi nona " sapa mereka serentak dengan membungkukkan badan


" ahh ya selamat pagi " jawabnya reflek ikut membungkuk . canggung karena diperlakukan layaknya tuan putri haruskah mereka membungkuk seperti itu ? padahal aku bukan siapa-siapa? gumamnya disaat dia masih membungkuk


diliriknya para pelayan yang tadi membungkuk padanya belum juga berdiri tegak " kenapa mereka lama sekali membungkuknya ? " gumamnya padahal dirinya sudah pegal karena membungkuk

__ADS_1


sedangkan yang terjadi pada pelayan adalah menunggu nona nya itu bangun dari acara membungkuk nya , pasal nya tidak sopan sekali jika mereka bangun duluan masak nona yang membungkuk pada pelayan " emm nona " panggil salah satu pelayan yang ada disana " kenapa nona membungkuk pada kami ? " tanya nya heran


Tak lama datanglah bi Mirna , dirinya dibuat heran dengan kondisi yang ada disana kenapa nona nya ikut membungkuk dan tidak bangun-bangun dari tadi ? apalah tidak merasa pegal ? pikirnya


"Nona bangun lah " ucap nya seraya menepuk punggung Carla pelan


" ah ya " gugup nya seraya bangun dengan memegangi pinggangnya


" kenapa nona ikut membungkuk seperti itu ? " tanya bi Mirna heran , baru kali ini dirinya melihat seorang nona mau membungkuk untuk pelayan nya


" aku ? karena mereka juga membungkuk jadi aku mengikuti mereka " jawabnya polos membuat pelayan disana melongo heran dibuatnya


"polos sekali " pikir mereka


" astaga nona , nona tidak perlu melakukan itu " jawab bi Mirna dengan gemas " lain kali tidak usah ikut membungkuk jika para pelayan membungkuk kepada nona , cukup jawab saja sapaan mereka dengan tersenyum itupun kalau nona berkenan " lanjutnya


" ah baiklah " jawab Carla dengan tersenyum canggung


" Tidak kok ,aku hanya ingin melihat lihat saja "


" perlu teman kah ? agar nona tidak tersesat nantinya "


" teman ? emm boleh kalau tidak merepotkan " karena ini masih pagi jadi para pelayan pasti sedang sibuk-sibuknya


" Tentu tidak nona , karena tugas utama kami disini adalah untuk melayani nona dengan sebaik mungkin " jawab bi Mirnayang terlalu berlebihan menurut Carla


" baiklah, boleh kah aku memilih pelayan yang akan menemaniku ? " tanya nya dengan berbisik di telinga bi Mirna


" oh tentu saja , sialhkan pilihlah pelayan yang nona mau " jawab bi Mirna dengan tersenyum . dirinya jadi teringat anaknya yang sekarang entah pergi kemana dan dengan siapa ? karena dulu anaknya tidak mau hidup susah dengan nya , jadilah dia mengabdi kerja disini

__ADS_1


" emm aku mau kau menemaniku berjalan disekitar sini , apakah kau tidak keberatan ? " tanya dengan hati-hati pada salah satu pelayan yang masih muda mungkin seumuran dengannya


" saya ? tentu saja tidak nona , suatu kehormatan bisa melayani nona dengan baik " jawab pelayan tersebut dengan menunduk


" oke , ya sudah makasih ya bi aku mau jalan-jalan dulu " pamit nya bi Mirna


"ya hati-hati nona "


" ayo kita pergi " ajaknya seraya menggandeng tangan pelayan tersebut tanpa memikirkan perasaan sang pelayan yang sudah jantungan dengan tingkah nonanya


" emm nona " panggilnya lirih


" bisakah nona melepaskan tangan nona ? saya merasa tidak pantas digandeng oleh nona seperti ini " lanjutnya karena banyak mata para pelayan yang memandang heran kearah mereka


" kenapa ? kau tidak mau berteman denganku ? " jawab Carla dengan raut wajah sedih padahal dirinya ingin punya teman disini agar tidak kesepian


" aaa bukan begitu nona , aku hanya merasa tidak setingkat dengan anda , aku hanyalah seorang pelayan disini , jadi tidaklah sopan jika terlalu dekat dengan nona " jawab sang pelayan merasa tidak enak membuat nona nya bersedih


" sudahlah tidak usah seperti itu denganku , aku hanya manusia biasa sama sepertimu " jedanya " jadi apakah kau mau berteman denganku ? " tanyanya dengan wajah berharap


" nona jangan seperti itu , tanpa nona meminta pun aku akan bersedia melakukan apa saja untuk nona dengan senang hati " jawab sang pelayan


" ahh baiklah , aku senang mendengarnya " tersenyum senang akhirnya dia mempunyai teman di tempat yang asing ini


setelah itu mereka memutuskan untuk berjalan disekitar taman yang luas , banyak bunga serta pohon buah-buahan disana " kenapa baru tau sekarang jika disini ada buah-buahan apalagi buahnya favorit dia semua " sesalnya


" oh ya kita belum berkenalan loh " ucap Carla begitu mereka duduk istirahat dibangku taman dibawah pohon rindang


" ah namaku siska nona "

__ADS_1


" nama yang bagus " jawabnya seraya tersenyum " namaku Carla , kau bisa memanggilku Caca " ucapnya seraya tersenyum


melihat bagaimana cara Carla berbicara dengannya ,membuat Siska kagum dibuatnya , bagaimana bisa kekasih tuan nya ini begitu ramah dengannya yang hanya seorang pelayan disini , apakah dirinya ini tidak malu berteman dengan seorang pelayan ? membuat dirinya pun tersenyum memikirkan itu


__ADS_2