Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
Draft


__ADS_3

saat itu sean yang sudah selesai dengan agenda metting nya saat ini sedang menemani Carla istirahat dikamar nya. karena sudah di cek keadaan nya oleh Saga , ya walaupun tadi Saga sempat kena omel oleh Sean karena datang terlambat


" kau dengarkan ? tidak boleh banyak gerak , harus istirahat total selama dua minggu bahkan bisa lebih " kata Sean seperti yang diucapkan Saga tadi


" iya... iya " jawab Carla dengan malas karena dari tadi Sean tidak ada bosan-bosan nya bilang ini itu


" huhh berhubung kau baru saja terjatuh , jadi jadwal perjalanan bisnis di undur jadi 2 hari kedepan " jelas Sean tiba-tiba lantas membuat Carla sepontan membuka mata nya dan bangun duduk bersandar pada kepala ranjang nya


" kenapa di undur ? " tanya nya dengan alis berkerut " Tidak usah pedulikan aku , kau urus saja urusan mu , aku juga mau pulang kerumah ku " lanjutnya menatap sean


" siapa yang mengijinkan mu pulang ? " sarkas Sean tidak setuju " kau tidak lihat ? dengan keadaanmu yang seperti ini saja kau masih ingin pulang ? " tanya nya dengan geleng-geleng kepala heran


" aku baik-baik saja , apa masalahnya ? lagian aku dirumah juga tidak melakukan apa-apa , aku hanya rindu rumahku Sean " jelas Carla walaupun tetap mendapat penolakan dari Sean


" ayolah , kapan lagi aku bisa pulang ? kan mumpung kau juga pergi tidak ada dirumah " mohonnya dengan muka melas agar Sean memberinya izin


" aku bilang tidak ya tidak "


Carla terdiam sembari menundukkan kepala nya .Dalam hati ia kecewa sekaligus kesal dengan keadaannya saat ini , kenapa harus jatuh dari tangga sih ? kan kalau begini gak jadi pulang .


Diliriknya Sean sekali lagi tapi malah dibalas tatapan mata seolah kenapa ? masih mau membantah ku ? begitulah kira-kira mata Sean bicara


memilih bangkit lalu melangkah keluar dari kamar . dirinya akan melanjutkan pekerjaannya diruang kerja saja sekaligus bisa mengawasi Carla


"emang ribet banget sih orang itu , yang sakit siapa yang repot siapa ? " omelnya setelah Sean menghilang dibalik pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat


"akhhh sakit sekali badanku " ringisnya ketika merasakan nyeri pada sekujur tubuhnya terutama kepala nya yang nyut-nyutan sedari tadi " lebih baik aku tidur " gumamnya tak lama matanya pun terpejam


...****************...


Diruang kerja Sean sedang sibuk dengan semua berkas nya , tak lama ponsel nya berdering pertanda ada yang menghubunginya , diambil nya ponsel itu lalu terpampang nama sipenelepon ternyata adalah asisten Dave

__ADS_1


" Tuan "


"hm" jawabnya walaupun tangan dan matanya tetap bekerja


" aku mendapat laporan bahwa dalam jangka waktu dekat ini akan ada penyerangan pada markas kita yang ada di kota X " jelas Dave


mendengar apa yang diucapkan Dave membuat Sean berhenti dari kegiatan nya lalu fokus pada apa yang dibicarakan Dave " Lalu ? kapan itu akan terjadi ?" tanya nya


" dua hari lagi Tuan " jawab Dave


tidak ada sahutan lagi dari Sean " Siapa mereka ? " tanya nya


" kelompok eagle dari negara B yang ingin mengambil pasokan senjata kita yang ada dimarkas Tuan " jelasnya


" aku tidak pernah mendengarnya , apakah mereka masih pemula ? "


" bukan , mereka sudah lama berdiri namun sejauh ini mereka belum pernah mengusik kita " jedanya " entah karena alasan apa mereka memutuskan untuk menyapa kita kali ini " lanjutnya tersenyum menyeringai dibalik ponselnya


" cihh sudahlah suruh saja mereka berlatih dengan benar , untuk berjaga saja , kita tidak boleh meremehkan kekuatan lawan begitu saja " ucap Sean " ya sudah lanjutkan kerjamu " tutup Sean lalu !menyandarkan badannya pada punggung kursi seraya memejamkan matanya


" tujuan awalku adalah untuk membuat nya menikah denganku kan ? lantas aku menunggu apa lagi ? bukannya dengan menikahinya bisa membuat ku lebih mudah mengurus semua ini " seringai tipis muncul dibibirnya kala menemukan ide yang menarik , bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruang kerja nya dengan senyum kemenangan


" buatkan kami makan siang ,lalu antarkan ke kamar Carla " titah Sean pada koki nya , selesai memberi perintah dia pun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya , niatnya ingin mandi air dingin supaya bisa mendinginkan isi kepalanya


" ahh segarnya " dirinya memutuskan untuk melihat keadaan carla , apa yang sedang dilakukan gadis itu ? apakah sedang tidur ? daripada penasaran lebih baik dirinya melihat langsung


dibukanya pintu kamar berwarna putih itu pelan , takut penghuninya sedang istirahat . Tapi yang dilihatnya hanyalah ranjang kosong tanpa penghuni , diliriknya seluruh penjuru kamar dan ternyata pintu balkon kamar terbuka , apakah dia ada disana ? tanya nya dalam hati seraya berjalan ke arah balkon


" hei " panggilnya pada gadis yang sedang duduk berdiam diri memandang apapun yang bisa dijangkaunya dengan mata


mendengar seseorang ada yang memanggilnya lantas dirinya pun menoleh kebelakang dimana suara itu berasal , dan ternyata memang Sean yang memanggilnya " ada apa ?" tanyanya kembali memfokuskan pandangan nya kedepan

__ADS_1


" kenapa kau disini ? udara sedang panas diluar " menyipitkan mata karena memang cuaca sedang panas dan anehnya gadis ini malah duduk berdiam diri disini


"kau sudah makan ? " tanyanya ketika tidak mendapat jawaban dari Carla


" belum " jawabnya singkat dan tak lama suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka berdua


" masuk " teriak Sean yang tahu bahwa itu pelayan yang mengantarkan makan siang mereka


para pelayan masuk menata makanan diatas meja yang memang ada dikamar itu , setelah selesai lantas mereka semua pamit untuk kembali kepekerjaan mereka masing-masing


diliriknya Carla yang tidak bergeming pada posisinya " huhh " helaan napas keluar dari mulut sean " ayo makan " ajak Sean pada Carla


" aku tidak lapar " jawab nya malas


" makan tidak harus menunggu rasa lapar menghampirimu , jangan menunggu sakit baru menyesal "


bangun dari duduknya lalu berjalan menuju meja dimana makanan berada lalu makan tanpa menunggu Sean


" tidak boleh makan pedas " larang Sean di saat Carla hendak mengambil makanan yang berwarna merah itu


" kenapa memangnya ? " tanya Carla dengan alis berkerut heran


" kau kan sedang sakit , jadi tidak boleh makan-makanan pedas " membuat Carla membanting sendoknya dengan bibir manyun tanda protes nya terhadap Sean " makan saja sup dan bubur ,itu baik untuk orang yang sedang sakit " lanjut Sean seraya menjauhkan makanan pedas dari hadapan Carla


" matamu yang sakit bukan aku " gumam Carla dengan terpaksa memakan makanannya sesuai titah Sean


" kau bicara apa ?" tanya Sean seolah sadar jika Carla sedang mengumpati dirinya


" Apa ... "


" kau itu kenapa sih ? " tanya Sean akhirnya kesal dengan tingkah Carla yang seperti anak kecil " kau marah padaku ,iya ? "

__ADS_1


...Happy reading ...


Author bingung mau bikin alurnya bagaimana , jadi agak gk nyambung ceritanya πŸ˜‚πŸ˜‚ πŸ™


__ADS_2