
" Kau menyobeknya ? " dilihatnya muka Sean yang tengah tersenyum puas setelah merobek surat perjanjian mereka
.
.
.
Carla yang tengah melamun di sebuah Caffe ditengah kota , dirinya tengah memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu
Ya , dirinya sudah mendapat kebebasan hidupnya sejak surat kontrak antara dirinya dan Sean sudah menjadi serpihan kertas yang tak berbentuk
" Maaf nona , restoran akan segera tutup " ucap salah satu pelayan Caffe datang menemuinya untuk memberi tahu agar dirinya segera enyah dari situ
" Ahh benarkah ? maaf mbk kalau begitu saya akan bayar tagihan dulu " jawab Carla lalu bangkit menuju meja kasir untuk membayar makanannya
Saat ini dirinya sudah keluar dari caffe , matanya melihat keadaan sekitar . Jalanan yang masih ramai akan kendaraan yang berlalu lalang , dilihatnya jam yang melingkar ditangannya menunjukkan pukul delapan malam " Sepertinya masih ada waktu untuk berjalan sebentar " gumamnya , ketika dirinya sempat berfikir untuk menikmati hari-hari bebasnya dengan baik sebelum itu terenggut kembali suatu saat nanti
" emm sepertinya ke sana tidaklah buruk " pikirnya tak kala melihat ada pasar malam yang cukup ramai di pinggir jalan yang ia lewati
Dikantor
Sean tengah membereskan meja kerjanya dari tumpukan kertas atau dokumen-dokumen perusahaan . Setelah seharian ini sudah berkutat dengan setumpuk dokumen , dirinya memutuskan untuk pulang
" Apa saja yang dilakukan Carla hari ini ? " tanya Sean pada asistennya yang tengah mengemudi mobil
" emm hanya kegiatan sehari-hari seperti biasanya " jawab Dave
" Tidak ada kegiatan lain ? bukankah aneh jika dia tidak memutuskan untuk keluar , sedangkan dulu saja dia ngotot agar bisa keluar dari rumah " ucapnya membuat asisten Dave seperti tengah berfikir atas apa yang ia ucapkan
" Ya memang aneh , tapi aku tidak bertanya apa yang dilakukan nona sore ini , aku hanya bertanya tadi siang " jawab Dave membuat Sean hanya ber oh ria
Sesampainya mereka dihalaman rumah , Sean pun turun begitu juga asisten Dean
" Aku pulang dulu , besok pagi aku akan kemari untuk menjemputmu lagi " ucap Dave
" Ya , pergilah untuk istirahat " jawab Sean , kemudian dirinya melangkah masuk kedalam rumah setelah asisten nya itu telah melaju pergi dengan mobilnya
__ADS_1
Matanya sibuk melirik setiap sudut rumah yang nampak sepi
" Apakah dia sudah tidur ? " gumamnya seraya menaiki anak tangga menuju lantai dua
Dibukanya pintu dengan perlahan , takut wanita nya itu terbangun . Alisnya berkerut dalam saat matanya tak melihat siluet tubuh wanitanya tersebut " Kemana dia ?" tanya nya dalam hati
"Lebih baik aku mandi , setelah itu aku akan mencarinya "
Beberapa menit berlalu , Sean yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya pun terhenti tak kala ponselnya bergetar
" Dave ? " gumamnya melihat nama yang tertera diponselnya . Untuk apa pemuda ini menelponnya ? padahal mereka belum lama terpisah
" Halo " suara Dave terdengar dari seberang telepon
" hm ..Ada apa ? " tanya Sean dengan wajah datarnya
" Gawat , wanitamu sedang dalam bahaya " ucap Dave
" Bahaya ? apa maksudmu sialan " teriak Sean , dilemparnya handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya tadi ke lantai kamarnya
" Carla ... aku mendapat laporan dari anak buah kita bahwa wanitamu dibawa segerombol orang . mereka berhasil melawan anak buah kita , karena kalah jumlah " Jelas Dave tak kalah panik ketika mendapat laporan tersebut
" arrggh .... kau urus anak buah kita untuk ikut mencari Carla . aku akan menghubungi yang lain " ucap Sean , panggilan pun terputus sepihak
Buru-buru Sean memakai pakaian nya kembali , tadinya ia hanya mengenakan piyama tidurnya sebab ini juga sudah malam dan tidak pergi kemana-mana
" Sialan mereka , aku harus segera menyelamatkan nya sebelum terjadi apa -apa " gumamnya kemudian bergegas pergi setelah menyelipkan beberapa senjata di balik baju dan celana nya
mengambil kunci mobil yang ada di laci meja samping pintu utama , dirinya memilih memakai mobil Bugatti Hitamnya yang terparkir epic di antara mobil-mobil koleksi lain nya
stelah keluar dari gerbang utama , dirinya pun langsung menghubungi teman-temannya untuk datang kemarkas
" Saga " gumamnya , tak lama suara sambungan telepon pun terdengar . Lama Sean menunggu tapi tak ada jawaban sama sekali
cihhh.... kesal nya karena Saga tak merespon panggilannya . Dirinya pun menghubungi Robert , dan kali ini dijawab
" Ya , ada apa kawan ? " tanya Robert
__ADS_1
" Kau ajak yang lain untuk segera berkumpul ke markas sekarang " ucap Sean
" Sekarang ? " padahal dirinya baru akan bersenang-senang
" Ya , kenapa ? kau sepertinya sedang bersenang-senang rupanya " tebak Sean kala mendengar suara bising musik DJ yang tengah di mainkan
" Yeahh kau tepat sekali bung " jawab Robert
" Tapi maaf sekali , aku mengganggu kesenanganmu kali ini dude " ucap Sean , nada bicaranya seolah menyesal karena mengganggu kesenangan sahabatnya itu . Padahal dalam hatinya ia tidak perduli sama sekali atas apa yang dilakukan sahabatnya itu
" ah tidak masalah , aku bisa melakukannya lain kali ... Ada hal apa kau mengumpulkan anggota ke markas ? " tanya Robert , dirinya juga tengah dijalan menuju markas sesuai perintah Sean
" Carla ... dia diculik oleh segerombol orang " jawab Sean
" Apa kau tidak menjaga nya dengan baik ? dan bukankah kau juga mengurungnya di vila ? " tanya Robert
" Ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan nya padamu "ketus Sean , wajahnya datar kala sahabatnya yang satu ini banyak bicara. Oleh sebab itu dirinya lebih suka komunikasi dengan Saga yang irit bicara seperti dirinya
" *aaa yayaya ... kau benar . Baiklah aku sedang dalam perjalan , aku juga akan mengabari yang lain setelah ini " ucap Robert . Dirinya tengah melaju dengan mobil sport Biru nya . Untung saja tadi dirinya belum mendapatkan mangsanya di club, kalau tidak , dirinya tidak bisa membayangkan jika sedang di pertengahan jalan harus berhenti begitu saja
" huhh itu akan menjadi malam buruk bagiku " pikirnya dalam hati*
.
.
.
Markas
Satu persatu para anggota datang , Dave yang datang lebih awal disusul oleh Sean , sedangkan yang lain sedikit terlambat
" Seperti yang kita tau , bahwa hanya ada satu orang yang sedang mengincar nyawa Carla maupun kehancuran geng mafia kita . Tapi disini kita tidak tau mafia mana yang akan membantunya untuk melancarkan misi nya " Jelas Sean , saat ini mereka tengah duduk di kursi masing-masing yang ada diruangan tersebut
" ya .. yang jelas mafia tersebut salah satu dari musuh kita juga . Mereka bersekongkol untuk menghancurkan kita dengan dendam mereka masing-masing " sahut Malik
Mereka tengah menunggu informasi selanjutnya agar bisa bertindak . Dari keterangan anak buahnya yang tadi mengawal Carla , mereka mengatakan bahwa yang menyerang mereka tidak menampakkan wajah sama sekali. Jadi saat ini mereka tengah menunggu Marcel yang tengah fokus membobol CCTV di setiap jalanan yang Carla lewati tadi .
__ADS_1
.......HAPPY READING .......