
saat itu sean yang sudah selesai dengan agenda metting nya saat ini sedang menemani Carla istirahat dikamar nya. karena sudah di cek keadaan nya oleh Saga , ya walaupun tadi Saga sempat kena omel oleh Sean karena datang terlambat
" kau dengarkan ? tidak boleh banyak gerak , harus istirahat total selama dua minggu bahkan bisa lebih " kata Sean seperti yang diucapkan Saga tadi
" iya... iya " jawab Carla dengan malas karena dari tadi Sean tidak ada bosan-bosan nya bilang ini itu
" huhh berhubung kau baru saja terjatuh , jadi jadwal perjalanan bisnis di undur jadi 2 hari kedepan " jelas Sean tiba-tiba lantas membuat Carla sepontan membuka mata nya dan bangun duduk bersandar pada kepala ranjang nya
" kenapa di undur ? " tanya nya dengan alis berkerut " Tidak usah pedulikan aku , kau urus saja urusan mu , aku juga mau pulang kerumah ku " lanjutnya menatap sean
" siapa yang mengijinkan mu pulang ? " sarkas Sean tidak setuju " kau tidak lihat ? dengan keadaanmu yang seperti ini saja kau masih ingin pulang ? " tanya nya dengan geleng-geleng kepala heran
" aku baik-baik saja , apa masalahnya ? lagian aku dirumah juga tidak melakukan apa-apa , aku hanya rindu rumahku Sean " jelas Carla walaupun tetap mendapat penolakan dari Sean
" ayolah , kapan lagi aku bisa pulang ? kan mumpung kau juga pergi tidak ada dirumah " mohonnya dengan muka melas agar Sean memberinya izin
" aku bilang tidak ya tidak "
Carla terdiam sembari menundukkan kepala nya .Dalam hati ia kecewa sekaligus kesal dengan keadaannya saat ini , kenapa harus jatuh dari tangga sih ? kan kalau begini gak jadi pulang .
Diliriknya Sean sekali lagi tapi malah dibalas tatapan mata seolah kenapa ? masih mau membantah ku ? begitulah kira-kira mata Sean bicara
memilih bangkit lalu melangkah keluar dari kamar . dirinya akan melanjutkan pekerjaannya diruang kerja saja sekaligus bisa mengawasi Carla
"emang ribet banget sih orang itu , yang sakit siapa yang repot siapa ? " omelnya setelah Sean menghilang dibalik pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat
"akhhh sakit sekali badanku " ringisnya ketika merasakan nyeri pada sekujur tubuhnya terutama kepala nya yang nyut-nyutan sedari tadi " lebih baik aku tidur " gumamnya tak lama matanya pun terpejam
...****************...
Diruang kerja Sean sedang sibuk dengan semua berkas nya , tak lama ponsel nya berdering pertanda ada yang menghubunginya , diambil nya ponsel itu lalu terpampang nama sipenelepon ternyata adalah asisten Dave
__ADS_1
" Tuan "
"hm" jawabnya walaupun tangan dan matanya tetap bekerja
" aku mendapat laporan bahwa dalam jangka waktu dekat ini akan ada penyerangan pada markas kita yang ada di kota X " jelas Dave
mendengar apa yang diucapkan Dave membuat Sean berhenti dari kegiatan nya lalu fokus pada apa yang dibicarakan Dave " Lalu ? kapan itu akan terjadi ?" tanya nya
" dua hari lagi Tuan " jawab Dave
tidak ada sahutan lagi dari Sean " Siapa mereka ? " tanya nya
" kelompok eagle dari negara B yang ingin mengambil pasokan senjata kita yang ada dimarkas Tuan " jelasnya
" aku tidak pernah mendengarnya , apakah mereka masih pemula ? "
" bukan , mereka sudah lama berdiri namun sejauh ini mereka belum pernah mengusik kita " jedanya " entah karena alasan apa mereka memutuskan untuk menyapa kita kali ini " lanjutnya tersenyum menyeringai dibalik ponselnya
" cihh sudahlah suruh saja mereka berlatih dengan benar , untuk berjaga saja , kita tidak boleh meremehkan kekuatan lawan begitu saja " ucap Sean " ya sudah lanjutkan kerjamu " tutup Sean lalu !menyandarkan badannya pada punggung kursi seraya memejamkan matanya
" tujuan awalku adalah untuk membuat nya menikah denganku kan ? lantas aku menunggu apa lagi ? bukannya dengan menikahinya bisa membuat ku lebih mudah mengurus semua ini " seringai tipis muncul dibibirnya kala menemukan ide yang menarik , bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruang kerja nya dengan senyum kemenangan
" buatkan kami makan siang ,lalu antarkan ke kamar Carla " titah Sean pada koki nya , selesai memberi perintah dia pun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya , niatnya ingin mandi air dingin supaya bisa mendinginkan isi kepalanya
" ahh segarnya " dirinya memutuskan untuk melihat keadaan carla , apa yang sedang dilakukan gadis itu ? apakah sedang tidur ? daripada penasaran lebih baik dirinya melihat langsung
dibukanya pintu kamar berwarna putih itu pelan , takut penghuninya sedang istirahat . Tapi yang dilihatnya hanyalah ranjang kosong tanpa penghuni , diliriknya seluruh penjuru kamar dan ternyata pintu balkon kamar terbuka , apakah dia ada disana ? tanya nya dalam hati seraya berjalan ke arah balkon
" hei " panggilnya pada gadis yang sedang duduk berdiam diri memandang apapun yang bisa dijangkaunya dengan mata
mendengar seseorang ada yang memanggilnya lantas dirinya pun menoleh kebelakang dimana suara itu berasal , dan ternyata memang Sean yang memanggilnya " ada apa ?" tanyanya kembali memfokuskan pandangan nya kedepan
__ADS_1
" kenapa kau disini ? udara sedang panas diluar " menyipitkan mata karena memang cuaca sedang panas dan anehnya gadis ini malah duduk berdiam diri disini
"kau sudah makan ? " tanyanya ketika tidak mendapat jawaban dari Carla
" belum " jawabnya singkat dan tak lama suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka berdua
" masuk " teriak Sean yang tahu bahwa itu pelayan yang mengantarkan makan siang mereka
para pelayan masuk menata makanan diatas meja yang memang ada dikamar itu , setelah selesai lantas mereka semua pamit untuk kembali kepekerjaan mereka masing-masing
diliriknya Carla yang tidak bergeming pada posisinya " huhh " helaan napas keluar dari mulut sean " ayo makan " ajak Sean pada Carla
" aku tidak lapar " jawab nya malas
" makan tidak harus menunggu rasa lapar menghampirimu , jangan menunggu sakit baru menyesal "
bangun dari duduknya lalu berjalan menuju meja dimana makanan berada lalu makan tanpa menunggu Sean
" tidak boleh makan pedas " larang Sean di saat Carla hendak mengambil makanan yang berwarna merah itu
" kenapa memangnya ? " tanya Carla dengan alis berkerut heran
" kau kan sedang sakit , jadi tidak boleh makan-makanan pedas " membuat Carla membanting sendoknya dengan bibir manyun tanda protes nya terhadap Sean " makan saja sup dan bubur ,itu baik untuk orang yang sedang sakit " lanjut Sean seraya menjauhkan makanan pedas dari hadapan Carla
" matamu yang sakit bukan aku " gumam Carla dengan terpaksa memakan makanannya sesuai titah Sean
" kau bicara apa ?" tanya Sean seolah sadar jika Carla sedang mengumpati dirinya
" Apa ... "
" kau itu kenapa sih ? " tanya Sean akhirnya kesal dengan tingkah Carla yang seperti anak kecil " kau marah padaku ,iya ? "
__ADS_1
...Happy reading ...
Author bingung mau bikin alurnya bagaimana , jadi agak gk nyambung ceritanya ππ π